RSUD Sekarwangi Sosialisasikan SKTM dan Pelayanan Kesehatan: Pasien Dilayani Dulu, Administrasi Nomor Dua

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,RSUD Sekarwangi memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi melalui sosialisasi kebijakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Desil Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), serta kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Kegiatan ini digelar bersama pemerintah kecamatan dan desa pada Kamis (3/9/2026).

Humas RSUD Sekarwangi, Muri Samsul Wijaya, menyampaikan bahwa kerja sama ini bertujuan agar masyarakat, khususnya keluarga pasien yang benar-benar tidak mampu, tidak terbebani biaya maupun prosedur yang berbelit.

“Pengurusan SKTM harus dilakukan langsung oleh keluarga inti atau kerabat dekat, tidak melalui perantara. Jangan sampai keluarga pasien dibebankan biaya-biaya di luar ketentuan,” ujar Muri.

Masyarakat yang masuk kategori Desil 5 ke bawah akan menjadi salah satu pertimbangan dalam kebijakan pelayanan dan pembiayaan bagi pasien kurang mampu. Apabila kondisi ekonomi pasien memang benar-benar tidak mampu, pihak rumah sakit akan mempertimbangkan bentuk keringanan sesuai kebijakan yang berlaku.

Sementara bagi masyarakat yang tercatat pada Desil 6 namun kondisi ekonominya benar-benar tidak mampu, Muri meminta agar segera berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan pembaruan data.

“Kalau memang pasien tersebut benar-benar tidak mampu, segera turunkan desil tersebut melalui desa. Tetapi jangan takut menunggu prosesnya, karena penurunan dan persetujuan memang membutuhkan waktu. Sebelum desil diturunkan, pasien tetap akan kita layani,” tegasnya.

Muri menegaskan RSUD Sekarwangi berkomitmen memberikan pelayanan kepada pasien tanpa menjadikan persoalan administrasi sebagai penghalang utama mendapatkan pertolongan.

“Kami layani dulu pasien, administrasi nomor dua,” katanya.

Ia juga mengingatkan apabila terjadi kendala atau miskomunikasi di bagian pendaftaran, masyarakat tidak perlu panik. Misalnya, pasien memiliki desil tinggi tetapi menggunakan SKTM, keluarga dapat langsung berkoordinasi dengan pihak Humas RSUD Sekarwangi agar persoalan tersebut dapat ditelusuri dan dicarikan solusi sesuai aturan.

“Di bagian pendaftaran banyak orang baru, sehingga kalau ada miskomunikasi silakan hubungi Humas RSUD Sekarwangi. Jangan sampai masyarakat pulang hanya karena persoalan komunikasi,” jelasnya.

Muri juga memberikan penjelasan mengenai Penerima Bantuan Iuran (PBI). Menurutnya, kepesertaan PBI memiliki mekanisme dan kewenangan tersendiri yang berada pada instansi terkait, bukan RSUD.

Ia mencontohkan, kartu atau kepesertaan PBI yang telah digunakan seseorang untuk mendapatkan pelayanan belum tentu dapat digunakan kembali pada saat kontrol apabila status kepesertaannya sudah berubah atau dialihkan kepada masyarakat lain yang lebih membutuhkan.

“Kalau PBI itu kewenangannya di Dinas Sosial, bukan di kami. Tetapi dari RSUD Sekarwangi, kami akan terus melayani masyarakat,” ungkapnya.

Tak hanya berbicara soal administrasi, RSUD Sekarwangi juga terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Salah satu layanan unggulan yang kini tersedia adalah Cathlab, termasuk pelayanan intervensi jantung seperti pemasangan ring sesuai indikasi medis.

Muri mengajak masyarakat Kabupaten Sukabumi tidak menunggu sampai kondisi penyakit semakin parah untuk mengurus jaminan kesehatan.

“Kalau mempunyai penyakit jantung, jangan menunggu sakitnya semakin berat. Segera mempunyai BPJS Kesehatan. Sekarang kelas 3 pun tidak masalah, yang penting sudah terdaftar,” katanya.

Untuk memperluas pemahaman masyarakat, RSUD Sekarwangi berencana melakukan sosialisasi secara bertahap ke minimal delapan kecamatan, diawali dari wilayah Sukabumi bagian utara. Langkah tersebut diharapkan dapat memutus kesalahpahaman masyarakat mengenai SKTM, Desil dan PBI sekaligus memastikan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan tidak ragu datang ke rumah sakit.

“RSUD Sekarwangi siap melayani masyarakat Kabupaten Sukabumi dengan baik. Kami mengimbau masyarakat agar menjaga kesehatan dan jangan menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap kesehatan,” pungkas Muri.

Reporter: Mirna
Kabiro Sukabumi

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

NEWS FEED