Peduli Korban Gempa Flores, PK NTT Kota Batam Galang Donasi di Sejumlah Titik

YUTELNEWS.com— Kepedulian terhadap masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terdampak bencana gempa diwujudkan masyarakat NTT di Kota Batam melalui gerakan penggalangan donasi kemanusiaan.

Melalui Perkumpulan Keluarga Nusa Tenggara Timur (PK NTT) Kota Batam, ratusan warga Flores dan masyarakat NTT di perantauan bergerak bersama menggalang bantuan untuk saudara-saudara mereka yang tengah menghadapi dampak bencana.

Penggalangan donasi secara langsung dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 21–23 Agustus 2026, di sejumlah titik strategis di Kota Batam. Titik penggalangan tersebut meliputi Simpang Gelael Sungai Panas, Simpang Baloi, Simpang Jam, Simpang Kepri Mall, Simpang Kara, Simpang Sungai Harapan, Simpang SP Plaza, dan Simpang Polsek Sagulung.

Ratusan warga Flores dan masyarakat NTT dilibatkan secara sukarela dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka di sejumlah persimpangan tidak hanya ditujukan untuk menghimpun bantuan, tetapi juga membawa pesan solidaritas bahwa masyarakat Flores tidak sendirian menghadapi musibah.

Ketua Umum PK NTT Kota Batam, Andi S. Mukhtar, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap masyarakat Flores.

Menurutnya, jarak antara Batam dan Flores bukan alasan untuk mengabaikan kondisi saudara-saudara yang sedang mengalami musibah.

“Kami mungkin berada jauh dari Flores, tetapi rasa persaudaraan dan kepedulian tidak pernah mengenal jarak. Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir bersama saudara-saudari kita yang sedang menghadapi musibah,” ujar Andi.

Ia juga mengajak masyarakat Kota Batam dan Kepulauan Riau untuk turut mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan tersebut.

“Ini bukan hanya tentang NTT, tetapi tentang kemanusiaan. Kami mengajak seluruh masyarakat Batam dan Kepulauan Riau untuk ikut memberikan doa, dukungan, dan donasi sesuai dengan kemampuan masing-masing,” katanya.

Andi menegaskan, nilai sebuah bantuan tidak semata-mata ditentukan oleh besar kecilnya nominal, melainkan oleh ketulusan dan kepedulian yang menyertainya.

“Tidak perlu menunggu memiliki banyak untuk berbagi. Ketika kepedulian dilakukan bersama-sama, sesuatu yang sederhana dapat menjadi kekuatan yang besar bagi mereka yang sedang membutuhkan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Umum PK NTT Kota Batam, Muh Agung Teibang. Ia menyebut penggalangan donasi tersebut merupakan bentuk nyata solidaritas masyarakat NTT di perantauan.

Namun, menurutnya, kepedulian terhadap korban bencana tidak terbatas pada kelompok atau daerah tertentu.

“Musibah adalah persoalan kemanusiaan. Karena itu, kepedulian juga menjadi milik kita bersama. Kami berharap masyarakat Batam dan Kepulauan Riau dapat ikut mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujar Muh Agung.

Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir langsung di lokasi penggalangan, panitia juga menyediakan mekanisme donasi melalui transfer rekening dan QRIS.

“Barangkali kita tidak dapat hadir langsung di Flores, tetapi kita dapat menghadirkan kepedulian dari tempat kita berada. Semoga setiap bantuan yang diberikan dari Batam dapat menjadi penguat dan menghadirkan harapan bagi saudara-saudara kita di Flores,” katanya.

Donasi Dibuka hingga 30 Agustus

Kegiatan penggalangan donasi kemanusiaan tersebut disebut telah mendapatkan Rekomendasi dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam dengan Nomor B/1043/400.9/VIII/2026.

PK NTT Kota Batam menyatakan komitmennya untuk melaksanakan kegiatan secara tertib, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Masyarakat yang ingin memberikan bantuan dapat menyalurkan donasi melalui rekening:

Bank BRI

Nomor Rekening: 806801000068563

Atas Nama: PK NTT KOTA BATAM

Selain transfer bank, panitia juga menyediakan fasilitas donasi melalui QRIS PK NTT Kota Batam.

Penggalangan donasi secara langsung di sejumlah titik dijadwalkan berakhir pada 23 Agustus 2026, sementara donasi melalui rekening dan QRIS tetap dibuka hingga 30 Agustus 2026.

PK NTT Kota Batam juga menyampaikan bahwa apabila setelah kegiatan penggalangan langsung selesai kondisi di lapangan masih membutuhkan dukungan, pihaknya akan mempertimbangkan kemungkinan memperpanjang atau kembali melakukan penggalangan dengan tetap memperhatikan kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.

Ketua Panitia Donasi, Marselinus Taufan Wesa, menegaskan bahwa setiap bantuan yang diterima merupakan amanah dari masyarakat.

“Kami sangat menghargai kepercayaan masyarakat yang menitipkan donasinya melalui PK NTT Kota Batam. Setiap bantuan yang diterima akan kami perlakukan sebagai amanah dan akan kami salurkan sesuai dengan tujuan kegiatan serta kebutuhan saudara-saudari kita yang terdampak bencana,” ujar Marselinus.

Ia memastikan pihaknya akan berupaya agar bantuan yang terkumpul dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.

PK NTT Kota Batam mengajak masyarakat Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau untuk bersama-sama mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Menurut panitia, masyarakat tidak harus menunggu memiliki kemampuan besar untuk membantu. Dukungan dapat diberikan sesuai kemampuan masing-masing karena bagi korban bencana, bantuan yang sederhana sekalipun dapat memiliki arti besar.

Andi S. Mukhtar kembali mengajak masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap para korban.

“Kami memohon doa, dukungan, dan partisipasi seluruh masyarakat Batam dan Kepulauan Riau. Mari kita sisihkan sebagian dari apa yang kita miliki untuk saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Semoga kepedulian yang kita berikan hari ini dapat menjadi kekuatan bagi mereka untuk melewati masa sulit dan kembali bangkit,” ujarnya.

Bagi PK NTT Kota Batam, gerakan tersebut bukan semata-mata tentang jumlah dana yang berhasil dihimpun. Lebih dari itu, aksi tersebut menjadi simbol persaudaraan dan kepedulian masyarakat NTT di perantauan terhadap saudara-saudara mereka di Flores.

Flores boleh berada jauh dari Batam. Namun, bagi mereka, jarak tidak seharusnya menjadi batas bagi solidaritas.

Dari Batam, doa, kepedulian, dan bantuan diharapkan dapat menjadi bagian dari kekuatan bagi masyarakat Flores untuk melewati masa sulit dan kembali menata kehidupan.

Satu kepedulian menyalakan harapan. Satu donasi meringankan beban. Ketika bergerak bersama, kepedulian menjadi kekuatan.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN