Kades Alam Endah, Apresiasi Kegiatan Jumbara 2025, Siswa Telahendapatkan Pendidikan Kepemimpinan Sedah Dini

Bandung -YUTELNEWS com|| Setelah mengikuti kegiatan sejak Selasa-Jum’at 16-19 Desember 2025 Jumpa Bakti Bergembira ( Jumbara) 2025, para anggota Palang Merah Remaja (PMR) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung secara resmi kegiatan ditutup oleh Ketua PMI Kab. Bandung H. Asep Deni, Pada Jumat 19 Desember 2025.

Menurut Ketua PMI Kabupaten Bandung H. Asep Deni menuturkan kegiatan Jumbara 2025 yang digelar diawali oleh pelaksanaan sejak pagi hari, diawali dengan senam sehat pukul 06.00 WIB hingga 07.00 WIB (18/13), kemudian dilanjutkan dengan berbagai rangkaian aktivitas edukatif dan kemanusiaan. Para peserta mengikuti praktik memfasilitasi tujuh materi kepalangmerahan, lokakarya jero baling, penyuluhan donor darah, serta pemeriksaan kesehatan dan pengecekan golongan darah, Jelasnya.

Jero baling, seharusnya Zero Bullying
Yod Stasion Wira, Youth Stasion Wira, Yod Conference, Youth Conference
Selain itu terdapat pula pemberian bantuan dan donasi yang berasal dari program kewirausahaan sosial anak-anak PMR.

” Untuk mempererat kebersamaan, panitia juga menggelar olahraga persahabatan, serta memfasilitasi perekaman KTP dan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi para peserta PMR. Rangkaian kegiatan setiap hari ditutup dengan panggung budaya yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB, “.

Masih Kata Asep Deni, meski sempat diguyur hujan secara bergantian, seluruh kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Para peserta tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian acara sebagai bagian dari proses pembinaan dan penguatan karakter dalam gerakan kepalangmerahan dan kemanusiaan, khususnya di Kabupaten Bandung, tuturnya.

Panitia berharap seluruh agenda dapat terlaksana dengan baik hingga hari terakhir. Penutupan kegiatan dijadwalkan pada Jumat pagi pukul 08.00 WIB, yang akan diisi dengan pengumuman serta pembagian piala dan hadiah penghargaan kepada para peserta, Ujarnya Ketua PMI Kabupaten Bandung Asep Deni,.

Diakhir kegiatan Jumara 2025 ini sambungnya, nanti kita akan sampaikan tropy dan Piagam kepada perwakilan PMR yang sudah memperlihatkan prestasi dan keuletannya serta disiplin dalam mengikuti berbagai kegiatan yang suguhkan Panitia.

Sementara Kepala Desa Alamendah Awan menyampaikan bahwa JUMBARA PMR ke-X ini merupakan sarana strategis untuk mengevaluasi dan meningkatkan kapasitas serta kualitas pembinaan PMR di seluruh Kabupaten Bandung.serta mendidik kepada anak mulai dari SMP,SMK,dan SMA yang ada di PMR agar lebih solid lagi dan menjadi jiwa kepemimpinan serta jiwa membantu di bidang sosial yaitu kesehatan.Mandiri serta menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat.

” Jumbara 2025 Semangat kemanusiaan membara di tengah sejuknya Awana Resort Ciwidey, Kecamatan Rancabali, saat Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Kabupaten Bandung menggelar Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) Tahun 2025. Acara akbar ini dihadiri oleh 906 peserta PMR dari berbagai jenjang, mulai dari Mula (SD) hingga Wira (SMA), sebagai ajang penanaman karakter, kepemimpinan, dan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini, “.

Saya selaku Kepala Desa Alamendah sangat berterima kasih dalam Kegiatan ini juga melakukan penanaman pohon yaitu dari mulai pohon dari mulai buah buahan, tanaman pohon keras yang dilingkungan desa Alamendah dan lingkungan sekitar alam ini dan ada Bhakti Sosial santunan lansia dan panti jompo.

Ini merupakan bukti kepedulian,dan donasinya pun dari anak anak peserta yang ikut Jumbara yang betul betul disalurkan kepada anak anak SD Barutunggul 3 dan kegiatan sosial yang lainya”terang kades

Dan tadi saya lihat dari sponsor Nestle terimakasih telah memberikan sumbangsih dan diharapkan kepada perusahaan perusahaan yang lain untuk bergabung juga dalam kegiatan PMI dan supaya lebih merasakan manfaatnya bagi masyarakat.

Kades,berharap PMR dapat menjadi garda terdepan dalam membangun generasi yang berakhlak, empati, tangguh, dan siap mengabdi kepada masyarakat.kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat layanan kemanusiaan, terutama dalam penanganan kebencanaan dan situasi darurat”pungkasnya ***

Yans.

Panitia Pentahelix Gandeng Prima dan Masyarakat Gerak Cepat Pasang Pintu Air di Sukabirus Dayeuhkolot

KAB BANDUNG – Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot berkolaborasi dengan tokoh masyarakat (Tomas) dan Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) melaksanakan pemasangan pintu air di Kampung Sukabirus, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot,Kabupaten Bandung, pada kamis (18/12/2025).

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengurangi dampak banjir, terutama saat musim hujan tiba.

Ketua Panitia Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, menjelaskan bahwa pemasangan pintu air ini merupakan langkah strategis untuk meminimalkan risiko genangan air yang selama ini menjadi momok bagi warga Sukabirus dan sekitarnya.

“Dengan adanya pintu air ini, kami berharap aliran air dapat dikendalikan dengan lebih baik, sehingga genangan air dapat dihindari atau setidaknya diminimalkan,” ujar Tri Rahmanto saat ditemui di lokasi pemasangan.

Tri Rahmanto juga menekankan pentingnya kolaborasi Pentahelix dalam upaya penanggulangan banjir di Dayeuhkolot.
Hal ini sebagai upaya konkret dalam mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda wilayah Dayeuhkolot.

“Kolaborasi Pentahelix ini memungkinkan kita mempersingkat proses perencanaan dan pelaksanaan. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, akademisi, sektor swasta, masyarakat sipil, hingga media, memungkinkan kita untuk bergerak lebih cepat dan efektif,” jelasnya.

Pintu air yang dipasang memiliki kapasitas aliran air yang lebih besar dibandingkan dengan sistem drainase sebelumnya. Hal ini memungkinkan pintu air untuk mengarahkan limpasan air hujan secara optimal ke saluran pembuangan yang telah disiapkan.

“Kami telah melakukan kajian teknis untuk memastikan bahwa pintu air ini sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah Sukabirus,” tambah Tri Rahmanto.

Partisipasi aktif dari masyarakat sekitar, termasuk tokoh masyarakat dan anggota PRIMA, menjadi kunci suksesnya kegiatan ini. Mereka tidak hanya membantu dalam proses pemasangan pintu air, tetapi juga memberikan masukan dan dukungan penuh terhadap upaya penanggulangan banjir di wilayah mereka.

“Masyarakat sekitar sangat menyambut positif kegiatan ini, karena wilayah tersebut sering mengalami genangan parah yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Dengan adanya pintu air ini, kami berharap kehidupan kami akan menjadi lebih baik,” ungkap Tri yang juga tokoh masyarakat Dayeuhkolot ini.

Selain pemasangan pintu air di Sukabirus, Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot juga melakukan normalisasi drainase di sepanjang Jalan Mengger, Kelurahan Pasawahan.

Upaya normalisasi drainase ini bertujuan untuk memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik dan tidak tersumbat oleh sampah atau sedimentasi tanah. Tak hanya itu, panitia juga melakukan pembersihan saluran pembuangan di kawasan Sukabirus untuk memperlancar aliran air.

“Kami menyadari bahwa penanggulangan banjir membutuhkan upaya yang komprehensif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kami tidak hanya fokus pada pemasangan pintu air dan normalisasi drainase, tetapi juga melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan,” pungkas Tri Rahmanto.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot berharap dapat memberikan solusi nyata bagi permasalahan banjir yang selama ini menghantui warga Dayeuhkolot. Kolaborasi yang solid antara berbagai pihak menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut.(**)

Yans.

Normalisasi Drainase di Jalan Menger Sangat Terganggu, Semberawut Banyak Kabel Fiber Optik, Ketua Pentahelik Dayeuhkolot Kritik Keras Pemasangan Yang Asal-asalan

Bandung – YUTELNEWS com|| Pemasangan kabel fiber optik tidak tertata pada tiang-tiang utilitas yang berdiri rapat di sisi jalan. Bahkan, ada beberapa tiang yang terpasang disaluran drainase dibeberapa titik sepanjang jalan Menger, Kelurahan Pasawahan Kecamatan Dayeuhkolot,Kabupaten Bandung.pada rabu 17/12/2025.

Dalam pelaksanaan normalisasi drainase yang dilakukan team Pentahelix Percepatan Penanganan Banjir Dayeuhkolot bersama Perhimpunan Remaja Medjid (PRIMA) Citeureup pada hari Rabu 17 Desember, sejumlah kabel ditemukan Pemasangan semberawut dalam kondisi tergeletak di bawah dan melintang di area saluran drainase yang mengakibatkan penyumbatan dan mengakibatkan menumpuk sampah dan tanah.

Dengan ditemukan beberapa kabel optik tergeletak di bawah saluran air, yang mana ini, jelas – jelas mengganggu fungsi drainase. Sudah bertahun-tahun untuk wilayah ini, jika terjadi hujan dipastikan banjir dan airnya masuk kebadan jalan raya dikarenakan saluran airnya tidak berjalan.

Buruknya penataan utilitas tersebut, mencerminkan lemahnya penataan utilitas publik dan dikhawatirkan berdampak pada keselamatan warga para pengguna jalan serta meningkatkan potensi genangan dan banjir yang lebih besar.

Berdasarkan regulasi, penataan jaringan telekomunikasi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi serta Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi, yang menegaskan bahwa pembangunan jaringan wajib menjamin keselamatan, ketertiban umum, serta tidak mengganggu fasilitas publik.

Selain itu, Permen PUPR Nomor 20/PRT/M/2010 mengatur bahwa utilitas jalan tidak boleh menghambat fungsi jalan maupun saluran drainase.

Kejadian tersebut mendapat kritikan keras dari Ketua Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot, H. Tri Rahmanto yang juga seorang tokoh masyarakat. Menurutnya kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan dan koordinasi antar pihak terkait.

Penataan kabel optik dan tiang utilitas harus dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi. Jangan hanya dirapikan sementara, tetapi pastikan tidak mengganggu saluran drainase. Jika dibiarkan, persoalan ini akan terus berulang dan merugikan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagai kawasan industri, Jalan Mengger seharusnya menjadi penataan infrastruktur yang tertib, aman, dan ramah lingkungan, ujar Tri.

Warga masyarakat berharap Pemerintah Daerah bersama perusahaan pemilik utilitas telekomunikasi segera melakukan penataan terpadu, termasuk relokasi tiang dan kabel yang menghambat saluran drainase.” tukasnya.

Yans

Bedas Pisan! Pentahelix Dayeuhkolot Bersama PRIMA , Terus Lakukan Normalisasi Drainase Jalan Mengger,Tangani Banjir, Di Hari Yang Ke-2.

Bandung – YUTELNEWS com|| Pentahelix Dayeuhkolot Terus berupaya dalam penanganan banjir diwilayah Dayeuhkolot, Pentahelix percepatan penanganan banjir, bersama puluhan anggota perhimpunan remaja masjid (PRIMA) Dayeuhkolot, terus melakukan normalisasi drainase di sepanjang jalan Menger wilayah industri di hari yang ke-2 nya, berada di wilayah Kelurahan Pasawahan Kecamatan Dayeuhkolot,Kabupaten Bandung. pada rabu (17/12/2025).

Dalam saluran Drainase yang berada di lingkungan industri jalan memger ini, Karena sudah bertaun-taun tertutup tanah dan pasir, bahkan saat ini nyaris rata dengan badan jalan dan juga banyak kabel telkom semberawut tertimbun tanah, yang mengakibatkan saluran air tersumbat dan ketika hujan datang mengakibatkan banjir menutupi area jalan.

Semangat Bedas puluhan anggota Prima secara kebersamaan bergotong royong untuk membersihkan mengangkat tanah dan pasir, bahkan kabel telkom yang menutupi Drainase sepanjang jalan Menger yang mencapai ratusan meter dan kedalaman 50 cm.

Dalam pembersihan saluran drainase ini, para relawan Prima berhasil menemukan kabel telkom yang tertanam tanah di saluran dranase yang sembarawut dan mengumpulkan ratusan karung pasir dan tanah bercampur sampah, yang mana nantinya akan di angkat Dum truk untuk dibuang.

Ketua Pentahelik Dayeuhkolot, H.Tri Rahmanto pun mengatakan bahwa kegiatan yang berlangsung merupakan bagian dari program yang telah kita rencanakan sebelumnya, program normalisasi jalan menger ini di hari yang ke-2, Kegiatan ini bagian dari langkah-langkah kita dalam upaya terus penanganan banjir di wilayah kecamatan Dayeuhkolot.

“Hari yang ke-2 ini, pengerukan dranase jalan menger ini kita bersama elemen masyarakat dari organisasi Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) yang ada diwilayah Desa Citeureup , berkelanjutan melakukan pembersihan saluran drainase yang ada di wilayah jalan menger Palasari,” ungkap Tri.

Wilayah ini sudah lama dikeluhkan masyarakat dan juga masyarakat para pengguna jalan, karena setiap hujan datang pasti terjadi banjir menutupi badan jalan dan kemacetan kendaraan diakibatkan saluran drainasenya tidak berfungsi .

Kita pentahelix Dayeuhkolot terus melakukan normalisasi ini, semoga saluranya bisa berjalan normal dan nantinya jika ada hujan, airnya bisa tersalurkan melalui pembuangan menuju ke sungai,” tambah Tri.

Dalam kesempatannya, Tri Rahmanto yang juga merupakan tokoh masyarakat, berharap agar pasca pembersihan drainase di jalan Menger yang merupakan wilayah industri, agar kedepannya para pemilik perusahaan bisa berkoordinasi bila ada hal menyangkut masalah lingkungan yang dikhawatirkan bisa mengakibatkan terjadinya banjir.

Komunikasi berkelanjutan antara pemilik perusahaan dengan kami sebagai team percepatan penanganan banjir, itu sangat kami harapkan, karena tujuan untuk wilayah Dayeuhkolot terbebas dari banjir itu merupakan harapan kita bersama dan harus bersama-sama dalam penanganannya,” tukasnya.

 

Yans.

Jalankan Arahan Mendagri, Apkasi Bergerak Bantu Daerah Bencana.

Banda Aceh – YUTELNEWS.com|| Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bergerak cepat membantu daerah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang mengimbau seluruh daerah di Indonesia untuk membantu wilayah terdampak bencana. Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi menilai, surat edaran tersebut bukan sekadar instruksi administratif, melainkan panggilan moral untuk memperkuat empati dan persaudaraan nasional di tengah musibah besar.

Selain menindaklanjuti arahan Mendagri, gerakan kemanusiaan ini juga merupakan wujud komitmen Apkasi dalam memberikan bantuan kepada daerah bencana. “Ini memang komitmen Apkasi seluruh Indonesia berpartisipasi, kreatif, komitmen [membantu daerah bencana],” ujar Bursah.

Dalam misi kemanusiaan tersebut, Apkasi menyalurkan berbagai kebutuhan dasar, seperti bahan pangan, pakaian, serta logistik penting lainnya, sekaligus mengajak seluruh pemerintah kabupaten di Indonesia untuk berpartisipasi aktif.

Meski bantuan yang disalurkan tidak begitu banyak, pihaknya meyakini bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban para korban. “Mudah-mudahan kedatangan kami ini bisa membuat kegembiraan dari kawan-kawan yang terkena bencana,” ujar Bursah.

Puspen Kemendagri.

 

Yans.

Bupati Bandung Kang DS Hadiri Khitanan Massal Di Arjasari, Diwakili Kadinsos Langsung,Kegiatan Terlaksana Kolaborasi GBPP2.

Kab.Bandung – Wujud kepedulian terhadap kesehatan sekaligus masa depan generasi muda kembali diwujudkan melalui kegiatan khitanan massal yang digelar oleh Grup Banjaran Putra Putri (GBPP 2) di Kampung Babakan Tarogong, Desa Baros, Kecamatan Arjasari,Kabupaten Bandung, pada Rabu (17/12/2025).

Kegiatan sosial yang sarat nilai kemanusiaan ini dihadiri oleh Bupati Bandung Dr HM.Dadang Supriatna yang diwakili langsung Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, hj Ningning Hendasyah, Kehadiran Pemerintah Daerah dalam kegiatan tersebut menjadi simbol nyata sinergi antara Pemerintah dan masyarakat dalam memperluas jangkauan pelayanan dasar, khususnya di bidang kesehatan sosial.

Dalam sambutannya,hj Ningning Hendasyah menyampaikan rasa syukur serta apresiasi mendalam kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi dengan penuh keikhlasan. Menurutnya, khitanan massal bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud kepedulian sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, kami hadir mewakili Bapak Bupati Bandung. Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Ketua Pelaksana dan seluruh panitia. Kegiatan ini sangat membantu pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial, dalam memberikan pelayanan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa khitanan massal memiliki makna yang lebih luas, tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan anak, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan nilai keagamaan generasi penerus.

“Semoga anak-anak yang dikhitan tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berbakti kepada orang tua, serta kelak menjadi generasi yang berakhlakul karimah dan mampu membawa kebanggaan bagi keluarga, masyarakat, dan daerah,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Khitanan Massal GBPP 2, Gugum Ganjar Kartanegara, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bandung atas dukungan dan perhatian yang terus mengalir terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Bandung, khususnya kepada Kang DS, yang senantiasa hadir dan memberi dukungan terhadap berbagai kegiatan sosial di tengah masyarakat,” ujar Gugum.

Ia berharap kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat sebagai fondasi dalam membangun kesejahteraan bersama.

“Semoga Kabupaten Bandung ke depan semakin maju, semakin sejahtera, dan tentu saja semakin BEDAS lagi. Well!” pungkasnya dengan penuh optimisme.

Masih pada kesempatan yang sama Toti, S.H., M.H., selaku Pelindung GBPP 2. Ia mengungkapkan rasa syukur atas soliditas dan kekompakan seluruh keluarga besar GBPP 2, serta dukungan nyata dari Bupati Bandung dan berbagai pihak lainnya.

“Alhamdulillah, berkat kekompakan GBPP dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bandung serta para pihak yang peduli, kegiatan khitanan massal ini dapat terlaksana dan berjalan dengan lancar meskipun dalam berbagai keterbatasan,” ungkapnya.

Ia berharap GBPP 2 ke depan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan GBPP ke depannya semakin maju dan mampu ikut berperan aktif dalam memajukan Kabupaten Bandung,” tutupnya ( *** )

 

Yans.

Kang DS Tekankan Pembinaan Generasi Muda Berkarakter dan Peduli Sosial pada 906 Kader PMR se-Kabupaten Bandung

KAB. BANDUNG – YUTELNEWS com|| Kegiatan Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2025 digelar di Awana Resort Ciwidey, Kecamatan Rancabali, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 906 kader PMR dari jenjang Muda, Madya, dan PMR Wira tingkat SD, SMP, hingga SMA se-Kabupaten Bandung, sebagai ajang pembinaan karakter, kepemimpinan, dan penguatan jiwa kemanusiaan bagi generasi muda.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna menegaskan bahwa Palang Merah Remaja merupakan aset strategis dalam membentuk generasi muda yang peduli, berkarakter, dan berjiwa sosial tinggi.

“Cuaca dingin hari ini menjadi saksi bahwa PMR Kabupaten Bandung masih peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Dari PMR inilah nilai kepedulian sosial, kedisiplinan, kerja sama, dan semangat kerelawanan ditanamkan sejak dini,” ujar bupati yang akrab disapa Kang DS.

Ia menilai, nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini, di mana generasi muda dituntut tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan sosial.

Mengusung tema “Membangun Ekosistem Pembinaan PMI yang Terstruktur, Sistematis, dan Berkesinambungan di Lingkungan PMI Menuju Kabupaten Bandung yang Lebih Bedas”, JUMBARA ini disebut sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun pembinaan PMR yang berkelanjutan, terarah, dan terintegrasi dengan dunia pendidikan serta pembangunan daerah.

“Sejalan dengan visi Kabupaten Bandung yang Lebih Bedas, saya berharap PMR menjadi garda terdepan dalam membangun generasi muda yang berakhlak, empati, tangguh, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung juga menyerahkan secara simbolis 1 unit ambulans operasional kepada PMI Kabupaten Bandung. Bantuan ini merupakan bentuk sinergi dan dukungan Pemkab Bandung dalam penguatan layanan kemanusiaan, khususnya di bidang kesehatan, kebencanaan, dan penanganan situasi darurat.

“Saya berharap ambulans ini dapat digunakan secara profesional untuk meningkatkan pelayanan PMI kepada masyarakat Kabupaten Bandung,” tambah Kang DS.

Sementara itu, Wakil Ketua PMI Provinsi Jawa Barat, Kombes Pol. (Purn.) H. Ruhanda menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung terhadap PMI.

“Kami sangat bangga karena dukungan Pak Bupati terhadap PMI luar biasa. Ini menjadi contoh sinergi pemerintah daerah dengan organisasi kemanusiaan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan PMR sebagai kader palang merah masa depan. Menurutnya, PMR harus dibekali keterampilan kepalangmerahan sesuai jenjang pendidikan, serta nilai-nilai akhlak dan budi pekerti yang berkarakter, termasuk nilai-nilai kesundaan.

“Kegiatan JUMBARA ini menjadi sarana evaluasi pembinaan PMR sekaligus wadah silaturahmi untuk berbagi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah masing-masing,” jelasnya.

 

Yans.

Komisi B DPRD Kabupaten Bandung: Rehabilitasi Lahan Pangalengan Jangan Sekadar Seremonial,Harus Berkelanjutan

Bandung – YUTELNEWS com|| Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bandung menegaskan komitmen pengawasan terhadap upaya pemulihan lingkungan di kawasan Pangalengan yang sebelumnya terdampak alih fungsi lahan.

Penanaman pohon yang dilakukan bersama unsur pemerintah dan aparat penegak hukum diminta tidak berhenti pada kegiatan simbolis semata.

Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Yadi Supriadi, mengatakan penanaman pohon dilakukan di areal yang sebelumnya mengalami alih fungsi lahan dan kini dikembalikan sesuai peruntukannya.

“Yang menjadi tujuan hari ini adalah penanaman pohon di lahan yang kemarin dialihfungsikan. Hari ini kita kembalikan lagi. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur, Bupati, Pangdam, Kapolres, dan seluruh stakeholder. Mudah-mudahan ini bukan hanya seremonial,” ujar Yadi saat ditemui di Pangalengan, Selasa (16/12/2025).

Menurut Yadi, keberlanjutan menjadi kunci utama agar upaya rehabilitasi lingkungan memberikan dampak jangka panjang. Ia menekankan pentingnya komitmen semua pihak, termasuk PTPN, dalam menjaga area yang telah direhabilitasi.

“Kita bicara lingkungan bukan hanya hari ini, tapi lima sampai sepuluh tahun ke depan. Kalau alih fungsi lahan terus dibiarkan, dampaknya akan besar. Maka hari ini kita tanam bersama, ke depan harus dijaga bersama,” katanya.

Senada dengan itu, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, Venny Noveni, menyampaikan harapannya agar penanganan kerusakan lingkungan di Pangalengan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemulihan lahan hingga penegakan hukum yang transparan.

“Harapan kami, ke depan harus ada langkah yang lebih visioner. Jangan hanya berhenti di penanaman, tapi juga pengawasan berkelanjutan agar tidak terjadi lagi alih fungsi lahan,” ujar Venny.

Venny menegaskan, Komisi B DPRD Kabupaten Bandung akan menjalankan fungsi pengawasan, khususnya terhadap pengelolaan lahan perkebunan dan komitmen pemulihan lingkungan oleh pihak terkait.

Terkait proses hukum, Yadi menyebut pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Ia mengacu pada keterangan Kapolresta Bandung yang menyampaikan telah dilakukan penahanan terhadap para pelaku di lapangan.

“Polresta Bandung sudah melakukan penahanan sejak 2 Desember 2025 terhadap empat orang pelaku, termasuk satu mandor. Proses hukum kami serahkan kepada pihak berwajib, dan DPRD akan terus melakukan monitoring,” kata Yadi.

Meski hingga kini Komisi B DPRD Kabupaten Bandung belum menerima tembusan resmi terkait perkembangan kasus tersebut, Yadi dan Venny menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan lingkungan di Pangalengan.

“Kalau tidak sekarang, kalau tidak hari ini, maka kapan lagi? Alih fungsi lahan harus dihentikan dan lahan yang rusak dikembalikan sesuai fungsinya,” pungkas Yadi.***

 

Yans.

Ketua Pentahelix Tri Rahmanto Bersama PRIMA,Tampa Nunggu Waktu Gercep Lakukan Normalisasi Drainase Jalan Mengger,Tangani Banjir.

Bandung – YUTELNEWS com|| Salah satu upaya dalam penanganan banjir diwilayah Dayeuhkolot, ketua Pentahelix percepatan penanganan banjir, H. Tri Rahmanto turun lqngsung ke lapangan bersama puluhan anggota perhimpunan remaja masjid (PRIMA) Citeureup, melakukan normalisasi drainase di sepanjang jalan Menger wilayah industri yang berada di Kelurahan Pasawahan Kecamatan Dayeuhkolot,Kabupaten Bandung. Selasa (16/12/2025).

Saluran Drainase yang berada di lingkungan industri ini sudah bertaun-taun tertutup tanah dan pasir, bahkan saat ini nyaris rata dengan badan jalan yang mengakibatkan saluran air tersumbat dan ketika hujan datang mengakibatkan banjir menutupi area jalan.

Puluhan anggota Prima secara bergotong royong untuk membersihkan mengangkat tanah dan pasir yang menutupi Drainase sepanjang Menger yang mencapai 300 meter dan kedalaman 50 cm.

Dalam pembersihan saluran drainase ini, para relawan Prima berhasil mengumpulkan ratusan karung pasir dan tanah bercampur sampah, yang mana nantinya akan di angkat Dum truk untuk dibuang.

Ketua Pentahelik percepatan penanganan banjir Dayeuhkolot, H.Tri Rahmanto mengatakan bahwa kegiatan yang berlangsung merupakan bagian dari program yang telah kita rencanakan sebelumnya. Kegiatan ini bagian dari langkah-langkah kita dalam penanganan banjir di Dayeuhkolot.

“Hari ini kita bersama elemen masyarakat dari organisasi pemuda keagamaan yang ada diwilayah Desa Citeureup yaitu Prima, melakukan pembersihan saluran drainase yang ada di wilayah jalan menger Palasari,” ungkap Tri.

Wilayah ini sudah lama dikeluhkan masyarakat dan juga pengguna jalan, karena setiap hujan datang pasti terjadi banjir menutupi badan jalan dan kemacetan kendaraan diakibatkan saluran drainasenya tidak berfungsi .

” Untuk itu, dengan dilakukannya normalisasi ini, semoga saluranya bisa berjalan normal dan nantinya jika ada hujan, airnya bisa tersalurkan melalui pembuangan menuju ke sungai, tambah Tri.

Dalam kesempatannya, Tri Rahmanto yang juga merupakan tokoh masyarakat, berharap agar pasca pembersihan drainase di jalan Menger yang merupakan wilayah industri, agar kedepannya para pemilik perusahaan bisa berkoordinasi bila ada hal menyangkut masalah lingkungan yang dikhawatirkan bisa mengakibatkan terjadinya banjir.

” Komunikasi berjenjang antara pemilik perusahaan dengan kami sebagai team percepatan penanganan banjir itu sangat kami harapkan, karena tujuan untuk wilayah Dayeuhkolot terbebas dari banjir itu merupakan harapan kita bersama dan harus bersama-sama dalam penanganannya,” pungkas Tri.

Yans.

Bupati Bandung Kang DS, Siapkan Tebar Bibit via Udara Untuk Hijaukan Hulu Bandung, Evaluasi Alih Fungsi Lahan PTPN.

Kab. Bandung – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna mengatakan Pemerintah Kabupaten Bandung, sudah menyiapkan satu truk bibit kayu untuk ditebar di kawasan hulu, terutama di wilayah rawan dan daerah yang tidak dapat dijangkau kendaraan darat.

Penentuan titik lokasi penebaran bibit, kata Bupati Bandung HM Dadang Supriatna Sapaan Akrab Kang DS, akan ditetapkan melalui rapat bersama Komandan Lanud (Danlanud), mengingat proses penebaran rencananya menggunakan pesawat milik TNI AU.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya penghijauan kembali kawasan hutan di Kabupaten Bandung.

“Ini salah satu upaya kita dalam rangka menghijaukan kembali hutan,” ujar Dadang, Selasa (16/12/2025), di Kebun Malabar Afdeling Mes Cinyiruan, PTPN I Regional II Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung.

Selain penghijauan, Pemkab Bandung juga akan melakukan pemetaan (mapping) terhadap lahan PTPN. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat agar lahan PTPN dikembalikan pada fungsi tanaman keras.

Namun demikian, Kang DS menegaskan langkah tersebut harus tetap memperhatikan aspek ekonomi masyarakat sekitar. Ia meminta data yang lengkap sebelum melaporkan kebijakan itu kepada Gubernur Jawa Barat.

“Kita akan laporkan ke Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi, mana saja yang bisa dicover oleh APBD Provinsi dan mana yang menjadi tanggung jawab PTPN. Amanat Gubernur jelas, jangan sampai ada masyarakat yang kehilangan penghasilan. Kebutuhan ekonomi dan kesejahteraan mereka harus tetap kita pikirkan,” ujarnya.

Kang DS juga menyebutkan, Pemkab Bandung akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait alih fungsi lahan pada 9 Januari mendatang. Evaluasi tersebut mencakup lahan eksisting di Kabupaten Bandung, termasuk lahan milik PTPN.

Menurutnya, percepatan proses Hak Guna Usaha (HGU) PTPN menjadi salah satu langkah penting untuk memperketat pengelolaan dan pengawasan lahan.

“Ini bagian dari upaya memperbaiki kondisi dan tata kelola PTPN itu sendiri,” katanya.

Terkait persoalan penyerobotan lahan, Dadang menilai permasalahannya tidak tunggal. Oleh karena itu, Pemkab Bandung akan menyepakati langkah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dapat berjalan lebih solid ke depan.
“Semoga kolaborasi ini bisa benar-benar terwujud,” pungkasnya.***

 

Yans.

Warga Menunggu Sikap Tegas Polisi, Aktor Utama Perusahan Lahan PTPN Masih Berkeliaran

Bandung – YUTELNEWS com|| Langkah Kepolisian Resor (Polresta) Bandung melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Poresta Bandung yang telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus perusakan kebun teh milik PTPN 1 Regional 2 Malabar di Kecamatan Pangalengan.

Menurut Bupati Bandung Dadang Supriatna, tindakan polisi ini merupakan langkah tepat dalam menindak tegas pelaku perusakan alam yang berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan keamanan warga, Ungkapnya beberapa waktu lalu.

“Kami sangat menghargai kerja keras Polresta Bandung yang telah cepat bertindak dalam menangkap pelaku perusakan kebun teh ini. Kasus seperti ini tidak boleh dibiarkan terus berlanjut, karena dampaknya tidak hanya merusak ekosistem tetapi juga menambah risiko bencana alam seperti banjir, longsor, dan banjir bandang yang pernah menimpa kawasan Pangalengan beberapa bulan lalu,” Ujarnya.

Seperti diungkapkan Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono,Pada Rabu 10/12/2025 keenam tersangka tersebut terdiri dari satu aktor utama yang berperan sebagai donatur, satu mandor, dan empat pekerja lapangan.

Mereka diketahui melakukan pemotongan tanaman teh secara ilegal di lahan konsesi PTPN sejak tahun 2024, dengan tujuan mengalihkan fungsi lahan menjadi area tanam sayuran. Polisi juga telah menyita sejumlah alat yang digunakan para tersangka dalam melakukan aksi penebangan.

Perusakan kebun teh di Pangalengan sendiri telah mencapai skala yang signifikan. Berdasarkan data yang diperoleh, luasan kebun teh yang rusak mencapai hampir 150 hektare, setara dengan 210 lapangan sepak bola standar FIFA. Ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menjelaskan bahwa alih fungsi lahan ini memperparah aliran air permukaan (run off) dan menurunkan kapasitas infiltrasi tanah, sehingga risiko banjir di kawasan Bandung Raya semakin meningkat.

” Diduga kuat Donatur berinisial HB yang hingga kini masih bebas berkeliaran, sementara masyarakat kecil sudah menjadi korban, dan masuk Bui “.

Warga Pangalengan berharap pihak Kepolisian bertindak tegas tanpa tenang pilih segera Penjarakan Aktor Utama yang bertindak sebagai Donaturnya..!!? ****

 

YANS

.

Kemendagri Dorong Sinergi Lintas Sektor Percepat Pendataan Lahan KDKMP di Bengkulu

Bengkulu – YUTELNEWS com|| Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah (Pemda), TNI, dan pemangku kepentingan terkait guna mempercepat pendataan lahan untuk pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Bengkulu.pada senin 15/12/2025.

Komitmen tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa Edi Mardianto saat memimpin Rapat Lanjutan Konsolidasi Teknis dan Akselerasi Pendataan Lahan untuk Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan KDKMP di Bengkulu, belum lama ini.

Edi menegaskan, Kemendagri memiliki peran strategis dalam mengawal dan memastikan proses pendataan lahan KDKMP berjalan secara optimal. Pendataan tersebut menjadi fondasi penting bagi percepatan pembangunan fisik KDKMP sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan KDKMP. Selain itu, hal tersebut juga diatur dalam Inpres Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan KDKMP.

Forum ini digelar untuk melakukan pemetaan dan pendataan lahan, sekaligus menyamakan persepsi dengan PT Agrinas Pangan Nusantara guna mempercepat pembangunan gerai KDKMP. Langkah ini dilakukan dengan dukungan lintas kementerian, Pemda, serta tim yang terlibat.

“Kementerian Dalam Negeri [bertugas] mengawal jumlah pendataan lahan untuk pembangunan gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih,” ujarnya.

Edi menambahkan, pendataan lahan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga harus memenuhi aspek legalitas dan kesiapan fisik. Lahan yang diusulkan harus memiliki kejelasan alas hak, tercatat sebagai aset daerah atau desa, serta memenuhi kriteria teknis, seperti luas minimal, kondisi tanah yang stabil, serta lokasi yang aman dan strategis.

Dalam kesempatan tersebut, Edi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai instrumen utama pelaporan dan pemantauan. Ia menyampaikan bahwa Kemendagri telah menyiapkan penanggung jawab (PIC) dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) untuk memfasilitasi akses akun dan user ID SIPD bagi desa-desa di Bengkulu.

“User ID Sistem Informasi Pemerintahan Daerah akan didistribusikan ke masing-masing desa khususnya wilayah Provinsi Bengkulu, yang kemudian [datanya] diisi oleh masing-masing desa,” jelasnya.

Rapat tersebut diikuti secara langsung oleh jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dan perwakilan TNI. Turut bergabung secara daring jajaran pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu serta pejabat terkait lainnya.

Puspen Kemendagri

Yans.

Kabupaten Bandung Ranking 1 se-Jawa Barat Penilaian MCSP KPK RI 2025 dan Zero Korupsi

Bandung – YUTELNEWS com || Kabupaten Bandung merebut peringkat tertinggi se-Jawa Barat, dalam penilaian Monitoring, Controlling, and Surveillance for Prevention (MCSP) atau Sistem Penilaian Integritas (SPI) dari KPK RI tahun 2025 dengan nilai 94%.

Bahkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK RI menilai di Pemkab Bandung tidak ada temuan fakta korupsi atau zero fact. Dengan nilai sebesar itu Kabupaten Bandung juga menjadi peringkat keempat di tingkat nasional.

Prestasi menunjukkan komitmen kuat Pemkab Bandung melalui Inspektorat dalam peningkatan integritas dan pencegahan korupsi, dengan skor terus meningkat dari tahun ke tahun. Sejak 2022, Kabupaten Bandung mendapat nilai 84% atau masuk Zona Hijau. Kemudian meningkat lagi menjadi 92% di tahun 2023 dan menjadi 93% tahun 2024.

Hal ini menunjukkan tata kelola pemerintahan yang terus membaik dengan terus memperkuat integritas dan sistem pencegahan korupsi.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengaku bersyukur atas capaian ini yang berarti menunjukkan komitmen tinggi Kabupaten Bandung dalam pencegahan korupsi yang patut dibanggakan.

“Alhamdulillah, Kabupaten Bandung menjadi ranking keempat nasional dan rangking kesatu di Jawa Barat dan alhamdulillah juga Kabupaten Bandung, zero fat korupsi berdasarkan survei SPI KPK RI,” ucap Bupati Bandung Dadang Supriatna saat peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) tingkat Kabupaten Bandung, di Grand Sunshine Soreang, Jumat 12 Desember 2025.

Namun menurutnya capaian tersebut bukanlah akhir, melainkan titik tolak untuk mewujudkan Kabupaten Bandung sebagai wilayah bebas korupsi.

Sebab dengan diraihnya predikat ini, Kabupaten Bandung memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi pilot project atau percontohan bagi kabupaten/kota lain dalam hal pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Korupsi bukan sekadar tindak kejahatan biasa, melainkan kejahatan luar biasa (extraordinary crime), yang membutuhkan penanganan luar biasa pula,” tandas Bupati Dadang Supriatna.

Dadang menegaskan, kejahatan ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tapi juga menimbulkan kesenjangan sosial, dan menghambat pembangunan.

Oleh karena itu, lanjut Bupati Bedas, tanggal 9 Desember ditetapkan sebagai Hari Anti Korupsi Sedunia untuk meningkatkan kesadaran publik dan memperkuat komitmen bersama dalam pemberantasan korupsi.

Menurut Kang DS, di Kabupaten Bandung peringatan Hakordia ini tidak hanya menjadi bentuk akuntabilitas atas langkah-langkah pemberantasan  korupsi yang telah dilakukan.

“Tetapi juga sebagai momentum untuk menyatukan langkah bersama seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas,” tegasnya.

Melalui peringatan Hakordia, Bupati Kang DS mengajak kepada seluruh masyarakat, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam gerakan anti korupsi. Yaitu dengan menyebarkan dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk bersama-sama menciptakan Kabupaten Bandung yang bebas korupsi, transparan, dan akuntabel. Mari kita jadikan peringatan Hakordia ini sebagai pengingat bahwa kejujuran, integritas, dan transparansi adalah pondasi utama dalam membangun pemerintahan yang bersih dan berdaya saing. Bersama, kita bangun Kabupaten Bandung lebih Bedas, bersih dan berintegritas,” seru bupati (*)

 

Yans.

Menggalang Filantropi Media Massa…

Oleh: Mohammad Nasir.

Wartawan, Peserta diskusi Forum Wartawan Kebangsaan (FWK), Direktur Dana Kemanusiaan Kompas (2009- 2017), dan mantan Ketua PWI Peduli Pusat.

DISKUSI mingguan Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) di Jakarta, Rabu (10/12) lalu, masih memperbincangkan nasib para korban bencana di Sumatera.

Duka, kesedihan, dan kepedihan korban bencana banjir dan longsor Sumatera, masih menggelayut dalam pikiran para wartawan senior yang sedang berdiskusi hari itu.

Seperti dikutip DetikNews, Jumat (12/12/2025) bencana Sumatera merusak 1.200 fasilitas umum, 219 fasilitas kesehatan, 581 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung kantor, serta 498 jembatan.

Korban meninggal menjadi 990 orang, 222 lainnya masih dinyatakan hilang. Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hari Jumat (12/12/2025), korban luka bertambah menjadi 5.400 orang. Ada 52 kabupaten/kota terdampak bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

“Kita ikut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya banyak korban bencana di Sumatera,” kata Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane mengawali diskusi.

Banyak pertanyaan yang mengemuka dalam diskusi. Langkah apa yang sekiranya bisa dilakukan untuk menolong para korban?

Bagaimana pertolongan bisa sampai, dan bagaimana bisa membangun kembali hunian para korban, fasilitas umum, jalan, dan jembatan yang rusak diterjang banjir bandang?

Bahkan sampai pada titik kesimpulan, FWK yang didorong oleh pendirinya, Hendry Ch. Bangun (Mantan Wartawan Senior Harian Kompas dan Wakil Ketua Dewan Pers) akhirnya sepakat mendesak pemerintah mendirikan badan rehabilitasi bencana untuk Sumatera, dengan tujuan segera dilaksanakan rehabilitasi semua yang hancur akibat bencana.

Mengapa wartawan begitu peduli bencana? Sejak dulu wartawan itu “DNA”nya, memang peduli terhadap kepentingan umum. Itu syarat utama menjadi wartawan.

Naluri mereka berkelana membela kepentingan publik, termasuk nasib rakyat dan bangsa. Wartawan membela kebenaran, manusia dan kemanusiaan.

Model kepedulian yang diberikan orang media biasanya pemberitaan dengan penuh empati. Mengutip pendapat Pendiri Harian Kompas Jakob Oetama (27 September 1931 – 9 September 2020) dalam sebuah rapat redaksi, pemberitaan media adalah bagian dari Company Social Responsibility (CSR) perusahaan media.

Namun demikian Harian Kompas dengan arahan Jakob Oetama juga mendirikan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK), sebagai filantropi media massa. Di DKK pak Jakob sebagai Ketua Dewan Pengawas.

Bahkan beberapa kali Pak Jakob ikut turun langsung ke lapangan memantau persiapan proyek pembangunan hasil bantuan pembaca dan masyarakat pasca bencana tsunami di Aceh pada Desember 2004.

Secara diam-diam pak Jakob juga memantau jumlah dana bantuan yang masuk dari pembaca dan masyarakat.

Ketika DKK membuka penerimaan bantuan dana, beberapa kali Pak Jakob Oetama meminta laporan kami mengenai dana bantuan yang masuk dan perbandingannya dengan media lain yang juga sama-sama membuka penerimaan bantuan untuk bencana.

Ketika kami jelaskan, dana bantuan yang masuk melalui Harian Kompas lebih besar dari yang lain, pak Jakob lega. Kami tahu bagi Pak Jakob bukan soal jumlah uangnya, tetapi tingkat kepercayaan (trust).

Jumlah dana yang masuk itu sebagai indikator kepercayaan publik, termasuk pembaca. “Kita masih dipercaya,” katanya singkat.

Pak Jakob berkali-kali dalam rapat internal Kompas, mengajak semua jajaran redaksi dan bisnis melipat-gandakan kepercayaan publik.

Filantropi Media Massa

Biasanya, di luar pemberitaan, wartawan patungan untuk memberi bantuan korban bencana. Mula-mula bantuan dari kantung wartawan masing-masing, kemudian membuka “dompet” untuk pembaca yang ingin menyalurkan bantuan.

Pihak yang disebut sebagai pembaca media ini sangat luas, mulai pribadi-pribadi hingga perusahaan, industri, dan bank-bank, dan bahkan pemerintah.

Banyak perusahaan atau redaksi media massa kemudian mendirikan filantropi media massa. Lembaga ini sebagai perpanjangan media dalam menyapa langsung kepada pembaca dan masyarakat melalui kegiatan penyaluran bantuan sosial dan kemanusiaan tanpa membeda-bedakan latar belakang seperti suku dan agama.

Kalau saja semua filantropi media massa bergabung dan saling menyampaikan informasi, kekuatan gerakan sosial kemanusian dari sektor media akan signifikan.

Kode Etik Filantropi Media Massa yang dikeluarkan oleh Dewan Pers melalui Peraturan Dewan Pers Nomor 2/Peraturan-DP/III/2013 sudah cukup untuk menjadi pedoman media massa yang mengoperasikan filantropi.

Salah satu poin penting dalam kode etik filantropi tersebut, bahwa rekening bank untuk menampung penggalangan dana ini juga harus terbuka untuk pemeriksaan keuangan oleh lembaga yang berkompeten.

Semua perusahaan media boleh mendirikan filantropi media massa. Akan tetapi ketika media berniat membangun lembaga filantropi dan menghimpun dana untuk bantuan kemanusiaan, diperlukan tekat yang kuat. Karena konsekuensinya berat, bekerja keras di lokasi bencana, bertanggung jawab dalam penyaluran, transparansi dan pemberitaan.

Pemberitaan menjadi penting karena berita merupakan bentuk pertanggungjawaban terhadap publik. Dalam pemberitaan harus dilaporkan apa yang disumbangkan, berapa nilainya, dan dari mana asalnya.

Kalau sudah siap dengan niat dan tekat kuat, kumpulkan sejumlah orang yang peduli terhadap kemanusiaan. Orang-orang yang sudah terkumpul akan ditempatkan di posisi-posisi yang diperlukan untuk menjalankan roda organisasi sosial kemanusiaan itu.

Posisi yang harus diisi adalah Dewan Pengawas, Dewan Pengurus (Ketua, Sekretaris, dan Bendahara), Bidang Informasi dan Komunikasi, Bidang Pengkajian, Bidang Rehabilitasi, Sub Bidang Proyek Bangunan, Bidang Penerimaan dan Distribusi Bantuan Tanggap Darurat, dan Dokumentasi.

Setelah itu membentuk lembaga filantropi media massa, dibuat lah badan hukumnya, dibuat akte notarisnya. Namanya terserah kesepakatan pengurus atau pendiri.

Sebutkan tujuan pendirian, dan bantuan apa saja yang akan diberikan setelah penggalangan dana? Siapa yang akan menjadi sasaran penerima manfaat bantuan? Korban bencana?

Apakah juga akan membiayai pendidikan anak sekolah dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi? Membantu kemiskinan? Atau kah akan menyalurkan bantuan pengobatan orang sakit yang sangat membutuhkan?

Tetapkan saja, sesuai kesanggupan lembaga, misalnya lembaga ini memberi bantuan kepada korban bencana baik di tingkat bantuan tanggap darurat maupun rehabilitasi.

Perlu diketahui ada istilah-istilah yang menuntut pelaksanaan nyata. Seperti istilah filantropi, istilah ini berarti penggalangan dana dari luar instansi lembaga untuk disalurkan sebagai bantuan sosial, kebencanaan, dan kegiatan kemanusiaan.

Lembaga filantropi diwajibkan menyebutkan dari mana dana yang sedang disalurkan. Penyebutan dilakukan di depan publik ketika acara penyerahan.

Atau ditulis pada layar (backdrop), misalnya “Dana Kemanusiaan Kompas Bekerja Sama dengan Bank Mandiri menyalurkan bantuan kepada masyarakat korban bencana Sumatera”.

Atau disebutkan lebih spesifik kalau ada permintaan dari pihak penyumbangnya. Misalnya, “Penyaluran Bantuan CSR BRI bekerja sama dengan Dana Kemanusiaan Kompas”.

Atau kalau sumbangan berupa bangunan rumah atau gedung fasilitas umum, ketika penandatangan prasasti pihak penyumbang, mungkin dengan jumlah terbesar (sesuai kesepakatan) diberi penghormatan untuk menandatangai bersama pihak pengelola filantropi.

Jadi dengan cara bersama-sama saat penyaluran bantuan akan lebih transparan kepada publik. Ini bukan persoalan pencitraan, tetapi memberi contoh yang baik, siapa tahu ada yang mengikutinya.

Dan, dalam pemberitaan di media, para penyumbang harus disebutkan, kecuali ada permintaan tidak diberitakan dari penyumbang.

Penyaluran bantuan pangan atau bangunan seperti itu sudah banyak dilakukan oleh filantropi media massa selama ini. Seperti Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) SCTV- Indosiar, Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas,
dan Dompet Dhuafa Harian Republika, juga sudah mempraktikkan transparansi laporan semacam itu.

Yang juga perlu diperhatikan adalah penggalangan dana, penyaluran dana bantuan dilaksanakan secara utuh, aman, dan tepat sasaran.

Diperbolehkan, penggunaan dana bantuan untuk biaya operasional penyaluran, honor pelaksana, dan akomodasi selama pelaksana bertugas.

Penggunaan sebagian dana bantuan untuk operasional penyaluran bantuan sesuai Pasal 7 tentang Dana Operasional Kode Etik Filantropi Media Massa yang dikeluarkan Dewan Pers.

Kesiagaan dan Kecermatan

Untuk kesiagaan, setiap terjadi bencana, lembaga filantropi harus tahu dan segera menugaskan anggotanya untuk memantau lewat berbagai saluran informasi. Mencari tahu setiap perkembangan dan kebutuhan apa yang diperlukan para korban, apakah makanan, obat-obatan, atau pakaian, termasuk selimut.

Bekerja sama dengan instansi setempat, seperti kantor Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan bahkan kepala desa/lurah setempat, dan pos pengungsian, adalah suatu keharusan.

Jangan sampai kegiatan pemberian bantuan menjadi masalah. Dihentikan aparat setempat karena tidak ada koordinasi.

Kalau bantuannya besar, mungkin saja berkoordinasi dengan bupati atau wali kota setempat. Ini penting, untuk diketahui, dan untuk pengaturan pemerataan bantuan.

Memanfaatkan jaringan kerja di wilayah bencana penting untuk melancarkan penyaluran bantuan, serta mencari tahu perkembangan terakhir, dan apa yang dibutuhkan oleh korban.

Bidang pengkajian dan assessment lembaga filantropi dituntut bekerja teliti ketika melakukan survei pada tahap persiapan penyaluran bantuan. Baik tahap penyaluran bantuan tanggap darurat maupun tahap rehabilitasi.

Data, termasuk surat-surat pendukungnya harus diketahui semuanya oleh bidang pengkajian. Bahkan harus juga sepengetahuan pihak berwenang setempat kalau kita akan menyalurkan bantuan.

Soal ketelitian merupakan hal penting. Ketika tim survei persiapan memberi bantuan rehabilitasi rumah, tim bidang pengkajian harus cari tahu secara detil, rumah yang akan dibangun kembali itu di atas tanah siapa, statusnya bagaimana?

Sebab kalau sudah terlanjur membangun, lalu ada masalah, bangunan yang didirikan di atas tanah milik orang lain atau tanah negara itu bisa dibongkar. Sementara rumah itu dibangun dengan dana bantuan. Maka bantuan untuk kemanusiaan itu menjadi sia-sia.

Jangan sampai salah bantuan tidak berguna, karena yang disalurkan adalah titipan orang lain. Lembaga filantropi harus amanah, dapat dipercaya.

Ayo kita galang kekuatan filantropi media massa untuk membantu korban bencana. (**)

Yans.

Irvan Ahmad: Penghargaan WBTb Jadi Motivasi Lestarikan Warisan Budaya Kabupaten Bandung,Kebanggaan Daerah dan Penggerak Ekonomi Kreatif.

KAB BANDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung diwakili Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Bandung Irvan Ahmad, menerima Penghargaan Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) dalam malam puncak Pekan Kebudayaan Daerah Jawa Barat tahun 2025 di Kota Cirebon, Sabtu (13/12/2024) malam.

Tahun ini Pekan Kebudayaan Daerah mengangkat tema Mapag Pajajaran Anyar : Caruban Nagari Pangripta Budaya yang bertujuan untuk menggali, melestarikan, dan memperkenalkan nilai-nilai budaya dari tiga wilayah budaya Jawa Barat yaitu Sunda Priangan, Melayu Betawi, serta Kacirebonan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Irvan Ahmad mengatakan Pemkab Bandung menerima penghargaan atas ditetapkannya empat objek wisata warisan budaya tak benda di Kabupaten Bandung yaitu Borondong Ketan Ibun, Mapag Ménak, Rujak Ciherang, serta Opak Linggar Rancaekek.

“Alhamdulillah penghargaan dan capaian ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, pelaku budaya, serta masyarakat yang konsisten menjaga dan melestarikan warisan leluhur. Kami sangat bersyukur dengan ditetapkannya empat warisan budaya tak benda asal Kabupaten Bandung,” ujar Irvan kepada awak media, Minggu (14/12/2025).

Irvan menegaskan penetapan warisan budaya tak benda ini menjadi tanggung jawab bersama agar warisan budaya tak benda Kabupaten Bandung terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi muda.

“Ini adalah kesempatan untuk mengenali langsung warisan budaya di Kabupaten Bandung khususnya untuk generasi muda karena merekalah yang akan meneruskan budaya kita ini,” katanya.

Ia menambahkan, penetapan WBTB diharapkan tidak hanya menjadi simbol kebanggaan daerah, tetapi juga mampu mendorong penguatan identitas budaya serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di Kabupaten Bandung.

Penetapan WBTB tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap nilai sejarah, tradisi, serta kearifan lokal yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Bandung.

“Dengan diraihnya penghargaan ini, Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung untuk terus melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal sebagai bagian penting dari jati diri dan identitas Kabupaten Bandung,” ujar Irvan. (**)

 

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.