BANDUNG -YUTELNEWS.com// Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot kembali melakukan langkah konkret guna mengurangi banjir yang kerap melanda wilayah Kecamatan Dayeuhkolot setiap kali hujan deras
Kali ini, Pentahelix Dayeuhkolot bersiap untuk melaksanakan kegiatan normalisasi dan pengerukan dua sungai yang kerap menyebabkan banjir yakni Sungai Cikapundung dan Sungai Cigede akibati tingginya sedimentasi.
Ketua Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto mengatakan rencana normalisasi dan pengerukan sedimentasi Sungai Cikapundung dan Cigede akan mulai dilaksanakan pada pekan ini. Direncanakan pengerjaan memakan waktu sekitar satu bulan.
“Saat ini kita tengah persiapan untuk memulai pengerukan. Alat berat berupa long arm untuk mengeruk sungai sudah berada di lokasi. Mudah-mudahan bisa selesai dalam satu bulan ke depan,” ujar Tri Rahmanto saat persiapan pengerukan.
Tri berharap upaya normalisasi dan pengerukan Sungai Cikapundung dan Cigede, disamping pengerukan Sungai Citarum dapat secara signifikan menurunkan atau mengurangi dampak banjir di Kecamatan Dayeuhkolot.
“Kami optimistis dengan kolaborasi semua pihak, banjir di Dayeuhkolot dapat terus berkurang. Kami mohon doa restu dan dukungan dari semua pihak termasuk para pengusaha di Dayeuhkolot,” ungkap Tri Rahmanto.
Sementara itu, Danramil Dayeuhkolot Asep Yuhana menambahkan pihaknya bersama jajaran Forkopimcam siap mendukung penuh upaya penanganan banjir yang dilaksanakan oleh Panitia Pentahelix Dayeuhkolot.
“Sesuai arahan dan instruksi Bupati Bandung dan Dandim 0624/Kabupaten Bandung, kami bersama Forkopimcam Dayeuhkolot siap mendukung penuh upaya penanganan banjir di Dayeuhkolot ini. Kami siap melakukan penguatan di lapangan,” ujar Danramil.
Menurutnya, tingginya tingkat sedimentasi selama ini menjadi biang keladi utama air sungai meluap dan akhirnya merendam pemukiman warga. Ia optimistis pengerukan sungai yang akan dilaksanakan oleh Pentahelix Dayeuhkolot dapat mengurangi banjir.
“Hari ini kami bersama Panitia Pentahelix mulai menyiapkan alat berat jenis long arm yang dipasang di atas ponton khusus. Alat ini bisa beroperasi langsung di tengah sungai untuk mengeruk endapan lumpur yang menumpuk,” jelas Danramil.
Rencananya, pengerukan akan berlangsung intensif selama satu bulan penuh. Kehadiran alat berat ini bisa terwujud berkat dukungan penuh Pemkab Bandung dan pengusaha lokal yang peduli lingkungan.
Hasil Kerukan Bisa Diambil Gratis
Ada kabar baik bagi warga yang membutuhkan material tanah atau lumpur. Sedimen hasil pengerukan boleh diambil secara gratis, tanpa biaya apapun. Syaratnya sederhana. Cukup berkoordinasi terlebih dahulu dengan tim Pentahelix yang bertugas di lapangan.
Danramil juga mengimbau para pengusaha dan perusahaan-perusahaan di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot dapat ikut berkolaborasi dalam penanganan banjir di Dayeuhkolot dengan ikut berkontribusi secara nyata baik materi maupun dukungan lainnya.
“Kami mengajak dan mengimbau para pengusaha di Dayeuhkolot untuk ukut mendukung dan berkontribusi dalam penanganan banjir di Dayeuhkolot ini. Sebab, kalau Dayeuhkolot banjir bukan hanya masyarakat yang terdampak, pengusaha dan para pekerja juga ikut terdampak,” tuturnya. (**)
Yans.




















