Pria Teriak AHY dan Prabowo di Stasiun Duri Diduga Pengaruh Narkoba

KAI Commuter Memberikan Penjelasan Terkait Video Viral

KAI Commuter akhirnya memberikan penjelasan terkait video yang viral di media sosial, yang menampilkan seorang pria berteriak menyebut nama tokoh publik saat diamankan oleh petugas keamanan di Stasiun Duri, Jakarta Barat. Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan, KAI Commuter menyatakan bahwa pria tersebut diduga sedang dalam pengaruh obat-obatan saat berada di area stasiun pada Selasa (30/6/2026) pagi.

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa peristiwa bermula sekitar pukul 07.30 WIB di area gate utama Stasiun Duri. Saat itu, Petugas Keamanan Dalam (PKD) yang sedang berjaga mencurigai gerak-gerik seorang pria di area reading spot lantai atas stasiun. Pria tersebut disebut berada di area publik tanpa mengenakan baju dan menunjukkan perilaku yang mencurigakan.

Petugas PKD yang sedang bertugas kemudian mendekati pria tersebut dan meminta secara persuasif agar keluar dari area stasiun untuk menjaga kenyamanan pengguna Commuter Line. Namun, menurut Leza, pria tersebut tidak kooperatif dan justru melakukan perlawanan.

“Namun demikian, pria tersebut justru merespons dengan tidak menghargai petugas, memberontak, serta melakukan perlawanan saat hendak diarahkan keluar,” ujar Leza dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Selasa (30/6/2026).

Untuk mengantisipasi situasi yang semakin tidak kondusif, petugas akhirnya mengamankan pria tersebut guna dimintai keterangan mengenai identitasnya. Akan tetapi, pria tersebut tidak dapat memberikan identitas maupun penjelasan yang jelas.

Leza menegaskan bahwa sebelum mengambil tindakan tegas, petugas telah lebih dahulu mengedepankan pendekatan yang humanis. “Petugas kami di lapangan awalnya sudah mengedepankan pendekatan yang sangat sopan dan persuasif. Namun, karena yang bersangkutan tidak kooperatif, mulai memberontak, dan berpotensi mengganggu kenyamanan, petugas terpaksa mengambil tindakan tegas terukur,” tambah Leza.

Setelah diamankan, pria tersebut kemudian dikeluarkan dari area stasiun. Petugas juga meningkatkan pengawasan di sekitar pintu masuk Stasiun Duri agar kejadian serupa tidak terulang. “KAI Commuter juga mengucapkan permohonan maaf kepada pengguna Commuter Line di Stasiun Duri atas ketidaknyamanan yang terjadi pada pagi hari ini,” tutupnya.

Teriakan Ferry Irwandi hingga Prabowo

Sebelumnya, video pengamanan pria tersebut viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, pria bertelanjang dada itu tampak digotong sejumlah petugas keamanan sambil meronta-ronta. Di tengah proses pengamanan, pria tersebut berteriak menyebut sejumlah nama tokoh publik.

“Tolong videoin, Ferry Irwandi, gue mahasiswa, calon mahasiswa taruna Akpol, AHY, tolong bapak Prabowo, wakil presiden, tolong-tolong. Laa Ilaaha Illallah,” ujar pemuda tersebut dalam video yang beredar.

Perekam video, Bayu, mengatakan insiden itu terjadi pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Ia mengaku awalnya terkejut mendengar suara teriakan dari dalam area stasiun. Saat itu, ia baru saja turun dari kereta ketika melihat sejumlah petugas membawa paksa seorang pemuda dari lantai dua menuju lantai satu menggunakan lift stasiun.

“Saya baru turun kereta, kaget ada suara orang teriak-teriak dimasukkan paksa dari lantai 2 ke lantai 1 via lift stasiun. Lalu orang tersebut digotong masuk ke ruang sekuriti Stasiun Duri,” kata Bayu.

Ia mengaku tidak mengetahui apakah pemuda tersebut merupakan penumpang KRL atau warga sekitar. “Statusnya penumpang atau warga sekitar saya kurang tahu. Yang pasti tangannya terborgol petugas stasiun,” ujarnya kepada .

Penjelasan Tambahan dari Saksi Mata

Bayu juga menyampaikan bahwa ia tidak tahu pasti apakah pria tersebut memiliki identitas resmi atau bukan. Ia hanya melihat bagaimana petugas mengamankannya dengan cara yang cukup keras. Menurutnya, pria tersebut tampak tidak stabil secara emosional dan mungkin sedang dalam kondisi yang tidak normal.

Selain itu, ia juga menyebut bahwa setelah pria tersebut dibawa ke ruang sekuriti, suasana di sekitar area stasiun kembali tenang. Namun, kejadian ini membuat banyak pengguna stasiun merasa khawatir dan ingin tahu lebih lanjut tentang siapa pria tersebut.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *