KOTA BEKASI – YUTELNEWS.com || Peristiwa memilukan terjadi di kawasan TPST Bantar Gebang ketika longsoran gunungan sampah menimbun sejumlah warga dan sopir truk pengangkut sampah yang sedang beraktivitas di lokasi tersebut, 09 Maret 2026.
Detik-detik proses evakuasi korban terekam oleh kamera warga dan beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman tersebut terlihat petugas bersama warga berusaha mengevakuasi korban dari timbunan sampah yang bercampur air dan lumpur. Suasana di lokasi dipenuhi kepanikan sekaligus rasa haru saat proses pencarian berlangsung di tengah kondisi yang sulit.
Informasi sementara yang dihimpun dari lapangan menyebutkan sekitar lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsoran sampah.
Para korban diduga berada di sekitar area pembuangan saat kejadian berlangsung, termasuk beberapa sopir truk yang sedang melakukan aktivitas bongkar muat.
Untuk mempercepat proses penanganan, petugas mengerahkan 13 unit alat berat jenis ekskavator guna mengangkat tumpukan sampah yang menutup lokasi kejadian.
Dalam proses evakuasi, beberapa korban bahkan harus diangkat menggunakan ekskavator karena tertimbun cukup dalam di antara sampah dan genangan air.
Longsoran tersebut juga berdampak pada sejumlah kendaraan pengangkut sampah yang berada di sekitar lokasi.
Beberapa truk berhasil ditarik keluar dari area longsor, namun sebagian mengalami kerusakan berat akibat tertimbun material sampah.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dikabarkan akan menanggung biaya penanganan bagi para korban dalam insiden tersebut.
Sementara itu, pengelola TPST Bantar Gebang berencana melakukan penataan ulang area operasional dengan memindahkan aktivitas di titik kejadian ke Zona 3, yang sebelumnya berada di area Zona 4A, sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi potensi risiko longsor di masa mendatang.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius akan besarnya risiko yang dihadapi para pekerja dan warga yang beraktivitas di kawasan tempat pembuangan sampah terbesar di Indonesia tersebut.
Pemerintah dan pengelola diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh demi meningkatkan keselamatan di area TPST.
(Wowo)












