YUTELNEWS.com|| DPR RI bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Sosialisasi Manajemen Bisnis Untuk UMKM yang berlangsung di GOR Desa Nanjung Kec. Margaasih Kab.Bandung, Selasa (07/11/2023).

Sosialisasi yang di gelar berkat kerjasama DPR RI dan BRIN, dalam rangka untuk pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di ikuti 250 pelaku UMKM di Kabupaten Bandung.

Sosialisasi ini untuk membantu UMKM dalam meningkatkan potensi pelatihan yang dibimbing oleh tim BRIN yang sudah sangat profesional dan pengalaman di bidangnya.

Dalam kesempatannya Rian Firmansyah S.Pd sebagai anggota DPR-RI Komisi VII dari Partai NASDEM berharap, Sosialisasi yang di gelar bersama BRIN bisa memberikan bimbingan kepada UMKM dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kinerja UMKM dalam menciptakan inovasi dan Manajemen yang baik bagi seluruh peserta yang berasal dari berbagai bisnis UMK.

Menurutnya, Kelompok usaha UMKM yang sudah( existing) bisa mengatur dari mulai tahapan produksi, tahapan finansial, tahapan distribusi sampai pada konsumen agar layak dikonsumsi dan digunakan, ini bukan satu hal yang mudah maka perlu pelatihan juga bimbingan teknis.

Saya harap tentunya UMKM ini bisa lebih meningkatkan kwalitas keahlian-keahlian di bidang UMKM nya, juga terus berpikir kreatif dalam rangka mempromosikan produk-produknya agar omsetnya lebih banyak dan lebih dari yang ditargetkan oleh para UMKM,” ungkap Rian Pada Bandung.Nkrikitanews.com usai acara.

Rian menambahkan, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan bintek bersama BRIN ini para UMKM bisa lebih berdaya guna dan juga berhasil guna, di mana secara sumber daya manusia bisa lebih berpikir untuk lebih maju dan nyata.

Anggota dewan yang akrab disapa Kang Rian ini juga menyampaikan, bahwa bagi pelaku UMKM modal itu merupakan sangat di perlukan juga merupakan hal yang utama, namun tidak kalah penting bahwa pelaku UMKM harus memperhatikan kreasi produk yang akan diluncurkan atau dijual yang nantinya akan disampaikan kepada konsumen atau pelanggan.

Jadi kalau misalkan modal tanpa kreasi, begitu juga kreasi produk tanpa modal itu juga sebenarnya tidak lengkap, namun kesemuanya itu harus seimbang karena jika kita berbicara terkait permodalan itu sangat relatif tergantung daripada garapan atau rumpun usaha kita seperti apa,” ujar Rian.

Tentunya pemerintahan Daerah dalam hal ini juga sebuah keniscayaan apabila APBD ataupun APBN sepenuhnya bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat, apalagi masyarakat usaha mikro kecil menengah dan kami di komisi Vll terus mengutarakan dan menggalakan bagaimana UMKM ini agar terus berdaya dari segala sisi terutama dari permodalan dan juga dari segi pikiran-pikiran kreatif, produk-produk kreatif yang akan dikelola dan diproduksi oleh UMKM ini, tegasnya.

Dengan potensi wisata yang ada di Kabupaten Bandung dan Bandung Raya, kang Rian juga menganggap bahwa ini merupakan sebuah potensi yang bisa digali dengan menyinkronkan antara UMKM dan pelaku wisata sebagai bentuk kolaborasi yang baik dengan ekonomi kreatif.

Menurut kang Rian bahwa pariwisata merupakan sebagai lokomotif utama di Kabupaten Bandung dan sekitarnya menjadi hal yang utama untuk di sinkronisasi dan disinergiskan, di mana ini merupakan peran kita bersama baik pemerintahan dan para pelaku UMKM.

(Rev. Yans)

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page