YUTELNEWSINDO.com | Bupati Natuna akhirnya mengakui keterbatasan wewenang sebagai masalah besar dalam mendorong kemajuan daerah. Pengakuan tersebut disampaikannya melalui sejumlah media pada Jumat (22/8/2025).
Pernyataan ini sontak menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat. Pasalnya, saat masa kampanye lalu, Bupati kerap melontarkan janji-janji manis seolah semua persoalan Natuna mudah untuk diselesaikan. Kini, alasan keterbatasan wewenang justru dijadikan tameng.
“Dulu kampanye bilang gampang, akan bangun ini dan itu. Sekarang setelah jadi Bupati, malah beralasan terbatas wewenang. Jadi, mana tanggung jawab janji-janji itu?” kritik salah seorang warga Natuna kepada media.
Banyak pihak menilai, pengakuan ini sekaligus membuka tabir bahwa janji politik yang dulu diucapkan tidak lebih dari sekadar retorika untuk meraih simpati. Warga pun membandingkan sikap Bupati saat ini dengan perjuangan pemimpin terdahulu, yang meski penuh keterbatasan tetap mampu melahirkan capaian pembangunan nyata.
Kesadaran akan keterbatasan mungkin menjadi hal wajar bagi seorang kepala daerah. Namun, publik mengingatkan bahwa kejujuran seharusnya hadir sejak awal, bukan setelah janji kampanye tidak mampu ditunaikan. (Bah)






















