Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (PTKM), yang akrab disapa flu Singapura, kini menjadi perhatian serius para ahli kesehatan. Dokter spesialis anak dari Mandaya Royal Hospital Puri, Handayani, memberikan peringatan tegas mengenai potensi penularan penyakit ini yang disebut-sebut dapat melampaui kecepatan penularan COVID-19. Menurutnya, satu kasus PTKM berpotensi menyebarkan virus kepada 12 orang di sekitarnya, sebuah angka yang cukup mengkhawatirkan mengingat tingginya interaksi sosial di kalangan anak-anak.
Jalur Penularan PTKM yang Cepat dan Luas
Penularan PTKM sangat mudah terjadi melalui berbagai cara. Virus penyebabnya dapat menyebar melalui percikan ludah (droplet) saat batuk atau bersin, berbagi peralatan makan, hingga kontak langsung dengan benda-benda yang terkontaminasi di tempat bermain anak. Lingkungan yang sering dikunjungi anak-anak, seperti taman bermain, sekolah, atau tempat penitipan anak, menjadi area yang sangat rentan terhadap penyebaran penyakit ini.
Mengenal Enterovirus 71 (EV71), Biang Keladi PTKM yang Berbahaya
Penyakit PTKM sendiri disebabkan oleh berbagai jenis virus. Namun, dari semua jenis tersebut, Enterovirus 71 (EV71) menjadi yang paling berbahaya. Keberadaan virus ini patut diwaspadai karena sifatnya yang “bandel”. EV71 termasuk dalam kategori virus non-envelope, yang berarti tidak memiliki lapisan pelindung. Hal ini memungkinkannya untuk bertahan hidup di berbagai permukaan benda selama lebih dari satu hari, meningkatkan risiko penularan secara signifikan.
Dampak negatif yang ditimbulkan oleh infeksi EV71 bisa sangat bervariasi, mulai dari gejala ringan yang tidak mengganggu, gejala sedang, hingga kondisi yang cukup parah. Yang paling mengkhawatirkan adalah potensi komplikasi fatal yang dapat menyerang sistem saraf pusat, termasuk radang otak atau ensefalitis. Kondisi ini dapat menimbulkan kerusakan permanen atau bahkan berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Strategi Perlindungan yang Efektif: Vaksinasi dan Kebiasaan Sehat
Menghadapi ancaman penularan PTKM, dokter Handayani menekankan pentingnya pemberian vaksinasi pada anak sebagai langkah preventif utama. Vaksin EV71 secara khusus telah dikembangkan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap jenis virus yang paling berbahaya ini.
- Jadwal Vaksinasi EV71:
Vaksin EV71 dapat diberikan kepada anak-anak sejak usia enam bulan hingga 71 bulan. Pemberiannya dilakukan dalam dua dosis dengan jeda waktu satu bulan di antara kedua suntikan. Pemberian vaksin ini sangat penting untuk membangun kekebalan tubuh anak terhadap infeksi serius yang disebabkan oleh EV71.
Selain vaksinasi, menjaga pola hidup bersih dan sehat juga menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran PTKM. Beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan antara lain:
- Kebersihan Tangan: Biasakan anak untuk mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah bermain, sebelum makan, dan setelah dari toilet.
- Disinfeksi Mainan: Lakukan disinfeksi secara berkala terhadap mainan anak, terutama yang sering digunakan di luar rumah atau dibagikan dengan teman.
- Asupan Gizi dan Hidrasi: Pastikan anak mendapatkan asupan gizi yang seimbang dan cukup air minum untuk menjaga daya tahan tubuhnya tetap prima.
- Penggunaan Masker: Saat berada di ruang publik, terutama di tempat yang ramai, penggunaan masker dapat membantu mengurangi risiko penularan melalui droplet.
Konsep Imunitas Kepompong untuk Perlindungan Keluarga Menyeluruh
Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, Vidi Agiorno, menambahkan bahwa strategi perlindungan tidak hanya terbatas pada anak-anak. Pemberian vaksinasi dapat diperluas ke seluruh anggota keluarga untuk menciptakan apa yang disebut sebagai cocoon immunity atau imunitas kepompong. Konsep ini melibatkan vaksinasi orang-orang terdekat dengan individu yang rentan, sehingga tercipta “kepompong” pelindung di sekeliling mereka. Dengan cara ini, risiko penularan kepada anggota keluarga yang paling rentan dapat diminimalkan secara signifikan.
Perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi di setiap tahapan usia. Hal ini merupakan investasi krusial untuk melindungi kesehatan seluruh anggota keluarga dari berbagai ancaman penyakit menular. Upaya edukasi yang berkelanjutan diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga melalui vaksinasi dan penerapan gaya hidup sehat.









































