NAMLEA, YUTELNEWS.COM—Warga Desa Namlea Ilath menolak tawaran damai yang melibatkan uang dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap siswa. Mereka menuntut keadilan melalui proses hukum tanpa kompromi pada, Jum’at (24/07/2026).
Kuasa hukum pelaku menawarkan uang untuk menyelesaikan kasus secara damai, dengan tawaran awal sekitar 16-20 juta rupiah.
Tawaran tersebut dianggap menghina oleh keluarga korban dan warga desa, yang menegaskan bahwa mereka tidak mencari keuntungan finansial dari penderitaan anak mereka.
Warga mendesak penegak hukum, khususnya Kapolres Buru, untuk meneliti penyidikan secara mendalam dan menuntut tindakan tegas terhadap penyidik jika ditemukan kelalaian.
Mereka menegaskan pentingnya tegaknya hukum tanpa pandang bulu dan bahwa semua pelaku harus ditangkap dan dihukum sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Keluarga dan warga Desa Namlea Ilath menuntut keadilan sejati dan menolak tawaran uang yang dianggap dapat mempengaruhi proses hukum,” ucapnya.
Mereka mengajak penegak hukum untuk bertindak adil dan tidak terpengaruh oleh pihak manapun.
(Korwil M, LD Rama)





















