Telkom Indonesia Divestasi AdMedika: Langkah Strategis Penguatan Bisnis Inti
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) telah resmi melepaskan seluruh kepemilikan sahamnya di PT Administrasi Medika (AdMedika). Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari upaya penataan portofolio perusahaan yang lebih luas serta penguatan bisnis inti yang menjadi fokus utama dalam transformasi Telkom Group. Aksi korporasi ini dilaksanakan pada tanggal Juni 2026, melalui dua anak usaha Telkom, yaitu PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) dan PT Metra Digital Investama Ventura (MDI).
Keputusan divestasi AdMedika ini sejalan dengan arah transformasi Telkom Group yang kini berpusat pada empat pilar bisnis utama. Pilar-pilar tersebut meliputi:
- Infrastruktur Digital: Memperkuat fondasi digital negara dengan menyediakan jaringan dan teknologi yang andal.
- Layanan B2C Terintegrasi: Menawarkan solusi digital yang komprehensif bagi konsumen perorangan.
- Layanan ICT B2B: Memberikan solusi teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi untuk kebutuhan bisnis.
- Internasional: Memperluas jangkauan dan layanan Telkom di pasar global.
Selain fokus pada pilar-pilar bisnis strategis tersebut, Telkom juga secara proaktif melakukan streamlining atau penyederhanaan terhadap portofolio bisnis yang dianggap non-core atau bukan merupakan lini bisnis utamanya. Tujuannya adalah agar organisasi Telkom menjadi lebih ramping, gesit, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi dalam menghadapi lanskap persaingan global yang semakin dinamis.
Dalam transaksi pelepasan saham AdMedika ini, TelkomMetra dan MDI secara keseluruhan melepas sebanyak 452.330 lembar saham. Jumlah ini merepresentasikan 100% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada AdMedika. Penjualan saham ini dilakukan kepada Global Assistance & Healthcare Singapore Pte. Ltd., yang dikenal juga sebagai Fullerton. Proses ini dilakukan melalui skema divestasi penuh kepemilikan kedua entitas anak usaha Telkom tersebut.
SVP Corporate Secretary Telkom, Jati Widagdo, menjelaskan bahwa divestasi AdMedika merupakan bagian dari upaya Telkom untuk menyederhanakan struktur portofolio bisnisnya. Lebih dari itu, langkah ini juga bertujuan untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi keseluruhan grup usaha Telkom.
“Diharapkan dengan adanya aksi korporasi ini dapat mendukung transformasi Telkom Group menuju Strategic Holding serta memaksimalkan penciptaan nilai dari divestasi AdMedika,” ujar Jati dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Rabu, Juni 2026.
Jati menambahkan bahwa bagi manajemen Telkom, transaksi pelepasan AdMedika ini juga selaras dengan aspirasi yang dimiliki oleh PT Danantara Asset Management. Aspirasi tersebut berkaitan dengan penataan dan optimalisasi anak perusahaan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dia juga menegaskan bahwa divestasi AdMedika ini tidak akan menimbulkan dampak material yang signifikan terhadap operasional Telkom secara keseluruhan. Baik dari sisi kondisi keuangan, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha perusahaan, semuanya dipastikan tetap stabil dan tidak terpengaruh secara negatif oleh transaksi ini.
Langkah divestasi ini mencerminkan strategi Telkom untuk terus beradaptasi dengan perubahan pasar dan teknologi. Dengan memfokuskan sumber daya pada bisnis inti yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, Telkom berupaya untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam industri telekomunikasi dan digital di Indonesia serta di kancah internasional. Penataan portofolio yang berkelanjutan menjadi kunci bagi Telkom untuk terus bertumbuh dan memberikan nilai terbaik bagi para pemangku kepentingan.











