Wabup Bandung Ali Syakieb Sambut Delegasi Lemhannas, Bahas Ketahanan Pangan dan Pembangunan Daerah

Bandung – YUTELNEWS.com// Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyambut kedatangan delegasi Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) P4N Angkatan 69 dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung,pada Senin (09/03/2026).

Kunjungan tersebut menjadi forum strategis bagi para peserta pendidikan calon pemimpin nasional untuk menggali secara langsung dinamika pembangunan daerah serta kondisi ketahanan nasional di tingkat wilayah. Sebanyak 55 peserta dari berbagai instansi mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian studi lapangan tahun anggaran 2026.

Dalam kesempatan itu, Ali Syakieb menegaskan, kehadiran delegasi lintas instansi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan lembaga strategis negara dalam memetakan potensi wilayah.

Menurutnya, Kabupaten Bandung memiliki sejumlah sektor unggulan yang dapat menjadi contoh dalam mendukung ketahanan nasional, khususnya di bidang pangan dan ekonomi kerakyatan.

“Pertemuan ini menjadi ruang kolaborasi strategis untuk melihat secara langsung bagaimana dinamika pembangunan daerah serta potensi wilayah yang dapat dikembangkan guna mendukung ketahanan nasional,” ujar Ali.

Dalam paparannya, ia menyoroti keunggulan sektor peternakan di kawasan Pangalengan yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi susu terbesar di Indonesia. Dari wilayah tersebut, produksi susu segar tercatat mencapai sekitar 75 ton per hari.

Produksi tersebut tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat, tetapi juga berperan penting dalam menjaga pasokan pangan berbasis protein hewani bagi masyarakat luas.

Selain sektor peternakan, Pemerintah Kabupaten Bandung juga terus memperkuat dukungan terhadap program prioritas pemerintah pusat, salah satunya melalui implementasi program pemenuhan gizi bagi masyarakat.

Ali menjelaskan, saat ini Kabupaten Bandung telah mengoperasikan sebanyak 331 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berfungsi mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis bagi sekitar 1,2 juta penerima manfaat.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat daerah.

Di sisi lain, penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa juga terus didorong melalui pembentukan dan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih. Saat ini, sebanyak 278 koperasi telah aktif beroperasi di berbagai wilayah Kabupaten Bandung.

Koperasi tersebut berperan penting dalam memutus rantai distribusi yang selama ini dikuasai oleh tengkulak, dengan cara menyerap langsung hasil pertanian dan peternakan masyarakat dengan harga yang lebih kompetitif.

Dengan sistem tersebut, petani dan peternak memperoleh kepastian pasar sekaligus harga jual yang lebih menguntungkan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Sementara itu, Ketua Rombongan SSDN P4N Angkatan 69, Roy Sinaga, menyampaikan apresiasi terhadap tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bandung.

Roy mengungkapkan berdasarkan penilaian dari Gubernur Lemhannas, kinerja tata kelola pemerintahan daerah di Kabupaten Bandung dinilai berada di atas rata-rata nasional.

Menurut Roy, kegiatan studi strategis ini bertujuan untuk melakukan analisis komprehensif terhadap berbagai aspek pembangunan daerah dengan menggunakan pendekatan Astagatra, yaitu konsep ketahanan nasional yang mencakup unsur geografi, sumber daya alam, demografi, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.

“Tim yang terdiri dari berbagai instansi ini akan melakukan kajian komprehensif untuk melihat bagaimana kebijakan daerah dapat berkontribusi terhadap ketahanan nasional,” kata Roy.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta juga akan meninjau secara langsung sejumlah program yang telah berjalan di Kabupaten Bandung, termasuk integrasi pengelolaan limbah peternakan menjadi pupuk organik dan energi biogas di kawasan Kertasari.

Program tersebut dinilai sebagai salah satu inovasi yang tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Selain itu, rombongan juga dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) yang berada di wilayah Pangalengan.

Koperasi tersebut dikenal sebagai salah satu koperasi peternakan terbesar di Indonesia yang berperan penting dalam pengelolaan produksi susu dari para peternak lokal.

Kegiatan studi lapangan ini dijadwalkan berlangsung hingga 11 Maret 2026 dengan berbagai agenda peninjauan langsung di sejumlah lokasi strategis.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para peserta dapat memperoleh gambaran nyata mengenai implementasi kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam sektor pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga strategis nasional ini juga diharapkan dapat melahirkan berbagai rekomendasi kebijakan yang konstruktif bagi pembangunan nasional ke depan.

Dengan potensi yang dimiliki, Kabupaten Bandung terus memantapkan posisinya sebagai salah satu daerah mitra strategis dalam mendukung stabilitas pangan nasional sekaligus menjaga iklim investasi yang kondusif.

Pertukaran gagasan dalam forum ini diharapkan mampu menghasilkan pemikiran yang kontributif bagi arah kebijakan pembangunan Indonesia di masa mendatang agar semakin tepat sasaran dan berkelanjutan.(*)

 

Yans.

Hadir di Rapat Paripurna DPRD, Wabup Ali Syakieb Tekankan Pentingnya Regulasi Komprehensif Pengelolaan Aset Daerah

BANDUNG – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna diwakili Wakil Bupati (Wabup) Bandung Ali Syakieb menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, pada Senin (09/03/2026).

Rapat Paripurna ini dengan agenda penyampaian Laporan Hasil Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) terkait usulan pembahasan serta penandatanganan keputusan DPRD mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di luar Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung mengusulkan Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) untuk dibahas pada tahun 2026.

Ali Syakieb menyebutkan usulan tersebut dinilai penting sebagai langkah penyesuaian terhadap terbitnya regulasi terbaru, yakni Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2024 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 mengenai pedoman pengelolaan barang milik daerah.

“Regulasi daerah yang saat ini berlaku, yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 3 Tahun 2017, sudah tidak sepenuhnya selaras dengan ketentuan terbaru dari pemerintah pusat, sehingga perlu dilakukan penyesuaian melalui pembentukan peraturan daerah yang lebih relevan dengan perkembangan kebijakan nasional dan kebutuhan pengelolaan aset daerah saat ini,” tuturnya.**

 

Yans.

PSDA Propinsi Dorong Penanganan Normalisasi Wilayah Dayeuhkolot dengan Gerak Cepat

Bandung – YUTELNEWS.com// Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pengendalian Banjir dan Tata Air Daerah (PSDA) memprioritaskan percepatan penanganan normalisasi sungai serta wilayah rawan banjir di kawasan Cisirung Rt 01/ Rw 02, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. pada senin 09/03/2026. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi musim hujan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat setempat.

Kepala Dinas SDA Provinsi Jawa Barat di wakili satpel cimahi Ciasem hulu Sidik Permadia , menyampaikan bahwa proses normalisasi akan mencakup beberapa tahapan utama. Pertama, pembersihan saluran air dari sampah dan endapan sedimen yang menyumbat aliran sungai. Kedua, pembangunan dan pemeliharaan tanggul serta bendungan kecil untuk mengatur debit air. Ketiga, pendataan dan pemetaan wilayah rawan genangan untuk menyusun langkah mitigasi yang tepat sasaran.

“Kawasan kelurahan Pasawahan memiliki peran penting dalam sistem drainase wilayah bagian selatan Jawa Barat. ” Dengan gerak cepat dalam penanganan normalisasi, kami berharap dapat meminimalkan risiko banjir dan meningkatkan fungsi ekosistem sungai,” ujarnya.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten Dis PUTR, Pentahelix, yang memiliki wilayah di Pasawahan, masyarakat lokal, serta pihak swasta Prima sebagai mitra kerja sama. Selain itu, dilakukan juga sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan saluran air dan tidak membangun bangunan liar di zona rawan banjir.

Dalam tahap awal, kegiatan fokus pada sungai-sungai utama yang menjadi sumber aliran genangan di wilayah tersebut. Tim teknis telah melakukan survei lokasi dan menyusun rencana kerja yang terjadwal secara rinci, dengan target penyelesaian sebagian besar pekerjaan sebelum memasuki musim penghujan tahun depan.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung melalui Uptd Das Ciwidey Aat Safari, mengeluarkan apresiasi atas kecepatan penyelenggaraan program normalisasi Sumber Daya Air (SDA) yang digagas oleh Provinsi Jawa Barat di kawasan Pasawahan. Dukungan ini juga mendapatkan ucapan terima kasih dari berbagai komponen Pentahelik yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

Bahwa percepatan proses normalisasi memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Bandung yang memiliki wilayah di kawasan Pasawahan. “Kami sangat mengapresiasi langkah proaktif Provinsi Jawa Barat yang mendorong gerak cepat dalam penanganan normalisasi SDA. Hal ini akan membantu mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kualitas infrastruktur drainase di wilayah kami,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pentahelik Tri Rahmanto ,yang meliputi pemerintah daerah, akademisi, bisnis dan industri, masyarakat sipil, serta media massa ,menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak SDA Provinsi Jawa Barat. Perwakilan masyarakat sipil menyebutkan bahwa kolaborasi yang terbangun melalui program ini menjadi contoh baik dalam penanganan masalah sumber daya air yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas komitmen Dinas SDA Provinsi Jawa Barat. Melalui kerja sama Pentahelik, kami yakin program normalisasi ini tidak hanya akan selesai tepat waktu namun juga berkelanjutan,” ungkap Tri Rahmanto.

Pihak Dinas PUTR Aat Safari, juga menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan program Pentahelix, mulai dari pendataan lokasi hingga pengawasan pelaksanaan pekerjaan di lapangan, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga hasil dari normalisasi yang telah dilakukan.

 

Yans.

Kang DS, Undang Insan Jurnalis Di Kediaman Dinas Bupati Bandung

BANDUNG –YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr HM.Dadang Supriatna menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk kalangan jurnalis, melalui program pemberdayaan ekonomi sektor peternakan secara Profesional

Dalam sebuah pertemuan silaturahmi yang hangat bersama ratusan Pers Kab.Bandung yang berlangsung di pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Bandung, Bupati Kang DS mengajak para awak media untuk terlibat aktif dalam usaha ternak ayam petelur sebagai langkah nyata meningkatkan taraf hidup dan menguatkan Swasembada telur atau Protein di Kabupaten Bandung.

​Bupati Kabupaten Bandung Dr HM.Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS, menegaskan bahwa dirinya tidak ingin hanya sekadar memberikan wacana atau “janji kosong” (PHP) kepada masyarakat. Ia mencontohkan keberhasilan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Bandung sebagai bukti nyata dari kebijakan yang ia ambil, pada Sabtu 07/03/2026.

​Dalam kesempatan tersebut, kang DS memaparkan beberapa poin penting rencana ke depan seperti halnya daam ​Pemberdayaan Peternakan.

Kang DS menargetkan penciptaan 700.000 ekor ayam petelur di Kabupaten Bandung untuk mendukung swasembada protein.

Rekan-rekan pers diajak untuk mulai berwirausaha peternakan, mulai dari skala kecil (50-100 ekor) hingga skala besar (1.000 ekor) yang akan dikoordinasikan nantinya.

​Dalam kesempatanya tersebut, kang DS juga menyampaikan ​pesan persatuan dan Silaturahmi ​menjelang Idul Fitri, dirinya menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dan profesionalisme antara pemerintah dan media. Ia berharap tidak ada dendam atau miskomunikasi yang diperbesar, melainkan saling memaafkan sebagai sesama manusia.

​”Mari kita transformasikan ekonomi ini bersama. Saya tidak mau hanya wacana, mari kita duduk bersama, hitung biayanya, dan laksanakan,” ujar Bupati Bandung Kang DS di hadapan para jurnalis.

​Pertemuan ditutup dengan harapan agar bulan Ramadan menjadi momentum untuk menyucikan hati dan memperkuat sinergi demi kemajuan Kabupaten Bandung.***

 

Yans.

Ketua Wn 88 Sub Unit 02 Bogor Raya,Rian Herdiansyah Bersama Jajaran Gelar Aksi Berbagi 500 Takjil untuk Pengguna Jalan di Dr. Semeru

Kota Bogor — YUTELNEWS.com// Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan WN 88 Sub Unit 02 Bogor Raya untuk menebar kepedulian kepada masyarakat melalui kegiatan berbagi takjil di Jalan Dr. Semeru, tepatnya di depan Alfamart Ruko 9C RT 04 RW 08, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Minggu (08/03/2026).

Dalam kegiatan sosial tersebut, sebanyak 500 paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Sasaran pembagian takjil meliputi pengendara sepeda motor, mobil, serta masyarakat sekitar yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka hampir tiba.

Aksi berbagi ini dipimpin langsung oleh Ketua WN 88 Sub Unit 02 Bogor Raya, Rian, bersama para anggota yang turut terlibat secara langsung dalam membagikan paket takjil kepada masyarakat.

Rian pun menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi untuk meningkatkan kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.
Ramadan menjadi momen yang tepat untuk memperkuat rasa kepedulian dan kebersamaan,” ujar Rian kepada awak media.

Ia juga mengajak berbagai komunitas dan elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial selama Ramadhan, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari semangat berbagi.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah rekan media yang hadir melakukan peliputan, di antaranya Media Siber 88, Topline, TNI-Polri, Global Hukum Indonesia, dan Fokus Update.

Para penerima takjil tampak antusias dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Bagi sebagian pengendara yang masih berada di perjalanan, pembagian takjil ini dinilai sangat membantu untuk sekadar membatalkan puasa sebelum tiba di rumah.

Selain menjadi bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat solidaritas antaranggota WN 88 Sub Unit 02 Bogor Raya serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini diharapkan semangat kepedulian, kebersamaan, dan budaya berbagi di bulan Ramadan dapat terus tumbuh serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk melakukan kegiatan serupa di tengah masyarakat.

 

Yans.

Inovasi Pertanian Metode TIPAK Jadi Terobosan Baru Pertanian Desa

Kab. Bandung – YUTELNEWS com||Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Ahmad Riza Patria melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung pengembangan inovasi pertanian metode TIPAK, sebuah sistem tanam padi yang memungkinkan satu kali tanam menghasilkan empat kali panen dalam satu tahun,wilayah desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, pada rabu (07/01/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT Thara Jaya Niaga, Diyan Angraeni, yang selama ini konsisten mengembangkan metode tersebut di berbagai daerah.

Ahmad Riza Patria menjelaskan bahwa inovasi TIPAK lahir melalui proses riset panjang dan pendampingan akademis, melibatkan para profesor dari Universitas Gadjah Mada serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Ia menilai metode ini memiliki keunggulan nyata dibandingkan sistem tanam padi konvensional, terutama dari sisi produktivitas dan efisiensi.

“Hasil di lapangan menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan,” katanya.

Ia berharap ke depan program TIPAK dapat dikelola bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh Indonesia. Dengan dukungan benih dan pupuk yang telah disiapkan secara terintegrasi, petani cukup melakukan satu kali tanam untuk memperoleh panen hingga empat kali dalam setahun.

Skema tersebut dinilai mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan hasil usaha tani.

Lebih jauh, Ahmad Riza Patria menekankan pentingnya peran BUMDes dalam tata kelola pertanian desa. Melalui sistem manajemen yang baik dan mekanisme bagi hasil yang adil, petani tidak lagi bergantung pada tengkulak.

“Keuntungan akan lebih besar dan berkelanjutan, baik bagi petani maupun desa,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan metode TIPAK sejalan dengan arah kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun ekonomi dari desa untuk mendorong pemerataan dan pengentasan kemiskinan. Selain itu, inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional.

“Insyaallah, jika diterapkan luas, kesejahteraan petani akan meningkat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Thara Jaya Niaga Diyan Angraeni menuturkan bahwa TIPAK merupakan hasil kerja berkelanjutan selama lima tahun terakhir. Hingga kini, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan 11 universitas di Indonesia. Program tersebut telah berjalan di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Bandung, Banyumas, Cirebon, dan Yogyakarta, serta mulai dikembangkan di luar Pulau Jawa.

“Kami optimistis TIPAK siap didorong menjadi program berskala nasional,” ujarnya. ***

 

Yans.

Aksi Nyata, Pemdes Cibeurem Madep Gelar Berkolaborasi Penanaman Seribu Pohon di Kaki Gunung , Kepedulian Bikin Lingkungan Asri.

Kab. Bandung – YUTELNEWS com|| Dalam rangka memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan mencegah potensi bencana alam di wilayah Desa Cibeurem, Pemdes Cibeurem Kabupaten Bandung, berkolaborasi menggelar aksi nyata penanaman seribu pohon di lahan kritis di Kaki Gunung wilayah,
Desa Cibeurem, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Pada selasa 06/01/2025.

Kegiatan tersebut yang diisi oleh Kepala Desa Cibeurem, Muspika, Forum Pencinta Alam Kab.Bandung, DLH, Ferum Jasa Tirta,Babinsa, Bhabinkamtibmas,ratusan warga lokal, dan tokoh masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kelestarian ekosistem dan kesejahteraan warga.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Desa Atep Syarif Hidayat, yang menyampaikan bahwa aksi nyata penanaman pohon merupakan wujud komitmen Pemdes Cibeurem terhadap program dalam menjaga lingkungan. “Kita sadar betapa pentingnya pohon bagi kehidupan kita. Selain menyediakan oksigen, pohon juga berperan sebagai penyerap air hujan, mencegah longsor, dan menyejukkan udara. Oleh karena itu, Pemdes Cibeurem ini ingin memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan ini,” ujarnya kades Atep dalam penyampaian ke awak media

Selain itu, Kades Atep Ahmad juga mengajak seluruh warga untuk terlibat aktif dalam pemeliharaan pohon yang telah ditanam. “Penanaman pohon bukan hanya sekadar ritual, tapi juga harus diikuti dengan perawatan yang baik. Kita harap warga sekitar dapat membantu menjaga pohon-pohon ini agar tumbuh dengan sehat dan memberikan manfaat maksimal,” tambahnya.

Pada kegiatan tersebut, sebanyak seribu bibit pohon berbagai jenis ditanam, antara lain pohon kayu manis, jabon,Nangka, beringin,sirsak,Jenis pohon yang dipilih disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan masyarakat, sehingga selain berfungsi sebagai pelindung lingkungan, juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga di masa depan.

Proses penanaman diikuti dengan antusias oleh semua peserta. Mereka bekerja sama membuka lubang, menanam bibit, menimbun tanah, dan menyiram air. Beberapa peserta juga membawa alat bantu sendiri, seperti cangkul dan ember, untuk mempercepat proses penanaman.

Selain penanaman pohon, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi tentang pentingnya pelestarian lingkungan yang disampaikan oleh Kades Atep . ” Kades Atep pun menjelaskan tentang dampak kerusakan lingkungan terhadap kehidupan manusia dan langkah – langkah yang dapat diambil untuk mencegahnya. Peserta juga diajarkan cara merawat pohon dengan benar, sehingga pohon dapat tumbuh dengan sehat.

Sekcam Kertasari, yang juga turut berpartisipasi dalam kegiatan, menyampaikan terima kasih kepada pemdes Cibeurem dan beberapa elemen atas inisiatifnya. “Kami sangat senang dan berterima kasih atas aksi penanaman pohon yang dilakukan oleh pemdes di lahan di kaki Gunung wilayah desa cibeurem, memang sebagian besar merupakan lahan kritis yang membutuhkan perhatian khusus. Dengan penanaman pohon ini, diharapkan dapat mengurangi potensi bencana dan meningkatkan kualitas lingkungan di desa kami,” ujarnya.

Warga lokal juga menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan ini. Siti, seorang warga Desa cibeurem, mengatakan bahwa dia senang melihat banyak orang yang terlibat dalam penanaman pohon. “Kita harap pohon-pohon ini tumbuh dengan cepat dan dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Selain itu, kegiatan ini juga membuat kita lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan,” katanya.

Kegiatan penanaman pohon ini diharapkan dapat menjadi awal dari serangkaian upaya pelestarian lingkungan yang akan dilakukan oleh pemdes di wilayah lain. ” Kades Atep Ahmad , menyampaikan bahwa pemdes cibeurem akan terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara, terutama dalam bidang lingkungan. “Kita akan terus melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk pelestarian lingkungan. Semoga dengan adanya upaya ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan sejahtera untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

 

 

Yans.

Siraman Rohani Pemkab Bandung, Kang DS ,Tekankan Penting nya ASN Harus Seimbang Kesehatan Spiritual dan Materi

KAB. BANDUNG – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung, Dr HM Dadang Supriatna berdoa agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bandung selalu dalam keadaan sehat secara spiritual dan sehat secara materi di tahun 2026. Menurutnya, jika kedua hal tersebut terjaga, maka pelayanan kepada masyarakat akan semakin maksimal.

Hal itu disampaikan Bupati saat memberikan sambutan dalam kegiatan Siraman Rohani di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung yang digelar di Gedung Mohammad Toha, Soreang, Selasa (06/01/2026) pagi, di hadapan ratusan ASN dan kepala perangkat daerah.

Penceramah dalam kegiatan Siraman Rohani tersebut adalah pimpinan Pondok Pesantren Asyifa, Sumedang, Jawa Barat.

“ASN di Kabupaten Bandung berjumlah sekitar 19 ribu orang. Jika mereka sehat secara spiritual dan sehat secara materi, maka pelayanan kepada masyarakat akan maksimal. Pagi ini saya mengajak pak kiyai untuk mendoakan agar ASN Kabupaten Bandung senantiasa sehat secara spiritual dan sehat secara materi,” ujar Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS.

Kang DS juga menegaskan, salah satu upaya meningkatkan spiritualitas di lingkungan ASN Kabupaten Bandung adalah melalui program pesantren kilat. Dalam waktu dekat, ASN di lingkungan eselon dua dan tiga akan diberangkatkan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Bagi ASN di lingkungan eselon dua dan tiga, dalam waktu dekat akan diberangkatkan untuk mengikuti pesantren kilat,” kata Kang DS.

 

Yans.

Kang DS Sidak Awal Tahun Dinas Pendidikan, Tegaskan Budaya Disiplin, ASN Kunci Peningkatan Mutu Sekolah

KAB. BANDUNG — Bupati Bandung,Dr HM Dadang Supriatna (Kang DS) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. pada Senin (05/01/2026). Sidak tersebut dilakukan sebagai langkah awal tahun kerja untuk memastikan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN), khususnya di lingkungan Dinas Pendidikan.

Dalam kesempatan itu, Kang DS menegaskan bahwa disiplin kerja merupakan fondasi utama dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan. Selain menyoroti kedisiplinan, Kang DS juga melakukan peninjauan terhadap mutu kurikulum serta mengevaluasi kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga pengajar sebagai unsur penting dalam sistem pembelajaran.

“Disiplin itu bukan hanya soal hadir tepat waktu, tapi juga tentang tanggung jawab, komitmen, dan keteladanan. Kalau aparatur dan pendidik sudah disiplin, maka kualitas pendidikan pasti akan meningkat,” tegas Kang DS.

Kang DS menekankan pentingnya peran kepala sekolah dan guru sebagai teladan di lingkungan pendidikan. Ia mengingatkan agar para pendidik hadir lebih awal sebelum siswa datang ke sekolah. Menurutnya, hal tersebut bukan hanya berkaitan dengan disiplin, tetapi juga bertujuan membangun hubungan emosional yang positif antara guru dan peserta didik.

“Guru dan kepala sekolah harus menjadi contoh. Datang lebih awal, menyambut siswa dengan ramah, memberi rasa aman dan nyaman sejak mereka melangkah ke sekolah,” ujarnya.

Salah satu upaya sederhana namun bermakna yang ditekankan Kang DS adalah membiasakan guru menyambut siswa dengan salaman sebelum memasuki kelas. Pendekatan humanis tersebut diyakini mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.

“Hal kecil seperti menyambut siswa dan bersalaman bisa membangun ikatan emosional yang kuat. Ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat,” kata Kang DS.

Lebih lanjut, Kang DS menyampaikan bahwa suasana sekolah yang hangat dan penuh perhatian juga menjadi langkah preventif dalam meminimalisasi kasus perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang sehat, bebas dari rasa takut, dan penuh dengan nilai-nilai saling menghargai.

Dalam sidak tersebut, Kang DS juga berdialog langsung dengan jajaran Dinas Pendidikan untuk menyerap berbagai masukan terkait tantangan penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Bandung, mulai dari pemerataan kualitas guru, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga penguatan manajemen sekolah agar lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Kang DS menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan sektor pendidikan secara berkelanjutan, baik melalui peningkatan kualitas SDM, pembaruan sistem pembelajaran, maupun penguatan karakter peserta didik sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Melalui sidak ini, Kang DS berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Bandung terus meningkat seiring dengan penguatan disiplin, profesionalisme, inovasi, serta keteladanan seluruh insan pendidikan demi mewujudkan generasi Bandung yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

 

Yans.

TPST TKK Desa Pangauban Resmi Beroperasi ,Siap Kelola 5 Ton Sampah Perhari

Kab.Bandung – Pemerintah kabupaten Bandung Melalui Pemerintah Kecamatan Katapang meresmikan pendirian Tempat Pengolahan Sampah InceneratorTerpadu di TKK (Taman Kopo Katapang) Desa Pangauban

Dengan peresmian itu diharapkan Desa Pangauban Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung bisa menjadi percontohan desa – desa pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung Jawa Barat

Camat Katapang Rahmat Hidayat mengapresiasi inovasi warga Desa Pangauban yang berhasil mengubah persoalan sampah menjadi sebuah peluang. Ia mengungkapkan, langkah yang dilakukan Desa Pangauban menjadi contoh pengelolaan sampah di tingkat kabupaten Bandung. pada Senin (05/01/2026)

“Kalau semua desa melakukan hal yang sama, sampah tidak akan jadi beban besar di TPA. Kita tahu anggaran sampah terbatas, jadi desa harus kreatif dan mandiri, seperti desa Pangauban” katanya.

Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk menjadikan Desa Pangauban sebagai model percontohan, serta mendorong desa dan kecamatan lain belajar langsung ke desa tersebut.

Menurut Camat Katapang Rahmat Hidayat TPST bukan hanya bisa menjaga kebersihan, melainkan juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat

Camat Katapang Rahmat Hidayat mengucapkan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkolaborasi bersama sehingga TPST Teknologi Incenerator desa Pangauban dapat terwujud dan mulai beroperasi pada hari ini. Keberadaan TPST inscurator ini akan memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung”katanya

Menurutnya, upaya tersebut sebagai wujud komitmen Pemkab dalam upaya pengelolaan sampah mandiri sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sesuai filosofi BEDAS Bangkit Edukatif Dinamis,Agamis dan Sejahtera Sehingga penanganan sampah harus dikelola bersama dengan serius, supaya lingkungan yang lestari dapat diwariskan kepada anak cucu dan meningkatkan nilai ekonomi serta potensi strategis lainnya jika dikelola dengan baik.

“Kehadiran TPST Incenerator di Desa Pangauban adalah sebuah langkah penting dalam upaya kita mengatasi permasalahan sampah yang semakin kompleks di Kabupaten Bandung Dengan beroperasinya TPST ini, kita berharap pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung lebih efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Permasalahan sampah adalah tantangan besar yang harus di hadapi bersama. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan pesatnya pertumbuhan ekonomi, volume sampah di Kabupaten Bandung terus meningkat. Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan, kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

.Sementara Kepala Desa Pangauban Enep Rusna Sutiadi mengatakan, program pengelolaan sampah ini sampai sekarang di resmikan proses perjalanan panjang selama 2 tahun. Dalam prosesnya, warga dilibatkan langsung.

Menurut Enep keberhasilan program ini adalah kemauan dan partisipasi warga dan menjadi model percontohan pengelolaan sampah di tingkat desa. yang Alhamdulillah per hari bisa sampai 5 ton untuk pembakaran sampah’ Maka dari itu, ia mengapresiasi peran aktif masyarakat yang menginisiasi pengelolaan sampah secara mandiri, tanpa menunggu program dari kabupaten.

“Kami berharap, desa-desa mampu mengalokasikan anggaran untuk mengelola sampah di tingkatnya masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, langkah ini menjadi hal yang penting untuk dilakukan, mengingat pertumbuhan industri di wilayah Katapang juga kian meningkat. kehadiran TPST Inscurator di Desa Pangauban memberi semangat bagi desa lain untuk memprioritaskan pengelolaan sampah di daerahnya masing-masing.
“Desa Pangauban bisa jadi role model untuk seluruh Kabupaten Bandung,” tegasnya.

 

Yans

Anggota DPRD Kabupaten Bandung Dadang Hemayana S.I.P, Hadiri Pernikahan Warga, Doakan Kebaikan Semangatkan Sinergi.

Kab.Bandung – YUTELNEWS com|| Suasana penuh kehangatan dan keceriaan memenuhi lokasi pernikahan salah satu warga Banjaran, Kabupaten Bandung, yang berlangsung pada hari Senin pagi hingga sore ini. Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah kehadiran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung H Dadang Hemayana S.I.P beserta istri dan Camat Banjaran Kasta Wiguna yang turut meramaikan acara penting dalam hidup pasangan muda tersebut.

Anggota DPRD Dadang Hemayana S.I.P , datang sebagai tamu undangan, tetapi juga sebagai perwakilan yang membawa harapan dan dukungan dari lembaga perwakilan rakyat kepada masyarakat. Mereka tiba di lokasi acara sekitar pukul 12.30 WIB, disambut dengan senyum hangat oleh keluarga kedua mempelai.pada senin 05/01/2026.

Setelah prosesi upacara pernikahan yang dilaksanakan sesuai dengan adat dan agama yang dianut pasangan berlangsung dengan khidmat, anggota DPRD mengambil kesempatan untuk menyampaikan ucapan selamat secara langsung kepada mempelai pria dan wanita.

Anggota DPRD H Dadang Hemayana,pun menyampaikan bahwa pernikahan bukan hanya momen kebahagiaan pribadi bagi pasangan, tetapi juga merupakan langkah penting dalam membangun pondasi keluarga yang kuat – salah satu pilar utama kemajuan masyarakat dan daerah.

“Kita melihat bahwa setiap pernikahan adalah sebuah cerita baru, sebuah keluarga yang nantinya akan menjadi bagian dari tulang punggung pembangunan Kabupaten Bandung. Kami berharap pasangan ini dapat menjalani hidup bersama dengan penuh kasih, saling menghargai, dan selalu menjaga keharmonisan dalam rumah tangga,” ucap anggota DPRD H Dadang.

Selain ucapan selamat, mereka juga menyampaikan bahwa lembaga DPRD Kabupaten Bandung selalu berkomitmen untuk mendengar suara masyarakat dan mengupayakan program-program yang bermanfaat bagi kesejahteraan warga, termasuk dalam hal pembinaan keluarga . Mereka mengajak keluarga besar mempelai dan tamu undangan untuk terus mendukung program-program pembangunan daerah dan menjaga persatuan serta kesatuan antarwarga.

Keluarga besar mempelai dan tamu yang menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran anggota DPRD, yang mereka anggap sebagai bentuk kedekatan lembaga negara dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Lebih lanjut ,Keluarga dan kedua mempelai, Witarya dan Imas Dini Maryani ,yang merupakan warga tetap di Kecamatan Banjaran , mengungkapkan rasa bangga dan bahagia karena acara pernikahan bisa dihadiri oleh perwakilan rakyat daerah serta bapak Camat Banjaran. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak anggota DPRD,Bapak Camat Banjaran, Kehadiran beliau-beliau bukan hanya membuat acara ini lebih berarti, tetapi juga memberikan semangat bagi kami untuk terus berkontribusi positif bagi daerah,” ucap kedua mempelai.

Pada akhir acara, anggota DPRD Dadang Hemayana beserta Istri, serta Camat Banjaran Kasta Wiguna dan kedua mempelai, berfoto bersama sebagai kenang-kenangan. Mereka juga menyampaikan doa terakhir agar pasangan selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam setiap langkah hidupnya. Sebelum pulang, mereka berjanji akan terus mengawasi perkembangan masyarakat di wilayah tersebut.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa hubungan antara lembaga perwakilan rakyat dengan masyarakat tidak hanya terbentuk melalui rapat dan program pembangunan, tetapi juga melalui partisipasi dalam momen-momen penting kehidupan warga, yang memperkuat ikatan emosional dan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakatnya,”tukasnya.

 

Yans.

 

Yans.

Pemdes Cangkuang Wetan Dorong Kolaborasi Pentahelix, Gebyarkan Semangat Gotong Royong Bersihkan Lingkungan sebagai Benteng Pertama Cegah Banjir

Bandung – YUTELNEWS com|| Merespons potensi ancaman banjir yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat saat musim hujan tiba, Pemerintah Desa (Pemdes) Cangkuang Wetan mengambil langkah konkret dengan menggerakkan seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan pentahelix. Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan yang digelar pada hari Minggu ini tidak hanya menjadi aksi pembersihan fisik, melainkan juga sebagai upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kelestarian alam untuk keberlangsungan hidup generasi mendatang.pada minggu 04/01/2025.

Dalam konsep pentahelix yang diterapkan desa cangkuangwetan ini, kolaborasi dibangun melalui Konsep yang kerap digunakan dalam pembangunan berkelanjutan ini diadaptasi oleh Pemdes Cangkuang Wetan untuk menangani permasalahan lingkungan dan risiko bencana yang sering menghantui wilayah mereka.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini diikuti oleh pemerintah desa, Karang taruna,warga, lebih dari ratusan peserta yang berasal dari berbagai kalangan – mulai dari anak anak,ibu-ibu,bapak2 hingga lansia yang masih memiliki semangat gotong royong tinggi. Lokasi pembersihan difokuskan pada titik krusial yang menjadi pemicu terjadinya genangan dan banjir, yaitu saluran air utama yang menghubungkan kawasan pemukiman dengan Sungai Citarum hilir, parit pengaliran air hujan, serta yang sering menjadi tempat penumpukan sampah.

Kepala Desa Cangkuang Wetan, Bapak Asep Kusmiadi S.IP, menjelaskan bahwa ide untuk menggerakkan program pentahelix ini muncul setelah melihat bahwa upaya pembersihan lingkungan yang hanya dilakukan oleh pihak pemerintah desa saja tidak memberikan hasil yang maksimal. “Kita sadar bahwa permasalahan lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Sejak awal tahun lalu, kami mulai melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk membangun sinergi yang kuat membantu kami melakukan survei dan analisis tentang pola aliran air serta titik-titik rawan banjir di desa,” ujarnya saat memberikan arahan pada awal kegiatan.

“Kami melihat bahwa jika banjir terjadi, tidak hanya masyarakat yang dirugikan, tetapi juga usaha kami akan terpengaruh. Oleh karena itu, kami dengan senang hati mendukung program ini, untuk ikut serta dalam gotong royong.

Tidak berhenti hanya pada kegiatan satu hari saja, Pemdes Cangkuang Wetan juga telah merencanakan program berkelanjutan dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah banjir. Rencana tersebut meliputi pembentukan kelompok penjaga lingkungan di setiap RT, penyelenggaraan pelatihan pengelolaan sampah secara berkala, serta kerja sama berkelanjutan dengan semua pihak dalam konsep pentahelix untuk melakukan pemantauan kondisi lingkungan secara rutin.

Kades Asep Kusmiadi ,pun menambahkan bahwa langkah selanjutnya adalah melakukan evaluasi bersama seluruh pihak yang terlibat untuk melihat efektivitas program ini dan mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki. “Kita berharap bahwa program pentahelix ini tidak hanya menjadi acara satu kali, tetapi bisa menjadi budaya baru bagi masyarakat Cangkuang Wetan. Kita ingin menciptakan desa yang bersih, sehat, dan aman dari bencana, serta menjadi contoh bagi desa-desa lain di sekitar kita,” tutupnya dengan penuh semangat.

Pada akhir kegiatan, seluruh peserta berkumpul untuk berfoto bersama dan berbagi cerita tentang pengalaman mereka selama mengikuti gotong royong. Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terasa sangat kental di antara mereka, menjadi bukti bahwa kolaborasi yang kuat antar berbagai elemen masyarakat mampu menghasilkan perubahan yang nyata dan berdampak positif bagi kehidupan bersama,”tukasnya.

 

Yans.

Pemdes Cangkuang Wetan Gebyar Laksanakan Kerja Bakti Dukung Program Pentahelix Penanganan Banjir

Bandung – YUTELNEWS com|| Pemerintahan Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung kompak bergotong royong dalam kegiatan kerja bakti. Kegiatan ini dilakukan dalam upaya kebersihan lingkungan diwilayah Desa.

Kegiatan yang berlangsung difokuskan pada upaya pelestarian lingkungan desa yang bersih, bebas Sampah dan banjir. Kerja bakti dimulai sejak pagi hari dimana warga masyarakat berkumpul langsung di titik lokasi kegiatan.

Dalam kegiatan ini ada beberapa kelompok dalam pelaksanaan kegiatannya termasuk membersihkan selokan dan saluran air untuk mencegah banjir dan menjaga kebersihan lingkungan dan pembersihan rumput di sepanjang jalan desa dan area terbuka lainnya.

Kepala Desa Cangkuang Wetan Asep Kusmiyadi, S.Pd.l., M.Pd, menyampaikan, Selain membersihkan selokan warga juga membersihkan sampah yang berserakan di sekitar jalan desa. Sampah-sampah tersebut kemudian dikumpulkan dan diangkut ke tempat pembuangan akhir.

“Kegiatan ini menunjukkan kesadaran dan komitmen warga Desa Cangkuang Wetan dalam menjaga kebersihan lingkungan mereka. Antusiasme dan semangat warga Desa dalam kerja bakti ini patut diapresiasi. Mereka bekerja sama dengan penuh sukarela demi mewujudkan lingkungan desa Cangkuang yang bersih, sehat, dan nyaman,” ungkap Kades.

Kepala Desa Cangkuang Wetan mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas partisipasi aktif seluruh warga yang mana selama 5 tahun ini sudah rutin melaksanakan kerja bakti atau Jumsih (jum’at bersih).

Saya berharap kegiatan gebyar kerja bakti ini dapat terus dilaksanakan dan menginspirasi desa-desa lain untuk melakukan hal serupa dalam mendukung program Pentahelik Penagan banjir diwilayah Dayeuhkolot.

Kerja bakti ini bukan hanya sekadar kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat rasa kebersamaan antar warga.

” Dengan lingkungan yang bersih dan hubungan sosial yang harmonis, diharapkan Desa Cangkuang Wetan dapat terus berkembang dan menjadi tempat tinggal yang nyaman bebas dari banjir bagi seluruh warganya,” tukas Kades Asep.

Yans

Warga Cangkuang Kulon Peduli Lingkungan Bersih , Dorong Program Pentahelix Mencegah Banjir

BANDUNG — YUTELNEWS com|| Warga Rw 17 Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, menggelar kegiatan peduli lingkungan, dorong Pentahelix sebagai upaya penanganan sampah sekaligus pencegahan banjir, pada Minggu (04/01/2026).

Kegiatan gotong royong tersebut diikuti warga secara serentak setelah informasi disampaikan melalui grup WhatsApp serta pemberitahuan langsung dari rumah ke rumah. Warga membersihkan lingkungan permukiman dan selokan di wilayah masing-masing.

Ketua Rw 17 Desa Cangkuang Kulon, Sudarminto, mengatakan kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme warga dinilai cukup tinggi dan pelaksanaan gotong royong berjalan lancar.

“Alhamdulillah, warga sangat antusias. Selain lingkungan menjadi bersih, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi antar warga,” ujar Sudarminto saat ditemui di Kantor Rw 17.

Ia menambahkan, pihak Rw juga telah menyediakan sejumlah tong sampah untuk mendorong kebiasaan memilah sampah. Namun demikian, kesadaran warga dalam pemilahan sampah dinilai masih perlu ditingkatkan.

Setelah terkumpul, sampah diangkut oleh petugas kebersihan menggunakan truk milik pemerintah daerah. Meski demikian, ketua rw Sudarminto mengungkapkan adanya kendala pada proses pembuangan akhir sampah ke TPA Sarimukti akibat tingginya biaya operasional.

“Biaya operasional cukup mahal. Bahkan pengeluaran bulanan bisa meningkat hingga tiga kali lipat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dusun II Desa Cangkuang Kulon, Ginanjar, menyampaikan bahwa kegiatan Pentahelix telah dilaksanakan di sejumlah Rt, Rw di wilayah desa cangkuangkulon. Ia mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dalam mendorong program tersebut.

“Alhamdulillah, kegiatan Pentahelix sudah berjalan di beberapa Rt,Rw. Kami berharap langkah ke depan bisa lebih rutin dilakukan untuk mengurangi sampah dan mencegah banjir,” ujarnya saat ditemui di Kantor Desa Cangkuang Kulon.

Ginanjar juga menyoroti meningkatnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan anak muda menjadi modal penting bagi keberlanjutan program kebersihan lingkungan.

“Sekarang bukan hanya orang tua, anak-anak muda juga ikut harus terlibat. Ini sangat positif untuk keberlanjutan kegiatan ke depan,” pungkasnya.

 

Yans.

Bedas Pisan! Warga Dayeuhkolot Kompak Kerja Bakti, Inisiasi Pentahelix Banjir Tuai Apresiasi

KAB. BANDUNG – YUTELNEWS com|| Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Dayeuhkolot serta jajaran pemerintahan desa dan kelurahan se-Kecamatan Dayeuhkolot melaksanakan kegiatan Gebyar Kerja Bakti massal secara serentak,pada Minggu (04/01/2026).

Kerja Bakti massal ini diikuti oleh ribuan warga di 4 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Dayeuhkolot yakni Desa Citeureup, Sukapura, Cangkuang Kulon, Cangkuang Wetan dan Kelurahan Pasawahan.

Ketua Pentahelix Penanganan Banjir Dayuhkolot Tri Rahmanto mengatakan Gebyar Kerja Bakti ini dilaksanakan untuk mengantisipasi banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Dayeuhkolot akibat intensitas hujan tinggi saat ini.

Program Kerja Bakti Massal ini juga merupakan program terobosan Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot guna membangun partisipasi masyarakat untuk bersama-sama menangani atau minimal mengurangi permasalahan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot.

“Alhamdulillah kegiatan Kerja Bakti Serentak dapat terlaksana dengan lancar dan sesuai rencana. Namun sangat disayangkan hanya Desa Dayeuhkolot yang tidak melaksanakan kerja bakti tersebut,” ujar Tri Rahmanto.

Tri mengaku sangat gembira melihat antusiasme masyarakat yang secara kompak bergotong royong mengikuti Kerja Bakti Serentak dengan kesadaran mereka sendiri. Sejak pagi, tua-muda, laki-laki-perempuan sudah berkumpul di jalan protokol desa dan kelurahan masing-masing.

Masyarakat yang dipimpin oleh Kepala Desa, Lurah dan para Ketua RW-nya bersama Panitia Pentahelix Dayeuhkolot, bahu membahu membersihkan saluran drainase, selokan, memunguti sampah dan mengangkat sedimentasi lumpur yang memenuhi saluran air.

Tak hanya itu, masyarakat juga dengan semangat membersihkan rumput dan sampah di sepanjang jalan desa dan area publik lainnya. Alhasil, selokan dan drainase tampak bersih dari sampah dan sedimentasi setelah dibersihkan.

“Setelah dibersihkan oleh masyarakat aliran air di selokan dan drainse menjadi lancar dan tidak tersumbat. Semoga kerja bakti ini bukan hanya membuat lingkungan menjadi bersih dan sehat, tapi juga membuat lingkungan bebas dari banjir,” tutur Tri Rahmanto.

Semangat Bedas terlihat di setiap titik Kerja Bakti. Di Kelurahan Pasawahan misalnya. Ratusan warga kompak turun ke jalan dan selokan untuk membersihkan saluran air dan selokan yang mampet akibat tumpukan sampah dan sedimentasi lumpur.

Bahkan warga secara swadaya berinisiatif memperbaiki gorong-gorong yang rusak dan seringkali menyebabkan aliran air tersumbat sehingga menyebabkan permukiman warga tergenang banjir.

Lurah Pasawahan Gandung Audi mengaku sangat mengapresiasi kekompakan dan partisipasi masyarakat Kelurahan Pasawahan dalam Kerja Bakti Massal tersebut.

Gandung bahkan turun langsung untuk ikut mengangkut sampah, mengeruk lumpur dari selokan dan kotor-kotoran bersama masyarakat Kelurahan Pasawahan.

“Kami sangat berterima kasih atas partisipasi aktif seluruh warga. Dengan semangat gotong royong, kami yakin masalah banjir ini dapat segera ditangani. Kami siap mendukung program Pentahelix untuk menangani banjir di Dayeuhkolot ini,” ujar Gandung.

Antusiasme serupa juga ditunjukkan warga Desa Cangkuang Wetan. Selain membersihkan selokan, warga juga membersihkan sampah yang berserakan di sekitar jalan desa. Sampah tersebut kemudian dikumpulkan dan kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Kepala Desa Cangkuang Wetan Asep Kusmayadi mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas partisipasi aktif seluruh warga yang mana selama 5 tahun ini sudah rutin melaksanakan kerja bakti atau Jumsih (jum’at bersih).

“Kegiatan Kerja Bakti ini menunjukkan kesadaran dan komitmen warga Desa Cangkuang Wetan dalam menjaga kebersihan lingkungan mereka. Antusiasme dan semangat warga dalam kerja bakti ini patut diapresiasi,” ujar Kades Asep.

“Mereka bekerja sama dengan penuh sukarela demi mewujudkan lingkungan desa Cangkuang yang bersih, sehat, dan bebas banjir,” tambah Kades.

Asep berharap kegiatan Gebyar Kerja Bakti yang diinisiasi Panitia Pentahelix Dayeuhkolot ini dapat terus dilaksanakan dan menginspirasi desa-desa lain untuk melakukan hal serupa dalam mendukung program Pentahelik Penanganan Banjir di wilayah Dayeuhkolot.

Ketua Pentahelix Tri Rahmanto kembali menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Camat Dayehkolot, Para Kades, Lurah serta seluruh masyarakat Dayeuhkolot yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan Gebyar Kerja Bakti tersebut.

“Keberhasilan penanganan banjir di Kecamatan Dayehkolot tidak hanya bergantung kepada Panitia Pentahelix, namun diperlukan adanya kolaborasi dengan semua stakeholder termasuk masyarakat sendiri. Jika kompak seperti ini kami optimistis dapat menyelesaikan permasalahan banjir ini,” tegas Tri.

Di samping itu, Tri memohon do’a dan dukungan dari seluruh pihak karena mulai Januari 2026 ini berbagai program Pentahelix untuk menangani banjir Dayeuhkolot akan segera dilaksanakan.

“Kerja bakti ini adalah pemanasan. Tapi kita sudah curi start istilahnya. Sebelumnya kami juga sudah melakukan upaya normalisasi saluran drainase dan selokan di beberapa titik,” jelasnya.

“Namun gongnya nanti kita mulai di pertengahan Januari ini dengan normalisasi sungai dan program lainnya. BBWS, PUTR dan Pentahelix akan turun langsung. Mohon do’a dan dukungan dari seluruh masyarakat Dayeuhkolot,” ungkap Tri. (**)

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.