Kang DS Realisasikan Pembangunan Jalan Rusak Kini Jadi Mulus, Lewat Dana Panas Bumi, Warga: Terima Kasih Pak Bupati!

Bandung – YUTELNEWS com|| Warga Kampung Babakan Anyar RW 02, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, kini bisa tersenyum lega. Pasalnya, jalan rabat beton yang sudah lama dinantikan akhirnya rampung dibangun.

Warga menyambut gembira pembangunan tersebut. Jalan yang sebelumnya rusak parah, kini sudah mulus dan nyaman dilalui kendaraan.

Salah seorang warga, Sandi, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Pemerintah Desa Sukamanah serta Bupati Bandung, Dadang Supriatna.

“Dulu mah jalannya rusak pisan, berbatu dan licin, apalagi kalau hujan becek banget. Mau bawa orang sakit ke rumah sakit juga susah,” ujar Sandi saat ditemui di lokasi, pada Senin (13/10/2025).

“Sekarang alhamdulillah jalannya sudah bagus. Terima kasih buat Pemerintah Desa dan khususnya Pak Bupati Dadang Supriatna. Kami warga sangat terbantu,” lanjutnya.

Sandi juga berharap dengan kondisi jalan yang sudah baik, perekonomian warga bisa lebih meningkat. Pasalnya, jalan yang bagus akan memudahkan akses pengangkutan hasil pertanian.

“Warga di sini mayoritas petani sayur. Dengan jalan seperti ini, insyaallah lebih mudah kirim hasil panen ke pasar,” tambahnya.

Kepala Desa Sukamanah, Asep Hasan, mengatakan pembangunan jalan tersebut bersumber dari dana bonus produksi panas bumi tahun 2025 yang diberikan oleh Star Energy Geothermal.

“Kami berterima kasih kepada Pak Bupati Dadang Supriatna atau Kang DS yang sudah memperjuangkan realisasi dana bonus panas bumi ini. Salah satunya dipakai untuk bangun jalan di Kampung Babakan Anyar,” ujarnya.

Menurut Asep, dana tersebut dialokasikan untuk beberapa titik strategis di wilayah Desa Sukamanah yang memang sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur.

Berikut ini rincian pembangunan yang sudah direalisasikan:
Jalan Rabat Beton, berlokasi: Kampung Babakan Anyar RW 02 dan Kampung Mekar Mulya RW 12, Panjang: 250 meter, Lebar: 2,5 meter, Tebal: 10 cm, dengan Anggaran: Rp195 juta

Pembangunan Jalan Gang di 4 Dusun
Dimulai dari RW 03 Dusun 1Panjang: 500 meter Lebar: 1,2 meter, Tebal: 8 cm dengan Anggaran: Rp150.822.900 dan Finishing Kantor Desa Sukamanah, Anggaran: Rp195 juta

Asep Hasan berharap, pembangunan ini bisa berdampak positif dan langsung dirasakan oleh seluruh warga, serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan infrastruktur yang representatif.

“Mudah-mudahan warga bisa menikmati manfaatnya, mobilitas jadi mudah, ekonomi juga ikut meningkat,” ucapnya.***

Yans

Bupati Bandung Kang DS Kembali Roadshow ke Majalaya dan Ibun, Dorong Percepatan Operasional KMP

BANDUNG – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna kembali melaksanakan roadshow untuk mendorong percepatan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, pada Senin (13/10/2025).

Roadshow dalam rangka kunjungan kerja dan rapat koordinasi Koperasi Merah Putih (KMP) itu digelar di Aula Kecamatan Majalaya. Para Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Ketua BUMDes asal Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Ibun hadir pada pelaksanaan Roadshow Bupati Dadang Supriatna itu.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Bandung Dindin Syahidin, Kabag Tata Pemerintah Kabupaten Bandung Gugum Gumilar, Camat Majalaya Rofiran, Camat Ibun Akhmad Rifa’i, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah lainnya turut hadir pada rapat koordinasi KMP tersebut.

Bupati Bandung Dadang Supriatna turut memberikan arahan kepada para Kepala Desa, Ketua Koperasi Merah Putih, Ketua BPD, dan Ketua BUMDes untuk mensukseskan program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Bandung. Sesuai hakekat dan karakter koperasi adalah dari, oleh dan untuk anggota koperasi.

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna turut menjelaskan kondisi atau perkembangan Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Bandung saat ini.

“Setelah saya melakukan kunjungan hampir 24 kecamatan, tentu pariatif ada yang sudah berjalan, tapi presentasenya baru sekitar 5%. Ada yang persiapan kurang lebih 10% dan memang kalau sudah berjalan secara bergerai semua juga sudah siap,” ujar Kang DS dalam keterangannya.

“Namun secara operasional ini masih pariatif, sehingga saya sengaja roadshow ke masing-maisng kecamatan dihadiri dengan para Kepala Desa, Ketua Koperasi Desa Merah Putih, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih, ada BPD, ada juga BUMDes,” imbuhnya.

Bupati Kang DS berharap koperasi ini betul-betul bisa berjalan secara maksimal karena di Kabupaten Bandung sumber daya alamnya sudah mumpuni dan sudah tersedia.

“Tinggal bagaimana kreativitas dan inovasi dari Ketua Koperasi Desa Merah Putih, dan Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih, dan masyarakat berbaur, sehingga akan menumbuhkembangkan potensi-potensi yang ada di masing-masing desa. Koperasi sebagai obtaker dan suplai, sehingga para pengusaha ataupun para petani dan juga para pelaku usaha UMKM di masing-masing desa bisa terwadahi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini,” tuturnya.

Kang DS mengatakan, bahwa pihaknya selaku pemerintah daerah, dan ia selaku Ketua Satgas akan fokus bagaimana Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bandung betul-betul bisa berjalan dengan baik. Tentunya dalam proses operasionalnya antara Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih ini berkolaborasi dengan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang berada di 361 dapur rencananya yang tersebar di Kabupaten Bandung.

“Dengan harapan hasil produksi (pertanian, budidaya ikan maupun hal lainnya) yang dihasilkan masyarakat di tampung oleh koperasi dan disuplai kepada dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) yang ada di masing-masing kecamatan. Ini artinya bahwa ekonomi kerakyatan ini bisa berputar,” harapnya.

Bupati Bandung mengatakan bahwa uang yang akan turun ke Kabupaten Bandung dalam program MBG itu tidak kurang dari Rp5,4 triliun per tahun.

“Kalau ini dimaksimalkan, maka ekonomi sirkularnya akan luar biasa. Ini akan terjadi perputaran selama 1 tahun mencapai Rp5,4 triliun. Sehingga saya akan fokus mengawal kolaborasi antara Koperasi Merah Putih dengan MBG-nya,” tuturnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini turut mengungkapkan program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto, yaitu Sekolah Rakyat.

“Sekolah rakyat ini yang tentu luar biasa juga dan juga sudah ada sekolah rintisan yang saat ini sudah ditampung di kawasan Si Jalak Harupat,” ujarnya.

Kang DS berharap dengan adanya Koperasi Merah Putih ini akan terjalin gotong royong dan seluruh masyarakat, karena karakter hakekat daripada koperasi itu dari oleh untuk anggota.

“Saya berharap masyarakat harus bangkit kembali, sehingga masyarakat harus mempunyai inovasi, dan kreatifitas karena melalui Koperasi Merah Putih ini juga akan membuka lapangan pekerjaan atau usaha baru. Sehingga insya Allah angka pengangguranpun akan menurun dan berkurang, laju pertemuan ekonomi pun akan meningkat,” ujarnya.

Kang DS mentargetkan dalam waktu dua bulan kedepan atau Desember 2025, sebanyak 270 Koperasi Desa Merah Putih dan 10 Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Bandung betul-betul bisa berjalan dengan harapan.

“Insya Allah, saya akan kejar dalam waktu dua bulan kedepan, sehingga Desember 2025 mendatang bisa selesai. Sehingga Januari 2026 bisa berjalan sesuai dengan harapan dan kita bisa running,” pungkasnya.**

 

Yans

Kades Marga Mukti Apresiasi Program Bonus Produksi Bupati Bandung, 12 Titik Jalan Kini Dibangun.

Bandung -YUTELNEWS com|| Kepala Desa Marga Mukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, H. Odang Kusnadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Bandung, Dadang Supriatna, atas terealisasinya pembangunan jalan hotmix yang bersumber dari program bonus produksi panas bumi tahun 2025.

Menurut Odang, pembangunan jalan tersebut dilaksanakan di 12 titik wilayah Desa Marga Mukti. Dari jumlah itu, 11 titik menggunakan hotmix dan 1 titik lainnya berupa rabat beton.

Lima di antaranya bahkan merupakan jalan dari nol ( Tanah Merah) yang sebelumnya belum pernah tersentuh program pembangunan apa pun.

“Lima titik ini betul-betul dari nol, dari tanah. Kalau musim hujan becek, kalau kemarau berdebu. Alhamdulillah tahun ini insyaallah jalannya akan bagus dan mulus,” ujar Kades Odang saat ditemui di Desa Marga Mukti, pada Senin (13/10/2025).

Selain meningkatkan akses antarwilayah, pembangunan tersebut juga menjadi bukti nyata pemanfaatan dana bonus produksi panas bumi yang sebagian besar dikembalikan kepada desa-desa penyangga di sekitar proyek energi panas bumi Wayang Windu, Star Energy Geothermal Pangalengan.

Desa Marga Mukti menjadi salah satu penerima manfaat program itu. Beberapa titik jalan kini mulai dikerjakan, di antaranya:

Kampung Rancamanyar, dengan volume panjang 160 meter dan lebar 3 meter,anggaran Sekitar Rp.90 juta menggunakan anggaran dari satu titik lokasi.

Kampung Los Cimaung, dengan volume panjang 420 meter dan lebar 2,3 meter, menggunakan anggaran sekitar Rp 170 juta per titik.

“Sesuai arahan Bapak Bupati, sebagian besar bonus produksi tahun ini kita alokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan. Alhamdulillah masyarakat menyambut baik program ini,” katanya.

Odang menuturkan, program ini berdampak besar bagi masyarakat desa, terutama dalam memperlancar mobilitas warga dan mendukung kegiatan ekonomi lokal.

“Transportasi masyarakat jadi lebih mudah. Kami atas nama Pemerintah Desa dan warga Marga Mukti mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Dadang Supriatna. Program bonus produksi ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Odang.

Ia menambahkan, keberlanjutan program seperti ini menjadi wujud nyata komitmen Pemkab Bandung dalam membangun daerah hingga ke pelosok desa.

“Insyaallah Kabupaten Bandung akan semakin Bedas.,” pungkasnya.***

 

Yans

Kades H Ruswan Apresiasi: Komitment Kang DS, Berikan Pelayanan Terhadap Warga, Dibuktikan Dengan Nyata Peningkatan Infrastruktur Jalan Keneng – Londok

Bandung – YUTELNEWS com|| Kepala Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung H. Ruswan Buchori mengapresiasi realiasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam peningkatan Infrastruktur Jalan Keneng – Londok.

Menurut H Ruswan, setelah pengerjaan yang dilakukan Bupati Bandung Dr HM. Dadang Supriatna melalui Dinas PUTR, kini menyisakan kurang lebih 7 kilometer hingga sampai ke perbatasan antara Kabupaten Bandung – Kabupaten Cianjur.

” Jalan Keneng – Londok merupakan akses penghubung antara 2 Kabupaten yaitu Cianjur – Kabupaten Bandung, “. Ujarnya, pada Minggu 12 Oktober 2025.

Pengerjaan tahun 2025 ini, yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bandung baru sampai ke perbatasan simpang lima tepatnya di persimpangan arah ke Kampung Dewata Desa Tenjolaya Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung kurang lebih ada 5 kilometer kalau dari Kampung Camara,” Jelasnya.

Semoga tahun 2026 yang akan datang progres peningkatan Infrastruktur ini bisa sampai hingga perbatasan antara Kabupaten Bandung dan Cianjur,” Harapnya.

Diketahui sejak 82 Tahun Indonesia memproklamasikan Kemerdekaannya, ” Baru kali ini ada perhatian untuk warga Kampung Londok dan Dewata ” Khusunya peningkatan Infrastruktur Jalan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung dibawah kepemimpinan Bupati Bandung Dr HM. Dadang Supriatna yang akrab di sapa Kang Ds.

Bahkan selain merealisasikan keinginan warga jalan nya menjadi mulus, Bupati Bandung yang akrab disapa Kang DS ini, merupakan Bupati pertama yang sudi peduli menginjakan kakinya di Kampung Londok dan bertemu langsung dengan warga saat melakukan kunjungan kerjanya.

Oleh hal tersebut atas nama warga masyarakat Desa Sugihmukti H. Ruswan, sangat mengapresiasi Langkah dan perhatian Bupati Bandung Kang DS, semoga apa yang dilakukan Pemeritah Kabupaten Bandung dapat pula mendapatkan perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat khususnya Bapak Gubernur Kang Dedi Mulyadi, karena ini merupakan Jalan penghubung antara dua Kabupaten antara Cianjur dan Kabupaten Bandung.

Semoga Bupati Bandung kang DS, diberikan kelancaran dan kekuatan dalam memimpin roda Pemerintahan di Kabupaten Bandung yang Lebih Bedas lagi, demi untuk peningkatan pembangunan dan pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Kabupaten Bandung,” Pungkas Ruswan ****

 

Yans

,

Bupati Bandung Kang DS, Orang Pertama Yang Menginjakan Kakinya di Kp. Londok

Bandung – YUTELNEWS com|| Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu menargetkan seluruh jalan rusak yang berada di 31 kecamatan akan rampung dan mulus diperbaiki dalam 3 tahun ke depan.

” Ini sebagai komitment Bupati Bandung dalam meningkatkan Infrastruktur penunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat, “.

Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna mengalokasi anggaran sebesar Rp 1 triliun, akan dibagi ke dalam 3 tahun anggaran, yakni mulai tahun anggaran 2025 hingga 2027 mendatang, menyesuaikan dengan kemampuan APBD Kabupaten Bandung”, Ujarnya.

“Saat ini tersisa sekitar 500 kilometer jalan rusak. Insya Allah seluruhnya akan mulus total dalam tiga tahun ke depan. Akan kita bereskan semuanya sehingga tidak ada jalan yang rusak lagi,” Ucap Kang DS sapaan akrab Bupati Bandung, beberapa waktu lalu.

” Diakui Kang DS, selama 3,5 tahun memimpin Kabupaten Bandung pada periode pertama sebagai Bupati Bandung, Ia telah berhasil memperbaiki sekitar 1.000 kilometer jalan rusak yang merupakan ‘warisan’ bupati sebelumnya, “.

Namun karena adanya kenaikan status jalan desa menjadi jalan kabupaten, jumlah jalan rusak kembali bertambah. Total panjang jalan rusak yang tersisa sekitar 500 kilometer,” Terang Kang DS.

Pada tahun ini, Kang DS akan fokus memperbaiki akses jalan menuju tempat wisata dan perbatasan antar daerah. Diantara ruas jalan yang akan diperbaiki tahun ini, kata Kang DS, adalah ruas jalan Kendeng-Dewata-Londok di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu.

Ruas jalan sepanjang 22 kilometer ini merupakan jalan penghubung antara Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Cianjur. ‘ Bupati menargetkan dua sampai tiga tahun, ruas jalan Kendeng-Londok yang membutuhkan anggaran Rp 44 miliar tuntas diperbaiki,” Tegasnya.

Jalan Kendeng–Londok, urat nadi yang menghubungkan Kampung Kendeng – Londok Desa Sugihmukti dan Tenjolaya Kampung Dewata, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Jalur ini juga menjadi akses penting menuju wilayah perbatasan Kabupaten Cianjur.

Seorang warga Kp. Dewata Fajar (25 Tahun) menuturkan Ia sangat bersyukur dengan adanya program perbaikan Jalan Keneng – Pondok, karena ini saya satuya akses yang dipergunakan untuk menuju tempat kerjanya, Tutur FaJar .pada Minggu 12 Oktober 2025.

Menurutnya, baru kali ini jalan Keneng – Londok ada perbaikan, sebelumnya bagaikan kolam lumpur disaat hujan, dan Debu saat musim kemarau.

” Mudah mudahan perbaikan jalan Keneng – Londok ini dapat segera tuntas pengerjaannya, “.

Kami selaku warga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Bedas,Kang DS, semoga Kabupaten Bandung Lebih Bedas lagi dibawah Pimpinan bapak Bupati Kang Dadang Supriatna.

Hal senada disampaikan pengguna jalan Supratman ( 50 tahun) warga Kp. Londok Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, Alhamdulillah kami bisa bertemu langsung dengan orang nomer satu di kabupaten Bandung saat melakukan kunjungan kerja ke Kp. Londok beberapa bulan ke belakang.

Aspirasi warga kampung Londok didengar dan direalisasikan langsung Oleh Bapak Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna, ” Beliau satu satu nya Bupati Bandung yang menginjakan kaki di Kampung Londok, serta menginap di rumah warga, ” Ulasnya.

Semoga kebaikan Bapak Bupati Bandung, Kang DS, mendapatkan balasan yang setimpal dari Alloh SWT, dan Kabupaten Bandung bisa lebih maju dan maju lagi dibawah Kepemimpinanya,” Tukasnya ( ** )

 

Yans

Ridho, Membenarkan Uben Yunara Sudah Ditahan Polda Jabar

Bandung – YUTELNEWS com|| Kuasa Hukum Pelapor M.Ridho.SH.MH membenarkan Bahwa Uben Yunara Selaku TERLAPOR EKS.KOMUT BPR KAB BANDUNG ditahan Dipolda JABAR Sejak Kamis Malam dan Ridho mengapresiasi Kinerja POLDA Jabar, SERTA DUKUNGAN DARI KPK JABAR yang Bergerak Tanpa Banyak Bicara.

Polda Jawa Barat menunjukkan komitmennya untuk bertindak transparan dan akuntabel dalam menanggapi laporan masyarakat.
Menurut Kuasa Hukum Terlapor Yaitu M.Ridho SH.MH. Menyampaikan pada awak media bahwa penanganan perkara yang dilakukan oleh polda jabar sudah benar benar baik dan profesional .

Penyidik Polda Jabar telah melengkapi serangkaian prosedur penyelidikan dan penyidikan hingga perkara ini dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Menurut informasi dari Kuasa Hukum Pelapor yaitu sdr.M.Ridho.SH.MH menyampaikan bahwa pihaknya telah mendapat kabar sejak semalam (kamis malam 9 Oktober 2025) sdr.Uben Yunara Sudah ditahan Oleh Pihak polda jabar dan mungkin kurang lebih pelimpahan ke kejaksaannya sekitar kurang lebih 1 mingguan

Selanjutnya Ridho juga mengapresiasi pada KPK jabar yang berperan aktif mengawal kasus ini secara konsisten serta memberikan saran pendapat juga informasi terkait penegakan hukum hingga tentunya dapat bersinergi dengan seluruh lini baik itu APH maupun masyarakat.

” Tentu kini sdr Uben Yunara harus dapat mempertanggung jawabkan semuanya atas apa yang terjadi saat ini, “.

Rido menilai langkah Polda Jabar dalam menangani kasus ini sudah cukup transparan dan sesuai prosedur.

“Kami mengapresiasi kerja penyidik yang bergerak cepat dan profesional. Harapan kami, perkara ini bisa segera tuntas sehingga ada kepastian hukum bagi klien kami,” ujarnya.

Saat ini, Polda Jawa Barat masih menunggu proses lebih lanjut dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat terkait apakah berkas perkara tersebut akan dinyatakan lengkap (P-21) dan dilanjutkan ke tahap persidangan. ***

Yans

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj Renie, Menyambut Positif Aspirasi Warga dalam Aksi Demo

Bandung – YUTELNEWS||Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi S.H., menunjukkan kepeduliannya dengan menyambut positif aksi demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Kabupaten Bandung (AMKB) di depan Gedung DPRD .pada 09 Oktober 2025.

Aksi ini bertujuan untuk menyampaikan berbagai keluhan dan aspirasi masyarakat mengenai isu-isu penting di daerah, termasuk masalah yang dihadapi PT BDS, revitalisasi Pasar Banjaran dan Pasar Ciparay, serta isu kepemudaan di Soreang.

Dalam suasana yang penuh semangat, Renie mendekati para demonstran dan mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran mereka.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada Aliansi Masyarakat Kabupaten Bandung dan apresiasi sedalam-dalamnya atas kehadiran hari ini. Tapi mungkin alangkah baiknya kita bisa berbicara di dalam gedung DPRD.

Saya minta perwakilan dari aliansi untuk bisa duduk bersama mencari solusi terbaik,” kata Renie di hadapan peserta aksi.

Aksi demonstrasi berlangsung dengan damai, didukung oleh pengamanan dari aparat kepolisian. Beberapa perwakilan massa aksi kemudian diundang untuk masuk ke gedung DPRD guna melanjutkan audiensi.

Dalam pertemuan tersebut, mereka diterima langsung oleh Hj. Renie Rahayu Fauzi S.H, didampingi oleh para wakil ketua DPRD, H. Firman B. Sumantri, H. Thony Fathony Muhammad, dan Dr. M. Akhiri Hailuki.Angie Natesha Goenadi Go, S.Ked., M.H.I.dan beserta para Kepala Dinas.

Suasana audiensi berlangsung dinamis, dengan dialog terbuka antara masyarakat, legislatif, dan eksekutif. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asisten II Pemkab Bandung, Kawaludin, serta beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Kepala Dinas Perdagangan dan Industri, Dicky Anugrah, dan Kepala Dinas Sosial, Ningning Hendarsah. Kehadiran mereka sangat penting untuk memberikan penjelasan teknis terkait isu-isu yang diangkat oleh masyarakat.

Hj Renie menegaskan bahwa DPRD bersama pemerintah daerah akan menindaklanjuti hasil audiensi ini secara menyeluruh melalui rapat kerja dan koordinasi lintas perangkat daerah.

“Kami di DPRD ada untuk masyarakat. Mudah-mudahan apa yang menjadi keluh kesah dari masyarakat ini bisa kami bantu ringankan. Kami juga akan terus mengawasi sejauh mana OPD menindaklanjuti hal-hal yang disampaikan dalam pertemuan ini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa isu-isu yang dibahas tidak hanya berasal dari AMKB, tetapi juga dari berbagai kelompok masyarakat lainnya, termasuk Aliansi Pedagang Pasar Banjaran dan petani yang tergabung dalam Paguyuban Rahayu.

“Sebenarnya, kami sudah beberapa kali bertemu dengan mereka. Mudah-mudahan kali ini bisa menjadi langkah konkret untuk penyelesaian bersama,” imbuhnya.

Mengenai revitalisasi Pasar Banjaran, Kepala Dinas Perdagangan dan Industri menyatakan kesiapannya untuk turun langsung ke lapangan dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

Renie menegaskan bahwa DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan dengan ketat. “Kami akan terus memantau pelaksanaan tindak lanjut dari hasil audiensi ini. DPRD memiliki tanggung jawab memastikan setiap permasalahan masyarakat mendapat solusi yang adil dan transparan,” tutupnya.

DPRD Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat dan menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan demi kemajuan Kabupaten Bandung.**

 

Yans.

Camat PasirJambu Nia Kania, Menegaskan Proses Pemberhentian Kades Tidak Bisa Dilakukan Secara Spontan

Bandung – YUTELNEWS com|| Menaggapi Musdesus yang digelar BPD Desa Cukanggenteng Camat Pasirjambu Kabupaten Bandung Nia Kania, mengatakan bahwa kegiatan ini sengaja digelar untuk melaksanakan mediasi antara warga RW 13 dengan Pemerintah Desa Cukanggenteng, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.

Dalam keterangannya kepada awak media di lokasi, Camat Nia Kania menyampaikan bahwa hasil mediasi tersebut akan segera ditindaklanjuti dan dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Bandung”, Ujarnya ,10 Oktober 2025.

“Jadi hasil mediasi hari ini akan kita tindak lanjuti. Kami juga akan membuat pelaporan kepada pimpinan kami di Pemerintah Kabupaten Bandung. Mudah-mudahan aspirasi yang disampaikan warga bisa secepatnya ditindaklanjuti,” Tutur camat Nia.

Ia menjelaskan, dalam mediasi itu warga sempat menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya permintaan maaf dari Kepala Desa Cukanggenteng Rosiman.

“Yang pertama tadi, hasil mediasi meminta permohonan maaf dari Pak Kades. Alhamdulillah, Pak Kades sudah menyampaikan permohonan maafnya dan siap memperbaiki tindakannya maupun ucapannya ke depan,” jelasnya.

Terkait persoalan lain seperti pengelolaan BUMDes dan hal-hal administratif di desa, Nia menuturkan bahwa pembahasan akan dilanjutkan pada musyawarah tingkat desa berikutnya.

“Masalah BUMDes dan lainnya akan diselesaikan melalui musyawarah desa. Pertemuan kali ini tidak membahas itu agar fokus satu per satu,” katanya.

Saat ditanya soal adanya aspirasi warga yang meminta kepala desa mengundurkan diri, Camat Nia Kania menegaskan bahwa proses pemberhentian kepala desa tidak bisa dilakukan secara spontan, karena ada tahapan dan prosedur hukum yang harus ditempuh.

“Memang tadi ada aspirasi warga soal permintaan pengunduran diri, tapi pemberhentian kepala desa tidak bisa serta-merta dilakukan. Ada prosedur yang diatur dalam peraturan perundangan yang harus ditempuh,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, warga juga menyerahkan dokumen berisi harapan dan aspirasi masyarakat kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk mendapatkan tindak lanjut resmi.

“Itu tadi penyampaian dokumen dari warga yang berisi harapan-harapan mereka. Disampaikan kepada BPD agar bisa ditindaklanjuti sesuai mekanisme,” ucapnya.

Camat Nia Kania juga berharap situasi di Desa Cukanggenteng tetap kondusif dan masyarakat dapat mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan.

“Kami dari Pemerintah Kecamatan berharap kondisi wilayah tetap aman dan kondusif. Mari bersama menjaga persatuan dan kesatuan dalam menyelesaikan masalah,” tutupnya

Sementara kepala Desa Cukang Genteng Kecamatan Pasir Jambu Rosiman menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada warga masyarakat khususnya kepada ketua RW di mana sudah terjadinya kegaduhan dikarenakan adanya miskomunikasi,” Ucapnya.

Melalui audiensi bersama masyarakat, dimana ini merupakan sebuah komunikasi bersama dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi, saya sebagai kepala desa kedepannya akan memperbaiki dan akan lebih transparan dalam setiap kebijakan program yang dijalankan,” katanya.

Dalam kesempatannya, Kades Rosiman juga menjelaskan terkait beberapa persoalan yang dikeluhkan masyarakat, salah satunya terkait tukar guling tanah Carik desa. Menurutnya, tukar guling desa yang telah dilakukan, pada dasarnya kita telah mengikuti aturan dan regulasi yang telah ditetapkan sesuai undang-undang sehingga terpenuhi aspek legalitas.

“Jadi kita dalam melakukan kegiatan pembangunan di desa, tentunya berdasarkan musdes, termasuk tanah aset desa yang kurang bermanfaat ahirnya ditukar gulingkan ke lebih yang bermanfaat dan itu tentunya untuk kemajuan pembangunan bagi masyarakat” ujar kades.

Lanjut kades Rosiman, Saya sebagai kepala desa ingin mengabdi memajukan wilayah desa
Cukang genteng, dimana kita selalu melakukan musyawarah dengan masyarakat apalagi yang menjadi prioritas,” tambahnya.

Saat ditanya terkait ketua RW 13 yang akan mengajukan gugatan hukum yang akan ditujukan kepada dirinya, kades Rosiman pun sangat menyayangkan, seharusnya permasalahan ini kita bisa duduk bersama dan secara kekeluargaan.

Tetapi itu kan haknya dia sebagai warga negara, namun apa yang menjadi kesalahan saya sebetulnya di mana bahasa saya itu sebetulnya tidak ada maksud untuk menyinggung, namun itu merupakan sebuah kontek pembinaan di mana ketua RT itu seharusnya bisa melaporkan kalau ada tugas yang dilakukan di wilayah,” Ujar kades.

Dengan Tegas Rosiman, menuturkan bahwa ini sebuah miskomunikasi, di mana pada waktu itu ada sebuah kegiatan kunjungan dari salah satu Dewan memberikan bantuan Rutilahu, yang seharusnya bisa dikoordinasikan langsung dan saya bisa mengetahuinya hasilnya.

” tidak Ngahep-hep” atau malah diam saja, seharusnya memberikan laporan gitu,” ungkap kades, ****

 

Yans

Warga Desa Cukanggenteng Pasirjambu Sampaikan Pernyataan Sikap, Tolak Kekerasan dan Arogansi Kepala Desa

Bandung – YUTELNEWS com|| Dihadapan Muspika Kecamatan Pasirjambu Warga Desa Cukanggenteng, Kabupaten Bandung, secara tegas menyatakan sikap menolak segala bentuk kekerasan, penghinaan, dan arogansi kekuasaan yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa terhadap warga maupun aparatur desa.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan, warga juga menuntut klarifikasi serta permintaan maaf secara terbuka dari Kepala Desa terkait ucapan yang menyinggung Ketua RW 13 dan tindakan-tindakan yang dianggap meresahkan masyarakat. Jumat 10/10/2025.

Warga Desa Cukanggenteng juga mendesak Pemerintah Kabupaten Bandung dan Gubernur Jawa Barat untuk segera melakukan evaluasi kinerja serta pemeriksaan etika jabatan Kepala Desa.

Mereka meminta keterlibatan Inspektorat Kabupaten Bandung, DPRD Kabupaten Bandung, dan Ombudsman Republik Indonesia untuk melakukan audit investigatif terhadap proses tukar guling dan rencana penjualan lahan Carik Ciakar yang menjadi perhatian warga.

Selain itu, warga memohon agar aparat hukum dan pemerintah kabupaten melakukan pemeriksaan terkait praktik pergantian perangkat desa yang dinilai tidak transparan, kekosongan jabatan RT/RW, serta dugaan adanya double jabatan yang melanggar aturan.

Pernyataan sikap tersebut juga menuntut agar Bupati Bandung menegakkan Pasal 30 Undang-Undang Desa dan Permendagri Nomor 83 Tahun 2015 dengan memberhentikan Kepala Desa apabila terbukti melanggar hukum dan etika pemerintahan.

Di akhir pernyataannya, warga sepakat memberikan mosi tidak percaya kepada Kepala Desa, Sdr. Rosiman, dan menuntut agar yang bersangkutan segera mengundurkan diri dari jabatannya.

Pernyataan sikap ini merupakan bentuk kekecewaan dan aspirasi warga yang ingin terciptanya pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel demi kemajuan Desa Cukanggenteng.***

 

Yans.

Kang DS Perkuat Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Bojongsoang sebagai Motor Ekonomi Desa

Bandung – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan menjadi tulang punggung penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa. Hal tersebut disampaikan Kang DS dalam road show kunjungan kerja sekaligus rapat koordinasi KDMP yang digelar di Kecamatan Bojongsoang, pada Kamis (09/10/2025).

Dalam kegiatan bertajuk “Road Show Kunjungan Kerja Bupati Bandung: Rapat Koordinasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP),” Kang DS didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung Didin Syahidin, Camat Bojongsoang Kankan Taufik, Camat Baleendah Eef Hidayatullah, para kepala desa, serta ketua-ketua KDMP dari berbagai wilayah.

Di hadapan para kepala desa dan pengurus koperasi, Kang DS menjelaskan bahwa pembentukan KDMP merupakan program nasional yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“KDMP ini bukan koperasi biasa. Ini adalah gerakan ekonomi rakyat di tingkat desa yang menjadi fondasi kemandirian ekonomi nasional,” ujar Kang DS.

Bupati juga menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi Program MBG untuk menolak kerja sama dengan KDMP, khususnya dalam pengadaan 29 jenis bahan pokok yang dibutuhkan untuk dapur MBG.

“Jika ada pihak, termasuk Sentra Pelayanan Pangan Gratis (SPPG) atau kepala desa, yang menghambat kerja sama dengan KDMP, kami tidak segan melaporkannya ke Kepala BGN Pusat,” tegasnya.

Menurut Kang DS, KDMP harus menjadi wadah produktif bagi masyarakat desa untuk meningkatkan taraf hidup melalui sinergi dengan SPPG, yang berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

“Ketua KDMP dan kepala desa harus jeli melihat peluang. KDMP bisa menjadi tempat warga berproduksi, berdagang, dan berdaya. Jika dikelola serius, koperasi ini bisa menjadi tulang punggung ekonomi desa,” tambahnya.

Selain itu, Bupati menekankan pentingnya penataan administrasi yang rapi dan penguatan sumber daya manusia di lingkungan koperasi.

“KDMP harus dikelola dengan baik, tertib administrasi, dan memiliki SDM yang mumpuni. Jika manajemennya bagus dan harga produknya kompetitif, saya akan merekomendasikan kerja sama dengan SPPG,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kang DS juga memberikan apresiasi atas aktivitas produktif KDMP di berbagai wilayah, namun mengingatkan agar setiap langkah tetap dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait.

“Langkah KDMP sangat positif, tetapi jangan berjalan sendiri. Harus ada sinergi dengan pemerintah daerah supaya arah dan manfaatnya jelas untuk masyarakat,” ujarnya.

Hingga kini, Kabupaten Bandung telah membentuk 270 KDMP di desa dan 10 di kelurahan. Program ini dijalankan serentak dengan dukungan APBD Kabupaten Bandung, sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.

Menurut Kang DS, keberadaan KDMP di setiap desa diharapkan dapat memperkuat perekonomian sekaligus membuka lapangan kerja.

“Kita tidak bisa menunggu. Ini perintah langsung dari Bapak Presiden. KDMP harus hadir di setiap desa sebagai penggerak ekonomi rakyat,” tegasnya.

Selain KDMP, Pemerintah Kabupaten Bandung juga terus menjalankan program lain seperti Sekolah Rakyat dan Sentra Pelayanan Pangan Gratis (SPPG) yang terintegrasi dalam satu arah kebijakan. Program ini menyasar masyarakat kecil melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, hingga bantuan modal usaha.

“Kalau orang tuanya tidak punya rumah, kita bantu rumah. Kalau belum punya kegiatan, kita latih. Kalau tidak punya modal, kita bantu modal. Semua ini bagian dari upaya membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera,” jelas Kang DS.

Menurutnya, KDMP menjadi wadah produksi rakyat, SPPG jalur distribusi, dan Sekolah Rakyat sarana pemberdayaan masyarakat desa.

“Ini bukan sekadar program, tapi gerakan besar membangun ekonomi rakyat dari bawah,” pungkas Kang DS.***

 

Yan

KPJ Jabar Gelar HUT Berlangsung Semarak Bersama Willy Preman Pensiun dan Resmi Jadi Anggota Kehormatan KPJ

Bandung – YUTELNEWS com Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Jawa Barat ke 35, berlangsung meriah di Sekretariat KPJ jalan Cikajang Raya Antapani, pada Rabu (08/10/2025) malam.

Acara tersebut menampilkan sejumlah artis ternama diantaranya Willy Preman Pensiun . Bahkan pada kesempatan itu Willy dinobatkan sebagai anggota Kehormatan KPJ dengan ditandai pemakaian Rompi Kebesaran KPJ.

Willy mengaku senang dapat bersikaturahami dengan keluarga besar KOJ Jabar “Terima kasih ketua KPJ Jabar yang telah mempercayai saya di KPJ. Saya bangga bisa menjadi bagian dari anggota kelompok penyanyi jalanan. Semoga KPJ terus eksis dan memajukan blantikan. Musik tanah air,” ungkap Willi.

Sementara itu KPJ Jabar juga mengedepankan penampilan spesialnya. Mereka adalah Ullydo, Iwan Palsu, Yusna Band dan Kelompok Topeng besutan Martha Topeng.

Tidak hanya seniman dan budayawan, KPJ Jabar juga mengundang sejumlah pejabat untuk hadir diantaranya anggota DPRD Jabar dari Komisi V, Untung, rekanan KPJ Jabar Imam Wahyudi. Adapun dosen ISBI masing-.masing Prof. Ipit, Irwan Guntari dan Tony Broer.

Selain itu para pengurus KPJ Jabar dan ketua KPJ se Bandung Raya juga turut hadir dalam acara tahunan itu.

Pantauan di lapangan, acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dipimpin Febby, yang dinyanyikan bersama sama dilanjutkan dengan lagu Kabar Damai, ciptaan Anto Baret, Presiden KPJ dan potong kue ulang tahun sambil menyanyikan lagu Ulang tahun milik Jamrud.

Ketua KPJ Jabar Martha Topeng mengucapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran seluruh undangan.

“Alhamdulillah saya bersyukur dan berterima kasih atas suksesnya acara yang didukung oleh seluruh para tamu undangan. Kami mohon maaf jika dalam penyajian dan konser musik KPJ Jabar, kurang begitu memuaskan,” ungkap Martha.

Senada dengan Wanhat KPJ Jabar CePram mengucapkan terima kasih atas apresiasi undangan terhadap pementasan KPJ Jabar. Dia yakin KPJ Jabar akan semakin maju dan berprestasi dan berkarya seiring dengan cita cita KPJ Jabar.
“Meskipun sederhana namun diharapkan memuaskan bagi undangan yang hadir hari ini terutama yang perform dengan menampilkan karyanya masing-masing. Sehingga dapat dikenal luas oleh seluruh undangan yang menyaksikannya,”kata CePram.

Perwakilan pengurus KPJ Sumedang Itce mengucapkan selamat atas undangan KPJ Jabar. Pihaknya sangat apresiasi acara tahunan KPJ Jabar yang berlangsung semarak itu.

“Alhamdulillah saya bisa bersilaturahmi dengan seluruh anggota KPJ SE Jabar. Apalagi hari ini ada bintang tamu Willy Preman Pensiun dan undangan lain yang berasal dari luar KPJ. Pokoknya sukses terus KPJ Jabar, semoga semakin solid,” beber Itce.

Panggung hiburan itu menampilkan band KPJ Kabupaten Bandung Feat Willy Preman Pensiun yang membawakan dua lagu andalannya. Dilanjutkan pembacaan puisi dari Gusdur Mahesa dan Dedi Koral. Grup band lainnya Iwan Palsu, KPJ Sumedang, Rumah Balada Indonesia pimpinan Bah Ocim, dan KPJ Bandung Potensial yang ketuai Babang Bosum. Sedangkan Mantri Kantr membawakan lagu ciptaannya Pingin Pipis dan Blukutiki. Adapun penampilan Deden Stones menyanyikan dua lagu mick Jagger, berjudul Dead Flower dan Honky Tonk Women.
Penampilan lainnya yang mengundang masa penasaran penonton ya adalah wayang golek kolaborasi Ki Dalang Dede Candra Sunarya Putu Giri Harja 2.
Khusus Yusna Band menampilkan lagu yang akan dilombakan di level nasional dengan judul Kong Kali Kong.

Yuyus Rusana vokalis Yusna Band mohon doa dan restu seluruh hadirin agar kagu yang dilantunkan ya itu mendapat perhatian dewan juri dari TV One dan KPK RI.

“Lagu ini berjudul Kong Kali Kong sengaja saya bawakan dalam HUT KPJ Jabar, semoga dapat dukungan semua hadir di sini. Lagu karya saya ini memang sengaja dibuatkan untuk lomba nanti dengan harapan dapat penilaian khusus dewan juri,”tandas H.Yuyus.

Diakhir acara Kelompok Topeng hadir membawakan sejumlah lagu andalan yang pernah mendapatkan penghargaan AMI Award berjudul “Matahariku”. lima lagu lainnya yakni “Lagu Satu”, Kabar Damai, Malam. Dua lagu milik Ullydo, Wayang Besi dan Pak Tua.

 

Yans.

Komitmen Nyata Lestarikan Seni Budaya, Pemkab Bandung Luncurkan 3 Inovasi Unggulan

BANDUNG – YUTELNEWS com|| Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Bandung meluncurkan tiga inovasi unggulan dalam mendukung pemajuan dan pengembangan kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung Irvan Ahmad mengatakan tiga inovasi besar tersebut merupakan bagian dari program prioritas kebudayaan yang sesuai dengan visi misi Kabupaten Bandung dan bagian dari 57 rencana aksi Bupati Bandung.

Menurut Irvan, ketiga inovasi unggulan ini adalah jawaban atas tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat akan pelestarian serta pengembangan budaya yang adaptif.

“Kami sangat bangga dapat mempersembahkan tiga inovasi ini sebagai wujud nyata komitmen Pemkab Bandung dalam memajukan dan melestarikan kebudayaan di Kabupaten Bandung. Insya Allah kita wujudkan di tahun 2026,” ujar Irvan kepada awak media di kantornya, pafa Kamis (09/10/2025).

Inovasi pertama yang diperkenalkan adalah Museum Digital Sejarah (MDS) Kabupaten Bandung. MDS hadir sebagai media edukasi sejarah yang inovatif, menggabungkan teknologi modern dengan nilai-nilai luhur sejarah Kabupaten Bandung.

“MDS ini adalah cara kami untuk mendekatkan sejarah serta kecintaan terhadap sejarah daerah kepada generasi muda. Kami ingin mereka belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan yang relevan dengan perkembangan teknologi digital,” jelas Irvan.

Salah satunya yakni dengan pemanfaataan film sebagai media untuk pemajuan kebudayaan, pengembangan kreativitas dan industri digital di Kabupaten Bandung.

Tak hanya itu, di Museum Sejarah Digital ini masyarakat juga dapat menjelajahi situs-situs bersejarah di Kabupaten Bandung secara virtual lengkap dengan informasi dan foto-foto.

Inovasi kedua adalah Sistem Aplikasi Database Kebudayaan BEDAS (Sadaya Bedas). Program ini hadir sebagai instrumen penting untuk menjawab kebutuhan data kebudayaan yang akurat dan komprehensif.

Melalui pendataan yang sistematis, data yang terkumpul akan berfungsi sebagai big data kebudayaan. Big data kebudayaan ini nantinya dimanfaatkan sebagai dasar perumusan kebijakan, perencanaan program pemajuan dan pelestarian hingga pendidikan kebudayaan.

“Sadaya Bedas ini adalah fondasi dari semua program kebudayaan kami. Dengan data yang akurat, kami dapat merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan efektif dalam memajukan kebudayaan di Kabupaten Bandung,” kata Irvan Ahmad.

Sebagai contoh, Sadaya Bedas akan mencatat secara detail jumlah sanggar seni yang aktif di setiap kecamatan, jenis kesenian yang mereka geluti, jumlah anggota, hingga jadwal latihan.

Inovasi unggulan ketiga yang diluncurkan adalah Sapa Pesona Budaya BEDAS. Program ini dirancang untuk menghadirkan ruang ekspresi seni budaya bagi masyarakat dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya lokal di Kabupaten Bandung.

Melalui berbagai kegiatan seperti festival seni, pertunjukan budaya, dan workshop, masyarakat dapat aktif terlibat dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya lokal.

“Sapa Pesona Budaya BEDAS adalah wadah bagi masyarakat untuk berkreasi dan berekspresi. Kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk menampilkan bakat dan potensi dalam bidang seni dan budaya,” tutur Irvan.

Dengan peluncuran tiga inovasi ini, Pemkab Bandung berharap dapat menciptakan ekosistem kebudayaan yang dinamis dan berkelanjutan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam memajukan dan mengembangkan seni dan budaya lokal Kabupaten Bandung.

“Ketiga inovasi yang akan diluncurkan ini memiliki tujuan yang berbeda, namun saling melengkapi dalam ekosistem kebudayaan yang kami bangun,” tambah Irvan. (**)

Yans.

FWK Dorong Reformasi Polri: Masyarakat Merindukan Polisi yang Mengayomi

Jakarta —YUTELNEWS com|| Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menyerap satu pesan kuat dari masyarakat: mereka merindukan polisi yang kembali mengayomi, bukan sekadar melindungi dan melayani. Kesimpulan itu mengemuka dalam diskusi FWK yang digelar di Kantor Biro Jakarta Harian Suara Merdeka, Rabu (8/10).

“Reformasi Polri yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto sangat tepat. Sudah lebih dari 20 tahun sejak UU Polri lahir, kini saatnya diperbarui sesuai perkembangan zaman,” ujar Koordinator FWK, Raja Parlindungan Pane.

Dalam forum itu, sejumlah wartawan senior mengkritisi perilaku aparat yang dinilai menjauh dari fungsi utamanya. Polisi dianggap tak lagi fokus mengayomi rakyat, pelayanan sering disertai pamrih, dan perlindungan kerap hanya slogan. Mereka menyinggung insiden demonstrasi Agustus lalu, ketika seorang peserta tewas terlindas, dan beberapa mahasiswa serta aktivis malah ditangkap saat menyuarakan aspirasi.

Pengamat kebijakan publik Agus Wahid sebagaimana dikutip dari VOI.id, mengatakan, data Global Corruption Barometer (GCB) Transparancy International menunjukkan lembaga kepolisian berada di urutan kelima paling korup di Indonesia, dengan tren kenaikan mencapai 65 persen dalam sepuluh tahun terakhir. “Perlakuan istimewa terhadap institusi ini justru memunculkan keberanian melakukan penyalahgunaan wewenang, termasuk korupsi,” ujarnya.

Koordinator Polkam FWK, Iqbal Irsyad yang juga Pemred VOI, menegaskan, “Masyarakat merindukan polisi yang tulus mengayomi rakyat. Tanpa pamrih. Tanpa kenal lelah.”

Sejak pemisahan Polri dari ABRI pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, publik sempat berharap reformasi membawa perubahan. UU Nomor 2 Tahun 2002 memberi dasar bagi Polri untuk mandiri, profesional, dan modern. Namun, di lapangan banyak ditemukan hal-hal yang merusak nama baik polisi.

FWK menilai, seperti dikatakan Raja Parlindungan Pane, reformasi Polri harus mengembalikan ruh kepolisian sebagai pelindung rakyat, bukan penguasa. Polisi seharusnya hadir sebagai penegak hukum yang humanis dan menjadi sandaran terakhir masyarakat, bukan sumber ketakutan.

 

Yans

Amang Ester, Berharap Kepedulian Para Pentahilix Pada Peningkatan Infrastruktur Rutilahu

Bandung -YUTELNEWS com|| Patut dicontoh sebanyak 4 rumah warga Desa patengan Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung mendapat bantuan rehab rumah tidak layak huni (rutilahu).

Adapaun Program tersebut bersumber dari Bantuan Komunitas Bagong Mogok Yang diketuai Oleh Inspektur pada Inspektorat kabupaten Bandung H. Marlan Nirsyamsu, dengan pembina Bapak Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna yang dengan perhatian dan kepeduliaanya memberikan bantuan Rutilahu (Rumah tidak Layak Huni) Proses rehab rumah layak huni (rutilahu).

Diketahui bahwa hingga kini proses pengerjaan program tersebut sudah mencapai 85persen pengerjaannya, tidak lama lagi pembangunannya akan Rampung.

“Alhamdulillah, kami mendapat bantuan rehab rutilahu sebanyak 2 unit yang dilaksanakan oleh pemerintah Desa patengang, dan Owner Dusun Strawbery H Uus” Jelas Kades Patengan.

Menurut Kades Patengan program Rutilahu tersebut yang semula hanya untuk Dua rumah ,Allhamdulilah menjadi 4 rumah dengan adanya penyertaan CSR dari wisata Dusun Strawbery, Ungkap Kades.

Program Rutilahu dilaksanakan di RW 12 walini , dari semuanya ada 4 rumah yang dapat bantuan, kata Kepala Desa Patengang Asep Kurniadi yang sering disapa Amang Ester, Selasa 07 Oktober 2025.

Proses rehab rutilahu itu, kata kades, dibagi dalam 2 tahap, Setiap tahap terdiri dari 2 rumah.sedangkan untuk pelaksana kegiatan rehab rutilahu dilakukan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (PLM), Ujar Mang Ester.

Meskipun demikian pihak desa tetap melakukan pengawasan, ” Tentunya kami ingin memastikan proses rehab rutilahu berjalan lancar, sesuai mekanisme yang ada “. Dan alhamdulillah prosesnya sampai saat ini tidak ada kendala,” Jelas Amang Ester.

Selanjutnya rutilahu dilaksanakan di RW 7.8 rancasuni sebanyak 4 unit rumah masih menyertakan CSR nya dari wisata dusun strawbery dan dari donatur lainnya”tambahnya.

Kegiatan lain program Rutilahu dilaksanakan pula di :

Rutilahu di RW 3 rancabali 1 unit
Rutilahu di RW 10 cipanganten 1 unit
Rutilahu di RW 6 Rengganis 3 unit
Rutilahu di RW 11 Rahayu 2 unit

Selain rutilahu di RW 11 rahayu, ada juga rumah rumah yang ditempati karyawan perkebunan rancabali.

Alhamdulilah perkebunan Teh unit rancabali memberikan pula bantuan berupa bahan bahan kayunya” Sambung Amang Ester.

Kades Patengan berharap.semua wisata bisa berperan, pentahelik dalam menyelesaikan persoalan rumah tidak layak huni di wilayah Kecamatan Rancabali Pada umumnya, khususnya Desa Patengan, Pungkas Kades. ***

 

Yans

Genjot PAD, Bappenda Kabupaten Bandung,TNI/Polri, Kejaksaan,Dishub,Jasa Raharja Gelar Operasi Gabungan,

Bandung – YUTELNEWS com|| Kejar PAD Bapenda Kabupaten Bandung bekerjasama dengan Jasa Raharja, Polresta Bandung, Dinas Perhubungan, satuan Polisi Militer, gelar Operasi Gabungan di Jalan Raya Katapang Soreang sebagai sinergi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib administrasi kendaraan bermotor.

“Operasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa para pengendara telah memenuhi kewajiban administrasi seperti pajak kendaraan bermotor dan memiliki dokumen berkendara yang lengkap.

Kepala Bapenda Kabupaten Bandung H.Erwan Kusumah mengatakan, pertama salah satu kewajiban kita apa yang menjadi ketentuan, kedua kaitan kedisplinan penguna,Roda 2 dan Roda 4,Kita mendukung sesuai Pak Bupati , termasuk Pak Gubernur selaku pemangku yang berkaitan dengan pajak Daerah yang dimaksud kendaraan Bermotor dan PKB”ucapnya

” Jadwal ini sengaja tidak di share ke media,karena akan menjadi Operasi gabungan dan nanti banyak yang menghindar, bila bocor, “. Ungkap Erwan.

Di kabupaten Bandung baru satu kali ini dilaksanakan, tapi di Samsat Soreang dan Rancaekek sudah dahulu melakukan, Karena kitapun dikejar kewaktuan,sehingga atas dasar capaian yang dikatakan masih dibawah rata rata, sehingga kita harus melaksanakan Operasi gabungan yang didukung oleh Polresta Bandung, Kejaksaan,Dan Dishub” Turut Kepala Bappenda Kab. Bandung.

Target sekarang Alhamdulillah, untuk PKB ini dikisaran di bawah 70 persen,dan untuk BPNKB dibawah 65 persen, karena secara Real time Dashboard Bapenda khususnya di Pajak sudah realisasi per Tanggal hari ini.

Jika belum ada yang melakukan proses pembayaran kita sediakan pelayanan ke samsatan,karena secara operasional teknis tentu ada di Samsat”tukasnya

Sementara Wakalantas Polresta Bandung AKP Agus Budi Santoso S.Ip Selama operasi, Agus Budi Santoso selaku penanggung jawab Polresta Bandung bersama tim gabungan melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan surat-surat kendaraan seperti Surat Tanda Naik Kendaraan (STNK), Surat Izin Mengemudi (SIM), serta pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Para petugas juga memberikan edukasi kepada pengendara terkait pentingnya perlindungan asuransi yang dikelola Jasa Raharja dalam mendukung keselamatan berlalu lintas.”imbuhnya

Lanjut Waka, Alhamdulillah hari ini banyak kegiatan dari jam 08.00 Wib sampai 10.00 Wib, Target kurang lebih 100 yang sudah terjaring oleh kita,dan polisi tidak mengadakan tilang hanya teguran ,kita khusus prioritaskan rekan rekan yang tidak membayar pajak.

Alhamdulillah dari 100 yang terjaring,ada yang langsung bayar pajak,dan diberikan surat agar kedepannya diingatkan kembali membayar pajak” Ujarnya.

Salah Seorang Petugas Fungsional Penguji Drajat Wijaya S. Sos menjelaskan bahwa dalam Operasi yang digelar kami Jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung berkewajiban untuk mensosialisasikan kepada masyarakat diantaranya.

1 Masa Uji Berkala
2. Angkutan Melebihi Batas Muatan
3. Regulasi teknis keselamatan

Dikatakannya, bahwa Operasi yang digelar akan dilaksanakan estapet wilayah Selatan dan Timur dalam kurun waktu 1 Minggu.

Perlu pula Masyarakar ketahui bahwa berdasarkan UU. NO. 1 /2022 Tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah, diantaranya Uji Ulang Kendaraan Gratis Per 1 Januari 2024 berlaku di seluruh wilayah Indonesia, Ungkapnya.

Ditegaskan Sudrajat, dalam Operasi Gabungan yang digelar ada 58 kendaraan tentang pemeriksaan taat pajak. Sosialisasi yang bayar pajak 11 kendaraan. penyampaian odol 6 kendaraan. sisanya hanya penyampaian kaitan regulasi kir gratis,over dimensi,dan keselamatan berkendaraan,” Pungkasnya **

 

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.