Tokoh Masyarakat Dayeuhkolot : 5 Kebijakan KDS Dirasakan Manfaatnya oleh Masyarakat

KAB BANDUNG –YUTELNEWS.com// Berbagai kebijakan yang digulirkan Bupati Bandung Dadang Supriatna atau yang akrab disapa Kang Dadang Supriatna (KDS) kini semakin dirasakan dampak nyatanya oleh berbagai lapisan masyarakat di Kabupaten Bandung.

Tokoh masyarakat Kecamatan Dayeuhkolot, H Tri Rahmanto mengatakan berbagai program unggulan yang digulirkan Bupati Bandung KDS benar-benar hadir dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Menurut saya setidaknya terdapat lima kebijakan atau program Bupati KDS yang sangat dirasakan masyarakat yaitu pembangunan 5 RSUD, Beasiswa Ti Bupati (Besti), insentif guru ngaji, perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) dan pembangunan infrastruktur jalan,” tutur Tri Rahmanto kepada awak media, Selasa (4/8/2026).

Program pertama yang sangat dirasakan manfaatnya, kata Tri, adalah pemerataan layanan kesehatan melalui pembangunan jaringan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bedas yang tersebar di lima wilayah.

Yaitu RSUD Bedas Arjasari, RSUD Bedas Kertasari, RSUD Bedas Cimaung, RSUD Bedas Tegalluar Bojongsoang dan RSUD Bedas Pacira.

Pembangunan lima RSUD baru yang dibangun Bupati KDS, lanjut dia, keberadaannya sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di berbagai wilayah.

“Dulu misalnya warga Kertasari harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit. Setelah ada RSUD Bedas Kertasari kini warga bisa memperoleh layanan kesehatan yang lebih dekat dari tempat tinggal mereka,” ungkap Tri Rahmanto.

Kedua, program Beasiswa Ti Bupati atau yang dikenal dengan program BESTI. Program ini dinilai menjadi angin segar bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk tetap melanjutkan kuliah hingga selesai.

“Dulu banyak anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu tidak bisa melanjutkan kuliah. Kini mereka bisa mewujudkan cita-citanya dengan bantuan program Besti ini. Banyak masyarakat mengapresiasi program Besti ini,” ujarnya.

Selain itu, Bupati KDS juga memberikan perhatian penuh terhadap penguatan nilai-nilai agama dan pembangunan karakter dan akhlak generasi muda melalui pemberian insentif bagi 17.000 guru ngaji se-Kabupaten Bandung.

Langkah ini dinilai sangat tepat karena para guru ngaji memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda di tengah masyarakat.

“Bupati KDS menggelontorkan anggaran sebesar Rp 109 miliar per tahun untuk insentif 17.000 guru ngaji se-Kabupaten Bandung. Ini menjadi bukti keberpihakan KDS terhadap pembangunan karakter dan akhlak generasi muda Kabupaten Bandung,” tegas Tri.

Bukan hanya di bidang sosial dan pendidikan, kebijakan di bidang pemukiman dan infrastruktur juga tak luput dari apresiasi. Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) membantu warga kurang mampu memiliki tempat tinggal yang layak dan aman untuk ditempati.

Selama lima tahun kepemimpinan Bupati Bandung saat ini, sebanyak 32 ribu unit rutilahu yang tersebar di 31 kecamatan Kabupaten Bandung telah diperbaiki.

Selain 32 ribu rutilahu yang telah diperbaiki, Bupati Bandung KDS juga secara bertahap berhasil merealisasikan program jalan mulus di 31 kecamatan.

Perbaikan jalan di berbagai wilayah ini, dinilai sangat penting karena memperlancar akses perekonomian warga, mempermudah distribusi hasil bumi petani, serta memperlancar mobilitas warga sehari-hari.

“Kebijakan yang diambil KDS bukan hanya sekadar merealisasikan janji politik, namun juga sangat menyentuh langsung kebutuhan paling dasar masyarakat. Manfaatnya dirasakan merata, dari warga di perkotaan hingga ke pelosok desa. Inilah bentuk pemerintahan yang hadir, peduli, dan bekerja sepenuh hati untuk rakyat,” tambah Tri Rahmanto. (**)

Yans.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN