Kab.Bandung — YUTELNEWS.com// Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Camat Kankan Taofik B S.I.P beserta jajaran Pemerintah Kecamatan Bojongsoang menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus menekankan pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan elemen masyarakat.
Langkah kolaboratif ini dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendorong pembangunan di wilayah Kecamatan Bojongsoang.
”Saya mengucapkan selamat Hari Bhayangkara yang ke-80 untuk seluruh anggota Polri, khususnya para anggota di Polsek Bojongsoang. Semoga Polri semakin kuat, semakin dipercaya, dan semakin dicintai oleh masyarakat,” ujar Camat Kakan Taufik B.S.Ip, dalam keterangannya saat di temui usai hadiri acara syukuran kenaikan pangkat, pemberian penghargaan serta pelepasan Purna tugas personil Polsek Bojongsoang di aula kantor Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. pada Kamis 02/072026.
Camat Kankan Taufik B.S.I.P pun memberikan apresiasi tinggi kepada Mapolsek Bojongsoang yang telah memberikan penghargaan kepada sejumlah elemen masyarakat yang dinilai berkontribusi aktif, salah satunya kepada Ketua Rw 17 Kp Cijagra, Desa Bojongsoang ibu Sumiati. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi warga lain untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.
Lebih lanjut di sampaikan Camat Kankan, pentingnya peran aktif masyarakat ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data yang dipaparkan, Kecamatan Bojongsoang saat ini mengayomi sekitar 112.000 jiwa penduduk, sementara jumlah karyawan kecamatan hanya berkisar 40 orang. Keterbatasan personil yang serupa juga dihadapi oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bojongsoang dalam mengamankan wilayah yang cukup luas.
”Tentu keamanan dan ketertiban ini akan sulit dicapai jika hanya mengandalkan pemerintah atau Polri saja. Namun, dengan adanya kolaborasi dan jejaring yang kuat hingga ke tingkat RT/RW, kita bisa bergerak cepat menindaklanjuti segala potensi gangguan,” tambahnya.
Selain sektor keamanan, peran serta masyarakat berupa swadaya murni kini menjadi tumpuan krusial di bidang pembangunan, mengingat adanya penurunan atau keterbatasan anggaran infrastruktur di tingkat desa. Kehadiran para tokoh masyarakat, pengusaha, hingga kaum agnia (dermawan) sangat dibutuhkan untuk menutup celah keterbatasan fiskal tersebut.
Sebagai contoh konkret, Camat Kankan juga menyoroti program bantuan Pemerintah seperti BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) untuk perbaikan rumah tidak layak huni. Di tengah kondisi ekonomi saat ini, Pemerintah hanya mampu memberikan stimulan dana sekitar 20 juta rupiah per unit rumah.
”Membangun rumah dengan anggaran 20 juta tentu sangat minim. Di sinilah program tersebut menuntut adanya kata ‘Swadaya’. Keberhasilan pembangunan pada akhirnya lahir dari partisipasi, gotong royong dan swadaya masyarakat sekitar untuk menuntaskannya,” pungkas Kankan.
Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, seluruh elemen di Kecamatan Bojongsoang diharapkan dapat terus merawat semangat gotong royong demi mewujudkan lingkungan yang aman, kondusif, dan berdaya.
Yans.


















