Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia Gelar RAPIMNAS Ke-8, Wujudkan Perubahan Susun Struktural yang Profesional 

YUTELNews.com | lembaga anti korupsi Republik Indonesia (LAKRI) laksanakan Rapimnas untuk pembenahan struktural Dewan pimpinan nasional Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia LAKRI pasca meninggalnya almarhum bapak Bejo sumantoro sekretaris jenderal, serta perbaikan struktural dan SK sekretariat jenderal dewan pimpinan Nasional LAKRI, dilaksanakan Hotel Sutan Raja Soreang Kabupaten Bandung, Senin (30/10/2023).

Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia dibuka secara langsung oleh ketua Dewan pelindung LAKRI Mayjen TNI (Purn) Sabar Yudo Suroso dengan dihadiri perwakilan pengurus lembaga anti korupsi Republik Indonesia (LAKRI) seluruh Indonesia.

Dalam sambutan orasi kebangsaan yang disampaikan ketua Dewan pelindung LAKRI Mayjen (Purn) Sabar Yudo Suroso, bahwa LAKRI diakui di negara ini sebagai cikal bakal berdirinya Lembaga Korupsi, dimana pada saat itu mantan panglima RI jenderal Joko Santoso memerintahkan langsung kepada Ketua umum untuk membentuk LAKRI, Karena pada saat itu negara ini sedang santer-santernya korupsi.

LAKRI Ini sangat luar biasa kita bisa satu komando dalam acara rapinas yang diselenggarakan ini, ketua umum bisa menyatukan anak bangsa dari seluruh pelosok di lembaga LAKRI,” ucapnya.

LAKRI ini tentunya bukan saja dibentuk untuk menangani korupsi saja tetapi secara sosialnya bisa dilaksanakan oleh strukturnya ini merupakan satu hal yang luar biasa, jadi kita harus terus pegang satu komando dan LAKRI akan semakin besar juga saya yakin ini akan menjadi panutan atau menjadi pandangan bagi lembaga-lembaga yang lain,” imbuhnya.

Saya selaku ketua Dewan pelindung LAKRI mengucap terima kasih besar-besarnya atas partisipasi seluruh anggota lakri di seluruh Indonesia, ini sangat luar biasa dari Sabang sampai Merauke hadir bahkan ada panglima Kujang dari Kalimantan ini luar biasa, mudah-mudahan LAKRI bisa lebih maju dan tambah sukses kedepannya, oleh karena itu mari kita sukseskan Rapimnas ini dengan pembenahan dan perbaikan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama ketua umum LAKRI HM. Steven Samuel Lee Terok Lahengko.SH.Sth menyampaikan selamat datang kepada seluruh jajaran pengurus DPP Ptovinsi dan DPK Kabupaten seluruh Indonesia, ” kita

kumpul disini bukan karena satu darah, saat ini kita hadir di sini tidak sedarah tapi kita punya hubungan lebih dari saudara,” ucapnya.

Hanya LAKRI kita berkumpul tanpa melihat status baik itu Kiyai ,Haji, Pendeta bisa duduk berdiri sama-sama tidak ada perbedaan. Kita berada di sebuah keluarga besar rumah besar di mana kita adalah penghuni dari pemilik rumah besar tersebut, yaitu LAKRI.

Hari ini saya sangat bangga karena kita melanjutkan apa yang sudah kita tanamkan, apa yang sudah diberikan dan diarahkan oleh almarhum jenderal Djoko Santoso kepada saya, dirinya mengatakan ” Kita harus memiliki sebuah organisasi atau lembaga yang dapat mengawasi pemerintahan ini karena pemerintah sudah di hinggapi oknum-oknum korup yang menggerogoti hak

masyarakat,” ucap Steven Ketum Lakri, dan bagaimana perjuangan dari almarhum sekjen sumantoro berjuang saiang semalam membantu masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia untuk menyelesaikan perkara-perkara yang ada untuk menolong masyarakat karena mereka haknya di rampas di Dzolimi dan LAKRI hadir untuk membantu mereka tanpa meminta sesuatu dari mereka, tandas Steven.

Saya berharap kita memiliki struktur yang lebih baik melanjutkan program-program yang direncanakan dan sudah dilaksanakan atau dikerjakan melanjutkan kasus-kasus yang sudah ditangani oleh LAKRI terhadap curiga satu sama lain tanpa ada perpecahan satu sama lain, “Kita hadir untuk membantu masyarakat bukan untuk bikin susah masyarakat, LAKRI Bisa… LAKRI Kuat… LAKRI tidak takut.

(Rev Yans)

Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia Gelar RAPIMNAS Ke-8, Wujudkan Perubahan Susun Struktural yang Profesional 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page