ACEH – YUTELNEWS.COM ||
Masyarakat Aceh kembali dibuat kecewa akibat terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah pada malam meugang, momentum sakral yang menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Aceh dalam menyambut Hari Raya Iduladha.
Di tengah aktivitas masyarakat membeli, memasak, dan mengolah daging bersama keluarga, listrik justru padam. Kondisi tersebut memicu keluhan warga karena sebelumnya [PLN](https://www.pln.co.id?utm_source=chatgpt.com) sempat menyampaikan bahwa kondisi kelistrikan telah kembali normal dan stabil pascagangguan yang terjadi di wilayah Sumatera.
Praktisi hukum, Riki Iswandi, menilai pemadaman di malam meugang menunjukkan kurangnya kesiapan dan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat Aceh pada momentum penting keagamaan dan adat.
“Meugang bukan hanya tradisi biasa, tetapi budaya yang memiliki nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan religius. Sangat disayangkan masyarakat harus merasakan gelap di malam yang penting seperti ini,” ujarnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak terus berulang dan meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kelistrikan agar masyarakat tidak kembali dirugikan pada momen besar keagamaan.
Terkait rilisan yang beredar dan dibagikan di grup rilisan Yutelnews.com, awak media Yutelnews telah melakukan konfirmasi melalui pesan di grup WhatsApp rilisan khusus Yutelnews sebelum berita ini diterbitkan, sebagai bagian dari penyampaian informasi kepada publik dengan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dan profesionalitas jurnalistik.
(Darman Kepala Biro Natuna, Yutelnews.com)














