Medan//yutelnews.com
Dewan pimpinan pusat gerakan masyarakat anti korupsi (dpp gemak) akan menggelar aksi pada jumat, 11 september 2026, di kantor pt indonesia asahan aluminium (inalum) dan kejaksaan tinggi sumatera utara (Kejati sumut).
Aksi ini bertujuan mendesak pemeriksaan transparan atas dugaan penyimpangan transaksi dan kontrak, jaringan vendor, penyalahgunaan kewenangan, serta potensi kerugian negara yang dalam laporan gemak disebut mencapai USD 8 juta.
Gemak meminta kejati sumut menjelaskan status laporan melalui silawas, termasuk perkembangan penanganan, pihak yang telah diperiksa, serta dokumen yang telah dikumpulkan.
Gemak juga mendesak aparat untuk:
Memeriksa seluruh pihak yang terkait berdasarkan alat bukti, tanpa tebang pilih.
Membongkar kontrak, addendum, pembayaran, dokumen pengadaan, dan audit trail digital,
menelusuri hubungan kepemilikan,pengendalian, penerima manfaat, serta pengendali sebenarnya di balik vendor.
Menelusuri aliran dana hingga penerima akhir,
mengamankan dokumen dan bukti elektronik sesuai prosedur hukum,
melakukan audit investigatif atau forensik terhadap transaksi yang dipersoalkan.meminta klarifikasi resmi dari pt inalum.
Menjamin penanganan yang profesional, objektif, dan independen,gemak menegaskan tidak menuduh seluruh manajemen atau vendor melakukan tindak pidana,namun, setiap dugaan yang didukung bukti harus diperiksa dan dipertanggungjawabkan sesuai hukum.
Aksi akan berlangsung damai, tertib, dan bertanggung jawab tanpa kekerasan, perusakan, atau intimidasi. “kami meminta fakta dibuka, uang ditelusuri, jaringan vendor diperiksa, dan tidak ada pihak yang dilindungi,” tegas dpp gemak.
Seluruh dugaan dalam pemberitaan ini merupakan laporan dan pernyataan dpp gemak yang masih harus diverifikasi melalui proses hukum, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.
(Red.rizal hsb)
Dpp Gemak Gelar Aksi 11 September : Desak Kejelasan Dugaan Skandal Inalum























