Pj Gubernur Aceh Diminta tidak Gunakan Dana Otsus untuk Penyelenggaraan PON 2024 di Aceh 

PEMERINTAHAN108 Dilihat

YUTELNews.com | Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, diminta untuk tidak menggunakan dana otonomi khusus (otsus) untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Aceh.

Permintaan ini disampaikan Ikatan Mahasiswa Pemuda (IMP) Seramo Mekah melalui aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Aceh, Senin 23 Oktober 2023.

“Kami tidak menolak PON, Kami hanya tidak ingin dana otsus dipergunakan untuk PON,”ujar Koordinator Lapangan, T Wariza Aris Munandar.

Dia mengatakan, harusnya dana otsus tersebut dipergunakan sebagaimana mestinya, bukan untuk kegiatan PON. Mereka menginginkan PON 2024 harus tetap dilaksanakan, namun tidak menggunakan dana otsus.

Selanjutnya, pihaknya meminta Pj Gubernur Aceh segera mendesak Pemerintah Pusat untuk mengucurkan anggaran penyelenggaraan PON di Aceh, Mereka juga mendesak Achmad Marzuki untuk komitmen dalam penyelenggaraan PON di Aceh dengan sebaik-baiknya.

Kata Wariza, pihaknya juga mendesak Pemerintah Aceh untuk memberikan fasilitas yang layak untuk atlet-atlet Aceh, dan IMP Seramo Mekah mengutuk keras Pemerintah Aceh jika infrastruktur dan prasarana PON tidak dibangun dengan baik di Aceh.

“Sekarang mana Pj Gubernur Aceh? Kami minta hadirkan sekarang juga. Kami mau nunggu Pj Gubernur Aceh. Sebelumnya dijanjikan untuk ketemu hari ini. Mana janjinya?” tuturnya.

Wariza menegaskan aapabila tuntutan mereka saat ini tidak digubris dan Pj Gubernur Aceh enggan menemui massa, maka dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan aksi jilid III dengan menghadirkan massa yang lebih banyak lagi.

Pada kesempatan itu, Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar, saat menemui massa mengatakan Pj Gubernur Aceh kini sedang ada acara silaturahmi bersama Kapolda Aceh, di Pendopo Gubernur Aceh. “Sehingga saya yang diminta untuk menerima massa,” tutupnya.

Dari pantauan awak media, sebelum memasuki halaman Kantor Gubernur Aceh, massa terlebih dahulu melakukan aksi bakar ban di depan pintu masuk. “Untuk membakar semangat kita, kita lakukan pembakaran ban,” kata salah seorang orator aksi.

(Kaperwil Aceh – Said Yan Rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *