Nanik S. Deyang Pimpin Badan Gizi Nasional: Momentum Pembenahan Program Makan Bergizi Gratis
Pengangkatan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto disambut positif oleh berbagai pihak. Wakil Ketua Komisi IX, Yahya Zaini, menilai pergantian kepemimpinan ini sebagai momentum krusial untuk membenahi kinerja BGN, terutama dalam pengelolaan program prioritas nasional, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Yahya, pengalaman Nanik S. Deyang yang intensif dalam melakukan pengawasan langsung ke berbagai daerah membuatnya sangat memahami seluk-beluk, dinamika, serta hambatan riil yang dihadapi program MBG di tingkat lapangan selama ini. Hal ini menjadi modal penting bagi Nanik untuk menakhodai BGN dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Saya memandang pergantian Kepala BGN oleh Nanik S. Deyang sebagai figur yang sangat tepat untuk menakhodai BGN. Pengalamannya yang intensif dalam melakukan pengawasan langsung ke berbagai daerah membuatnya sangat memahami seluk-beluk, dinamika, serta hambatan riil yang dihadapi program MBG di tingkat tapak selama ini,” ujar Yahya dalam keterangannya pada Rabu, Juni 2026.
Meskipun demikian, Yahya mengingatkan bahwa tugas berat sudah menanti Kepala BGN yang baru. Untuk memastikan program prioritas ini berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi pemenuhan gizi masyarakat, terdapat tiga tantangan utama yang mendesak untuk segera dibenahi.
Tiga Tantangan Utama Kepala BGN Baru
-
Perbaikan Tata Kelola Anggaran dan Operasional
Substansi mendasar yang perlu diperbaiki adalah transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola keuangan serta manajemen distribusi. Program MBG menyerap anggaran negara yang sangat besar, sehingga akurasi data penerima manfaat dan efisiensi rantai pasok (supply chain) dari pusat hingga ke daerah harus dipastikan bebas dari kebocoran. Perbaikan ini mencakup audit rutin, sistem pelaporan yang transparan, serta evaluasi berkala terhadap efektivitas penggunaan anggaran. -
Penegakan Disiplin dan Standardisasi Ketat
BGN perlu memperketat implementasi Standard Operating Procedure (SOP) di setiap unit penyedia makanan. Pengawasan berkala tidak boleh kendur. Belajar dari beberapa insiden keracunan makanan yang sempat terjadi di lapangan, penegakan disiplin higienitas dan kualitas bahan baku menjadi harga mati demi mencapai target “zero accident” atau nihil kecelakaan. Ini meliputi pelatihan rutin bagi penyedia makanan, sertifikasi kebersihan, serta pengujian kualitas bahan baku secara berkala. -
Penguatan Koordinasi Lintas Sektor dan Pemerintah Daerah
Faktor ini merupakan salah satu titik lemah yang kerap menghambat program skala nasional, yaitu ego sektoral. Kepala BGN yang baru dituntut untuk meningkatkan komunikasi sinergis dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, serta Pemerintah Daerah (Pemda). Sinergi ini sangat krusial, terutama dalam fungsi pengawasan terpadu di lapangan yang selama ini dinilai masih longgar. Pembentukan tim terpadu lintas kementerian dan pemda untuk memantau pelaksanaan program di lapangan dapat menjadi salah satu solusi.
Masyarakat kini menaruh harapan besar di bawah kepemimpinan Nanik S. Deyang untuk melihat perbaikan yang signifikan dalam program gizi nasional.
Latar Belakang Perubahan Kepemimpinan BGN
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari, di Kantor Presiden, Jakarta, pada Selasa, Juni 2026.
Dalam keterangan pers tersebut, diumumkan bahwa Presiden mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, beserta dua wakilnya, yaitu Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
“Pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional. Yang pertama adalah saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Yang kedua, saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Yang ketiga, saudara Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo Hadi.
Selanjutnya, Presiden Prabowo Subianto mengangkat Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Selain itu, posisi Wakil Kepala BGN diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Pengangkatan ini diharapkan membawa angin segar dan efektivitas baru dalam upaya perbaikan gizi masyarakat Indonesia melalui program-program unggulan BGN.















