Kasus Uang Rupiah Palsu, Kejari Gowa Kembali Terima 3 Tersangka Baru 

Yutelnews.com // Gowa
Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Gowa Kembali menerima penyerahan 3 tersangka (tahap 2) perkara uang rupiah palsu dari penyidik Polres Gowa di Kantor Kejari Gowa, Selasa (8/4/2025). Sebelumnya, JPU telah menerima 8 berkas perkara dengan 11 tersangka pada 19 Maret lalu. 

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi mengatakan berkas 3 tersangka ini sebelumnya sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa peneliti pada Kejari Gowa.

“Berkas 3 tersangka ini telah dinyatakan lengkap oleh jaksa pada Kejari Gowa. Sebelumnya sudah ada 8 berkas dengan 11 tersangka. Sisanya 4 tersangka yang masih dalam tahap koordinasi dengan penyidik Polres Gowa,” kata Soetarmi.

Peranan 3 tersangka baru kasus uang rupiah palsu yang diterima JPU dari penyidik Polres Gowa yaitu Muhammad Syahruna alias Syahruna bin Syamsuddin Edi (52) wiraswasta, John Biliater Panjaitan alias John bin Asan Panjaitan (68) wiraswasta dan Ambo Ala alias Ambo bin Makmur (42) wiraswasta. Mereka bertiga berperan memproduksi atau membuat uang rupiah palsu.

Sebelumnya sudah ada 8 berkas dengan jumlah 11 tersangka yang diserahkan oleh penyidik Polres Gowa ke Kejari Gowa yaitu.

1. Tersangka Andi Ibrahim bin Andi Abdul Rauf (54) Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, berperan memproduksi atau membuat rupiah palsu.

2. Tersangka Andi Haeruddin alias Andi bin Andi Iskandar (50) Pegawai bank, mengedarkan uang rupiah palsu.

3. Tersangka Satriyadi alias Iwan (52) PNS dan Ilham (42) Wiraswasta, mengedarkan uang rupiah palsu.

4. Tersangka Sukmawaty (55) PNS guru dan Sattariah alias Ria (60) IRT, mengedarkan uang rupiah palsu.

5. Tersangka Mubin Nasir alias Mubin bin Muh. Nasir (40) Karyawan honorer, mengedarkan uang rupiah palsu.

6. Tersangka Kamarang Dg Ngati (48) Juru masak dan Irfandy (37) Karyawan swasta, mengedarkan uang rupiah palsu

7. Tersangka Sri Wahyudi (35) Wiraswasta, menerima uang rupiah palsu.

8. Tersangka Muh. Manggabarani (40) PNS, menerima uang rupiah palsu.

Untuk pelaku yang membuat atau memproduksi uang rupiah palsu disangkakan Pasal 36 Ayat (3) dan (2) UU No. 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang JO. Pasal 55 (1) Ke-1 KUHP. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah). 

Untuk pelaku yang mengedarkan rupiah palsu disangkakan Pasal 36 Ayat (3) (2) UU No. 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang JO. Pasal 55 (1) Ke-3 KUHP. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).

Sementara untuk pelaku yang menerima uang rupiah palsu disangkakan Pasal 36 Ayat (3) (2) UU NO. 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).

Kajari Gowa, Muhammad Ihsan menyebut setelah dilakukan tahap 2, Jaksa Penuntut Umum akan segera mempersiapkan Surat Dakwaan untuk pelimpahan berkas perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Gowa.

Adapun Surat Perintah Penahanan ketiga tersangka telah dikeluarkan oleh Kejari Gowa. Ketiganya ditahan selama 20 hari mulai dari 08 April 2025 hingga 27 April 2025 di Rumah Tahanan Kelas I Makassar. 

“Setelah kegiatan tahap 2, 3 tersangka pembuat rupiah palsu ini dilakukan penahanan di Rutan Kelas I Makassar bersama 11 tersangka lainnya. Hingga saat ini, sudah ada 14 tersangka kasus uang rupiah palsu yang ditangani oleh Kejari Gowa. Selama masa penahanan setiap orang yang ingin menemui tersangka wajib mendapat izin dari Jaksa Penuntut Umum Kejari Gowa,” sebut Muh Ihsan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Agus Salim menegaskan pihaknya telah menyiapkan tim JPU yang bekerja profesional, integritas dan akuntabel. Serta melaksanakan proses penuntutan sesuai peraturan perundang-undangan dengan pronsip zero KKN.

(Abu Algifari)

Bupati Nias Ikuti Kegiatan Panen Raya Padi Serentak Dalam Rangka Percepatan Swasembada pangan Nasional

YUTELNEWS.com | Sumut Bupati Nias, Yaatulo Gulo, S.E., S.H., M.Si ikuti kegiatan Panen Raya Padi Serentak di Kabupaten Nias bersama dengan 14 Provinsi lainnya secara nasional. Kabupaten Nias menjadi salah satu daerah peserta Panen Raya Padi serentak di 14 Provinsi yang digelar oleh Kementerian Pertanian RI. Panen Raya Kabupaten Nias dilaksanakan di lahan Kelompok Tani “Tani Baru” Desa Soewe Kecamatan Gido. Senin, 07 April 2025.

Demi mendukung program tersebut, Bupati Nias hadir langsung di tengah hamparan sawah untuk mengikuti jalannya kegiatan Panen Raya Padi Serentak. Sambil melaksanakan kegiatan panen raya, Bupati Nias menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan para petani.

Bupati Nias mengatakan bahwa petani adalah pahlawan bangsa. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk mendukung pertanian di Kabupaten Nias. Pada kesempatan itu juga, Bupati Nias berharap agar harga gabah dapat terjaga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp.6.500/Kg. Usai melakukan kegiatan panen raya, Bupati Nias bersama rombongan melaksanakan kegiatan panen cabe di lahan yang sama.

Diketahui, Bupati Nias didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Nias dan Unsur Forkopimda bersama 171 Kepala Daerah peserta Panen Raya serentak lainnya, terhubung secara daring dengan pusat pelaksanaan Panen Raya Padi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang dihadiri Presiden RI, Prabowo Subianto, yang sekaligus memberikan arahan untuk percepatan Swasembada Pangan Nasional.

“Petani adalah Tulang Punggung Bangsa dan Negara, Petani adalah Produsen Pangan, Tanpa Pangan Tidak Ada Negara, Tanpa Pangan Tidak Ada NKRI” ujar Presiden Prabowo.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Nias, Unsur Forkopimda Kabupaten Nias, Kepala BPS Kabupaten Nias, Pimpinan Perum Bulog, Asisten Sekda Kabupaten Nias, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Nias, Perwakilan PT. Pupuk Indonesia, Camat Gido, Kepala Desa Soewe, Pengurus dan Anggota Kelompok Tani “Tani Baru” Desa Soewe.

(Kom/Y,z)

Kasat Lantas Polres Buru AKP.Aswan Prayoga STRK .S.I.k di Duga Menghalangi Awak Media Pada Saat Pemungutan Suara Ulang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buru Serta di Nilai Arogan

Yutelnews.com // Buru.

Kasatlantas Polres Buru, AKP Aswan Prayoga STRK.S.I.K.Di duga Menghalang-halangi tugas wartawan saat akan melakukan peliputan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Bupati Buru (Namlea) di TPS 02 Desa Debowae, Kecamatan Wailata, Kabupaten Buru, Sabtu, (5/4/2025)
Kasat lantas polres buru
AKP Aswan Prayoga STRK .S.I.k.di Nilai arogan, sombong dan tidak taat dengan Peraturan padahal Kapolri Jendral Sigit Sulistiyo sudah berulangkali mengingatkan bawahannya untuk tidak mempersulit apalagi menghalang-halangi pekerjaan wartawan Saat melakukan Peliputan di lapangan.

Atas Perilaku oknum Kasatlantas Kabupaten Buru di Nilai Sangat buruk, Aswan akan diloporkan ke Mabes Polri lewat dewan pers di Jakarta.
Laporan tersebut tembusannya akan disampaikan kepada Kapolda Maluku di Ambon dan Kapolres Buru di Namlea.
Kasat Lantas Polres Buru.. AKP Aswan Prayogo STRK. S.I.k. menciptakan kondisi seolah-olah PSU Bupati Buru (Namlea) itu ada hal yang dirahasiakan sehingga wartawan dilarang masuk padahal bukan di area PSU Bupati Buru (Namlea) melaikan di jalan raya depan balai desa.

AKP.Aswan Prayogo STRK S.I.K Kasat Lantas Polres Buru memperlakukan wartawan layaknya teroris yang perlu dicurigai secara berlebihan.

Sejumlah wartawan dari Namlea dan Ambon sangat dirugikan dan kecewa atas arogansi Aswan karena sampai PSU Bupati Buru (Namlea) selesai mereka tidak diperkenankan masuk padahal cuma di depan balai desa, bukan di area Bupati Buru (Namlea)

Perlakuan berbada ditunjukkan oleh anggota Polisi lain yang berjaga di pos-pos lainnya. Para petugas di pos lain dengan santun dan ramah mempersilahkan wartawan masuk setelah menunjukan ID Card.

Di pos arah pasar Debowae, dengan mata melotot, Kasatlantas yang bertubuh pendek ini meminta para wartawan menunjukkan KTP.
“Mana KTP, kalau tidak ada KTP dilarang masuk, ini perintah atasan”, kata Aswan dengan nada tinggi..


(Ka-Biro buru .Masuku)

Anggota Dewan DPRD Teddi Setiadi Hadiri Halal Bihalal di Pendopo Sukabumi, Ajak Warga Perkuat Persaudaraan dan Bersatu Membangun Daerah

Sukabumi – Yutelnews.com Anggota Dewan DPRD Kabupaten Sukabumi Teddi Setiadi menghadiri acara halal bihalal yang digelar Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama berbagai elemen masyarakat di Pendopo,Kegiatan yang juga dihadiri oleh Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, MM Dan Wakil Bupati Kabupaten Sukabumi H. Andreas menjadi ajang silaturahmi sekaligus momentum untuk mempererat hubungan antar warga pasca bulan suci Ramadhan.minggu, (6/4/2025).


Anggota Dewan Teddi Setiadi menyampaikan pentingnya menjadikan momen halal bihalal sebagai wadah untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan antar sesama Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melupakan perbedaan dan bersatu dalam semangat membangun Sukabumi yang lebih baik.

“Mari kita lupakan perbedaan Di momen ini, saatnya kita bersama-sama membangun Kabupaten Sukabumi yang maju dan lebih baik,” ujarnya.

Senada dengan Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar MM menekankan pentingnya kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah (Mubarakah).



“Kami tidak bisa sendiri membangun Sukabumi. Perlu peran serta masyarakat. Jadi, mari bersama-sama membangun Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah,” ungkapnya.

Menutup acara, Bupati H. Asep Japar bersama Ketua DPRD menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika masih terdapat aspirasi yang belum terpenuhi, seraya mengajak seluruh pihak untuk saling memaafkan dan melangkah maju bersama demi kemajuan daerah.

“Saya bersama Pak Andreas memohon maaf jika ada kesalahan. Mari kita saling memaafkan dan bersama-sama memajukan Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.

Acara halal bihalal ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi dan semangat gotong royong demi kemajuan Kabupaten Sukabumi,”Tandanya.


Reporter : Mirna

Pasca Tanggul Bendungan Irigasi Lewi Bangga Jebol,Puluhan Hektar Sawah di 3 Desa Mengalami Kekeringan dan Terancam Gagal Panen

Sukabumi – Yutelnews.com Pasca jebolnya tanggul Bendungan jaringan Daerah Irigasi (DI) Lewi Bangga Cicatih di Kampung pondok tisuk, Desa Cihelang tonggoh Kabupaten Sukabumi, Puluhan hektar areal persawahaan milik warga 3 Desa  mengalami kekeringan, Minggu, (6/4/2025).


Jebolnya tanggul Bendungan irigasi Lewi bangga Cicatih disebabkan tak kuat menahan luapan air saat hujan deras yang terjadi pada bulan Agustus 2024 lalu. Akibatnya Puluhan hektar Persawahaan mengalami kerusakan dan kekeringan.


Masyarakat yang tidak mau di Sebutkan Namanya   mengatakan,  kekeringan ini akibat saluran Bendungan  irigasi Lewi bangga jebol di Kampung pondok tisuk tonggoh kurang Lebih 35 meter dengan kedalaman 3 meter terjadi pada bulan Agustus Sampai saat ini belum ada perbaikan dari Dinas terkait.


Kepada pihak terkait khusunya Dinas PSDA baik Kabupaten maupun provinsi agar secepatnya melakukan perbaikan tanggul Bendungan  irigasi Lewi bangga yang jebol tersebut karena masyarakat sangat membutuhkan Air tersebut sebab air tersebut bukan hanya untuk pertanian saja tapi diperlukan juga untuk warga masyarakat lainya karena masyarakat banyak yang menggunakan sumur yang mana sumur tersebut airnya mengandalkan serapan dari Pesawahan maupun saluran irigasi yang melewati disekitar pemukiman.


“Saya mohon kepada semua instansi khususnya bidang PSDA dan dinas pertanian memberikan solusi terkait jeblolnya bendungan lewi bangga agar segera di tangani secepatnya karena adanya lokasi Pesawahan yang mana sawah tersebut adalah merupakan lumbung padinya di kecamatan cibadak .”Ungkap Masyarakat yang tidak mau di Sebutkan namanya kepada Suluh nusantara. News,


Masyarakat menjelaskan, tanggul Bendungan irigasi  Lewi bangga yang jebol terjadi pada 8 Agustus 2024. Itu  hampir 1 tahun ini air tidak mengalir dan Puluhan hektar lahan sawah warga kekeringan dan terancam gagal panen.


“Para petani sangat sedih sekali, karena padi  yang mereka tanam mengalami kekeringan dan kerugian mungkin mencapai ratusan juta dari sekitar puluhan hektaran lahan sawah yang terdampak, sementara pertanian adalah merupakan salah satu program ketahanan pangan yang menjadi atensi presiden Republik indonesia.”Bebernya.


Sebelumnya, sambung warga Masyarakat,  kami dari warga dan pemerintah desa sudah melaporkan kejadian ini dan mengusulkan untuk adanya perbaikan kepada pihak PSDA namun sampai saat ini belum terealisasi.


Informasi yang disampaikan kepada Media Suluhnusantara.News Dari Kepala Dinas UPTD Cibadak Heri Telah ada konfirmasi atau pun ajuan kami Dari UPTD PU Cibadak Sudah Mengajukan Usulan perbaikan Kepada Dinas Melalui Bidang SDA terkait Bendungan Leuwi bangga Semenjak bencana, tapi kemauan petani pingin Secepatnya di perbaiki karna Sekarang yang di gencarkan oleh pemerintah adalah ketahanan pangan,” Pungkasnya.


“Kami menginginkan pihak pemerintah  secepatnya membangunkan tanggul irigasinya supaya air bisa kembali mengaliri lahan persawahaan khusunya di wilayah 3 Desa. Karena pertanian merupakan salah satu program ketahanan pangan yang menjadi atensi presiden Republik Indonesia  “Harapnya.


Reporter : Mirna

Halal Bihalal Pemkab Sukabumi, Bupati” Momentum Memperkuat Hubungan Dan Saling Memaafkan

Bupati Sukabumi – Yutelnews.com

H. Asep Japar mengajak masyarakat untuk menjadikan momen halal bihalal sebagai ajang memperbaiki hubungan dan saling memaafkan. Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar halal bihalal bersama berbagai elemen masyarakat di Pendopo, Minggu, 6 April 2025.

Tak hanya itu, momen ini pun sebagai ajang mempererat persaudaraan. Termasuk menyatukan tekad untuk membangun Kabupaten Sukabumi yang lebih baik.

“Mari kita lupakan perbedaan. Di momen ini, kita saatnya bersama-sama membangun Kabupaten Sukabumi yang maju dan lebih baik,” ucapnya.

Menurut Bupati untuk membangun Sukabumi yang maju, unggul,berbudaya, dan berkah (Mubarakah) perlu kebersamaan. Baik unsur pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.

“Kami tidak bisa sendiri membangun Sukabumi, perlu peran serta masyarakat. Jadi, mari bersama-sama membangun Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah,” ungkapnya.

Di akhir kesempatan, H. Asep pun memohon maaf kepada seluruh masyarakat Sukabumi apabila belum memenuhi setiap aspirasi pembangunan di kabupaten sukabumi.

“Saya bersama Pak Andreas memohon maaf jika ada kesalahan. Mari kita saling memaafkan dan bersama-sama memajukan Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.


Reporter : Mirna

Di duga Disperndag Maluku Berikan Izin Menjual Obat-Obat Terlarang Seperti CN, B2 Di Gunung Botak

Maluku – Yutelnews.com
Menjual Puluhan Ton obat terlarang yang mengandung zat kimia berbahaya B2 terjual bebas seenaknya saja ke lokasi tambang  emas ilegal gunung botak Pulau Buru, Maluku.

Informasi ini berhasil di himpun Awak Media Yutelnews.com, dan berdasarkan hasil penelusuran tim, yang berhasil menemukan Bahan beracun berbahaya beredar bebas di lokasi GB,dan ternyata ada dugaan kongkalikong untuk saling menyembunyikan kejahatan yang dilakukan antara pemilik gudang penyimpanan B2 yakni bos Dio dengan PT. Inti Kemilau Alam, selaku pemilik bahan kimia.

Hal ini berkaitan dengan penjelasan Bos Dio saat dikonfirmasi kemarin, yang mana awalnya Ia menyampaikan hanya menyewakan gudang miliknya kepada PT.Intin Kemilau Alam guna menyimpan bahan kimia beracun berbahaya (B2). tersebut dan tidak terlibat dalam transaksi penjualan ke gunung botak namun sangat disayangkan, keterangan Dio hanya sebagai alasan mengelabui awak media dan sengaja berdalih.

Sama hal-nya dengan perwakilan PT. Inti Kemilau Alam Ibu Zasa yng di konfirmasi sengaja berdalih dan tidak banyak memberikan keterangan, justru malahan mengarahkan awak media untuk bertanya lansung ke Dinas Perindagkop Provinsi Maluku, sebagai Dinas yng mengeluarkan izin penjualan bahan kimia berbahaya tersebut.

Dari hasil infestigasi awak media ternyata ada keterlibatan Dio dan PT. Inti Kemilau Alam dalam penjualan secara bebas bahan kimia berbahaya (B2) yang tertuang dalam surat pernyataan yang di tanda tangani oleh koperasi milik Dio dan Direktur utama PT. Inti Kemilau Alam.

Dio diketahui bukan saja sekedar menyewakan gudang untuk PT. Inti Kemilau Alam guna menyimpan bahan kimia berbahaya (B2) tersebut namun juga ikut terlibat dalam penjualan bahan kimia berbahaya tersebut.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa diminta secara tegas mengevaluasi Dinas Perindagkop Provinsi Maluku, kenapa bisa mengijinkan pihak PT. Inti Kemilau Alam dan pihak Dio sebagai pemilik Koperasi dan beberapa kolam rendaman di gunung botak melakukan penjualan secara bebas bahan berbahaya pada penambangan ilegal gunung botak.

Ada dugaan kuat Dinas Perindagkop Provinsi Maluku terima suap dari hasil memberikan izin tersebut, karena bahan yang di jualkan adalah bahan kimia berbahaya yang seharusnya dilarang, apalagi beberapa waktu lalu pihak Polres Buru menangkap sekian banyak bahan tersebut yang di muat dengan truk ke arah gunung botak.

Jika ini memang fakta ada ijin-nya berarti sudah jelas diduga kuat baik Polisi maupun Dinas Perindagkop menerima suap karena bahan tersebut adalah bahan berbahaya yang di larang mestinya di cegah bahkan penjual mestinya ditangkap dan di proses bukan membiarkan jual secara bebas di gunung botak.

Perbuatan ini Gubernur Maluku dan Kapolda Maluku diminta ambil sikap tegas, menindak setiap pelaku baik yang mengeluarkan ijin maupun yang menjual dan memperdagangkan bahan kimia berbahaya (B2).

Ada surat pernyataan penjualan secara bersama yang di tanda tangani kedua pihak baik direktur utama PT. Inti Kemilau Alam dan koperasi Parusa Tanila Baru dengan pemiliknya adalah Ruslan Arif Soamole.SH.

Dalam surat tersebut di sebutkan Koperasi adalah sebagai pengguna akhir distributor bahan kimia berbahaya (B2).


Kabiro buru (M.Masuku)

Begini Keceriaan Pemudik Yang Ikut Program Balik Gratis Polres Jepara

Jepara –Yutelnews.com Polres Jepara | Program balik mudik gratis bareng Polres Jepara disambut antusias para pemudik, dua armada Bus disiapkan untuk diberangkatkan dari Mapolres Jepara dengan tujuan Pulau Gebang Jakarta, Sabtu (5/4/2025).

Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso mengatakan, bahwa program ini bertujuan untuk membantu Masyarakat yang hendak Kembali ke perantauan.

“Kami sediakan dua armada bus dengan kapasitas 100 kursi untuk para pemudik yang akan kembali ke Jakarta,” ujar AKBP Erick.

Kapolres menuturkan, panitia balik mudik gratis Polres Jepara langsung diserbu pemudik, pada hari pertama dibukanya pendaftaran, tanggal 2 April 2025.

“Begitu pendaftaran dibuka pada pagi hari, sore harinya sudah penuh, diserbu para peserta yang membawa beberapa persyaratan, seperti fotokopi KTP dan KK,” ucapnya.

Balik mudik gratis bareng Polres Jepara diselenggarakan untuk memfasilitasi para pemudik, agar perjalanan balik ke Jakarta dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu para pemudik, serta untuk mengurangi kepadatan pada arus balik lebaran,” terangnya.

Selain menyediakan bus gratis, pihaknya juga membagikan snack dan sarapan gratis kepada penumpang.

Kapolres Jepara berharap, dengan penyediaan transportasi gratis ini kegiatan balik mudik dapat berjalan lancar, serta dapat bermanfaat bagi masyarakat di Jepara. Selain itu, dengan mengikuti mudik gratis, pemudik bisa menghemat biaya.

“Tentu para pemudik lebih nyaman menggunakan bus karena kondisi cuaca yang hujan dan tidak menentu. Kalau naik motor bahaya lebih besar. Kalau bus tidak kehujanan dan kepanasan, juga lebih nyaman. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat, dapat membantu bagi bapak ibu saudara sekalian,” jelasnya.

“Selamat sampai tujuan, semoga selama mudik di Jepara ini memiliki kesan yang baik,” lanjut AKBP Erick.

Kapolres juga meminta kepada para driver bus dan kru untuk bisa mengantarkan saudara-saudara kita ini dengan sebaik-baiknya, dengan aman tidak perlu ngebut-ngebut, yang penting selamat sampai tujuan.

Sementara itu, Hambali (49), salah seorang warga yang mengikuti bus gratis untuk balik mudik, mengapresiasi program yang diadakan Polres Jepara tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Polres Jepara atas program bus gratisnya. Ini sangat membantu dan memudahkan kami untuk balik ke Jakarta,” ucap Hambali.

Begitu juga yang dirasakan oleh Mila (27), ia mengaku sangat bersyukur dan senang adanya program mudik gratis.

“Program ini sangat membantu kami yang akan merantau kembali ke Jakarta, dan menghemat biaya,” kata Mila.

Pada kesempatan yang sama, Kasihumas AKP Dwi Prayitna mengatakan, bahwa program balik mudik gratis ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pada perayaan Lebaran 2025.

“Program ini sesuai dengan instruksi dan arahan Pak Kapolres untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pada perayaan Idulfitri tahun ini,” kata AKP Dwi.

Ia menjelaskan, bahwa tidak ada syarat khusus dalam pendaftaran arus balik gratis.

“Pendaftar hanya perlu membawa kartu identitas dan melaporkan domisili selama masa libur lebaran,” jelasnya.

Kasihumas menambahkan, program arus balik gratis tersebut diharapkan membantu masyarakat serta mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan saat berkendara.

Menurutnya, program tersebut juga merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan mudik yang ceria dan penuh makna.

“Momentum ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk mewujudkan mudik yang ceria dan penuh makna, seiring dengan arus balik masyarakat yang akan kembali ke kota asal,” pungkasnya. 

(Singgih)

Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buru Di Laksanakan di Kantor Desa Dabowae

YUTELNEWS.COMBURU
Tepat Hari Ini Pulau Buru Desa Debowae Masyarakat Datang Ke TPS 2 Desa Debowae Menunjukkan Antusiasme yang tinggi dalam pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Buru (Namlea) yang digelar di Kantor Desa Debowae.

Sejak pagi hari masyarakat mulai berdatangan untuk menggunakan hak pilihnya,dengan menciptakan suasana yang ramai dan tertib. (Sabtu 05/04/2025)

Pelaksanaan PSU Bupati dan Wakil Bupati Buru (Namlea) ini berlangsung lancar dengan pengawasan dari pihak penyelenggara dan aparat keamanan setempat. Partisipasi aktif warga menjadi bukti nyata komitmen masyarakat Desa Debowae dalam menjaga demokrasi dan ikut serta menentukan arah pembangunan daerah.

Berikut ini versi narasi yang lebih rapi dan bisa dipakai untuk berita atau caption:

Sukamto, salah satu warga Sadura yang turut serta dalam pelaksanaan PSU Bupati dan Wakil Bupati Buru (Namlea)di TPS 2 Desa Debowae, menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan.”Terangnya

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak TNI dan POLRI yang telah menjaga situasi tetap aman dan Kondusif.Serta Kami sebagai masyarakat merasa tenang dan bisa memberikan suara dengan lancar,” ucap Sukamto.

Pernyataan ini mencerminkan rasa syukur warga atas peran penting aparat dalam menjaga ketertiban selama proses demokrasi berlangsung. Suasana kondusif di lokasi pemungutan suara juga menjadi faktor utama tingginya partisipasi masyarakat.

Biro : (M.masuku)

Kapolres Jepara Turun Langsung Pantau Keamanan Objek Wisata Saat Libur Lebaran

Jepara – YUTELNEWS.COM Polres Jepara | Memasuki masa libur lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M, sejumlah objek wisata di Kabupaten Jepara mulai dipadati pengunjung.

Untuk memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas wisatawan, Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso bersama jajarannya monitoring dan pengecekan langsung sejumlah objek wisata yang ada di wilayah kabupaten Jepara, salah satunya di Pantai Bandengan, pada hari Jumat (4/4/2025).

Saat ditemui disela-sela kegiatan, Kapolres Jepara mengatakan, bahwa monitoring dan pengecekan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif. Sebab, pihaknya mengantisipasi adanya lonjakan pengunjung di berbagai destinasi wisata di Kabupaten Jepara.

“Apalagi jumlah pengunjung akan meningkat saat libur panjang Idulfitri atau Lebaran ini,” ujar AKBP Erick.

Menurut mantan Kapolres Banjarnegara ini, dengan meningkatnya pengunjung bisa berpengaruh pada kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi wisata. Kerawanan terjadinya kriminalitas pun juga meningkat.

Itu sebabnya, Kapolres ingin memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran wisatawan dalam menikmati momen libur Idulfitri khususnya selama di Kabupaten Jepara.

“Kami juga telah menempatkan personel bergabung bersama stakeholder terkait untuk mengamankan lokasi wisata,” katanya.

Abituren Akpol 2004 ini menambahkan, bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pengelola destinasi wisata agar memastikan keamanan para wisatawan. Sekaligus terus memantau situasi secara menyeluruh.

AKBP Erick pun mengimbau para wisatawan juga bersikap kooperatif selama berwisata. Seperti mematuhi aturan hingga mengikuti imbauan dan peringatan dari petugas.

“Apa yang dilakukan petugas menjadi upaya menghindarkan wisatawan dari kejadian yang tak diinginkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasihumas AKP Dwi Prayitna selaku Kasatgas Humas Ops Ketupat Candi 2025 mengatakan, bahwa pengecekan sejumlah objek wisata yang dilakukan oleh Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso beserta jajarannya ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seiring dengan jumlah pengunjung yang diprediksi meningkat selama libur Lebaran Idulfitri tahun 1446 H/2025 M.

“Harapannya, situasi kamtibmas di obyek wisata Kabupaten Jepara selama libur lebaran terjaga tanpa adanya gangguan maupun tindak pidana lain,” ujar Kasihumas.

Disamping itu, ia juga mengingatkan kepada para wisatawan yang hendak berwisata air untuk memastikan keamanannya, terutama yang hendak menaiki speed boat atau perahu wisata harus memakai jaket pelampung (life jacket).

”Kami berharap menjaga keselamatan di wisata perairan menjadi budaya semua pihak,” tegasnya.

AKP Dwi Prayitna juga mengimbau pengelola dan operator perahu wisata air untuk tidak menaikkan penumpang melebihi kapasitas daya muat. Hal itu untuk mencegah kejadian yang membahayakan penumpang.

Ia pun mengajak semua pihak memahami pentingnya keselamatan saat berwisata terutama di kawasan perairan dan menjadikannya sebagai kebutuhan dalam pemenuhan aspek keselamatan.

(Singgih)

Oknum Notaris diduga nakal,korban tempuh jalur hukum dan etik

Yutelnews.com || Gresik
Istilah notaris tentu tidak asing di telinga masyarakat, terutama bagi mereka yang pernah mengurus dokumen penting seperti sertifikat tanah, akta perjanjian, atau surat keterangan lainnya. Notaris merupakan pejabat umum yang memiliki kewenangan membuat akta otentik serta menjalankan tugas-tugas hukum lainnya yang telah diatur dalam undang-undang.
Dalam buku Etika Profesi Hukum, dijelaskan bahwa istilah notaris berasal dari frasa Latin nota literaria, yang kemudian berkembang menjadi profesi penting dalam sistem hukum modern.

Tugas seorang notaris diatur secara rinci dalam Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN), dan dilindungi oleh kode etik profesi yang dijaga oleh Majelis Pengawas Daerah (MPD) maupun Majelis Pengawas Notaris (MPN).
Namun, tak sedikit kasus di lapangan menunjukkan bahwa oknum notaris menyalahgunakan kewenangannya. Salah satunya terjadi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Seorang warga Pondok Permata Suci, Gresik, mengaku menjadi korban dari dugaan praktik tidak profesional yang dilakukan oleh oknum Notaris/PPAT berinisial HB. Korban menyampaikan bahwa proses pemecahan surat induk tanah di kawasan perumahannya dipersulit oleh HB. Permasalahan mencuat setelah adanya pembatalan sepihak atas Surat Keterangan Nomor: 259/HB/III/2025 yang diterbitkan pada 24 Maret 2025.


Saat ditemui korban, HB berdalih bahwa pembatalan surat tersebut dilakukan karena adanya revisi terhadap luas tanah. Namun, surat pengganti dengan Nomor: 264/HB/III/2025 yang diterbitkan keesokan harinya, justru tidak mencerminkan klarifikasi yang disampaikan sebelumnya, dan diduga menyimpang dari fakta sebenarnya.


Merasa dirugikan, korban bersama kuasa hukumnya menyatakan akan melaporkan HB ke Majelis Pengawas Notaris (MPN) dan pihak Kepolisian Resort (Polres) Gresik untuk mendapatkan kejelasan dan penindakan tegas. Mereka berharap agar proses hukum dan etika dijalankan sebagaimana mestinya.
Sebagai informasi, sanksi terhadap notaris yang melanggar kode etik dapat berupa peringatan tertulis, pemberhentian sementara, hingga pemberhentian secara tidak hormat. MPN sebagai lembaga pengawas memiliki mandat untuk menindak notaris yang terbukti melanggar hukum atau menyalahgunakan jabatannya.


Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan yang ketat dan penegakan kode etik dalam profesi notaris demi menjaga kepercayaan publik terhadap sistem hukum di Indonesia.(Boedipras)

Mengenang 40 Hari Wafatnya H. Dedi Damhudi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PPP

Sukabumi – Yutelnews.com
40 Hari Wafatnya Alm H. Dedi Damhudi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai PPP, Jatuh pada hari ini Kamis 03 April 2025 yang wafatnya tanggal 23 Febuari 2025, yang dilaksanakan dikediamannya berlokasi di Kabandungan. Keluarga dan Kerabat Kenang 40 Hari Kepergiannya . Keluarga, kerabat, dan sahabat berkumpul hari ini untuk memperingati 40 hari meninggalnya

Almarhum H. Dedi Damhudi yang dikenal sifat sosok yang baik, santun dan ramah selalu merangkul kepada siapapun membuat Keluarga, kerabat, dan sahabat merasa sangat kehilangan atas kepergiannya.

Selain Keluarga, kerabat, dan sahabat yang hadir, Kegiatan ini juga turut hadir Susi Alawiyah Istri dari H. Andreas Wakil Bupati Sukabumi. Acara diawali dengan do’a bersama dan pembacaan ayat suci Al-Quran.

“Almarhum Pak Haji, orangnya baik santun ramah dan juga religius, saya do’akan semoga almarhum ditempatkan tempat yang baik oleh Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin” Kata Susi Alawiyah,

Pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan doa dari berbagai pihak, Diharapkan doa-doa yang dipanjatkan pada hari ini dapat memberikan ketenangan bagi arwah Almarhum H. Dedi Damhudi.

“Kami dari pihak keluarga, memohon di maafkan jika almarhum memiliki kesalahan kepada semua pihak, sehingga arwah almarhum di beri ketenangan, amin” Ujar Salah satu Keluarga


Reporter : Mirna

Arus Lalu Lintas di Hari ke-3 Lebaran Padat, Polres Garut lakukan Sistem One Way Sebanyak 8 kali

Garut,Jabar Yutelnews.om|| Arus Lalu Lintas di Hari ke-3 Lebaran mengalami kepadatan Polres Garut Terapkan Sistem One Way di sejumlah jalur strategis di wilayah hukumnya .pada hari Rabu(02/04/2025).

Kasat Lantas Polres Garut Iptu Aang Andi Suhandi mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengatur arus lalu lintas guna menghindari kemacetan panjang,” ujarnya,

“yah untuk memastikan kelancaran perjalanan di beberapa titik, Karena setiap wilayah mengalami kepadatan arus lalu lintas, ” katanya.

H-3 Lebaran arus lalu lintas mengalami kepadatan tampak seorang petugas sedang mengatur arus lalu lintas, Rabu(2/4/2025). (Foto: Krist)
“Kita tetap melakukan Sistem one way atau sistem satu arah dalam konteks lalu lintas adalah sistem yang mengatur jalur jalan atau ruas jalan tertentu hanya untuk kendaraan yang bergerak ke satu arah saja.

Maka Sistem ini diterapkan untuk mengatur arus lalu lintas agar lebih teratur, aman, dan efisien, serta untuk mengurangi kemacetan.

Dengan hanya mengizinkan kendaraan bergerak dalam satu arah, risiko kecelakaan akibat tabrakan antar kendaraan yang datang dari arah berlawanan dapat diminimalkan dan Sistem ini juga mempermudah pengaturan dan pengawasan petugas.

Sistem one way atau sistem satu arah diterapkan di berbagai lokasi dengan tujuan untuk mengatur lalu lintas, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan keselamatan berkendara.

Bahkan di beberapa tempat yang sering menerapkan sistem one way antara lain Jalur Lewo, Jalur Limbangan, Jalur Malangbong, Jalur Limbangan (Lanjutan) dan Jalur Kadungora.

Polres Garut akan terus berupaya untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan mengurangi potensi kemacetan, terutama di jalur-jalur padat kendaraan.

Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi arahan petugas yang bertugas dan mengikuti prosedur buka tutup jalur ini guna memastikan keselamatan bersama,” himbaunya.



Yans.

Bamsoet: Jadikan Idul Fitri Sebagai Momentum Mempererat Persaudaraan dalam Keberagaman

JAKARTAYutelnews.com Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menuturkan hari raya Idul Fitri merupakan momentum strategis untuk mempererat persaudaraan dan menyatukan perbedaan dalam keberagaman. Hari raya Idul Fitri tidak hanya menjadi waktu untuk merayakan kemenangan spiritual umat Islam, tetapi juga sebagai ajang pengingat bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa. Dengan semangat yang terus dipelihara, Idul Fitri dapat menjadi tonggak penting dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih inklusif, harmonis dan sejahtera.

“Idul Fitri bukan hanya hari kemenangan umat Islam, tetapi juga momen penting untuk mengukuhkan tali persaudaraan dan mempererat kebersamaan di tengah keberagaman bangsa. Di Indonesia yang dikenal sebagai negara dengan keragaman suku, agama, dan budaya, momen Lebaran dimanfaatkan untuk saling memaafkan, berbagi, dan menyatukan perbedaan. Momentum inilah yang menjadi landasan kuat untuk membangun kerukunan dan kesatuan nasional,” ujar Bamsoet saat acara open house di Jakarta, Selasa (1/4/25).

Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, keberagaman bangsa Indonesia terwujud dalam berbagai aspek, seperti bahasa, tradisi, dan kepercayaan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bangsa Indonesia terdiri dari lebih dari 300 suku bangsa dan lebih dari 700 bahasa daerah.

“Meskipun ada perbedaan tersebut, Idul Fitri dapat menjadi jembatan untuk menciptakan harmoni di antara berbagai kelompok. Melalui perayaan ini, individu dari berbagai latar belakang berkumpul untuk saling mengunjungi, memberikan ucapan selamat, dan berbagi makanan, sehingga terbangun rasa saling menghargai,” kata Bamsoet.

Ketua Komisi III DPR RI ke-7 dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini memaparkan, tradisi silaturahmi yang dilakukan selama Idul Fitri juga berperan penting dalam penguatan hubungan antar warga. Berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), sebanyak 64,4% responden menyatakan bahwa Idul Fitri merupakan kesempatan untuk mempererat hubungan antar agama dan memperkuat keharmonisan sosial.

“Di banyak daerah, kegiatan saling berkunjung tidak hanya dilakukan oleh sesama umat Muslim, tetapi juga melibatkan masyarakat dari agama lain. Hal ini mencerminkan semangat persatuan dan saling menghormati yang menjadi pilar dalam kehidupan berbangsa,” urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, praktik berbagi saat Idul Fitri turut menjadikan momentum ini istimewa. Dalam banyak komunitas, ada tradisi pembagian zakat fitrah kepada yang kurang mampu. Tidak hanya menjadi praktik keagamaan, tetapi juga memberikan kontribusi sosial.

“Data dari Lembaga Amil Zakat mencatat bahwa selama Idul Fitri pada tahun 2024, jumlah zakat yang dikumpulkan meningkat sebesar 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Menunjukan antusiasme di masyarakat untuk berbagi kebahagiaan, tanpa memandang latar belakang penerima zakat,” pungkas Bamsoet. (*)

(Singgih)

Perempuan Muda Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kos, Polres Nias Lakukan Olah TKP

GunungsitoliYutelnews.com
Seorang perempuan berinisial M.K.Z. (24) ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di kamar kosnya yang berlokasi di Honu Lingkungan 3 Kel. Pasar Gunungsitoli, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, pada Senin (31/3) sekitar pukul 23.00 WIB. Kos tersebut diketahui milik A.H. Hal ini di sampaikan Kasat Reskrim Polres Nias AKP ADLERSEN LAMBAS PARTO, S.H., M.H. Kepada Kasi Humas Polres Nias AIPDA M. Motivasi Gea . Selasa, (1 April 2025 )

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa ini bermula pada Minggu (30/3), ketika korban berada di kos bersama pacarnya, K.J.Z. (27). Saat itu, korban meminta izin kepada K.J.Z. untuk menjenguk orang tua pacarnya yang sedang dirawat di RSUD Thomsen Nias. Namun, permintaan tersebut tidak dikabulkan, sehingga K.J.Z. meninggalkan kos untuk menjaga orang tuanya di rumah sakit.

Setelah kepergian K.J.Z., korban dan pacarnya sempat terlibat adu argumen melalui pesan WhatsApp. Dalam percakapan tersebut, korban mengancam akan mengakhiri hidupnya, namun ancaman itu tidak ditanggapi dengan serius oleh K.J.Z.

Pada keesokan harinya, Senin (31/3), K.J.Z. mencoba menghubungi korban melalui seorang teman, T.G. (24), namun tidak mendapatkan jawaban. Ia kemudian meminta bantuan teman lain, E., untuk mengecek kondisi korban di kos. Setibanya di lokasi, E. mendapati pintu kamar korban terkunci dan tidak ada respons meskipun sudah diketuk berulang kali. Tetangga kos pun menyatakan bahwa sejak malam sebelumnya tidak ada aktivitas dari dalam kamar korban.

E. lalu menjemput K.J.Z. di rumah sakit untuk melaporkan kondisi tersebut. Keduanya kembali ke kos dan mendobrak pintu kamar yang terkunci. Saat berhasil masuk, mereka menemukan korban dalam keadaan tergantung di dalam kamar mandi menggunakan kain yang diikat menjadi satu.

Atas kejadian tersebut para saksi melaporkan kepada pihak berwajib, Polres Nias segera melakukan langkah-langkah penanganan di lokasi kejadian, di antaranya:

Mendatangi tempat kejadian perkara (TKP),Mengamankan barang bukti, Memasang garis polisi di lokasi, Melakukan wawancara terhadap para saksi, Mengamankan rekaman CCTV, Membawa jenazah korban ke RSUD Thomsen untuk visum luar, Menghubungi pihak keluarga korban.

Pihak keluarga korban telah menyatakan tidak keberatan atas kejadian ini dan menerima bahwa korban meninggal akibat gantung diri. Dengan demikian, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sumber informasi.

(Humas Polres Nias)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.