Jembatan Gantung Desa Olindrawa Hampir Runtuh, Masyarakat Memohon Hati Nurani Gubernur Bobby Nasution Sebelum Menjadi Petaka

YUTELNEWS.com | KABUPATEN NIAS, 19 Agustus 2026 — Rasa cemas dan harapan bercampur menjadi satu di hati seluruh masyarakat Desa Olindrawa, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias. Satu-satunya jembatan gantung yang menjadi nadi kehidupan warga kini nyaris ambruk, dan di tengah kekhawatiran itu, suara doa serta permohonan tulus pun terpanjatkan kepada Gubernur Sumatera Utara, Bapak Bobby Nasution, agar turun tangan melihat langsung jeritan hati rakyat kecil di ujung pulau ini.

Kondisi jembatan gantung penghubung desa itu kini sungguh memprihatinkan. Tali-tali penopang sudah mulai rapuh, lantai udah miring dan bergoyang hebat setiap kali dilalui. Jembatan ini adalah satu-satunya jalan alternatif yang dipakai setiap hari oleh anak-anak sekolah, para guru SDN maupun SMPN Olindrawa, serta seluruh warga yang ingin menjual hasil bumi ke pasar.

Kini, jembatan itu sudah tidak sanggup lagi dilalui kendaraan roda dua. Hanya orang yang berjalan kaki saja melintas dengan gemetar, memegang tali pengaman dengan napas tertahan. Ekonomi warga pun lumpuh perlahan-lahan — hasil panen tertahan di desa, harga barang kebutuhan melonjak naik, dan petani merugi karena tidak bisa membawa dagangannya keluar.

Namun yang paling membuat hati perih adalah nasib anak-anak sekolah. Setiap pagi dan sore, mereka berjalan melewati jembatan yang nyaris runtuh itu dengan tas di punggung, berharap semoga jembatan itu tetap kuat sebentar lagi, sampai mereka sampai di seberang. Setiap langkah adalah taruhan nyawa. Para guru pun ikut cemas, setiap hari melintas dengan doa dalam hati, semoga tidak ada hal buruk yang terjadi.

“Kami tidak meminta kemewahan, kami hanya meminta jembatan yang aman untuk kami lewati. Jangan sampai jembatan ini runtuh terlebih dahulu, lalu baru pemerintah datang melihat puing-puingnya dan meminta maaf. Jangan sampai ada nama anak kecil atau guru yang tertulis di daftar korban, baru jembatan dibangun,” ujar salah satu perwakilan warga dengan suara bergetar, Rabu, 19 Agustus 2026.

Masyarakat Desa Olindrawa dengan rendah hati namun penuh harap memohon kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, agar berkenan hadir melihat langsung kondisi jembatan ini. Bukan untuk menuntut, melainkan untuk menyentuh hati — melihat sendiri bagaimana rakyat kecil, anak-anak calon penerus bangsa, harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk pergi belajar dan mencari nafkah.

Pemerintah Kabupaten Nias, Bapak Gubernur, dan seluruh pihak terkait — dengarkanlah permohonan ini sebelum air mata berubah menjadi darah. Bangunlah jembatan ini sebelum menjadi petaka. Nyawa anak-anak dan rakyat tidak dapat digantikan dengan apa pun.

(Y, Zandroto)

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

NEWS FEED