Diteriaki Maling Saat Meliput Mobil Tangki Pertamina,  Diduga Geng Mafia BBM sebagai Pelaku Pengeroyokan 4 orang Wartawan

HUKUM43 Dilihat

YUTELNEWS.com | Kejadian yang menimpa kepada 4 orang korban profesi wartawan tergolong brutal dan sadis, Karena saat mereka hendak melakukan tugas jurnalistik nya dalam peliputan terhadap mobil tangki pertamina yang bermuatan BBM Bersubsidi jenis solar kencing di Desa Manunggang Jae, kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara, diteriaki maling oleh seorang perempuan sambil memegang sepotong kayu yang diduga istri dari penadah minyak alias mafia BBM, akhirnya ke 4 orang wartawan yang sedang menjalankan profesinya bonyok dan atau babak belur dihajar yang diduga geng mafia BBM, Senin 13/11/2023.

Salah satu Wartawan yang menjadi korban pengerokan Ali Yusron Dongaran, Selasa (14/11/2023), Kepada Kabarreskrim.net mengatakan dia dan 3 rekannya sudah membuat Laporan Resmi ke Pihak Penegak Hukum dalam hal ini Polres Kota Padangsidimpuan denga Berdasarkan Laporan Polisi No : STTLP/B/518/XI/2023/SPKT/POLRES PADANG SIDEMPUAN/POLDA SUMATERA UTARA.

“Ali Yusron Dongaran wartawan salah satu media online, Transtv 45.com didampingi ke tiga rekannya yang menjadi korban Pengerokan yang diduga dilakukan gerombolan mafia BBM bersubsudi jenis Solar ini berharap kepada Kapolres Kota Padangsidimpuan melalui jajarannya untuk segera mengusut tuntas dugaan mafia bbm dan segera memeriksa semua yang terlibat dalam pengerokan ini,” harapnya.

“Kami sebagai korban pengerokan yakin dan percaya di bawah Komando Kapolres AKBP Dudung Setyawan jajaran Polres Kota Padangsidimpuan mampu mengusutnya hingga tuntas dan jangan sampai terkesan ada ditutup tutupi,” tandasnya.

Sebelumnya, setelah kejadian pada malamnya waktu ke 4 orang wartawan yang menjadi korban pemukulan membuat laporan ke kepolisian, yang diduga sebagai otak pelaku pengeroyokan sudah dijemput ke TKP karena sudah berada dikantor Polisi tapi di lepas kembali oleh pihak kepolisian karena terduga dan istrinya hingga saat ini diduga masih bebas berkeliaran.

(Kabiro Mora)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *