Buru, yutelnews com.
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan terus melangkah memperluas jangkauan peluang pendidikan tinggi hingga ke wilayah paling timur, termasuk Pulau Buru, Maluku. Melalui sosialisasi langsung yang digelar di Aula Universitas Iqra Buru (UNIQBU) pada Selasa (07/07/2026), upaya ini menjadi langkah nyata untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang nantinya menjadi tulang punggung kemajuan daerah. Rabu,/08/07/2026.
Ini adalah pertama kalinya LPDP menggelar kegiatan sosialisasi secara tatap muka di Pulau Buru. Sebagai wilayah yang masuk dalam kategori daerah afirmasi, Pulau Buru mendapatkan perlakuan khusus dalam kebijakan beasiswa — sebuah bentuk komitmen pemerintah untuk menghapus kesenjangan akses pendidikan antarwilayah. Tidak lagi terbatas pada informasi daring yang sering terhambat jaringan, kini putra-putri Buru dapat bertanya langsung dan memahami seluk-beluk program secara jelas.
Kepala Divisi Rekrutmen dan Seleksi Beasiswa LPDP, Andar Ramona Sinaga, menegaskan bahwa membangun daerah harus dimulai dari membangun kualitas manusianya terlebih dahulu. “Pulau Buru memiliki kekayaan alam yang melimpah, namun semua potensi itu tidak akan berkembang maksimal jika belum dikelola oleh tenaga ahli lokal yang kompeten. Misi kami adalah melahirkan generasi yang bisa pulang dan mengembangkan daerahnya sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dukungan ini didukung oleh kekuatan dana abadi yang dikelola LPDP. Saat ini total dana abadi mencapai Rp195,81 triliun, bertambah Rp15 triliun pada tahun ini khusus untuk sektor pendidikan. Dana ini menjadi jaminan keberlanjutan program beasiswa, riset, dan pengembangan budaya yang dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.
LPDP juga melakukan transformasi besar: tidak hanya membiayai studi, tetapi memastikan lulusannya mampu memberikan dampak nyata. Oleh karena itu, program beasiswa dibuka luas untuk dua kelompok keilmuan utama — bidang Sains, Teknologi, Rekayasa dan Matematika (STEM) yang mendukung pengelolaan sumber daya alam, serta bidang Sosial, Humaniora, Seni, Keagamaan dan Pendidikan (SHARE) yang membentuk karakter dan sistem sosial daerah.
Untuk memudahkan warga daerah afirmasi, sejumlah kemudahan diterapkan pada Seleksi Tahap 2 Tahun 2026. Persyaratan kemampuan bahasa Inggris diperluas penerimaannya — selain tes internasional, diterima juga sertifikat DET, TOEP, hingga bukti kemampuan dari lembaga bahasa perguruan tinggi terakreditasi. Bagi calon yang sudah mendapat surat penerimaan tanpa syarat dari kampus tujuan, persyaratan bahasa Inggris bahkan ditiadakan.
Daftar universitas unggulan tujuan studi juga diperluas dari 17 menjadi 31 lembaga terbaik dunia, memberikan lebih banyak pilihan bagi calon penerima untuk menempuh pendidikan sesuai minat dan kebutuhan daerah.
Rektor Universitas Iqra Buru, Dr. Muhammad Sehol, menyambut gembira langkah ini. “Selama ini banyak warga kami berpikir beasiswa seperti ini hanya untuk kota besar. Kini terbukti pintu terbuka lebar bagi siapa saja, mulai mahasiswa, guru, tenaga kesehatan, aparatur, hingga masyarakat umum. Ini jawaban atas harapan kami agar ketertinggalan pendidikan di sini bisa segera terkejar,” katanya.
Sejak beberapa tahun terakhir, sejumlah lulusan UNIQBU telah membuktikan bisa bersaing dengan berhasil mendapatkan beasiswa LPDP. Kini dengan sosialisasi langsung, diharapkan jumlahnya terus meningkat. Hingga saat ini, LPDP telah menyalurkan manfaat kepada lebih dari 625 ribu orang di seluruh Indonesia, dengan ribuan alumni yang sudah kembali mengabdi di berbagai sektor pembangunan.
Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 150 peserta ini, LPDP menegaskan komitmennya: peluang tidak akan tertutup bagi siapa saja yang berusaha. “Jika belum berhasil kali ini, persiapkan kembali dan coba lagi. Kami ingin generasi Pulau Buru menjadi pemimpin dan penggerak utama kemajuan daerahnya sendiri menuju Indonesia Emas 2045.
Korwil,m.(Ld rama).
Perluas Akses Beasiswa ke Pulau Buru, LPDP Cetak SDM Lokal Penopang Kemajuan Daerah.

















