Jembatan Sungai Sefa Putus Tergerus Banjir, 200 KK di Hilisaloo–Boholu Terisolasi — Warga Memohon Hati Nurani Pemerintah Sebelum Semakin Sulit

YUTELNEWS.com | KABUPATEN NIAS SELATAN, 22 Agustus 2026 — Air bah banjir telah merenggut jembatan penghubung Sungai Sefa di Desa Hilisaloo, Kecamatan Amandraya, Nias Selatan. Jembatan yang menjadi urat nadi kehidupan dua desa — Hilisaloo dan Boholu — kini putus dan tak bisa lagi dilalui, memutus harapan dan keseharian sekitar 200 Kepala Keluarga yang kini terjebak di dua sisi sungai.

Jembatan ini bukan sekadar tumpukan beton dan tanah — ia adalah satu-satunya jalur kehidupan. Setiap hari, warga menyeberanginya untuk membawa hasil panen ke pasar, membeli kebutuhan pokok, dan yang paling penting — anak-anak berjalan melintas untuk menuntut ilmu di SD, SMP, SMPTK, SMA, SMAK, hingga SMK. Kini, dengan jembatan putus, semua itu terhenti.

“Dengan putusnya jembatan ini, aktivitas kami tidak berjalan efektif lagi. Hasil kebun tertahan di desa, harga barang naik, dan anak-anak kami kesulitan pergi ke sekolah. Kami tidak meminta kemewahan — kami hanya meminta jembatan yang utuh, agar kehidupan kami kembali berjalan normal,” ucap warga kedua desa dengan penuh harap.

Hati perih melihat anak-anak yang harus mempertaruhkan nyawa menyeberangi sungai yang deras, atau terpaksa berhenti sekolah karena tidak ada jalan. Petani tak bisa mengeluarkan hasil bumi, ekonomi melambat, dan kebutuhan sehari-hari semakin berat dipikul. Dua desa yang saling bergantung kini terpisah oleh arus air yang tak bisa ditembus.

Kepada Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dengan rendah hati namun penuh harapan — dengarkanlah jeritan 200 keluarga ini. Jangan biarkan mereka terisolasi terlalu lama. Jangan tunggu sampai air mata menjadi darah, baru jembatan dibangun. Bangunlah kembali Jembatan Sungai Sefa, bukan hanya sebagai jembatan beton, melainkan sebagai jembatan harapan bagi masa depan anak-anak dan kesejahteraan seluruh warga.

Kehidupan harus terus berjalan, anak-anak harus tetap bersekolah, dan hasil bumi harus sampai ke pasar. Jembatan ini adalah hak kami, dan keselamatan warga adalah tanggung jawab kita bersama.

(Y.zandroto)

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

NEWS FEED