Ini Tujuan Kajati Sulsel Saat Berkunjung Ke Kejari Pangkep

YUTELNEWS.com | Sulsel – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel), Agus Salim melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri Pangkajene dan Kepulauan (Kejari Pangkep), Selasa (11/2/2025). Kajati Sulsel turut didampingi Asisten Intelijen Ardiansyah, Aspidum Rizal Syah Nyaman, Aspidsus Jabal Nur dan Aspidmil M Asri Arief.

Kunjungan Kajati Sulsel Agus Salim ke Kantor Kejari Pangkep diawali dengan penghormatan dan Tari Paduppa. Turut hadir menyambut, Bupati Pangkep Muh Yusran Lalogau, Kapolres Pangkep AKBP Ari Kartika Bhakti, Dandim 1421/Pangkep Letkol Inf. Fajar, Ketua Pengadilan Negeri Pangkajene A. Rico H, Sitanggang dan Ketua DPRD Pangkep, Haris Gani. Serta tuan rumah, Kajari Pangkep Supardi bersama seluruh jajaran.

Kajati Sulsel Agus Salim menyampaikan kunjungan kerja ke Kejari Pangkep bertujuan untuk mengecek personil kejaksaan di daerah, sarana pendukung kinerja seperti kantor dan peralatan serta AGHT yang muncul di daerah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Kajati Sulsel juga menitipkan beberapa arahan dan pesan kepada jajaran Kejari Pangkep.

“Jaga kekompakan sebagai kekuatan organisasi. Jaga disiplin, sebab disiplin memudahkan kita mencapai tujuan, membentuk karakter, dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Dan terakhir hindari perbuatan tercela,” kata Kajati Sulsel Agus Salim.

Kajari Pangkep, Supardi berharap kunjungan Kajati Sulsel bisa memberikan bimbingan dan motivasi bagi jajarannya dalam meningkatkan kinerja di tahun 2025 ini.

“Kami ucapkan selamat datang kepada Bapak Kajati Sulsel dan rombongan. Besar harapan kami kunjungan ini sebagai evaluasi sekaligus penyemangat untuk lebih baik,” ungkap Supardi.

Dalam paparannya, Kajari Pangkep menyebut beberapa realiasi kinerja di tahun 2024. Mulai dari bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), yang pada tahun lalu berhasil melakukan pemulihan keuangan negara sebesar Rp5.042.166.658 dan melakukan bantuan hukum sebanyak 115 SKK.

Pada bidang Pidana Umum menerima 108 SPDP, melakukan 107 penuntutan, 112 eksekusi dan 10 kasus diselesaikan lewat Keadilan Restoratif (RJ).

Pada bidang Intelijen, Kejari Pangkep melakukan 4 kegiatan Jaksa Masuk Sekolah, 4 kegiatan Jaksa Menyapa, 2 penerangan hukum dan 10 kegiatan Pendampingan Proyek Strategis (PPS).

(Abu Algifari)

Musrenbang Kecamatan Parungkuda 2025 Dalam Rangka Penetapan RKPD Tahun 2026

YUTELNEWS.com | Sukabumi – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Parungkuda dalam rangka penetapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 digelar di Aula Kantor Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Selasa (10/02/2025).

Acara ini dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Tedi Setiadi dari Fraksi Partai Gerindra, Hendra dari Fraksi Partai PKS, Camat Parungkuda Kurnia Lismana, AP., Kepala Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi, Kapolsek Parungkuda Kompol Aah Hermawan, S.E., M.H., Danramil Parungkuda Kapten Arm. Uci Sanusi dan tamu undangan lainnya.

Kegiatan Musrenbang tingkat kecamatan ini merupakan bagian dari tahapan atau proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang diagendakan setiap tahunnya.

“Hari ini kami mengadakan Musrenbang tingkat Kecamatan.Alhamdulillah, kami di Parungkuda ada pak Dewan senior dan juga Dewan yang baru. Mudah-mudahan bisa mengawal apa yang menjadi usulan,” Ucap Camat Parungkuda Kurnia Lismana, AP., kepada awak media.

Kurnia menjelaskan, terkait usulan masyarakat silahkan usulkan sebanyak-banyaknya. Tadi pak Dewan juga menyayangkan kenapa cuma 122 usulan, tapi itu kembali ke Desa dan operatornya yang menginput ke sistem dan dari 122 usulan yang terverifikasi hanya 73 usulan dan yang menjadi prioritas itu hanya 31. Akan tetapi, tadi pak Dewan mengatakan akan tetap mengawal yang 73 untuk usulan ditahun 2026.

“SIPD itu kan ada dua slot yaitu slot aspirasi yang input teknokratik dari mulai desa, kecamatan dan seterusnya. Kedua adalah pokir, nah pokirlah yang mungkin bisa menyelamatkan yang tadi yang kemudian dicoret karena salah input dan lain-lain, mungkin dari slot pokir inilah melalui anggota dewan bisa diperjuangkan,”tutupnya.

Tedi Setiadi Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra menyampaikan, Hari ini digelar acara musrenbang Kecamatan Parungkuda yang tadi telah disepakati ada 122 usulan tapi yang terverifikasi dari Kecamatan Parungkuda hanya 73 usulan dan yang 31 usulan itu yang prioritas untuk pembangunan tahun 2026.

“Aspirasi yang muncul rata-rata itu fisik, infrastruktur perkim, Gor dan pendidikan juga ada,”ungkapnya.

Lanjutnya, saya yakin usulan-usulan itu masih banyak dan yang tidak terakomodir itu bisa lewat inputan SIPD Dewan, tinggal komunikasinya saja kepala desa itu seperti apa. Saya mempersilahkan diluar usulan dari musrenbang kecamatan bilamana ada usulan yang tidak masuk tinggal berkomunikasi saja.

Menurut Tedi, apapun bentuk usulan dari masyarakat itu menjadi prioritas. Jadi, tidak ada yang 31 usulan itu prioritas akan tetapi semua usulan dari masyarakat itu adalah prioritas baginya.

“Saya mohon dukungannya dari semua stakeholder, khususnya yang ada di wilayah Kecamatan Parungkuda. Karena, saya tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa didukung oleh semua lapisan masyarakat yang ada di wilayah kecamatan Parungkuda,” pungkasnya.

Reporter : Mirna

Kunjungan Pasi Intel Lanal Banyuwangi, Sinergi TNI AL dan Panti Jompo Sahabat Lansia

YUTELNEWS.com | BANYUWANGI – Panti Jompo Sahabat Lansia, yang beralamat di JL. Raya Srono, Dusun Mangunrejo, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, mendapat kehormatan atas kunjungan dari Pasi Intel Lanal Banyuwangi, Kapten Tommy Hadi Kurniawan, Sabtu (8/2/2025) sore.

Kunjungan ini disambut hangat oleh jajaran Dewan Pendiri, yakni Sistim Indra Setiawan dan Indah Purwaningrum, Ketua Yayasan Sahabat Dhuafa, Nosa Melenega, Pembina Panti Jompo Sahabat Lansia, Hakim Said, SH, serta Ketua Harian Panti Jompo Sumiati, beserta Devisi Kesehatan Joko Setiono, S.Kep.Ns, dan jajaran pengurus lainnya.

Kehadiran Kapten Tommy di Panti Jompo Sahabat Lansia ini memiliki tujuan yang sangat mulia. Dalam pertemuan tersebut, Kapten Tommy memberikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya dan perjuangan yang telah dilakukan oleh pengurus Panti Jompo Sahabat Lansia dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para lansia. Dia sampaikan bahwa dukungan dan semangat yang telah diberikan oleh pengurus sangat luar biasa dan memberi dampak positif bagi masyarakat.

“Kami salut atas pergerakan dan perjuangan bapak-bapak dan ibu-ibu pengurus Panti Jompo Sahabat Lansia. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kapten Tommy, yang sangat mengapresiasi komitmen pengurus panti jompo tersebut.

Ketua Yayasan Sahabat Dhuafa, Nosa Melenega, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kunjungan tersebut. Ia menilai bahwa kunjungan Kapten Tommy akan menjadi dorongan moral yang sangat penting bagi pengurus Panti Jompo Sahabat Lansia untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan kontribusinya kepada masyarakat lansia.

“Kunjungan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih atas apresiasi dan dukungan yang diberikan. Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi para lansia dan masyarakat,” ujar Nosa dengan penuh haru.

Dewan Pendiri Yayasan Sahabat Dhuafa yang menaungi Panti Jompo Sahabat Lansia, Sistim Indra Setiawan dan Indah Purwaningrum, menyatakan, bahwa kunjungan Pasi Intel Lanal Banyuwangi tersebut sangat penting bagi mereka. Karena memberikan semangat baru dalam melanjutkan perjuangan kemanusiaan.

“Apresiasi yang diberikan oleh Kapten Tommy sangat kami hargai dan menjadi motivasi untuk selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya lansia yang membutuhkan perhatian lebih,” ucap keduanya.

“Kami berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi simbol penghargaan semata, tetapi juga menjadi titik awal untuk mempererat kerjasama antara Panti Jompo Sahabat Lansia dengan berbagai pihak, termasuk TNI AL. Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tambah kedua dewan pendiri Yayasan Sahabat Dhuafa itu.

Sementara Hakim Said, SH, selaku pembina Panti Jompo Sahabat Lansia, juga turut mengungkapkan rasa terima kasih dan berharap kedepannya ada kerjasama antara Panti Jompo Sahabat Lansia dan TNI AL, khususnya Lanal Banyuwangi, karena jika dapat terjalin bisa bermanfaat bagi kedua belah pihak.

“Kami berharap bahwa kedepannya kegiatan ini dapat memperkuat kerjasama antara Panti Jompo Sahabat Lansia dan TNI AL, serta membawa manfaat bagi masyarakat lansia di Banyuwangi,” tutur Hakim Said, yang juga Founder sekaligus Ketua Rumah Kebangsaan Basecamp Karangrejo (RKBK) Banyuwangi.

Tak kurang Sumiati, Ketua Harian Panti Jompo Sahabat Lansia, menyampaikan bahwa kunjungan ini juga memberikan semangat tambahan bagi pengurus panti jompo untuk tetap menjalankan tugas mulia mereka dengan penuh dedikasi.

Kapten Tommy pun mengakhiri kunjungannya dengan menyampaikan harapan agar sinergi antara TNI AL dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Ia menegaskan pentingnya kerjasama untuk mencapai tujuan bersama, terutama dalam memperhatikan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lansia.

“Kami berharap silaturahmi ini dapat memperkuat kerjasama antara TNI AL dan masyarakat. Kami berkomitmen untuk selalu mendukung berbagai kegiatan positif seperti yang dilakukan oleh Panti Jompo Sahabat Lansia ini,” tutup Kapten Tommy.

(Tim Red)

Berangkatnya Atlet Pencat Silat Kabupaten Nias Utara Pada Kejurda Propinsi Sumatera UtaraTahun 2025

YUTELNEWS.com | Lotu, Nias Utara, Yutelnews.com – Wakil Bupati Nias Utara Yusman Zega bersama Ketua Ikatan Pencat Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Nias Utara Noferman Zega Pml dan Ketua KONI Kabupaten Nias Utara Daliwanolo Telaumbanua memberangkatkan kontingen atlet Cabang Olahraga Pemcat Silat pada Kejuaraan Daerah (KEJURDA) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025 yg di laksanakan di Pendopo Bupati Nias Utara, Jumat 07/02 2025.

Ketua IPSI Kabupaten Nias Utara Bapak Noferman Zega menyampaikan Pada Tahun 2025 ini Cabang Olahraga raga Pencat Silat Kabupaten Nias Utara mengirimkan 13 ALTET putra putri terbaik Kabupaten Nias Utara untuk mengikuti Kejuaraan Daerah Provinsi Sumatera Utara yang di laksanakan dari tgl 12 s/d 16 Pebruari 2025 di Medan.

Berbagai persiapan yang telah di lakukan selama ini untuk para atlet yaitu di latih dan di persiapkan secara maksimal telah terlaksana dengan baik. dan mari kita berdoa semoga atlet atlet yg kita kirim ini dapat membawa dan meraih kemenangan untuk membawa harum nama Kabupaten Nias Utara khususnya Pencat Silat.

Wakil Bupati Nias Utara Bapak Yusman Zega, pada Arahannya menyampaikan mari kita berdoa, memberikan motivasi dan semangat agar para atlet atlet pesilat kita dari Kabupaten Nias Utara dapat berhasil dalam melakoni pertandingan.

Dimana pada tanggal 10 Pebruari 2025 seluruh tim pencak silat Nias Utara , baik atlet dan pelatih, kita berangkatkan ke Medan untuk mengikuti Kejurda Propsu, Saya berharap seluruh atlet, dapat bermain dengan maksimal di semua kelas yang di ikuti oleh kontingen Pencak silat Nias Utara.

Di’ikuti oleh seluruh Altet Silet dan para orang Tua Atlet.

{K.Gea}

Tingkatkan Akuntabilitas Publik di Bidang Tata Kelola Dana Desa, Kejari Morowali Utata, Lakukan Penerangan Hukum

YUTELNEWS.com | Morowali – Kepala Kejaksaan Negeri Morowali Utara bersama dengan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Morowali Utara melaksanakan Kegiatan Penerangan Hukum di Kantor Camat Lembo dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Desa & Pengelolaan Dana Desa” yang dihadiri oleh Kepala Desa, Sekertaris Desa dan Bendahara Desa se-Kecamatan Lembo serta Kepala BPD se-Kecamatan Lembo. Jumat 07/02/2025.

Dalam hal ini bahwa Kepala Kejaksaan Negeri Morowali Utara Mahmuddin S.H.,M.H menyampaikan kegiatan Penerangan Hukum ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas publik di bidang tata kelola dana desa, serta meminimalisir adanya kemungkinan penyimpangan dalam penggunaan dan pengelolaan Dana Desa.

Kegiatan penerangan hukum ini juga sudah terlaksana di 2 (dua) Kecamatan yakni Kecamatan Petasia Timur & Kecamatan Lembo sampai pada pada pukul 11.00 wita

dan akan dilaksanakan setiap Kecamatan yang ada di Morowali Utara.

Camat Lembo sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap apa yang sudah di sosialisasikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Morowali Utara dapat dilaksanakan oleh Para Kepala Desa serta Kepala BPD yang ada di Kecamatan Lembo, harapnya.

(Abu Algifari)

KPU SAH Tetapkan Pasangan Asep Japar Andreas Menang Jadi Bupati Periode 2025 – 2030

YUTELNEWS.com | Sukabumi – Dalam Rapat Pleno yang di laksanakan komisi pemilihan umum ( KPU) Kabupaten Sukabumi Asep Japar dan Andreas resmi ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi terpilih dalam Pilkada Kabupaten Sukabumi 2024. Keputusan ini diumumkan dalam rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi di Hotel Augusta Cikukulu, Kecamatan Cicantayan, Kamis (6/2/2025).

Penetapan dilakukan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan yang diajukan pasangan calon nomor urut 1 (Iyos Somantri-Zainul) dalam perkara 235/PHPU.BUP-XXIII/2025

“Menetapkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sukabumi Nomor Urut 2 saudara Drs H. Asep Japar M.M. dan H. Andreas, S.E. dengan perolehan suara sebanyak 564.862 suara atau 53,10% dari total suara sah, sebagai Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Sukabumi Periode Tahun 2025-2030 dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sukabumi Tahun 2024,” kata Kadiv Teknis Penyelenggara KPU Kabupaten Sukabumi Abdullah Ahmad Mulya Syafi’i.

Usai ditetapkan sebagai Bupati Sukabumi terpilih, Asep Japar mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk KPU, Bawaslu, partai politik, serta pasangan calon lainnya yang telah berpartisipasi dalam Pilkada 2024.

“Kami sadar kemenangan pasangan mubarakah bukanlah kemenangan kami semata maupun partai politik pengusung, kemenangan ini kemenangan rakyat dan kemenangan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” kata Asep Japar dalam sambutannya.

Asep Japar menuturkan, konstetasi ini bukan akhir dari ikhtiar namun awal dari perjuangannya bersama Andreas untuk membawa Kabupaten Sukabumi mencapai cita-cita dan visi misi kesejahteraan

“Terkhusus untuk bapak Iyos Somantri dan bapak haji Zainul, kami ucapkan hormat dan salut telah mengantarkan pesta demokrasi Kabupaten Sukabumi menuju pemilukada yang demokratis dan damai,” tuturnya.

“Kami berharap tanggung jawab yang akan kami emban ke depan memimpin masyarakat Kabupaten Sukabumi akan mendapat rahmat dan lindungan Allah SWT serta dukungan semua dari stakeholder. Semoga visi misi kami menuju Kabupaten Sukabumi yang mubarakah dapat tercapai bersama,” imbuhnya.

Pelantikan pasangan terpilih ini diperkirakan akan berlangsung serentak pada 20 Februari 2025, bersama dengan daerah lain yang tidak mengalami sengketa atau sudah menyelesaikan perselisihan hasil pemilihan.

Sbelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menjelaskan bahwa pihaknya menerima arahan dari Kemendagri terkait tahapan pelantikan. Mendagri menyebutkan bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) saat ini tengah bersidang untuk memutuskan perkara sengketa Pilkada, termasuk diantaranya sengketa Pilkada Kabupaten Sukabumi.

Manakala memang Kabupaten Sukabumi misalnya masuk dalam tanggal 5 diputuskan dismissal, tahapan berikutnya tanggal 6, 7 sampai 8 setelah ada ketetapan dari MK, maka KPU harus segera melakukan penetapan dan pengusulan kepada DPRD untuk bisa di paripurnakan,” jelas Budi Azhar.

Selanjutnya, kata Budi, DPRD akan menindaklanjuti dengan melaksanakan paripurna yang harus digelar paling lama tiga hari setelah menerima usulan dari KPU Kabupaten Sukabumi.

Jadi paling lama 3 hari, yaitu tanggal 9 sampai 11 Februari 2025, DPRD harus bisa melaksanakan paripurna yang agendanya menetapkan dan mengusulkan pelantikan bupati terpilih kepada mendagri melalui gubernur, agar bisa dilantik pada 20 Februari 2025,” terangnya.

Reporter : Mirna

Meningkatkan Pelayanan Sosial: Yayasan Sahabat Dhuafa Banyuwangi Perkuat Program di Tahun 2025

YUTELNEWS.com | BANYUWANGI – Selasa, 4 Februari 2025 malam itu, Rumah Kebangsaan Basecamp Karangrejo (RKBK) Banyuwangi menjadi saksi penting dalam perjalanan Yayasan Sahabat Dhuafa. Sebuah agenda penting digelar untuk mengonsolidasikan dan memperkuat program-program sosial kemanusiaan yang sudah dijalankan yayasan ini.

Sekaligus merencanakan langkah strategis yang akan diambil pada tahun 2025 dan tahun-tahun mendatang. Pertemuan terbatas tersebut dihadiri pengurus inti, yaitu Ketua Yayasan Sahabat Dhuafa, Nosa Melenega, Dewan Pendiri Sistim Indra Setiawan dan Indah Purwaningrum, serta Pembina Yayasan, Hakim Said, SH.

Nosa Melenega, yang memimpin Yayasan Sahabat Dhuafa, memaparkan capaian-capaian luar biasa yang telah dilakukan oleh yayasan dalam berbagai bidang. Dalam laporannya, Nosa mengungkapkan bahwa Yayasan Sahabat Dhuafa telah berhasil menjalankan beberapa program unggulan, seperti Panti Asuhan/Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Sahabat Dhuafa Banyuwangi, Panti Jompo/Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKSLU), serta Pondok Pesantren Sahabat Anak Alqur’an Indonesia.

Selain itu, yayasan juga aktif memberikan kursus Bahasa Inggris gratis untuk anak-anak pelajar dan masyarakat, menyediakan bantuan ambulance/Mobil Siaga, dan mendampingi pasien dhuafa yang membutuhkan. Nosa menegaskan bahwa yayasan siap melayani masyarakat 24 jam penuh dalam berbagai hal yang berkaitan dengan kemanusiaan.

Sistim Indra Setiawan, Ketua Dewan Pendiri Yayasan Sahabat Dhuafa, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan dukungannya terhadap keberlanjutan program yayasan. “Kami sangat bangga dengan apa yang telah dicapai oleh yayasan ini. Kami percaya bahwa dengan sinergi yang kuat, yayasan ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya dhuafa di Banyuwangi,” ujarnya.

Indah Purwaningrum, Dewan Pendiri lainnya, juga menambahkan, “Perjalanan Yayasan Sahabat Dhuafa masih panjang. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan support penuh, agar pelayanan kami kepada masyarakat yang membutuhkan terus berkembang, ” ungkapnya.

Tak kalah penting, Hakim Said, SH, yang juga Pembina Yayasan Sahabat Dhuafa dan Ketua Rumah Kebangsaan Basecamp Karangrejo (RKBK) Banyuwangi, menyampaikan pandangannya.

“Sebagai pembina, saya merasa bangga melihat yayasan ini berjalan dengan baik. Program-program yang dihadirkan sudah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami akan terus mendukung sepenuhnya dari semua sisi, untuk memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat terus meningkat,” ujar Hakim Said.

Melihat ke depan, para pengurus dan pendiri Yayasan Sahabat Dhuafa sepakat untuk terus memperluas cakupan layanan. “Kami tidak hanya ingin membantu mereka yang berada di sekitar Banyuwangi, tetapi kami berencana untuk memperluas jangkauan program ke wilayah lain yang membutuhkan,” tambah Nosa Melenega.

Sebagai penutup, Nosa mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin besar, namun dengan dukungan dari para pendiri, pembina, serta masyarakat Banyuwangi, yayasan ini yakin bisa terus berkontribusi dalam membangun kesejahteraan sosial, terutama bagi mereka yang berada dalam keterbatasan.

 

(Tim Red)

Pemasangan Kabel Fiber Optic di Tiang LPJU di Dusun Krajan Desa Sraten Kecamatan Cluring Kab Banyuwangi di Duga tidak Adanya Izin dan Melanggar Aturan

YUTELNEWS.com | Banyuwangi – Kemajuan teknologi jaringan WIFI yang sangat pesat kini dirasakan seluruh masyarakat Indonesia. Tidak hanya perkotaan namun juga merambah ke pedesaan, seperti contoh di Dusun Krajan Desa Sraten Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Kamis 06 februari 2025.

Berdasarkan Pasal 38 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, setiap orang yang melakukan perbuatan yang dapat mengganggu penyelenggaraan telekomunikasi secara fisik dan elektromagnetik dapat dikenakan pidana. Ancaman pidananya adalah penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp600 juta.

Kebutuhan yang serba internet, mendorong banyak perusahaan provider masuk ke berbagai pelosok untuk memperluas jangkauan. Akibatnya, setiap tiang listrik LPJU yang berada di Dusun Krajan Desa Sraten Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi dipenuhi kabel fiber optik (FO) yang banyak bergelantungan diberbagai tempat yang diduga masih banyak yang belum berizin dari Dinas terkait.

“Seharusnya pemerintah harus mengontrol dengan adanya kegiatan ini, dan pemasangan kabel internet tidak saling menumpuk semrawut begitu, harus menggunakan tiang pribadi supaya teruji keamanannya, kalau masuk ke permukiman Dusun minimal harus tetap ada izinnya, seperti ke RT dan RW kelurahan sampai kecamatan, tapi mungkin sepertinya disengaja dengan diam diam karena Perusahaan provider menghindari ‘Cost Social’ yang lebih tinggi. ”ujarnya.

Ditempat yang sama awak media juga menyampaikan permintaan kepada Pemerintah melalui Dinas terkait mulai dari Dinas Pekerjaan Umum, Kominfo, hingga Satpol PP harus proaktif dalam menangani masalah ini terutama kami berharap agar Satpol PP lebih tanggap untuk merespon Masyarakat dan Media. Apabila memang tidak berizin harus ditindak tegas untuk kabel internet tersebut, ”Pungkasnya.

Panorama semrawutnya kabel Tiang internet yang berada di Dusun Krajan Desa Sraten Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi membuat warga masyarakat terganggu dengan kabel internet diduga tanpa perizinan yang resmi dari instansi terkait yang berwenang seperti contoh masyarakat yang mempunyai hajatan memerlukan pemasangan Tarup, penjor dan lain lain untuk undangan namun dengan banyak nya kabel optik yang terpasang di depan rumah membuat kesulitan dalam melakukan pemasangan.

keberadaan kabel-kabel internet yang saat ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat, Karena terlihat dalam satu tiang listrik banyak menempel kabel provider WIFI bergelantungan tidak tertata yang berada di depan rumah warga juga sangat menganggu pemandangan dan juga bisa membahayakan warga jika kabel putus tidak segera diperbaiki, itu juga sudah pernah terjadi dengan adanya kabel putus mengakibatkan pengendara jatuh. “Ujarnya.
Awak media ini pun mencoba melakukan konfirmasi salah satu pengusaha wifi berinisial Misran kalau ijinnya usaha ngikut Agung Jajag.

(Tim Red)

Hastudy Yunarko Ajak RKBK Banyuwangi Perkuat Sinergi Demi Meningkatkan Kemajuan Daerah

YUTELNEWS.com | BANYUWANGI – Jalinan sinergitas antara Gabungan Perusahaan Perkebunan (GPP) Wilayah IV Jawa Timur dan Rumah Kebangsaan Basecamp Karangrejo (RKBK) Banyuwangi terus terjaga dengan baik. Hal ini terbukti dengan kunjungan yang dilakukan oleh ketuanya, Hastudy Yunarko, sekaligus Manager Kebun Kendenglembu dan Kebun Kalirejo PTPN 1 Regional 5, di RKBK Banyuwangi, Selasa, 4 Februari 2025. Kedatangan Koko, panggilan akrab Hastudy Yunarko, disambut hangat oleh Hakim Said, SH, Founder sekaligus Ketua RKBK Banyuwangi.

Koko, yang menggantikan Santika Permana, sebagai Ketua GPP Jatim IV sebelumnya, menyampaikan bahwa kunjungannya kali ini bertujuan untuk menegaskan pentingnya komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi (3KO) yang sudah terjalin dengan baik selama ini.

“Sinergitas ini adalah kelanjutan dari yang telah dilakukan oleh para senior-senior kami sebelumnya. Dengan tujuan dan visi yang sama, kita semua ingin berkontribusi untuk turut serta membangun Banyuwangi lebih baik lagi,” ujar Koko dalam kesempatan tersebut.

Menurutnya, hubungan antara GPP Jatim IV dan RKBK Banyuwangi sudah berlangsung lama, meski telah terjadi pergantian kepengurusan. Namun, sinergi antara kedua belah pihak tetap terjalin dengan solid karena keduanya memiliki visi yang sama, yakni mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bagi Banyuwangi.

Di sisi lain, Hakim Said menekankan bahwa komunikasi dan kolaborasi antara RKBK dan GPP Jatim IV sudah berlangsung lama dan terus berkembang.

“Alhamdulillah, kami telah menjaga 3KO ini dalam jangka waktu yang panjang. Bahkan, meski terjadi pergantian kepengurusan di GPP Jatim IV, hubungan kami tetap solid karena tujuan kami sejalan, yakni membangun Banyuwangi menjadi lebih baik,” ungkap Hakim yang merupakan alumni Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan ke-2 tahun 2006 di Universitas Jember.

Sebagai bentuk komitmen bersama, baik GPP Jatim IV maupun RKBK sepakat untuk terus bersinergi demi mewujudkan visi yang sama, yaitu mewujudkan Banyuwangi yang lebih baik melalui peran dan kontribusi masing-masing sesuai dengan kompetensinya.

“Kerjasama ini diharapkan dapat terus memperkuat peran kita dalam memajukan daerah, meningkatkan kualitas hidup masyarakat Banyuwangi, serta mendorong berbagai program pembangunan yang bermanfaat bagi kesejahteraan bersama,” pungkas Koko, sembari berharap sinergitas yang terjalin akan semakin berkembang di masa mendatang.

Dengan semangat 3KO yang telah terbukti sukses dalam menjalin kerja sama yang solid, kedua pihak sepakat untuk terus memperkuat hubungan dan berupaya mewujudkan Banyuwangi sebagai daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

(Tim Red)

Ikatan Jurnalis Pajajaran (IJP) Ucapkan Selamat Kepada Bupati Dan Wakil Bupati Terpilih ,H Dadang Supriatna – Ali Syakieb

YUTELNEWS.com | Kab, Bandung – Ikatan Jurnalis Pajajaran (IJP) dengan penuh rasa hormat dan kebanggaan mengucapkan selamat kepada Bapak HM Dadang Supriatna dan Bapak Ali Syakieb yang telah resmi ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung periode 2025-2030. Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan perselisihan hasil Pilkada Kabupaten Bandung semakin mempertegas bahwa kemenangan pasangan Bedas adalah hasil dari kepercayaan dan dukungan masyarakat Kabupaten Bandung.

Kemenangan yang Sah dan Demokratis

Proses hukum yang telah ditempuh melalui MK menjadi bukti bahwa demokrasi di Kabupaten Bandung berjalan sesuai aturan yang berlaku. MK, dalam putusannya, menyatakan bahwa dalil gugatan yang diajukan oleh pasangan nomor urut 1, Sahrul Gunawan-Gungun Gunawan, tidak memiliki dasar yang cukup kuat. Dengan demikian, Dadang Supriatna-Ali Syakieb tetap sah sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Bandung 2024.

Keputusan ini sekaligus mengakhiri segala polemik yang sempat terjadi, dan kini masyarakat dapat menatap masa depan Kabupaten Bandung dengan kepemimpinan yang baru. Pelantikan pasangan Bedas akan dilaksanakan pada 20 Februari 2025 di Istana Merdeka, Jakarta, oleh Presiden Prabowo Subianto.

Harapan untuk Kepemimpinan Baru

Sebagai insan pers yang selalu berada di garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, Ikatan Jurnalis Pajajaran berharap agar Bupati dan Wakil Bupati terpilih dapat menjalankan tugas dengan amanah, penuh dedikasi, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Kemenangan ini bukan hanya sekadar angka di bilik suara, tetapi sebuah mandat dari rakyat yang harus dijaga dan diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Kabupaten Bandung memiliki potensi besar, baik di sektor ekonomi, pariwisata, maupun infrastruktur. Dengan kepemimpinan yang kuat, inovatif, dan berintegritas, kami optimis bahwa Bandung akan semakin maju dan berkembang.

Komitmen Jurnalis dalam Membangun Kabupaten Bandung

Sebagai pilar keempat demokrasi, pers memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan dan pembangunan daerah. Ikatan Jurnalis Pajajaran berkomitmen untuk terus menjadi mitra yang konstruktif bagi pemerintah daerah, dengan menyampaikan informasi yang objektif, mendidik, dan membangun. Kami siap bersinergi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta mengawal transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.

Selamat dan Sukses !

Sekali lagi, kami mengucapkan selamat kepada Bapak Dadang Supriatna dan Bapak Ali Syakieb atas amanah besar ini. Semoga kepemimpinan baru ini membawa Kabupaten Bandung ke arah yang lebih baik, dengan kebijakan yang pro-rakyat, pembangunan yang berkelanjutan, serta pemerintahan yang transparan dan berkeadilan.

Selamat bertugas dan mengemban amanah rakyat Kabupaten Bandung!

Hormat kami, Ikatan Jurnalis Pajajaran Kabupaten Bandung.

Yans

MECAMP 2025: Persiapkan Siswa MAN 1 Banyuwangi Menuju Dunia Perkuliahan dan Karier

YUTELNEWS.com | BANYUWANGI – Sabtu, 1 Februari 2025 sore, menjadi momen yang penuh semangat di Gelaran Mansawangi Expo Campus (MECAMP) 2025 yang diinisiasi oleh alumni MAN 1 Banyuwangi, atau yang juga dikenal dengan sebutan “Mansawangi”.

Acara yang digeber di Gesibu Blambangan ini semakin meriah dengan kehadiran Danang Giri Sadewa, seorang konten kreator edukasi ternama di TikTok, YouTube, serta pembuat film pendek dan dokumenter yang saat ini merupakan mahasiswa S2 di UGM, menjadi narasumber utama bersama sahabatnya Abdurrafi Afif dari UMY yang karib disapa Abdur.

Tampil sebagai moderator adalah Nurul Ludfia Rochmah, guru Bahasa Indonesia di MAN 1 Banyuwangi. Ludfi, panggilan akrab Nurul Ludfia Rochmah, juga dikenal sebagai penulis aktif di Lembaga Lentera Sastra Banyuwangi dengan segudang karya-karyanya.

Kehadiran mereka diatas panggung Gesibu Blambangan memberi warna tersendiri dalam kegiatan yang dihadiri oleh seluruh siswa kelas XII. Dan, juga ratusan mahasiswa-mahasiswi dari berbagai PTN/PTS peserta MECAMP 2025 yang tampak antusias mengikuti setiap sesi.

Pada kesempatan yang sama, acara dibuka dengan sambutan hangat dari H. Dimyati, S.Ag., M.Pd., Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Banyuwangi. Dalam sambutannya, H. Dimyati menyampaikan bahwa MECAMP 2025 bertujuan untuk memberikan motivasi serta wawasan kepada para siswa terkait dunia perkuliahan dan peluang karier yang akan mereka hadapi di masa depan.

“Semoga acara ini dapat menginspirasi para siswa untuk lebih siap dalam menghadapi tantangan kehidupan dan memperluas cakrawala mereka dalam mengejar impian,” ungkapnya.

Tahun ini, MECAMP mengangkat tema “Start Diving for Your Dreams”, yang menggambarkan semangat untuk memulai langkah pertama menuju pencapaian cita-cita. Danang Giri Sadewa, dalam sesi motivasinya, berbagi pengalaman dan kiat suksesnya dalam mengejar impian.

“Mutiara akan menjadi mutiara dimanapun dia berada. Namun jika kita menjadi sampah, mau dimanapun kita tetap dibuang. Begitu juga dengan sekolah. Mau dimanapun universitasnya, yang membuat tempat itu baik adalah diri kita sendiri. Karena universitas itu hanyalah wadah, yang membuat baik adalah isinya,” jelas Danang dengan penuh semangat.

Sebelum sesi motivasi, MECAMP 2025 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik lainnya seperti jalan sehat, bazar produk lokal, pengundian doorprize, serta permainan interaktif yang membuat acara semakin hidup. Kehadiran Danang Giri Sadewa sebagai narasumber utama bersama Abdur, semakin memotivasi para peserta untuk lebih giat dalam meraih ilmu dan pengalaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa MAN 1 Banyuwangi semakin termotivasi dan siap menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi. MECAMP 2025 berhasil menjadi ajang yang tidak hanya memperkaya wawasan tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi seluruh siswa-siswi Mansawangi serta mahasiswa-mahasiswi berbagai perguruan tinggi yang hadir.

(Tim Red)

Hoby Pejabat Banyuwangi Simpan X, Picu Laju Korupsi !!!

YUTELNEWS.com | Banyuwangi – Tingkat Korupsi Pejabat Kabupaten Banyuwangi tambah meningkat, serta terkesan ada pembiaran dari APH Daerah maupun Pusat, bahkan sangking mencolok nya Koruptor dalam melakukan tindakan koruptif mereka tampak Ugal-ugalan yang dalam bahasa Jawa dikenal istilah Adigang Adigung Adiguna.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Kasepuhan Luhur Kedaton MH Imam Ghozali dalam diskusi dengan beberapa awak media Banyuwangi selatan Pada 03 Februari 2025.

Lebih lanjut ia mencontohkan, seperti dalam kasus Mamin dimana NH dan beberapa ASN lain ditetapkan tersangka oleh Kejari dan diperkuat dengan Putusan PN Banyuwangi yang memerintahkan kasus NH dilanjutkan ke proses hukum.

“Mestinya APH yang sadar itu kewajiban segera menindaklanjuti dengan penangkapan, soal NH dkk mungkin sudah mengembalikan kan nanti mesti jadi pertimbangan hakim dalam memvonis, entah berapa bulan tapi kan ada kepastian hukum, dari pada semua digantung seakan fungsi Negara di Banyuwangi berjalan ditempat,” ujar Ghozali yang juga berprofesi sebagai Advokat.(03/02/’25).

Ia juga mencontohkan, dalam Pilkada 2024 kemarin kita juga melihat dan menyaksikan bahwa Bawaslu sudah melakukan pemeriksaan terhadap persoalan Cabup Cawabup Ipuk -Mujiono yang melakukan ijon proyek 600 Milyar APBD 2025-2027, tiba-tiba perkara tersebut senyap padahal nilai proyek 600 Milyar itu tidak sedikit, sebab APBD Banyuwangi pertahun hanya sekitar 3,4 Trilyunan, dimana pada tiap tahunnya kita dengar cerita Devisit Angaran.

Kordinator Aliansi NGO Banyuwangi Beradab tersebut kemudian menjabarkan bahwa meningkatnya intensitas korupsi di Kabupaten Banyuwangi juga ditengarai beberapa pejabat yang memiliki kendali kuasa pengguna anggaran, hobi main atau memiliki Memiliki wanita idaman lain alias WIL (x) sehingga mereka memiliki tekanan ganda baik dari WILnya maupun dari Pihak-pihak yang mengetahui peristiwa tersebut.

“Soal WIL bisa kita ambil contoh dari Prilaku X Bupati AAA dan Eks Sekda yang sempat Viral, dan terkait WIL untuk ASN meraka jelas melanggar Pasal 4,Pasal 10 ayat (2), PO No: 45 Tahun 1990 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi PNS” tukasnya.

Namum demikian menurut ada hal yang tidak kalah penting dari itu adalah, memilah dan memilih kasus mana yang harus dikawal secara serius dan kasus yang mungkin bisa dikondisikan 86.

“Dari semua kasus dugaan TPK TPPU Pejabat Pemkab Banyuwangi yang mencuat dari sebelum pilkada hingga hari, kita memiliki catatan dan itu menjadi alasan kenapa meskipun kita sudah cukup lama mempersoalkan Saham Golden Share Pemkab Banyuwangi di PT BSI, 10 Persen Saham Non Delusi Pemkab Banyuwangi di PT MSJ -PT MDKA serta Deviden, tapi kita milih waktu terakhir untuk melaporkan ketika semua sudah lapor” ungkapnya.

Menurutnya, kalau umpamanya, seperti kasus Saham Golden Share PT BSI, 10 Persen Saham Non Delusi PT MSJ -PT MDKA dan Deviden meraka tlikung ke 86, itu sama hanya mereka ikut merusak Masadepan Masyarakat dan Kabupaten Banyuwangi, enak mereka yang “selesai jadi pejabat tinggal ongkang-ongkang, tapi setelah itu masyarakat mangap mangap dan pejabat generasi selanjutnya hanya tinggal nerima tong kosong, buktinya sekarang masih dalam kepemimpinan mereka gak becus cari solusi Devisit”.

“Bukan berarti kita gak butuh uang, tapi tidak semata mata karena uang kita ikut menenggelamkan masa depan, karena itu, jauh hari kita telah mengantisipasi gerakan gerakan lapor mereka ada yang mengendalikan, sehingga jawabannya juga sudah mereka siapkan, dengan demikian mengakibatkan Pelapor dan pendemo EJAKULASI DINI” timpalnya.

Disisi lain ia juga mendorong KPK RI untuk tidak ragu menindak lanjuti beberapa laporan Aktivis Banyuwangi seperti soal penjualan 15 Persen Saham Pemda Banyuwangi di PT MDKA, sebelum Kabupaten Banyuwangi lebih dalam tenggelam dalam Kerusakan.

Kendatipun, Pihak Aliansi NGO BB memiliki sudut pandang yang berbeda, dimana mereka meyakini bahwa klam penjualan 15% Banyuwangi di PT MDKA pada tanggal 11-15 Desember 2020 ilegal bahkan mungkin abal -abal.

“Kita bilang abal-abal karena beberapa alasan, 1. Bupati AAA dan Pejabat Pemkab Banyuwangi tidak pernah menunjukkan bukti adanya transaksi/transfer dari BEI ke Bank Jatim, sebab tidak mungkin tho orang beli Saham PT MDKA di Bank Jatim, ke 2. Bupati AAA dan Pejabat Pemkab Banyuwangi tidak pernah menunjukkan hasil kajian tertulis dari PT Bahana Sekuritas atas tiga hal a.analisis Kelayakan, b.analisis portofolio dan, c.analisis reiko, yang itu menjadi tugas PT Bahana Sekuritas berdasarkan SK Bupati No: 188/336/KEP/429.202/2020 Tentang Penetapan Penasihat Investasi Pemkab
Dalam Rangka Penjualan Sebagian Saham Pt Merdeka Copper Gold Tbk, tertanggal 23 November 2020,” paparnya.

“Apa yang kami jelaskan tersebut ada dalam laporan kita” imbuhnya.

Menurutnya, jika tiga analisis itu ada kita tidak perlu berdebat ngalor ngidul, sebab di situ pasti dipaparkan aspek lain menyangkut untung, rugi, nilai jual dan siapa pembelinya, kapan waktu jual dan lain sebagainya.

“Persoalan yang semakin mencurigakan sebenarnya, ketika setiap tahunnya hingga hari ini Pemkab Banyuwangi selalu mengatakan Devisit, kenapa mereka tidak pernah memperjuangkan Deviden atau bisa ke publik bagaimana mereka mencari solusi agar tidak lagi mengalami penyakit tahunan Devisit”. Tanya.

Menurut Kordinator Aliansi NGO BB, Kadang pihaknya melihat pejabat -pejabat itu kasihan, tapi mereka juga kurang ajar, kita kasih solusi mencegah Devisit mereka malah milih kondisi Devisit, jadi semakin kan aneh.

“Karena itu kami akan tetap melangkah, pelan tapi pasti sampai ada solusi dan kejelasan dan ketegasan Negara dalam melindungi kepentingan masyarakat dan Miniatur terkecil dari Negara yakni Kabupaten Banyuwangi, dan untuk itu kami tidak perlu menunggu mereka memahami apa yang kami tuju, sebab sudah 13 Th nyatanya mereka justru menyimpang dari tujuan yang mereka tulis sendiri” pungkasnya

(Tim Red)

Mantan Jamintel Kejagung RI, Jan Maringka Terpilih Ketua KK Mitra 2025-2029

YUTELNEWS.com | JAKARTA – Dr. Jan S. Maringka, SH, MH, mantan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung Republik Indonesia Periode 2017-2020, secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum organisasi Kerukunan Keluarga Kawanua Minahasa Tenggara (KK Mitra) untuk periode 2025-2029. Pemilihan ini dilakukan dengan dukungan penuh dari berbagai kelompok etnis Minahasa Tenggara, seperti Ratahan, Pasan, Wawali, Tombatu, Rasi, dan lainnya.

Acara pemilihan Ketua Umum KK Mitra Persatuan ini dihadiri oleh beberapa tokoh senior asal Minahasa Tenggara, termasuk Letjen Purn Johni Lumintang, Laksma Purn Nelson Pandeleke, serta para ketua kumpulan roong dan taranak. Dalam sambutannya, Jan Maringka mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan oleh anggota KK Mitra dan menegaskan komitmennya untuk mempererat persatuan warga Sulawesi Utara, khususnya asal Minahasa Tenggara.

“Saya berterima kasih kepada seluruh anggota KK Mitra yang telah memilih kami sebagai Ketua Umum KK Mitra Persatuan. Tugas dan tanggung jawab ini akan saya laksanakan untuk mengakomodir dan mempererat persatuan para warga Sulawesi Utara, khususnya asal Minahasa Tenggara,” kata Jan Maringka, Kamis (30/1/2025), di Jakarta.

Jan Maringka menambahkan bahwa warga Minahasa Tenggara yang tersebar di berbagai daerah, termasuk mereka yang berasal dari kelompok-kelompok sub etnis Ratahan, Pasan, Wawali, Tombatu, dan Rasi, akan terus didorong untuk bersatu melalui berbagai kegiatan positif yang diselenggarakan oleh KK Mitra Persatuan, seperti acara budaya, pendidikan, olahraga, dan bakti sosial.

Miki Wati, Ketua Pelaksana Kegiatan, menjelaskan bahwa acara pemilihan ini bertepatan dengan tradisi tahunan warga Minahasa yang disebut “Konci Taon”, yang biasa diadakan untuk menutup tahun lama dan menyambut tahun baru. Warga Minahasa Tenggara yang berada di perantauan, khususnya di Jabodetabek, juga turut serta dalam acara ini.

“Warga asal Minahasa Tenggara, termasuk mereka yang berasal dari berbagai marga/fam seperti Ratahan, Pasan, Wawali, Tombatu, dan Rasi, bersatu dalam KK Mitra Persatuan dan telah memilih kepengurusan yang baru,” ujar Miki Wati.

(Tim Red)

Viral Pengungkapan Foto Syur Mantan Bupati Banyuwangi/Menpan-RB di Kementerian Oleh Tim IWB dan Tiktok Pasopati Jatim

YUTELNEWS.com | BANYUWANGI – Konferensi Pers Tim Info Warga Banyuwangi (IWB) dan Pemilik Akun Tiktok @Pasopati Jatim mengungkap tujuan perjalanannya ke Jakarta mendatangi Kantor Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sekretaris Kabinet, dan Kementerian PAN-RB, Kamis (30/1/2025). Aktivis banyuwangi yang getol menyuarakan pelanggaran ritme ini telah mengirimkan foto-foto tidak senonoh (pornografi) Abdullah Azwar Anas.

Dalam Konferensi pers, Ketua Tim IWB Abi Arbain secara fulgar mengungkapkan kebusukan Abdullah Azwar Anas dibalik segudang penghargaan yang selama ini di dapat selama menjabat Bupati Banyuwangi dua periode, Ketua LKPP dan Menpan RB ternyata hanyalah pencitraan untuk menutupi perbuatan pembusukannya yang selama ini dia lakukan.

”Kami akui pencitraannya Abdullah Azwar Anas itu sangat bagus dan mampu menghipnotis mata masyarakat bahkan ketua umum PDI-P dan Sekjennya dibohongi terus-menerus sampai menangis membelanya ketika foto-foto perbuatannya tersebar, tapi jangan salah, bahwa dibalik pencitraan yang dia lakukan itu merupakan akal bulus untuk menutupi kebusukan dia yang suka selingkuh dengan istri-istri orang, ” jelas Abi Arbain.

Abi Arbain juga menegaskan, dirinya dan Dhofir berani menyerahkan foto-foto hot dan chat mesum Abdullah Azwar Anas yang ditujukan ke istri orang tersebut dan juga berani bersuara di media karena sudah memegang data valid terkait bejatnya moral sang mantan Menpan RB yang bersifat pornografi. Bahkan menurutnya, Staf Kementerian Dalam Negeri RI juga mengakui salah satu bukti foto yang dibawanya pernah ada di akun resmi Kemendagri.

Sementara itu, Dhofir pemilik akun tiktok @pasopati.jatim yang sering kali viral menyuarakan kritik pedas juga menyampaikannya dalam Konferensi Pers tersebut. Menurutnya, kelakuan atau karakter Abdullah Azwar Anas itu sungguh sangat menyakiti hati masyarakat Banyuwangi.

”Abdullah Azwar Anas ini telah merusak hukum yang telah diatur di Republik Indonesia tercinta. Peraturan perundang-undangan tidak diberlakukan di Banyuwangi, Aparat Penegak Hukum (APH) yang mentalnya bagus dirusak dan dibuat tidak profesional. Sudah banyak informasi dan data-data valid yang kami terima dari perbuatan bejatnya selama ini yang sangat merugikan negara, ”ucap Dhofir.

Dhofir menambahkan, dari pengakuan Asrilia Kurniawati kepada tim bahwa Abdullah Azwar Anas pernah membawa Check In Hotel di Paris selama tiga hari dengan membayar Rp. 500 juta rupiah. “Pertanyaannya, berapa banyak biaya perjalanannya ke Paris selama tiga hari tersebut? Berapa harga paha mulus yang sempat viral itu? Berapa uang yang dibuat membeli oleh-oleh dari paris untuk dibawa pulang Indonesia? Semua uang yang digunakan itu dari mana, kalau bukan hasil pencurian uang rakyat atau menyalahgunakan wewenang jabatan, ” paparnya.

Masih Dhofir, Asrilia Kurniawati juga mengakui kepada tim bahwa foto-foto yang sempat viral itu adalah dirinya. Bahkan masih ada lagi pengakuan Asrilia Kurniawati terkait keberadaan perempuan lain yang notabene istri orang selain dirinya. Hal ini pernah di konfirmasi ke Abdullah Azwar Anas akan tetapi sampai berita ini ditulis, belum ada jawaban yang di terima Tim IWB dan @pasopati.jatim.

Selain perbuatan bejat tidak senonoh yang menyujur ke pornografi, Abdullah Azwar Anas juga melakukan tekanan terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi agar tidak dilanjutkannya penuntutan perkara korupsi terhadap 6 orang pejabat tersangka korupsi dari 26 Surat Perintah Mencairkan (SPM) untuk tidak melakukan penangkapan.

”Bahkan setelah ada pemberitahuan 6 tersangka kasus korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang ke Banyuwangi dan memberikan penilaian bahwa Kabupaten Banyuwangi masuk nominasi kabupaten anti korupsi. Di sinilah keanehan dan memunculkan dugaan negatif apakah KPK juga diintimidasi oleh Abdullah Azwar Anas atau karena ditambah hal lain,” Dhofir.

banyuwangi

Beranda

Hariyono Hariyono terverifikasi
Hukum – 30 Januari 2025 6987
Tim IWB dan @Pasopati Jatim Ungkap Kebusukan Mantan Bupati Banyuwangi dan Menpan-RB

Tim IWB dan @Pasopati Jatim Ungkap Kebusukan Mantan Bupati Banyuwangi dan Menpan-RB
Tim IWB dan @pasopati.jatim saat menggelar diskusi
BANYUWANGI – Konferensi Pers Tim Info Warga Banyuwangi (IWB) dan Pemilik Akun Tiktok @Pasopati Jatim mengungkap tujuan perjalanannya ke Jakarta mendatangi Kantor Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sekretaris Kabinet, dan Kementerian PAN-RB, Kamis (30/1/2025). Aktivis banyuwangi yang getol menyuarakan pelanggaran ritme ini telah mengirimkan foto-foto tidak senonoh (pornografi) Abdullah Azwar Anas.

 

Baca juga:
Hinca Pandjaitan Minta Pidana Perbuatan Cabul Oleh LGBT Diperjelas di Memori Penjelasan KUHP
Dalam Konferensi pers, Ketua Tim IWB Abi Arbain secara fulgar mengungkapkan kebusukan Abdullah Azwar Anas dibalik segudang penghargaan yang selama ini di dapat selama menjabat Bupati Banyuwangi dua periode, Ketua LKPP dan Menpan RB ternyata hanyalah pencitraan untuk menutupi perbuatan pembusukannya yang selama ini dia lakukan.

”Kami akui pencitraannya Abdullah Azwar Anas itu sangat bagus dan mampu menghipnotis mata masyarakat bahkan ketua umum PDI-P dan Sekjennya dibohongi terus-menerus sampai menangis membelanya ketika foto-foto perbuatannya tersebar, tapi jangan salah, bahwa dibalik pencitraan yang dia lakukan itu merupakan akal bulus untuk menutupi kebusukan dia yang suka selingkuh dengan istri-istri orang, ” jelas Abi Arbain.

Baca juga:
Dekan FH UNAIR Paparkan Inisiatif Pajak Karbon Pemerintah dalam Konferensi EBT

Abi Arbain juga menegaskan, dirinya dan Dhofir berani menyerahkan foto-foto hot dan chat mesum Abdullah Azwar Anas yang ditujukan ke istri orang tersebut dan juga berani bersuara di media karena sudah memegang data valid terkait bejatnya moral sang mantan Menpan RB yang bersifat pornografi. Bahkan menurutnya, Staf Kementerian Dalam Negeri RI juga mengakui salah satu bukti foto yang dibawanya pernah ada di akun resmi Kemendagri.

Baca juga:
Darori Wonodipuro Soroti Belum Adanya Penertiban Kebun Sawit Ilegal

Sementara itu, Dhofir pemilik akun tiktok @pasopati.jatim yang sering kali viral menyuarakan kritik pedas juga menyampaikannya dalam Konferensi Pers tersebut. Menurutnya, kelakuan atau karakter Abdullah Azwar Anas itu sungguh sangat menyakiti hati masyarakat Banyuwangi.

Baca juga:
Ahmad Doli: Semua Peraturan Perundang-undangan Alas Hukumnya Harus UUD 1945
”Abdullah Azwar Anas ini telah merusak hukum yang telah diatur di Republik Indonesia tercinta. Peraturan perundang-undangan tidak diberlakukan di Banyuwangi, Aparat Penegak Hukum (APH) yang mentalnya bagus dirusak dan dibuat tidak profesional. Sudah banyak informasi dan data-data valid yang kami terima dari perbuatan bejatnya selama ini yang sangat merugikan negara, ”ucap Dhofir.

 

Baca juga:
Pertamax Naik, Pakar UNAIR Imbau Pemerintah Antisipasi Harga Minyak Dunia
Dhofir menambahkan, dari pengakuan Asrilia Kurniawati kepada tim bahwa Abdullah Azwar Anas pernah membawa Check In Hotel di Paris selama tiga hari dengan membayar Rp. 500 juta rupiah. “Pertanyaannya, berapa banyak biaya perjalanannya ke Paris selama tiga hari tersebut? Berapa harga paha mulus yang sempat viral itu? Berapa uang yang dibuat membeli oleh-oleh dari paris untuk dibawa pulang Indonesia? Semua uang yang digunakan itu dari mana, kalau bukan hasil pencurian uang rakyat atau menyalahgunakan wewenang jabatan, ” paparnya.

Masih Dhofir, Asrilia Kurniawati juga mengakui kepada tim bahwa foto-foto yang sempat viral itu adalah dirinya. Bahkan masih ada lagi pengakuan Asrilia Kurniawati terkait keberadaan perempuan lain yang notabene istri orang selain dirinya. Hal ini pernah di konfirmasi ke Abdullah Azwar Anas akan tetapi sampai berita ini ditulis, belum ada jawaban yang di terima Tim IWB dan @pasopati.jatim.

Selain perbuatan bejat tidak senonoh yang menyujur ke pornografi, Abdullah Azwar Anas juga melakukan tekanan terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi agar tidak dilanjutkannya penuntutan perkara korupsi terhadap 6 orang pejabat tersangka korupsi dari 26 Surat Perintah Mencairkan (SPM) untuk tidak melakukan penangkapan.

”Bahkan setelah ada pemberitahuan 6 tersangka kasus korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang ke Banyuwangi dan memberikan penilaian bahwa Kabupaten Banyuwangi masuk nominasi kabupaten anti korupsi. Di sinilah keanehan dan memunculkan dugaan negatif apakah KPK juga diintimidasi oleh Abdullah Azwar Anas atau karena ditambah hal lain,” Dhofir.

Baca juga:

Pratama Persadha: Hari Kelahiran Pancasila 22, UU PDP dan UU KKS Belum Juga Terlahir
Pemilik akun Tiktok @pasopati.jatim juga membeberkan, selain itu ada beberapa pejabat tinggi di Banyuwangi yang melakukan perselingkuhan dengan istri orang, akan tetapi hingga saat ini belum ada yang berani untuk memberikan sanksi administratif dan sangsi lainnya karena mereka melakukan perbuatan tersebut menimpa atasannya yaitu Abdullah Azwar Anas.

Untuk diketahui, Tim IWB dan Pemilik Akun Tiktok Pasopati Jatim mendatangi Kantor Sekretariat Negara dan Kemenpan RB serta Kemendagri, yaitu menyerahkan surat permohonan beserta bukti foto tidak senonoh Abdullah Azwar Anas untuk dilaporkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto agar tidak dijadikan dan atau tidak dipilih serta tidak di tunjuk menjadi menteri dan pejabat negara lainnya karena moralnya sangat penting.

Tim IWB dan Pasopati Jatim berharap, ketum-ketum partai utamanya PDI Perjuangan tidak lagi melindungi dan menutupi kesalahan serta tidak lagi memilih dan menunjuk menjadi petugas partai jika nanti bergabung dalam Kabinet Merah Putih. Semoga pengurus-partai di manapun berada, dan membaca berita media ini, tolong sampaikan kepada ketum partainya. Apabila membutuhkan informasi dan data-data mengenai pemberitaan ini, kami Tim IWB dan Pemilik Akun TikTok Pasopati Jatim siap menyediakan data yang diperlukan untuk mengungkapnya.

(Tim Red)

PT MDKA BUMD Banyuwangi, Bupati Ipuk Jangan Lupa Daratan !

YUTELNEWS.com | Banyuwangi – Ketua Umum Kasepuhan Luhur Kedaton MH Imam Ghozali mengungkapkan bahwa PT Merdeka Copper Gold (PT MDKA) sebelumnya merupakan BUMD Banyuwangi, yang itu linier dengan penjelasan dalam Prospektus PT MDKA.

Lebih lanjut ia menjabarkan, bahwa dibilang “linier” itu jika mengikuti sekema cerita Eks Bupati Abd Azwar dan Prospektus PT MDKA, bahwa Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) didirikan tanggal 05 September 2012 dengan nama PT Merdeka Serasi Jaya, dimana Perubahan tersebut terjadi Tanggal 22 Desember 2014.

“Tapi apa benar, itu peristiwanya hanya sekedar beralih nama Perusahaan, dan kenapa mesti dialih nama dari PT MSJ ke PT MDKA, siapa Pendiri PT Merdeka Serasi Jaya (PT) dan siapa yang mengalihkan,” tanya Ghozali.(31/01/’25).

Selanjutnya ia menegaskan, jika yang terjadi hanya sekedar Peralihan Nama Perusahaan dari PT MSJ ke PT MDKA, kenapa 10% Saham Kabupaten dari Sebelumnya Non Delusi ketika di PT MSJ, menjadi Saham Terdelusi ketika di PT MDKA.

Meskipun disisi lain, baik ketika Saham Pemkab Banyuwangi di PT MSJ maupun PT MDKA memiliki persamaan, yakni, Pemda Banyuwangi sama-sama tidak menerima Deviden, dimana menurut Penjelasan Pejabat Pemkab dan DPRD disebabkan Keputusan RUPS PT MDKA tidak pernah membagikan Deviden.

Sehingga, pihaknya meyakini yang terjadi bukan hanya sekedar alih nama perusahaan tapi juga Pengalihan aset, selain itu peralihan tersebut menjadi terasa ganjil, sebab baru 4 Th setelahnya, Bupati AAA baru menerbitkan Perda Perubahan No: 10 Tahun 2018 Tentang Penyertaan Modal Daerah Kepada Pihak Ketiga.

“Kami juga menyakini 10% Saham Non Delusi Pemda Banyuwangi di PT MSJ sudah sepenuhnya dijual Bupati AAA, karenanya beda dengan Saham Baru yang didapat Kabupaten Banyuwangi di PT MDKA dan karena penjualan itu Banyuwangi tidak akan pernah menerima Deviden” ujarnya.

“Jika penjelasan kami mereka anggap ada kurang pas, demikian pula balik kami tanya kenapa Bupati Banyuwangi mempertaruhkan Kawasan Gunung Tumpang Pitu dan Sekitarnya dikelola Perusahaan yang tidak mampu bayar Deviden”. Imbuhnya.

Sebagai bukti merujuk pada:

Akta No: 61 Tanggal 21 September 2018, Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Bisa, Terdapat 9 Pemegang Saham Perseroan, didalamnya tidak menyebutkan Keberadaan Saham Kabupaten Banyuwangi.

Berbeda lagi, dengan yang muncul kemudian:

Akta No: 18 Tanggal 11 Maret 2019, Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Bisa, Terdapat 6 Pemegang Saham Perseroan, salah satunya menyebutkan Abd Azwar Anas Mewakili Pemda Banyuwangi, selalu Pemilik 229.000.000 Saham dalam Perseroan.

“Lantas muncul pertanyaan, kenapa dialihkan dari PT MSJ ke PT MDKA , bukan pakai nama PT lain diluar kedua nama PT tersebut” timpalnya.

Menurutnya, dialihkan ke PT MDKA karena beberapa pejabat tertentu tahu PT MDKA merupakan BUMD nya Kabupaten Banyuwangi, sehingga bisa untuk penyamaran mengecoh pemahaman masyarakat Banyuwangi, sama dengan adanya kebijakan PT MSJ Saham dibawah 5 % tidak dimunculkan, itu kita nilai sebagai dalih untuk menutupi “Ketiadaan” Saham Pemda Banyuwangi, seperti hal nya juga Golden Share mereka ambil , ditukar dengan Saham Hibah.

“Sehingga akibat dari itu, Kabupaten Banyuwangi bukan hanya kehilangan PT MSJ -PT MDKA tapi Juga kehilangan aset didalam termasuk Deviden, sementara disisi lain, secara Pribadi Eks Bupati AAA, Bupati IPK-F dkk kita tengarai menguasai Saham Golden Share Kabupaten Banyuwangi yang di PT BSI, dan itu bisa kita lihat bagaimana peran mereka memperalat Jabatan, kekuasaan untuk membantu PT BSI, bahkan mereka juga tutup telinga terhadap segala aspirasi masyarakat dan tutup mata terhadap semua persoalan yang muncul”. Tukasnya.

Sementara terkait adanya Penjelasan PT Merdeka Copper Gold merupakan BUMD Banyuwangi, ia mengungkapkan terdapat dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Daerah Provinsi Jawa Timur 2019 Halaman 146 dijelaskan:

Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Banyuwangi:

1. PT Merdeka Copper Gold Tbk , bidang usaha; Aneka Usaha.

“Tidak kalah penting, bahkan sampai Saham Banyuwangi terus – terusan terancam mereka jual, terkait Pernyataan Eks Bupati Abd Azwar tetang adanya Akta Hibah dan pernyataan tersebut diterangkan dalam Perda Banyuwangi, hingga saat ini kita juga tidak yakin keberadaannya dan kenapa juga mereka terus sembunyikan, sebab kita tengarai sudah beberapa kali mereka menyebutkan perubahan dengan nomor akta yang berbeda dari tahun 2013-2014”. Tegasnya.

“Terhadap semua nomor -nomor akta tersebut, sudah kita tulis dan jelas dalam Surat Laporan Pembuatan Gratifikasi, TPK dan TPPU, Serta Kebohongan Publik Bupati Banyuwangi Priode 2010-2025, Eks Sekda Mujiono Dkk, Terhadap 9 Aset Pemda Kab Banyuwangi dari Sektor Minerba Gunung Tumpang Pitu dan Perusahaan PT BSI, PT MSJ dan PT MDKA,”

Sebagai informasi, nama PT Merdeka Serasi Jaya (PT MSJ) tertulis dalam Perda Banyuwangi No; 08 Tahun 2013 dan No: 6 Tahun 2014, sedang nama PT Merdeka Cooper Gold terdapat dalam Perda Banyuwangi No.10 Tahun 2018 dan No: 05 Tahun 2021 Tentang Penyertaan Modal Daerah Kepada Pihak Ketiga.

Bahwa, Kasepuhan Luhur Kedaton sudah mengirimkan 3 x surat Permohonan Copy Dokumen dan permohonan Klarifikasi Golden Share, Deviden, Saham Hibah kepada PT BSI, PT MDKA, Eks Bupati AAA, Bupati IPK-F, DPRD Banyuwangi, tapi TIDAK MEREKA JAWAB, adapun surat tersebut:

1. Surat Pertama Nomor: 17/SP/KSP-LHK/BWI/VIII/2023 tanggal 17 Agustus 2023.
2. Surat Kedua Nomor: 18/SP/KSP-LHK/BWI/IX/2023, tanggal 06 September 2023.
3. Surat Ketiga Nomor :10/SP/KSP-LHK/BWI/X/2023, tanggal 15 Oktober 2023.

(Tim Red)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.