NIAS, YUTELNEWS.com — Warga Desa Olindrawa, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, meminta pemerintah segera memperbaiki jembatan penghubung yang kondisinya disebut semakin rusak dan mengkhawatirkan keselamatan pengguna.
Jembatan tersebut menjadi salah satu akses yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, termasuk petani, warga umum, serta anak-anak sekolah dan para guru yang melintas di lokasi tersebut.
Salah seorang warga Desa Olindrawa, Hardy Gulo, yang akrab disapa Ama Riski Guo, menyampaikan harapan tersebut kepada YUTELNEWS.com, Jumat (14/8/2026). Ia meminta pemerintah segera mengambil langkah perbaikan sebelum kondisi jembatan menimbulkan kecelakaan.
«“Kami sangat mengharapkan supaya jembatan ini segera dibangun. Jembatan ini adalah salah satu akses penting yang kami gunakan sehari-hari, baik oleh masyarakat umum, petani, maupun anak-anak sekolah, bapak dan ibu guru serta warga lainnya,” ujar Hardy.»
Menurut Hardy, kerusakan jembatan menjadi perhatian warga karena aktivitas masyarakat di jalur tersebut berlangsung setiap hari. Kekhawatiran terutama dirasakan terhadap anak-anak sekolah yang harus melintasi jembatan dalam perjalanan mereka.
«“Dengan kondisi yang semakin membahayakan ini, kami sangat khawatir terhadap keselamatan masyarakat yang melintas, terlebih anak-anak sekolah yang setiap hari lewat di jembatan tersebut. Kami takut terjadi hal-hal yang membahayakan keselamatan mereka,” katanya.»
Atas kondisi tersebut, Hardy menyampaikan aspirasi warga agar Pemerintah Kabupaten Nias dapat segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah penanganan sesuai kewenangannya. Warga juga berharap pihak terkait memberikan perhatian terhadap kondisi jembatan tersebut guna mencegah terjadinya kecelakaan.
Selain Pemerintah Kabupaten Nias, warga berharap aspirasi tersebut turut mendapat perhatian dari pihak terkait di wilayah Kecamatan Gido serta pemerintah pusat.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Nias dan pihak terkait dapat mendengar aspirasi masyarakat Desa Olindrawa, Kecamatan Gido, agar jembatan kami segera diperbaiki sebelum terjadi korban,” ujar Hardy.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Nias maupun instansi teknis terkait mengenai kondisi jembatan, hasil pemeriksaan lapangan, serta rencana perbaikannya.
(Y, Zandroto)









































