SEDANAU – NATUNA YUTELNEWS.COM ||
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Barat terus memperkuat pembinaan muallaf di Kelurahan Sedanau, Kabupaten Natuna. Pendampingan dilakukan melalui silaturahmi dan kunjungan dari rumah ke rumah untuk memperkuat pemahaman keislaman sekaligus membangun ukhuwah di tengah masyarakat.
Pada Selasa (4/8/2026), Ustaz Harjono, S.Pd., bersama tim KUA Kecamatan Bunguran Barat mengunjungi tiga rumah muallaf di Sedanau. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan keagamaan yang dilakukan secara langsung dan berkelanjutan.
Dalam kunjungan itu, tim memberikan pencerahan mengenai dasar-dasar ajaran Islam, antara lain lima Rukun Islam, pentingnya menjaga salat lima waktu, pelaksanaan salat Jumat sesuai tuntunan syariat, serta kewajiban menunaikan ibadah haji bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat dan memiliki kemampuan.
Harjono mengatakan, pembinaan muallaf di Sedanau terus dikembangkan. Kegiatan serupa telah dilakukan sejak 2025 dan kembali diperkuat pada 2026 dengan pendekatan yang lebih intensif.
“Kami berusaha lebih maksimal dengan turun langsung serta bersilaturahmi dari rumah ke rumah. Dengan cara ini, kami bisa lebih dekat dengan para muallaf, mengetahui kondisi mereka, sekaligus memberikan pencerahan keagamaan dengan nuansa pembinaan yang lebih baik,” ujar Harjono.
Data KUA
Berdasarkan keterangan dan data yang diperoleh awak media dari KUA Kecamatan Bunguran Barat pada 11 Agustus 2026, tercatat 31 muallaf dalam data Kelurahan Sedanau. Dari jumlah tersebut, tiga orang telah meninggal dunia dan dua orang telah pindah alamat ke luar Sedanau.
Dengan demikian, terdapat 26 muallaf yang masih berdomisili di Kelurahan Sedanau.
Harjono mengatakan pembinaan akan terus dilanjutkan dengan mengunjungi rumah-rumah muallaf lainnya. Pendekatan tersebut dinilai penting agar pembinaan tidak hanya menyampaikan pengetahuan agama, tetapi juga mempererat silaturahmi dan ukhuwah.
“Untuk selanjutnya kami akan terus bersilaturahmi ke rumah muallaf lainnya. Tujuannya untuk menjalin silaturahmi, mengetahui kondisi mereka, sekaligus memberikan pembinaan dan pendampingan keagamaan sesuai kebutuhan,” katanya.
Sejumlah warga berharap perhatian terhadap pembinaan muallaf di Sedanau terus ditingkatkan. Mereka menilai pembinaan secara berkala diperlukan agar para muallaf memperoleh pendampingan keagamaan secara konsisten, sekaligus memiliki ruang untuk mempererat silaturahmi sesama Muslim.
Warga juga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna bersama pihak terkait dapat memberikan dukungan terhadap kegiatan pembinaan, termasuk mempertimbangkan dukungan anggaran dan fasilitas agar program dapat dilaksanakan secara rutin.
“Kalau memungkinkan, pembinaan muallaf dapat diagendakan secara rutin, misalnya beberapa bulan sekali dalam sebuah majelis pembinaan. Dengan adanya dukungan dan fasilitas yang memadai, para muallaf akan lebih mudah mengikuti pembinaan secara berkelanjutan,” ujar salah seorang warga.
KUA Kecamatan Bunguran Barat berharap pembinaan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk membantu para muallaf semakin memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Selain memperkuat pemahaman keagamaan, pembinaan diharapkan menjadi sarana mempererat ukhuwah, menjaga kebersamaan, serta menghadirkan pendampingan yang humanis dan berkesinambungan bagi muallaf di Kelurahan Sedanau.
(Red: Darmansyah)





















