Oleh: Dadang A. Sapardan (Sekretaris Umum KONI Kabupaten Bandung Barat)
Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat Tahun 2026, perhatian insan olahraga Kabupaten Bandung Barat tertuju pada berbagai persiapan menuju ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut. Sebagai organisasi yang menaungi cabang olahraga prestasi, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat menjadi rumah besar bagi seluruh atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga yang akan berjuang mengharumkan nama daerah.
Berbagai rapat, diskusi, hingga koordinasi terus dilakukan. Kata “Porprov” kini menjadi topik utama dalam setiap aktivitas di Sekretariat KONI. Kondisi ini wajar mengingat pelaksanaan Porprov tinggal menghitung bulan, sehingga seluruh persiapan harus dilakukan secara maksimal di tengah berbagai keterbatasan yang ada.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, olahraga merupakan kegiatan yang melibatkan pikiran, raga, dan jiwa secara terintegrasi untuk mengembangkan potensi jasmani, rohani, sosial, dan budaya. Salah satu ruang lingkupnya adalah olahraga prestasi, yaitu pembinaan atlet secara terencana, sistematis, berjenjang, dan berkelanjutan melalui kompetisi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan.
Dalam konteks olahraga prestasi, KONI memiliki peran strategis sebagai organisasi yang bertanggung jawab mengelola, membina, mengembangkan, dan mengoordinasikan pembinaan olahraga prestasi di Indonesia. Salah satu program besarnya adalah penyelenggaraan ajang multi-event seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab).
Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7–20 November 2026 dengan Kota Bekasi sebagai tuan rumah utama. Sejumlah cabang olahraga juga akan dipertandingkan di Kota Depok, Kota Bogor, dan Kota Bandung. Ajang empat tahunan ini menjadi barometer keberhasilan pembinaan atlet di setiap kabupaten dan kota sekaligus menjadi wadah seleksi atlet potensial menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
Bagi KONI Kabupaten Bandung Barat, Porprov XV menghadirkan tantangan tersendiri. Kepengurusan KONI Kabupaten Bandung Barat periode 2026–2030 baru resmi dikukuhkan pada Juni 2026 melalui Surat Keputusan Nomor 121 Tahun 2026. Artinya, dalam waktu sekitar enam bulan, seluruh jajaran pengurus harus bergerak cepat menyiapkan organisasi sekaligus memastikan kesiapan kontingen menghadapi persaingan yang semakin kompetitif.
Meski memiliki waktu persiapan yang relatif singkat, KONI Kabupaten Bandung Barat tetap memasang target realistis namun menantang, yakni menembus enam besar perolehan medali. Target tersebut bukan sekadar ambisi, melainkan didasarkan pada hasil Babak Kualifikasi yang telah dijalani para atlet dari berbagai cabang olahraga.
Porprov XV menjadi momentum penting untuk mengukur efektivitas pembinaan olahraga prestasi di Kabupaten Bandung Barat. Lebih dari itu, ajang ini menjadi kesempatan membuktikan bahwa pembinaan atlet yang dilakukan selama ini mampu menghasilkan prestasi membanggakan.
Namun, perjalanan menuju target enam besar tidaklah mudah. Berbagai tantangan harus dihadapi secara bersama-sama.
Pertama, keterbatasan anggaran. Mengirimkan kontingen yang berjumlah lebih dari seribu orang membutuhkan dukungan biaya yang sangat besar. Di sisi lain, pemerintah daerah tengah dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran sehingga diperlukan pengelolaan yang efektif tanpa mengurangi kualitas pembinaan atlet.
Kedua, persaingan antardaerah yang semakin ketat. Setiap kabupaten dan kota tentu memiliki target meningkatkan prestasi dibandingkan Porprov sebelumnya. Berbagai strategi pembinaan terus dilakukan oleh daerah lain sehingga persaingan dipastikan berlangsung semakin kompetitif.
Ketiga, kebutuhan terhadap support system yang memadai. Keberadaan sport science, pelatih berkualitas, tenaga medis olahraga, ahli gizi, hingga psikolog olahraga menjadi faktor penting dalam mendukung performa atlet selama bertanding.
Keempat, menjaga motivasi atlet. Semangat bertanding harus terus dipelihara melalui pembinaan yang berkesinambungan agar para atlet tetap fokus menjalankan program latihan hingga hari pelaksanaan pertandingan.
Kelima, penguatan tata kelola organisasi. Manajemen yang profesional, transparan, akuntabel, dan solid menjadi fondasi utama agar seluruh program pembinaan berjalan efektif serta mampu memberikan kenyamanan bagi atlet untuk fokus meraih prestasi.
Berbagai tantangan tersebut harus dijawab melalui strategi yang tepat, kolaborasi yang kuat, serta komitmen seluruh pemangku kepentingan. Dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, dunia usaha, masyarakat, dan seluruh insan olahraga menjadi modal penting dalam mewujudkan target yang telah ditetapkan.
Target enam besar bukanlah sesuatu yang mustahil. Dengan persiapan yang matang, pembinaan yang berkelanjutan, serta kerja keras seluruh elemen, Kabupaten Bandung Barat memiliki peluang untuk mencatatkan prestasi terbaik pada Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026.
Pada akhirnya, keberhasilan di Porprov bukan hanya diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga menjadi cerminan keberhasilan sistem pembinaan olahraga prestasi di Kabupaten Bandung Barat.
Semangat kebersamaan,profesionalisme, dan komitmen seluruh pihak akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan kebangkitan olahraga Kabupaten Bandung Barat menuju prestasi yang lebih gemilang.
Dien






















