Implementasi MBG di Kabupaten Bandung Diakui, KDS Sabet Penghargaan pada Food Summit 2026

JAKARTA – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna (KDS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menerima Outstanding Achievement in Free Nutritious Meals & Food Security Award pada ajang Food Summit 2026 yang digelar oleh CNBC, Senin (27/4/2026). Penghargaan ini diberikan atas pencapaian luar biasa Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dalam keterangannya, KDS menegaskan bahwa keberhasilan implementasi program MBG di Kabupaten Bandung tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor yang terbangun secara solid. Pemerintah daerah bahkan telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG yang terintegrasi dalam dashboard pimpinan, sehingga seluruh data di lapangan dapat terpantau secara real-time.

“Kami bersama Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah memiliki kantor bersama, bahkan ini yang pertama di Indonesia. Dengan begitu, jika ada permasalahan di lapangan, dapat langsung ditangani secara cepat dan terkoordinasi. Dinas Kesehatan pun bisa berkoordinasi langsung dengan BGN, termasuk memastikan kelayakan para penjamah makanan,” ujar KDS.

Lebih lanjut, KDS mengungkapkan bahwa program MBG memiliki dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Di Kabupaten Bandung, potensi serapan anggaran program ini bahkan mencapai Rp5,4 triliun, dengan nilai perputaran ekonomi bersih di masyarakat sekitar Rp3,7 triliun setelah dikurangi biaya operasional.

Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya pengendalian inflasi seiring meningkatnya kebutuhan pangan.

“Kebutuhan protein seperti telur di Kabupaten Bandung bisa mencapai 1.000 ton per bulan. Sementara kondisi peternakan di kami berbeda dengan daerah lain seperti Jawa Tengah atau Jawa Timur. Artinya, perlu kerja sama antardaerah untuk saling melengkapi kebutuhan pangan,” jelasnya.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, KDS menegaskan bahwa produksi beras Kabupaten Bandung yang mencapai 328.000 ton per tahun masih mampu memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, untuk komoditas lain seperti sayur mayur, pihaknya masih membutuhkan dukungan dari daerah lain.

Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Bandung menggencarkan program GERTAMAN (Gerakan Tanami Halaman) guna mendorong kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.

“Minimal kebutuhan pangan keluarga bisa terpenuhi sendiri. Jika berlebih, hasilnya bisa dijual ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau langsung ke SPPG,” tambahnya.

KDS juga mendorong adanya regulasi yang dapat memperkuat sinergi antara program MBG dan kebijakan nasional, termasuk perlunya penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) agar tercipta keselarasan harga antara KDKMP dan pasar.

“Kalau ini terwujud, saya yakin ekonomi sirkular di masyarakat bisa berjalan optimal,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam memastikan ketersediaan bahan baku program MBG. Menurutnya, program ini sekaligus menjadi off taker bagi hasil pertanian masyarakat.

“Peran kepala daerah sangat penting dalam memastikan ketersediaan bahan baku. MBG ini pada dasarnya dibeli oleh negara, sehingga menjadi pasar bagi hasil tani masyarakat. Namun, masyarakat juga tetap perlu ikut mengawasi pelaksanaannya,” pungkasnya ***

Yans.

Upaya Penanganan Pasca Banjir, Kolaborasi Pentahelix Dayeuhkolot Sedot Genangan Air Di Depan Ria Busana.

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Sebagai bagian dari rangkaian penanganan dampak bencana banjir yang melanda wilayahnya, kolaborasi Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot melakukan tindakan nyata dengan melakukan penyedotan genangan air yang masih menggenang di kawasan depan Ria Busana. pada senin 27/04/2026. Langkah ini diambil agar kawasan tersebut dapat segera berfungsi kembali dan terhindar dari risiko munculnya berbagai penyakit akibat genangan air yang mengendap.

Kegiatan ini melibatkan Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) dayeuhkolot yang tergabung dalam Pentahelix, serta warga masyarakat dan juga didukung oleh unsur media massa yang turut menyebarkan informasi penting kepada publik. Semua pihak bersatu padu memadukan sumber daya, tenaga, dan pikiran agar proses penanganan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Sejak pagi hari, peralatan penyedot air telah didatangkan dan dipasang di lokasi yang tergenang. Para anggota prima dan warga yang terlibat bekerja secara terkoordinasi, mengatur aliran air yang disedot agar dapat mengalir menuju saluran pembuangan yang telah disiapkan. Kegiatan ini menjadi prioritas karena kawasan depan Ria Busana merupakan daerah yang padat aktivitas, baik sebagai jalur lalu lintas kendaraan maupun pejalan kaki, serta lokasi pusat kegiatan usaha warga.

Ketua Pentahelix Dayeuhkolot Tri Rahmanto menyampaikan bahwa upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam memulihkan kondisi wilayah pasca terjadinya banjir. “Kami menyadari bahwa genangan air yang tertinggal tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan kerusakan lingkungan. Melalui kerja sama lintas unsur ini, kami berusaha meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan dan memulihkan kondisi wilayah secepatnya,” ujarnya.

Perwakilan dari unsur dunia usaha juga menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. “Kami berterima kasih atas perhatian dan upaya yang dilakukan ini. Kawasan yang bersih dan bebas genangan tentu akan membuat aktivitas usaha dan kehidupan warga kembali berjalan dengan lancar seperti sediakala,” ujarnya.

Warga yang melintas dan beraktivitas di lokasi menyambut baik langkah yang diambil tersebut. Mereka menyampaikan rasa syukur karena masalah yang mereka hadapi segera mendapatkan penanganan yang serius dan terkoordinasi.

Setelah proses penyedotan selesai, tim yang bertugas juga melakukan pembersihan sisa lumpur dan sampah yang terbawa air banjir agar kawasan tersebut kembali bersih dan layak digunakan. Para anggota prima bersama seluruh unsur yang tergabung dalam Pentahelix berkomitmen untuk terus memantau kondisi wilayah dan menangani berbagai masalah yang muncul pasca bencana hingga kondisi pulih sepenuhnya.

Yans.

Bedas Pisan! KDS Sabet Penghargaan Nasional, MBG Kabupaten Bandung Jadi Model Ketahanan Pangan

JAKARTA -YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna (KDS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menerima Outstanding Achievement in Free Nutritious Meals & Food Security Award pada ajang Food Summit 2026 yang digelar oleh CNBC, Senin (27/4/2026). Penghargaan ini diberikan atas pencapaian luar biasa Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dalam keterangannya, KDS menegaskan bahwa keberhasilan implementasi program MBG di Kabupaten Bandung tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor yang terbangun secara solid. Pemerintah daerah bahkan telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG yang terintegrasi dalam dashboard pimpinan, sehingga seluruh data di lapangan dapat terpantau secara real-time.

“Kami bersama Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah memiliki kantor bersama, bahkan ini yang pertama di Indonesia. Dengan begitu, jika ada permasalahan di lapangan, dapat langsung ditangani secara cepat dan terkoordinasi. Dinas Kesehatan pun bisa berkoordinasi langsung dengan BGN, termasuk memastikan kelayakan para penjamah makanan,” ujar KDS.

Lebih lanjut, KDS mengungkapkan bahwa program MBG memiliki dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Di Kabupaten Bandung, potensi serapan anggaran program ini bahkan mencapai Rp5,4 triliun, dengan nilai perputaran ekonomi bersih di masyarakat sekitar Rp3,7 triliun setelah dikurangi biaya operasional.

Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya pengendalian inflasi seiring meningkatnya kebutuhan pangan.

“Kebutuhan protein seperti telur di Kabupaten Bandung bisa mencapai 1.000 ton per bulan. Sementara kondisi peternakan di kami berbeda dengan daerah lain seperti Jawa Tengah atau Jawa Timur. Artinya, perlu kerja sama antardaerah untuk saling melengkapi kebutuhan pangan,” jelasnya.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, KDS menegaskan bahwa produksi beras Kabupaten Bandung yang mencapai 328.000 ton per tahun masih mampu memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, untuk komoditas lain seperti sayur mayur, pihaknya masih membutuhkan dukungan dari daerah lain.

Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Bandung menggencarkan program GERTAMAN (Gerakan Tanami Halaman) guna mendorong kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.

“Minimal kebutuhan pangan keluarga bisa terpenuhi sendiri. Jika berlebih, hasilnya bisa dijual ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau langsung ke SPPG,” tambahnya.

KDS juga mendorong adanya regulasi yang dapat memperkuat sinergi antara program MBG dan kebijakan nasional, termasuk perlunya penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) agar tercipta keselarasan harga antara KDKMP dan pasar.

“Kalau ini terwujud, saya yakin ekonomi sirkular di masyarakat bisa berjalan optimal,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam memastikan ketersediaan bahan baku program MBG. Menurutnya, program ini sekaligus menjadi off taker bagi hasil pertanian masyarakat.

“Peran kepala daerah sangat penting dalam memastikan ketersediaan bahan baku. MBG ini pada dasarnya dibeli oleh negara, sehingga menjadi pasar bagi hasil tani masyarakat. Namun, masyarakat juga tetap perlu ikut mengawasi pelaksanaannya,” pungkasnya ***

Yans.

56 Anggota Baru ORARI Lokal Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadan Konjala Mengaku Senang Ada Penambahan Anggota.

Bandung -YUTELNEWS.com// Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kabupaten Bandung, melaksanakan agenda pengukuhan anggota baru, bertempat di Sekolah Alam SMP Prima Cendekia Islami, Desa Warnasari Pangalengan, Sabtu dan Minggu 25-26 April 2026.

Menurut Ketua ORARI Lokal Kabupaten Bandung, H. Dadan Konjala, SH pengukuhan anggota baru ORARI dilaksanakan setelah calon anggota ORARI menyelesaikan persyaratan administrasi dan teknis. Untuk sampai pada tahap pengukuhan, calon anggota harus melewati beberapa langkah sesuai panduan dari ORARI Lokal. Dimulai dari proses pendaftaran Ujian Amatir Radio (UNAR) melalui sistem e-Licensing SDPPI. Kemudian mengikuti UNAR sesuai jadwal yang ditentukan. Setelah dinyatakan lulus UNAR, calon anggota akan mendapatkan Izin Amatir Radio (IAR) lalu dikukuhkan sebagai anggora ujar pemegang Callsign YB1MYT.

H. Dadan Konjala mengaku senang dan gembira dengan kehadiran anggota baru ORARI Kabupaten Bandung sebanyak 56 orang dari angkatan 67. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat akan kegiatan amatir radio yang tidak pernah berkurang. Meskipun saat ini kita berada pada era teknologi digital, namun aktivitas amatir radio terus berkembang. Para insan amatir radio terus menyesuaikan keterampilan dan kemampuan beradaptasi dengan era digital. Insan amatir radio juga terus berinovasi dengan memanfaatkan teknologi digital.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa para insan amatir radio tidak ditinggalkan oleh zaman digital, melainkan terus beradaptasi dan berinovasi dengan memanfaatkan teknologi tersebut ungkap Dadan Konjala yang sudah menjadi anggota ORARI sejak tahun 1984 atau 42 tahun.

Senada dengan Ketua ORARI Lokal Kabupaten Bandung, Ketua ORARI Daerah Jawa Barat Ir. H. Yana Koryana, MP yang hadir dalam pengukuhan itu mengatakan,
di era digital saat ini, amatir radio tidak lagi hanya mengandalkan komunikasi suara analog, melainkan telah bertransformasi menjadi hobi yang memadukan teknologi komputer dan jaringan global.
Saat ini, insan insan amatir radio telah mengadopsi mode digital. Komunitas kini telah melampaui telegrafi manual (kode Morse) dan banyak beralih ke mode digital seperti FT8, JS8Call, dan DMR (Digital Mobile Radio). Mode ini memungkinkan pengiriman data yang lebih efisien dan audio yang jauh lebih jernih.

Tidak hanya itu, kita sudah melakukan pula
konvergensi dengan Internet. Para insan amatir radio kini memanfaatkan internet untuk memperluas jangkauan melalui teknologi seperti Echolink atau sistem gateway digital, yang memungkinkan komunikasi antar-benua hanya dengan perangkat genggam. Kita juga manfaatkan
komunikasi Satelit Amatir. Kemudahan akses ke teknologi membuat para amatir kini lebih sering berkomunikasi melalui satelit amatir yang mengorbit bumi, ungkap pemegang Callsign YB1AR.

Selain menyesuaikan dengan perkembangan digital, insan amatir radio juga tetap memainkan peran sosial kemasyarakatan. ORARI juga bukan sekadar wadah hobi, melainkan mitra strategis pemerintah dan masyarakat yang memiliki peran vital dalam berbagai situasi, terutama saat infrastruktur komunikasi publik tidak memadai. Dalam penanggulangan bencana dan kedaruratan
ORARI menjadi garda terdepan dalam menyediakan komunikasi darurat (emergency communication) ketika jaringan seluler atau internet lumpuh akibat bencana alam.

Kami juga memiliki CORE ORARI (Communications & Rescue), satuan khusus yang diterjunkan untuk memberikan dukungan komunikasi dalam operasi pencarian, pertolongan (SAR), dan koordinasi bantuan logistik di lokasi bencana, ungkap Ir. Yana Koryana, MP.

Ketua ORARI Daerah Jawa Barat ini juga mengapresiasi peran ORARI Kabupaten Bandung yang tetap eksis setelah penggabungan dua lokal ORARI Bandung Selatan dan Bandung Timur. Dengan motto “Kagok Edan Jawara Sakalian” ORARI Kabupaten Bandung selalu tampil dalam berbagai kegiatan, baik kegiatan amatir radio maupun tanggal darurat kebencanaan. Bahkan ORARI Lokal Kabupaten Bandung satu satunya lokal yang selalu berjaya dalam even Jawa Barat Field Day dengan meraih empat kali juara umum secara berturut-turut. Jabar Field Day merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh ORARI Daerah Jawa Barat untuk mengasah keterampilan teknis amatir radio, pungkasnya.***

Yans.

KDS Perluas Kerja Sama Pendidikan, ASN Kabupaten Bandung Didorong Lanjut Studi

KAB. GRESIK – YUTELNEWS.com// Pemerintah Kabupaten Bandung dan Universitas Sunan Gresik (USG) resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya aparatur sipil negara (ASN), guna menjawab tantangan digitalisasi dan menyongsong Indonesia Emas 2045. Penandatanganan dilaksanakan pada Minggu (26/04/2026) di Kampus USG, Kabupaten Gresik.

Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS, hadir langsung bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, jajaran Bagian Kerja Sama, Protokol Pimpinan, serta BKPSDM dalam agenda tersebut.

Dalam sambutannya, KDS mengapresiasi langkah Universitas Sunan Gresik yang terus berinovasi, termasuk rencana penambahan program studi dari 37 menjadi 38 program studi di enam fakultas. Menurutnya, hal ini merupakan terobosan penting dalam menyiapkan SDM unggul.

“Kami sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan Universitas Sunan Gresik. Penambahan program studi ini menunjukkan komitmen dalam menyiapkan SDM yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar KDS.

KDS menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM yang profesional dan adaptif terhadap digitalisasi menjadi prioritas. Pemerintah Kabupaten Bandung, kata dia, siap mendukung melalui kebijakan anggaran secara bertahap guna mengimplementasikan kerja sama tersebut.

“Sesuai arahan Presiden, peningkatan SDM yang memahami digitalisasi menjadi hal yang sangat penting. Kalau kita tidak mempersiapkan dari sekarang, kita akan tertinggal,” tegasnya.

Selain itu, KDS juga menekankan pentingnya penerapan sistem reward and punishment bagi ASN. Ia mendorong ASN yang belum menempuh pendidikan tinggi untuk melanjutkan ke jenjang S-1, serta mendorong ASN yang telah lulus S-1 dan berprestasi untuk melanjutkan ke jenjang S-2. Kebijakan ini akan diperkuat melalui Peraturan Bupati sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM.

“Kami akan memberikan keleluasaan bagi ASN untuk meningkatkan kompetensinya. Yang belum kuliah kami dorong untuk S-1, dan yang sudah S-1 serta berprestasi kami dorong untuk bisa melanjutkan ke S-2,” ungkapnya.

Lebih lanjut, KDS juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas melalui Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), guna memperkuat kolaborasi antar daerah dengan Universitas Sunan Gresik.

“Kebetulan saya Ketua Harian APKASI. Silakan bekerja sama dengan kami, insyaallah saya siap memfasilitasi melalui APKASI agar kerja sama ini bisa menjangkau lebih banyak daerah,” tambah KDS.

Sementara itu, Rektor Universitas Sunan Gresik, Abdul Muhith menyampaikan bahwa program studi di kampusnya telah disesuaikan dengan kebutuhan zaman, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pembelajaran.

“Kami telah menyesuaikan program studi dengan kebutuhan zaman, termasuk integrasi teknologi dan Artificial Intelligence dalam sistem pembelajaran. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mencetak lulusan yang adaptif dan kompetitif,” ujar Abdul Muhith.

Ia menjelaskan bahwa USG telah menerapkan sistem pembelajaran terintegrasi berbasis teknologi, termasuk model perkuliahan hybrid yang memungkinkan pelaksanaan kuliah secara daring maupun luring sesuai kebutuhan.

“Perkuliahan kami sudah fleksibel, bisa hybrid, bahkan full online atau offline sesuai kesepakatan. Ini membuka peluang besar, termasuk bagi ASN yang ingin melanjutkan pendidikan,” tambahnya.

Selain itu, USG juga menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan, termasuk dalam pengembangan program studi kedokteran. Fasilitas penunjang seperti rumah sakit pendidikan, unit usaha, koperasi, perbankan, hotel, hingga produksi air minum turut menjadi bagian dari ekosistem pendidikan di kampus tersebut.

Abdul menambahkan, peluang bagi ASN Kabupaten Bandung untuk melanjutkan pendidikan di USG sangat terbuka, termasuk melalui skema beasiswa, dengan sistem pembelajaran yang fleksibel dan adaptif.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kualitas SDM, khususnya bagi ASN, sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Yans.

Di Bawah KDS Kinerja ASN Melesat, Kabupaten Bandung Masuk 3 Besar Nasional

KAB. BANDUNG – YUTELNEWS.com// Di bawah kepemimpinan Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS, Kabupaten Bandung mampu menunjukkan kemajuan di berbagai sektor. Salah satunya adalah dari aspek kinerja ASN yang hasilnya sudah terlihat selama masa kepemimpinannya.

Capaian ini terlihat dari berbagai penilaian, baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025 terhadap LPPD Tahun 2024 pada Senin (27/4/2026) yang ditetapkan melalui Keputusan Mendagri Nomor 100.2.1.7–2109 Tahun 2025, Kabupaten Bandung mencatatkan sejarah baru dengan meraih status “Kinerja Tinggi.”

Pencapaian tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

KDS menuturkan, pada EPPD 2022 (LPPD 2021), Kabupaten Bandung berada pada status “Rendah” dengan skor 2,48.
Kemudian pada EPPD 2023 (LPPD 2022), meningkat menjadi status “Sedang” dengan skor 3,232.

Selanjutnya pada EPPD 2025 (LPPD 2024), Kabupaten Bandung berhasil meraih status “Tinggi” dengan skor 3,438 dan menempati peringkat ke-3 secara nasional.

“Prestasi ini merupakan buah kerja keras OPD, seluruh ASN, karyawan pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat Kabupaten Bandung. Kami akan konsisten meningkatkan kinerja setiap tahunnya. Semoga capaian ini menjadi kado indah bagi Hari Jadi ke-384 Kabupaten Bandung dan memacu semangat dalam meningkatkan pelayanan publik,” jelas KDS.

Yans.

Abah Anton Charliyan Bersama Tim Majelis Adat Sunda Kunjungi Kampung Naga Adat Salawu ,Tampung Curhatan Tokoh Adat.

Tasimalaya -YUTELNEWS.com// Abah Anton Charliyan selaku Ketua Umum majelis Adat Sunda Jabar dan Tim , sengaja Jalan – jalan berkunjung dan bersilaturahmi ke Kampung Adat Naga Salawu Kabupaten Tasikmalaya,jawa barat. kebetulan bertemu dengan beberapa Tokoh masyarakat Adat di antaranya : Abah Tajudin selaku Sesepuh , Bah Ucu tokoh pemangku adat , Kang Aceng & Kang Aep wakil Nonoman dan beberapa masyarakat yang lain yang ikut bersama sama ngumpul ngariung, sehingga biasa terjadi adu Bako ngobrol ngaler ngidul yang akhirnya Curhat tentang Situasi Kampung adat saat ini ,pada Minggu 26/04/2026.

Bahwa Posisi kampung adat ini Persis berada di tepi Sungai besar , yang ternyata dari tahun ke tahun terjadi pendangkalan sehingga jika curah hujan besar , sering terjadi Banjir, bahkan pernah terjadi Banjir kiriman besar, di tahun 2017 pernah mengakibatkan rusaknya tanah & sawah garapan bahkan sampai merusak kampung adat, untuk itu mereka berharap perlu adanya penggalian dan Pendalaman Sungai , walau sudah pernah dilakukan secara gotong royong beberapa kali , namun hasilnya belum maksimal. jika tidak digali dan diperdalam bisa juga tanah pinggiran sungai sepanjang Kampung tersebut, sekitar 1 km di tinggikan minimal 0,5 km, sehingga diharapkan bisa membendung air limpahan sungai jika terjadi hujan besar.

Demikian juga tanggul yang ada saat ini , perlu di perpanjang juga sehingga aliran sungai bisa ditahan atau beralih ke tempat yg aman.
Untuk memperkuat hal tersebut perlu juga di tambah penghijauan dipinggir bantaran kali dan disekeliling Kampung termasuk di pinggir – pinggir Leuweung .

Karena Akibat banjir tersebut irigasi Pengairan sawah garapan mengalami kerusakan dan penyempitan.

Kemudian ketika ditanya kondisi bangunan rumah ? , merekapun mengatakan bahwa atap rumah sudah banyak yang pada bocor, untuk beli ijukpun harga saat ini sangat mahal , harganya sudah tidak terjangkau, masyarakat adat sudah tidak mampu untuk membeli lagi , akibatnya kayu2 rumah banyak yang sudah lapuk & rusak, sehingga kondisi rumah2 adat tersebut secara umum, cukup Memprihatinkan , begitu juga fasilitas umum masyarakat seperti, Leuit ( gudang tempat simpan bahan pokok ), Pacilingan ( Toilet) , imah gede, imah leutik, mushola, saung lisung , Bedug dll perlu perbaikan yang serius dan segera ,
Adapun masalah minyak tanah Alhamdulillah sudah dapat Subsidi pemerintah sejak tahun 2010 an, sehingga sudah bisa teratasi.
Namun sekalipun banyak kesulitan dan keprihatinan, mereka tidak akan pernah meminta mengandal kan tangan kepada siapapun termasuk pemerintah. Karena bagi masyarakat adat Naga Meminta itu termasuk sebuah Pantangan , tapi jika Ada yang kasih dengan ikhlas mengulurkan bantuan dengan tulus merekapun tidak Akan menolak asal tidak Bertentangan dengan Adat tradisi yg sudah ada .

Maka agar mereka bisa bangkit kembali,para tokoh adat menyarankan , perlunya uluran Tangan para Inohong Pemerintahan , yang memang kenyataanya perlu perbaikan sesegera mungkin secara menyeluruh dan signifikan. Disamping itu tentu saja perlu adanya peningkatan tingkat kesejahtraan masyarakat adat itu sendiri, dengan merevitalisasi bidang pertanian dan peternakan,tanaman yang mempunyai nilai ekonomis nyata yang bisa laku tinggi dipasaran.

Hal inipun diungkapkan oleh Abah Tajudin, jika memungkinkan kami ingin menaman tanaman yang Punya nilai ekonomis tinggi seperti , Pohon Pala , Pohon kelapa Kopyor, Kopi , Melon Inggris , Nenas Madu , jambu stek , Markisa, Tebu , Gaharu , jati Belanda , Kapol , umbi Cilembu, Pare/Padi Khusus saperti Beas beureum atau bibit ketan , pokoknya Tanaman Produktif lain yang bisa dijual langsung dengan harga yang kompetitif dan masa Tanam yg relatif singkat. Bila perlu dengan metode khusus seperti menggunakan polybag dan green house , bibit tanam pilihan terbaik, Sehingga keseimbangan Akan tetap terjaga.

Kang Ucu menambahkan, bahwa lahan leuweung garapan yang sekarang ada, ternyata hanya 11 hektar saja , sangat kecil untuk ukuran masyarakat adat , sehingga panenyapun sangat terbatas , otomatis tidak bisa nyimpen Beas di leuit , mengakibatkan ketahanan Panganyapun sangat rentan & menghawatirkan, sehingga dengan demikian perlu adanya perluasan tanah garapan. Agar masyarakat bisa lebih semangat dan percaya diri.

Sementara itu Lain lagi dari Kang Aceng dan Kang Aep sebagai Perwakilan Nonoman ( Anak muda ) menyampaikan ingin meningkatkan bidang peternakan dan perikanan yang sudah ada seperti : Pembibitan Ayam Petelur, pembibitan ayam Kampung, Ayam Bangkok, Domba Garut, ikan Nila , Gurame dll.
Namun terkendala masalah klise , kurang nya modal dan pemasaran , yang lebih banyak dikuasai Bandar sehingga harga jual rendah , baik itu dari hasil Peternakan maupun Pertanian , sehingga perlu jalur khusus bantuan pemasaranya dari Pemerintah.
Kampung adat pun kalo bisa ditata lebih Indah dengan model Taman yang asri menghadirkan tanaman bunga Hijau & Indah namun tetap produktif , termasuk jalan2 satapak biar dibalai ku batu agar tidak licin dan becek.
Itulah sekelumit obrolan singkat disiang hari itu, sambil minum kopi pahit dan goreng pisang di warung kang Ucu.
Semoga obrolan ini bukan hanya sekedar Impian kami semua , ungkapnya , melalui Tim Majelis Adat Sunda jabar bisa Nepi disampaikan ka Pangagung atawa Para Gegeden Nu aya di gedung sate tutupnya.
Itulah obrolan singkat kami tim MASDA Jabar dengan masyarakat Adat, agar bisa menjadi perhatian kita semua untuk dapat segera di tindak lanjuti oleh semua stik holder terkait .amin yra .

Yans.

Kades Cangkuang Kulon Acep Koswara Gerakkan Warga Dukung Pentahelix Dayeuhkolot Bersihkan Lingkungan Dranase.

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan tampak memuncak dalam kegiatan kerja bakti warga desa cangkuang kulon yang digagas oleh kepala desa cangkuang kulon Acep Koswara Kecamatan Dayeuhkolot. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di wilayah lingkungan,Desa cangkuang kulon, berbagai unsur masyarakat untuk bekerja sama membersihkan lingkungan dari berbagai tumpukan sampah, rumput liar, dan endapan kotoran yang mengganggu kebersihan serta kesehatan bersama. pada minggu 26/05/2026.

Kepala Desa Acep koswara menjadi penggerak utama terselenggaranya kegiatan ini. Melalui kerja bakti yang terkoordinasi dengan baik, seluruh masyarakat bersatu padu di wilayah cangkuang kulon, pelaksanaan kegiatan dengan tujuan utama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan bebas dari sumber penyakit serta potensi bencana akibat lingkungan yang tidak terawat.

Sejak pagi hari, puluhan warga yang terdiri dari pengurus, perangkat lingkungan, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga warga dari berbagai kalangan usia telah berkumpul di lokasi yang telah ditentukan. Mereka membawa peralatan kerja masing-masing seperti sekop, cangkul, sapu, karung pengangkut sampah, dan peralatan lainnya, kemudian langsung bergerak melakukan pembersihan sesuai dengan pembagian wilayah tugas yang telah disepakati.

Pelaksanaan, kegiatan ini berlangsung dengan semangat yang tinggi. Para warga bahu-membahu membersihkan selokan yang tersumbat sampah dan lumpur, memangkas rumput liar yang tumbuh di tepi jalan, mengangkut tumpukan sampah, serta merapikan lingkungan sekitar tempat pemukiman dan fasilitas umum. Suasana keakraban terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung, di mana setiap orang saling membantu dan berbagi tugas tanpa membedakan kedudukan atau latar belakang.

Kepala Desa Acep Koswara menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata berbagai unsur dalam Pentahelix mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. “Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. “Melalui kerja sama ini, kita tidak hanya membersihkan lingkungan secara fisik, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi dan menumbuhkan kesadaran bersama untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan tempat kita tinggal,” ujarnya.

Perwakilan dari unsur masyarakat juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pembangunan dan pemeliharaan lingkungan di wilayah ini. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat berlangsung secara berkelanjutan, tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi menjadi kebiasaan hidup yang diterapkan oleh seluruh warga sehari-hari.

Warga setempat menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian serta upaya yang telah dilakukan. Mereka berjanji akan ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan yang telah dibersihkan, serta tidak lagi membuang sampah sembarangan agar hasil kerja sama yang telah dicapai dapat terjaga dengan baik.

Kegiatan kerja bakti ini berlangsung hingga siang hari, dan hasilnya langsung terlihat dengan berubahnya kondisi lingkungan menjadi lebih bersih, rapi, dan sehat.

Yans.

BAGUNA PDI Perjuangan Jawa Barat Hadir Ikuti HKBN dan Jambore Relawan Destana II di Cipatat KBB.

Kab.Bandung Barat – YUTELNEWS.com// Jajaran Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan Jawa Barat hadir di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Kehadiran BAGUNA PDI Peejuangan Jawa barat ini untuk ambil bagian dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) melalui kegiatan Jambore Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana).

Kegiatan Jambore Destana II ini digelar di Lapangan Rajamandala, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Minggu (26/04/2026).

Wakil Kepala Bidang Prabencana/Mitigasi BAGUNA PDI Perjuangan Jawa Barat, Thio Setiowekti menyampaikan, keikutsertaan BAGUNA dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam memperkuat kesiapsiagaan untuk masyarakat menghadapi potensi bencana.

Khususnya di wilayah Jawa Barat yang memiliki kerawanan terhadap bencana alam cukup tinggi, salah satunya adalah di Kabupaten Bandung Barat. Seperti bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, beberapa waktu lalu yang menelan ratusan korban jiwa.

“Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, kami dari BAGUNA PDI Peejuangan ingin meningkatkan kapasitas dan keahlian anggota kami serta memperkuat sinergi antara pemerintah, komunitas dan masyarakat dalam upaya mitigasi sekaligus penanganan bencana,” ujar Thio

Kegiatan Jambore Relawan Destana II dibuka oleh Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat, Duddy Prabowo, yang hadir mewakili Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail.

Turut mendampingi dalam pembukaan tersebut Kepala Badan Penanggupangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Bandung Barat, Asep Sehabudin dan Camat Cipatat, Herman Permadi.

Jambore ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 26 hingga 27 April 2026, dengan berbagai rangkaian kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan keterampilan relawan.

Kegiatan tersebut meliputi sarasehan dan silaturahmi, pelatihan SAR dan ESAR, water rescue, karnaval kebencanaan, peningkatan kapasitas relawan, simulasi kebencanaan, vertical rescue, serta kegiatan sosial bagi masyarakat.

Selain sebagai ajang pelatihan, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat koordinasi antar relawan dan pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana di tingkat daerah.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan desa-desa di Kabupaten Bandung Barat semakin siap dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana, sekaligus mampu meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan. (*)

Yans.

Karya Bakti Warga Rw 03 Palasari Dukung Program Pentahelix Dayeuhkolot, Gotong Royong Bersihkam Aliran Parit Pasca Banjir

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Semangat kebersamaan dan kepedulian warga RW 03 Palasari Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Tampak nyata mendukung program Pentahelix Dayeuhkolot dalam kegiatan karya bakti sosial yang dilaksanakan hari ini. ” Berangkat dari dampak banjir yang melanda wilayah ini usai pasca banjir, puluhan warga dari berbagai kalangan usia dan lapisan masyarakat bahu -membahu membersihkan dan memperbaiki aliran parit yang tersumbat lumpur, sampah, dan material sisa banjir. pada minggu 26/04/2026.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Ketua Rw 03 palasari Gunawan Dwipayana SE bersama pengurus, tokoh masyarakat dan tokoh agama,pemuda dengan tujuan utama memulihkan fungsi saluran air agar dapat mengalir dengan lancar kembali, serta mencegah terjadinya genangan air dan banjir susulan saat curah hujan tinggi turun. Sejak pagi hari, warga sudah berkumpul membawa peralatan kerja masing-masing, mulai dari sekop, cangkul, keranjang pengangkut, hingga sapu lidi.

Dalam pelaksanaannya, warga palasari bekerja secara teratur dan terbagi dalam beberapa kelompok. Ada yang membersihkan lumpur dan endapan tanah yang menutupi dasar parit, ada yang mengangkut tumpukan sampah dan material bekas, serta ada yang memperbaiki bagian dinding parit yang rusak akibat arus air yang deras saat banjir melanda. Suasana kebersamaan terasa kental, terlihat warga saling membantu dan berbagi tugas tanpa membedakan kedudukan maupun status sosial.

Ketua RW 03 Palasari Gunawan Dwipayana SE dalam keterangannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat warga gotong royong yang telah menjadi warisan budaya bangsa. “Banjir yang terjadi beberapa hari lalu membuat parit-parit kita tersumbat parah, sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik. Berkat kesadaran dan keikhlasan warga, hari ini kita bersama-sama berusaha memulihkan kondisi lingkungan kita agar kembali aman dan nyaman untuk ditinggali. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi, baik dengan tenaga maupun sumbangan yang diberikan,” ujarnya.

Selain membersihkan saluran air, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antarwarga. Warga berharap dengan selesainya pembersihan ini, risiko terjadinya banjir dan genangan air di lingkungan mereka dapat diminimalisir. Mereka juga berjanji akan terus menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan agar saluran air tetap berfungsi dengan baik sepanjang waktu.

Kegiatan karya bakti ini berlangsung hingga sore hari, dan hasilnya dapat langsung dirasakan oleh warga dengan lancarnya aliran air di sepanjang saluran yang telah dibersihkan.

Yans.

Abdul Rouf Jadi Ketua Terpilih, Bupati KDS Minta BKPRMI Selaraskan Program Kerja dengan Pemkab Bandung

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Sebanyak 31 Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Bandung secara aklamasi memilih H. Abdul Rouf, M.Pd sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) BKPRMI Kabupaten Bandung periode 2026-2031.

Abdul Rouf yang sebelumnya menjabat Sekretaris Umum DPD BKPRMI Kabupaten Bandung terpilih sebagai Ketua dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII DPD BKPRMI Kabupaten Bandung, yang digelar di Ponpes Barokatul Walidain Al Mumtaz, Desa Panyirapan, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/4/2026).

Musda dibuka oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna yang turut dihadiri dihadiri Sekum DPW BKPRMI Jawa Barat H Syaeful Bahri M.Si, Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Ramlan Rustandi, Ketua MUI Kabupaten Bandung KH Yayan Hasuna Hudaya, Ketua Baznas Kabupaten Bandung Yusuf Ali Tantowi, Kabag Kesra Setda Kabupaten Bandung dan Camat Soreang.

Dalam sambutannya, Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) menghaturkan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua DPD BKPRMI sebelumnya H Cecep Irfan Hilmi, yang selama ini bersama-sama membangun Kabupaten Bandung.

“Sebuah terobosan kami untuk memuliakan para ulama salah satunya yaitu Program Insentif Guru Ngaji yang juga kami gulirkan untuk para sahabat di BKPRMI Kabupaten Bandung,” kata KDS.

Ia lantas mengungkapkan hasil survei dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bahwa baru 24 persen anak muslim dari TK, SD dan SMP yang bisa mengaji, bahkan setelah program guru ngaji digulirkan Pemkab Bandung.

“Ini merupakan PR bagi kita semua dan harus tetap semangat untuk BKPRMI dalam upaya mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada anak-anak kita di masjid sebagai penerus bangsa yang maju dan unggul,” ucapnya.

Karena itu KDS mengucapkan selamat bermusyawarah dan berharap ketua terpilih bersama jajaran pengurus bisa menghasilkan program-program kerja yang diselaraskan dengan Program Pemkab Bandung.

“Siapapun yang jadi ketua, kalau calon ketuanya hanya satu ya aklamasi saja. Semoga BKPRMI semakin solid, kompak, dan terus menjalin sinergi yang baik dengan pemerintah daerah maupun Kemenag dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama,” ujar KDS.

Pada kesempatan itu Bupati KDS juga memberikan santunan kepada 50 santri TKA dan TQA.

Ketua terpilih DPD BKPRMI Kabupaten Bandung Abdul Rouf memohon doa dan dukungan dari semua stakeholder terpilihnya ia menjadi ketua yang baru agar BKPRMI lebih maju dan bisa mengembangkan remaja masjid lebih baik lagi.

“Alhamdulillah, Musda ke-VII DPD BKPRMI Kabupaten Bandung telah terselenggara dengan bahagia riang gembira, seluruh DPK hadir dan subhanallah, ini merupakan musibah bagi saya karena mereka mempercayakan kepada saya untuk menjadi Ketua DPD BKPRMI periode 2026-2031,” ucap Rouf.

Sementara Ketua BKPRMI Kabupaten Bandung demisioner Cecep Irfan Hilmi mengatakan, Musda BKPRMI ini bukan sekadar agenda rutin 5 tahunan untuk memilih ketua baru.

“Lebih dari itu, ini adalah momen refleksi perjuangan kita dalam memakmurkan masjid dan membina remaja masjid yang berakhlakul karimah,” tandas Cecep.

Ke depan, lanjut Cecep, tantangan BKPRMI semakin berat di mana harus tetap konsisten menjadi benteng moral generasi muda melalui pembinaan santri dan remaja masjid.

“Musda ini harus menghasilkan program kerja yang taktis, aplikatif, dan mampu menjawab tantangan zaman, terutama dalam mewujudkan generasi Qur’ani,” tandasnya.

Cecep menegaskan, regenerasi di tubuh BKPRMI adalah bukti bahwa dakwah tidak pernah berhenti. Pemuda remaja masjid hari ini adalah Imam dan pemimpin umat di masa depan.

“Oleh karena itu, mari kita jadikan musda ini sebagai momentum mempererat tali silaturahmi dan menyatukan visi untuk kejayaan remaja masjid dan mendukung Visi Misi Kabupaten Bandung yang Lebih Bedas,” pungkasnya.(*)

Yans.

Pentahelix Dayeuhkolot Terus Bergerak Tak Hentikan Aksi, Benahi Titik Rawan Banjir.

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Meski berada di malam hari , Tim Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot tetap bergerak aktif di lapangan guna mempercepat berbagai upaya teknis penanggulangan banjir di kawasan Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. pada jumat (24/04/2026) malam.

Pantauan awak media, tim Pentahelix melakukan pendampingan terhadap pihak Dinas Binamarga dari propinsi dalam rangka penggalian dranase serta pemasangan boxcover yang akan digunakan untuk akses kendaraan roda dua,roda empat di jalur jalan radio yang berlokasi di RW 03 palasari kelurahan pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Ketua Tim Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot, H Tri Rahmanto, menegaskan bahwa kegiatan malam tidak menjadi alasan untuk mengendurkan kerja lapangan dalam upaya mengatasi persoalan banjir.

Dimalam hari bukan menjadi penghalang bagi kami untuk terus bergerak. Justru ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi. Tim Pentahelix bersama pemerintah daerah, provinsi, serta berbagai pihak terus berupaya agar penanganan banjir di Dayeuhkolot bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Tri Rahmanto.

Ia juga menambahkan bahwa koordinasi lintas instansi dan pendampingan langsung di lapangan menjadi kunci agar setiap program penanganan banjir dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Yang kita lakukan malam ini adalah memastikan seluruh rencana teknis penggalian hingga pemasangan boxcover saluran dranase benar -benar terukur dengan baik. Harapannya, ketika pembangunan dilakukan, semuanya sudah mampu menjadi solusi nyata bagi persoalan banjir di kawasan Dayeuhkolot,” tambahnya.

Tri Rahmanto juga mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, serta pemerintah untuk terus mengajak dan memperkuat kolaborasi dalam upaya penanganan banjir yang berkelanjutan.

“Penanganan banjir ini bukan hanya tugas pemerintah semata. Kami mengajak seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pelaku industri, hingga pemangku kebijakan untuk bersama -sama serta aktif terlibat dalam upaya penanganan banjir. Jika kita bergerak bersama, insyaallah persoalan banjir di Dayeuhkolot bisa kita atasi secara bertahap,” pungkasnya.

Yans.

KDS Genjot Optimalisasi LPK untuk Serap 10 Ribu Tenaga Kerja per Tahun

BANDUNG — YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna (KDS), menegaskan pentingnya peran strategis Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dalam menyerap tenaga kerja baru di Kabupaten Bandung. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia (HILLSI) Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di Soreang, pada Jumat (24/04/2026).

Dalam arahannya, KDS menekankan bahwa LPK memiliki posisi kunci dalam mendukung target Pemerintah Kabupaten Bandung untuk menciptakan minimal 10.000 lapangan kerja setiap tahun. Ia mendorong optimalisasi kolaborasi dengan 157 perusahaan yang ada di Kabupaten Bandung agar program pelatihan yang dilaksanakan benar-benar terukur dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kolaborasi ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh HILLSI agar lulusan pelatihan benar-benar terserap oleh dunia industri,” ujar KDS.

Ia juga mengungkapkan bahwa capaian tahun sebelumnya telah melampaui target, yang diperkuat oleh program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpotensi menyerap sekitar 15.000 tenaga kerja, khususnya di sektor dapur operasional. Secara akumulatif, peluang kerja dari berbagai program daerah dan nasional mencapai puluhan ribu.

Meski demikian, KDS mengingatkan masih adanya tantangan besar, terutama dari pertumbuhan angkatan kerja baru setiap tahun. Saat ini, terdapat sekitar 150 LPK di Kabupaten Bandung yang perlu terus dioptimalkan, terutama dalam mencetak sumber daya manusia yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan digital.

“LPK harus mampu mencetak SDM yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memahami digitalisasi,” tambahnya.

Menutup sambutannya, KDS menegaskan bahwa program pelatihan harus memiliki indikator yang jelas dan memberikan dampak nyata, sehingga lulusan dapat langsung terserap oleh perusahaan dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Yans.

BNPP Bersama Kementerian PKP Bakal Perbaiki 15.000 Rumah Tidak Layak Huni di Kawasan Perbatasan

Jakarta –YUTELNEWS.com// Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan rencana program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di kawasan perbatasan. Program ini akan menyasar 15.000 rumah tidak layak huni yang tersebar di 40 kabupaten/kota perbatasan di 17 provinsi.

Mendagri menjelaskan bahwa program tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam menghadirkan keadilan bagi masyarakat perbatasan yang selama ini dinilai belum tersentuh secara optimal. “Untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat perbatasan agar mereka bangga dengan negara, bangga dengan pemerintah, dan nasionalisme akan makin kuat,” ujar Mendagri dalam keterangannya kepada awak media di Kantor BNPP, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, peningkatan kualitas hidup masyarakat perbatasan akan berdampak langsung pada ketahanan negara. Kawasan perbatasan yang sejahtera akan menjadi “buffer zone” sistem pertahanan Indonesia yang kuat dalam menghadapi potensi infiltrasi dari luar.

Mendagri juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) atas dukungan program tersebut. Ia menuturkan, awalnya alokasi program bedah rumah di kawasan perbatasan hanya sekitar 10.000 unit. Namun, jumlah tersebut kemudian ditingkatkan menjadi 15.000 unit setelah dilakukan peninjauan langsung ke lapangan.

“Jadi saya sangat berterima kasih, ini program BNPP mungkin paling besar yang pernah ada semenjak BNPP berdiri dari 2010,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, usulan sasaran penerima bantuan nantinya akan diverifikasi dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hal ini untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran, mengingat DTSEN memiliki data detail by name by address.

Ia berharap program ini dapat menjadi pemicu bagi kementerian dan lembaga lain untuk turut menghadirkan program pembangunan di kawasan perbatasan, seperti pembangunan pasar, dermaga, hingga fasilitas pendidikan. “Saya ingin menggambarkan saja bagaimana perbatasan itu kalau dengan adanya program ini, itu betul-betul menyentuh mereka, mereka merasa negara hadir,” jelasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri PKP Maruarar Sirait, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta pejabat terkait lainnya.

Puspen Kemendagri

Yans.

TPS3R Padamukti Jadi Percontohan, KDS Optimistis Persoalan Sampah Bisa Diselesaikan dari Desa

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com//Bupati Bandung Dadang Supriatna memberikan beberapa rekomendasi dalam rapat evaluasi Program Ekowisata Citarik yang berlokasi di bantaran Sungai Citarik, tepatnya di Desa Cibodas dan Padamukti, Kecamatan Solokanjeruk.

Ekowisata Citarik dikembangkan sebagai kawasan wisata edukasi lingkungan berbasis pengelolaan sampah, ekonomi sirkular yang melibatkan masyarakat desa, dan pelestarian koridor sungai. Bahkan Ekowisata Citarik ini bakal dijadikan desa wisata edukasi pengolahan sampah.

Untuk itu Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) menyebut rekomendasi tersebut dibagi ke dalam langkah jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang, agar pengelolaan ekowisata sekaligus penanganan persoalan sampah di kawasan tersebut dapat berjalan lebih optimal.

KDS berharap Ekowisata Citarik yang sudah berjalan lebih dari tujuh tahun itu terus berkembang, tidak hanya sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan, tetapi juga menjadi pusat edukasi masyarakat dalam menjaga sungai dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Untuk jangka pendek, dari total 178 TPS3R yang ada di Kabupaten Bandung, saya setuju untuk optimalisasi TPS3R eksisting seperti TPS3R Plus Padamukti. Termasuk juga soal insentif bagi para operator TPS3R, itu akan kita tindak lanjuti kajiannya nanti,” ujar KDS. saat rapat evaluasi di Rumah Dinas Bupati, pada Jumat(24/04/2026). 

Menurutnya, keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) harus benar-benar dimaksimalkan agar mampu mengurangi beban sampah yang masuk ke sungai sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

KDS juga menekankan pentingnya edukasi kepada warga agar terbiasa memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga.

Ia menjelaskan, sampah plastik memiliki nilai ekonomis karena dapat dijual kembali ke industri. Sementara sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi maggot maupun kompos yang bermanfaat bagi pertanian dan peternakan sehingga dapat pula menjadi bernilai ekonomis.

Karena itu, KDS meminta kepala desa untuk lebih aktif menggerakkan kepala dusun, RT, RW, hingga kader PKK agar edukasi pemilahan sampah menjadi gerakan bersama.

“Kalau perilaku masyarakat sudah berubah, persoalan sampah akan jauh lebih mudah ditangani. Jadi ini bukan hanya soal fasilitas, tapi juga soal kebiasaan masyarakat,” katanya.

Rekomendasi kedua, lanjut KDS, berkaitan dengan penguatan regulasi. Ia menilai perlu adanya dukungan kebijakan berupa surat edaran maupun instruksi kepada seluruh kepala desa agar memaksimalkan fungsi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Menurutnya, koperasi desa dapat berperan membantu pendanaan operasional TPS3R, termasuk untuk membeli sampah plastik dari warga sehingga masyarakat memiliki motivasi ekonomi dalam memilah sampah.

“Karena bagaimana pun sebenarnya masalah sampah ini bisa selesai dari tingkat desa.Harus bisa dikelola di tingkat desa, didaur ulang, lalu hasilnya bisa diserap oleh industri,” paparnya.

Sementara rekomendasi ketiga adalah setiap TPS3R harus memiliki tim kerja yang ulet, jelas dan terstruktur, yang nantinya dikukuhkan melalui Surat Keputusan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung.

Dengan adanya tim kerja yang resmi, pengelolaan TPS3R dinilai akan lebih terukur, memiliki tanggung jawab yang jelas, dan berkelanjutan.

Untuk jangka menengah, KDS juga mendorong adanya sinergi lintas sektor antara pemerintah desa, DLH, Disperkimtan, kecamatan, hingga komunitas lingkungan agar pengelolaan sampah tidak berjalan sendiri-sendiri.

Sedangkan untuk jangka panjang, ia berharap kawasan Ekowisata Citarik dapat menjadi model percontohan penanganan sampah berbasis masyarakat dan edukasi lingkungan yang bisa direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Bandung.

“Nah, kalau TPS3R ini dioptimalkan, saya semakin optimis persoalan sampah ini akan selesai,” tandasnya.

Selain TPS3R, potensi wisata dari Ekowisata Citarik ini para pengunjung bisa diarahkan untuk ber-jogging atau bersepeda, ada wisata pertanian dan perikanan, ada kampung UMKM dan wisata bantaran sungai.(*)

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.