YUTELNEWS.com| SUKABUMI ,Komitmen memberantas narkoba kembali ditegaskan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara. Melalui tes urine massal terhadap petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), seluruh peserta dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan Tahun 2026, Senin (06/04/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, di lingkungan Lapas Warungkiara.
Pelaksanaan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa tes urine ini merupakan langkah nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan Lapas Warungkiara benar-benar bersih dari narkoba. Tidak ada toleransi bagi siapa pun, baik petugas maupun warga binaan,” tegasnya.
Sebanyak 86 petugas dari berbagai bidang mengikuti tes, mulai dari pejabat struktural, regu pengamanan, staf KPLP, Kamtib, Binadik, Tata Usaha, hingga CPNS. Selain itu, 60 WBP juga turut menjalani tes urine yang dilakukan secara acak.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel dinyatakan negatif, menjadi indikator kuat bahwa lingkungan Lapas Warungkiara dalam kondisi bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Kurnia menambahkan, hasil ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pengawasan dan pembinaan secara berkelanjutan.
“Kami tidak akan lengah. Lingkungan yang bersih dari narkoba harus terus dijaga demi keamanan dan ketertiban bersama,” ujarnya.
Tes urine ini juga menjadi bagian dari langkah deteksi dini guna mencegah potensi gangguan keamanan dan peredaran gelap narkotika di dalam lapas.
Selain itu, kegiatan ini merupakan implementasi Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus mendukung program “BersiNAR” (Bersih dari Narkoba) sebagai pilot project nasional dalam upaya P4GN.
Dengan hasil yang seluruhnya negatif, Lapas Warungkiara kembali menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan bebas dari narkoba.
Reporter: Mirna
Kabiro Sukabumi





















