Laporan Diduga Mandek di Polda Riau, Ketum Team Libas Sampaikan Hal ini Kepada Bapak Kapolri

YUTELNEWS.com | Pekanbaru – Ketua Umum (Ketum) Dpp Organisasi LIGHT INDEPENDENT BERSATU (Team LIBAS) Elwin Ndruru, mengaku sangat kecewa atas kinerja Kapolda riau pasalnya, beberapa laporan pengaduan DPP Organisasi TEAM LIBAS di Polda Riau tidak diproses dan terkesan mandek.

Pihaknya menerangkan, salah satu kasus tindak pidana terbesar di wilayah hukum Polda Riau yakni, mafia BBM subsidi illegal di kota Dumai yang telah dilaporkan ke Ditreskrimsus polda riau dengan nomor laporan 061/LAP-DPP-LIBAS.RI/II/24 tertanggal 19 Februari 2024 dan kasus judi Gelper di kota Pekabaru telah dilaporkan di polda riau bagian Reskrimum dengan nomor laporan 158/P/DPP-LIBAS/II/2014 tertanggal 8 Februari 2024 dan ada 9 laporan lainya dengan berbagai kasus tindak pidana melawan hukum yang telah dilaporkan secara resmi di polda riau. Namun hingga sampai hari ini, satupun laporan tersebut tidak doproses oleh pihak polda riau sehingga terkesan diabaikan bahkan menurut ketua umum organisasi Team LIBAS bahwa laporannya dianggap sampah di polda riau, kesalnya. (Rabu,13/03/24) .

“Sayang sekali kinerja Aparat kita di negeri ini, bukan hanya lambat melainkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat kepolisian pun semakin memudar. Masyarakat menaruh penuh harapan dan kepercayaan terhadap aparat kepolisian untuk dapat memberantas segala bentuk kejahatan dimuka bumi ini dengan tidak tumpul diatas runcing kebawah. Para mafia semakin merajalela dan kejahatannya sulit untuk dapat diberantas akibat dilindungi oknum berpangkat, kami juga menduga bahwa oknumnya juga dilindungi oknum sehingga apabila sudah saling terlindungi maka peran kita sebagai lembaga masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan kejahatan para mafia maupun kejahatan oknum-oknum polisi yang melakukan penyelewengan dalam jabatannya, semua jadi sia-sia. Bahkan, laporan kitapun dianggap sampah.” Ucap Ketum Team Libas DPP.

Seperti halnya, beberapa laporan kasus tindak pidana yang telah kita serahkan di Polda Riau beberapa bulan yang lalu, baik di Propam, Reskrimsus maupun Reskrimum semua diabaikan bahka hingga hari ini tidak ada proses hukum yang dilakukan.

Oleh sebab itu, demi mendapat kepastian hukum atas beberapa laporan tersebut, hari ini kita secara resmi menyurati langsung Kapolda Riau, IRJEN POL MOHAMMAD IQBAL, perihal Laporan Adanya Pembiaran Mafia BBM illegal diduga di Back Up Oknum polisi dan Diduga Ditreskrimsus Polda Riau Terima Setoran, dengan nomor laporan 069/LAP-DPP-LIBAS.RI/RIAU/III/24, dengan melampirkan seluruh dokumen mulai dari data-data temuan lapangan dan juga seluruh arsip surat laporan yang telah kita layangkan di polda riau selama ini, dan kita juga menyurati Bid Propam Polda Riau bersama Ditreskrimsus Polda Riau maupun Direskrimum Polda Riau tadi. Perihal, meminta informasi perkembangan penanganan kasus yang telah kita laporkan sesuai Perkap nomor 21 tahun 2011 pasal 11 ayat (1) bahwa penyampaian informasi penyidikan yang dilakukan melalui surat, diberikan dalam bentuk SP2HP kepada pelapor /pengadu. Bahkan mengacu pada perkap nomor 6 tahun 2019 pasal 10 ayat (5) menyebutkan “setiap perkembangan penanganan perkara pada kegiatan penyidikan tindak pidana harus diterbitkan SP2HP”

“Namun kami tidak berhenti sampai disini, saya sudah mempersiapkan laporan untuk kami serahkan ke Mabes Polri dan juga laporan ke Div Propam Mabes Polri bahkan beberapa laporan untuk pihak instansi lain juga telah saya persiapkan yakni laporan kepadA KPK RI, DPR RI, Kompolnas RI, BUMN RI segera kita layangkan ke pusat dengan tujuan laporan tersebut guna mendapatkan kepastian hukum sebab, kapolda riau tidak menanggapi dengan serius apa yang telah kami laporkan. Sementara beberapa laporan tersebut bukanlah kasus receh melainkan adalah kasus terbesar yang berdampak merugikan Negara bahkan beberapa oknum polri mencederai institusi polri dan terkesan mengkhianati Negara, sebab beberapa oknum Polri diduga ikut terlibat menikmati dengan menerima setoran dari hasil bisnis illegal tersebut sebagimana data-data dan keterangan yang kami peroleh maupun bukti chatting whatsApp Oknum Kapolres Dumai dan juga oknum Ditreskrimsus polda Riau dan beberapa oknum polsek lainnya yang dinilai melakukan pelanggaran kode etik disiplin anggota kepolisisn Negara Republik Indonesia. Hal ini pun telah kami laporkan di Propam Polda Riau beberapa bulan lalu akan tetapi, diduga karena semua adalah internalnya mereka sehingga laporan tersebut tidak diproses secara hukum, hening di Propam Polda Riau hingga sampai hari ini belum ada hasil penyidikan dari propam polda riau.

Ketum DPP Organisasi LIGHT INDEPENDEN BERSATU (Team LIBAS) Republik Indonesia, Elwin Ndruru. Menerangkan, bahwa pengaduan yang nantinya akan disampaikan kepada Bapak Kapolri maupun laporan pengaduan kepada berbagai instansi terkait, tujuannya adalah sebagai kepedulian Anak Bangsa yang juga mempunyai hak untuk mengawasi jalannya pemerintahan Republik Indonesia yang bersih terbebas dari tindakan kejahatan tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Kita sebagai Lembaga masyarakat mengharapkan penegak hukum maupun pemeritahan yang bersih, terutama penengah hukum agar benar-benar melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” pintanya.

Elwin menambahkan, dirinya berharap kepada bapak Kapolri agar segera menindak lanjuti pengaduan ini dan mengevaluasi kinerja kapolda riau Irjen Pol M. Iqbal yang dinilai gagal di provinsi riau.

“Kita berharap agar bapak Kapolri dapat berlaku adil dan memberikan sanksi tegas terhadap kapolda riau bila perlu copot kapolda riau dan seluruh oknum yang ditemukan bermain hukum di balik layar,” tegasnya.

(Tim- R Zebua)

Aiptu H.Panjaitan Rayakan Natal Sambil Bertugas Digereja Pada Hari Natal

Yutelnews.com – Kota Bekasi.

Menjadi seorang Umat Kristen di seluruh dunia merayakan Hari Natal pada 25 Desember sebagai momen kebahagiaan menandai kelahiran Sang Juru Selamat.

Untuk menyambut Natal seluruh umat nasrani sibuk menyiapkan segala keperluan untuk menyambut dan memeriahkan hari natal.

Dari malam kebaktian atau misa Natal, menghias pohon natal dirumah masing-masing hingga puji-pujian kepada Sang Juru Selamat.

Dalam hening malam Natal yang penuh keajaiban, puisi menjadi media indah yang menggambarkan keagungan momen suci ini.

Tapi Bhabinkamtibmas jatibening baru polsek pondok gede polres metro Bekasi kota Aiptu Heidy Panjaitan yang juga seorang umat kristiani tak bisa merayakan malam misa dan hari natal bersama keluarga tercinta.

Sosok anggota polri tersebut tetap menjalankan tugas seorang bhabinkamtibmas untuk menciptakan suasana nyaman,aman dan tenang untuk orang yang sedang merayakan hari bahagia pada natal 2023.

Beliau dibantu Babinsa dan satpol pp kecamatan pondok gede untuk menjaga keamanan di gereja GPIB Jatipon bang Jl. Sekolah Kapin Gg Gereja Rt.09/04 jatibening baru.

Pada kesempatan yang baik tersebut Aiptu H.Panjaitan mengucapkan ” Selamat Natal! Hari yang baik ini kami berkumpul dalam kasih, mengekspresikan cinta dan toleransi antar sesama. Natal mengajarkan kita untuk saling menghormati, menerima perbedaan, dan merayakan kebersamaan.

Karenanya, mari kita raih makna Natal dengan mengasihi, memaafkan, dan memberi damai, Tutup Bhabinkamtibmas Jatibening baru.

Yusup Bahtiar.

Kapolri Apresiasi Ormas Keagamaan Yang Ikut Amankan Natal Tahun 2023

 

 

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., meninjau Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan Gereja Katedral di Jakarta, Minggu (24/12).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat, Organisasi Masyarakat (Ormas) keagamaan, serta instansi terkait yang turut serta dalam mengawal berjalannya kegiatan Natal tahun 2023.

Hal ini menunjukkan toleransi yang kuat di Indonesia, di tengah keberagaman yang dimiliki. Kapolri menuturkan bahwa kekuatan kebersamaan tersebut berguna untuk mewujudkan cita-cita bangsa menjadi negara yang maju, serta menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.

“Kegiatan pengamanan dilaksanakan di dalamnya tidak hanya unsur Polri, TNI, namun juga melibatkan sahabat-sahabat dari ormas agama lain, ada NU, Muhammadiyah, dan juga ormas keagamaan lainnya.

Ini menunjukan bahwa toleransi di Indonesia terkait keberagaman yang kita miliki sampai saat ini terus terjaga dengan baik. Ini adalah kekuatan kita menjaga keberagaman dan untuk mewujudkan cita-cita kita menjadi negara maju, menjadi Indonesia Emas tahun 2045,” tutur Kapolri.

 

 

Yusup Bahtiar.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.