Perombakan Kepemimpinan Badan Gizi Nasional: Siapa di Balik Perubahan Tiga Pejabat Utama?
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini mengambil langkah tegas dengan merombak jajaran kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Tiga pejabat kunci di lembaga yang bertanggung jawab atas program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) diganti secara mengejutkan. Perubahan ini terjadi di tengah santernya isu operasi tangkap tangan (OTT) yang sempat menerpa beberapa pejabat di BGN.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjadi salah satu pejabat yang posisinya diganti. Tak hanya dirinya, Wakil Kepala BGN, Brigjen Polisi Sony Sonjaya, dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung juga turut diganti dari jabatannya. Keputusan pergantian ini diumumkan secara resmi oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, Juni 2026.
“Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo Hadi, mengonfirmasi perombakan tersebut.
Struktur kepemimpinan BGN kini mengalami perubahan signifikan. Jabatan Kepala BGN yang baru akan dijabat oleh Nanik S. Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Sementara itu, posisi Wakil Kepala BGN akan diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Isu OTT yang Mengemuka Sebelum Pergantian Jabatan
Pergantian tiga pejabat utama BGN ini tak pelak menimbulkan spekulasi, terutama karena munculnya isu operasi tangkap tangan (OTT) yang beredar di kalangan publik dan media massa. Pekan lalu, isu penangkapan pejabat BGN oleh aparat penegak hukum sempat mengemuka dan menjadi sorotan.
Wakil Kepala BGN saat itu, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, menjadi salah satu pejabat yang namanya disebut-sebut terkena OTT oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Isu ini mulai beredar luas di kalangan awak media pada hari Kamis, 21 Mei 2026.
Menanggapi isu yang beredar, Sony Sonjaya kemudian menggelar konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada Senin, 25 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia secara tegas membantah kabar bahwa dirinya telah terkena OTT.
“Saya responsnya hari ini ada di sini, berbicara dengan rekan-rekan,” ungkap Sony Sonjaya saat itu, seperti yang dikutip dari pemberitaan media.
Secara definisi, Operasi Tangkap Tangan atau OTT merupakan istilah yang umum digunakan oleh media untuk menggambarkan tindakan penangkapan langsung terhadap seseorang yang tertangkap basah sedang atau baru saja melakukan tindak pidana. Kasus korupsi dan suap seringkali menjadi fokus dari praktik OTT ini.
Pihak Kejaksaan Agung sendiri, melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Anang Supriatna, juga telah memberikan bantahan terkait adanya operasi tangkap tangan yang menimpa pejabat di Badan Gizi Nasional.
Namun, menariknya, isu OTT ini tidak hanya menyasar pada sosok Sony Sonjaya. Nanik S. Deyang, yang kini dipercaya menjabat sebagai Kepala BGN yang baru, juga sempat dikabarkan menjadi sasaran isu serupa oleh aparat penegak hukum.
Perombakan di BGN ini menjadi sinyal bahwa pemerintah serius dalam memastikan integritas dan efektivitas lembaga-lembaga publik, terutama yang mengelola program-program vital bagi kesejahteraan masyarakat. Publik akan terus menantikan bagaimana kepemimpinan baru di BGN akan membawa angin segar dan memastikan program-program gizi nasional berjalan sesuai harapan.









