KAB. BANDUNG -YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr H.M Dadang Supriatna resmikan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Sukarame dan Desa Cikitu Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung, pada Rabu (06/05/2026).
Sebelumnya, warga maupun anak-anak sekolah yang hendak pergi dan pulang sekolah harus basah-basahan karena harus melewati derasnya aliran Sungai Citarum. Saat ini, masyarakat maupun anak-anak sekolah di Desa Sukarame maupun Desa Cikitu Kecamatan Pacet bisa memanfaatkan jembatan gantung “Merah Putih” tersebut.
Pembangunan jembatan gantung perintis garuda ini dibangun sepanjang 50 meter dan lebar 1,2 meter. Jembatan ini diperuntukan untuk penyeberangan orang dan melintasi kendaraan roda dua.
Pembangunannya selama 3,5 bulan melalui metode padat karya dengan melibatkan jajaran TNI bersama masyarakat. Masyarakat juga antusias sama-sama membangun jembatan tersebut, karena sebelumnya mereka menggunakan jembatan bambu untuk menyeberangi aliran Sungai Citarum. Terkadang jembatan bambu itu hanyut terbawa derasnya aliran air sungai, sehingga warga tidak bisa menyebrangi aliran sungai.
Bupati Dadang Supriatna mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah beserta jajaran TNI AD yang begitu fokus dalam mewujudkan pembangunan jembatan gantung perintis garuda yang dapat dilalui dengan sempurna.
“Di Kabupaten Bandung memang masih banyak lokasi yang kita bantu. Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Presiden, Pak Panglima, Pak KASAD, Pak Pangdam, Pak Dandim, pembangunan jembatan gantung ini sangat bermanfaat terutama bagi para petani maupun masyarakat di Desa Sukarame dan Desa Cikitu,” tutur KDS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna saat meresmikan pembangunan jembatan gantung perintis garuda.
Pembangunan jembatan ini, lanjut Bupati KDS, yaitu hadiah bagi masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya bagi masyarakat Kecamatan Pacet.
KDS menegaskan bahwa dengan terwujudnya pembangunan jembatan itu, hari ini TNI hadir di tengah-tengah masyarakat. Terwujudnya pembangunan jembatan ini sebagai wujud harapan dan dambaan masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya warga Desa Sukarame dan Desa Cikitu.
“Saya atas nama Pemkab Bandung mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, pembangunan jembatan gantung ini penghubung Desa Sukarame dan Desa Cikitu dan ini sangat bermanfaat,” tuturnya.
Sebagai wujud kepedulian Bupati KDS atas pembangunan jembatan gantung itu, ia pun secara pribadi dengan spontan memberikan bantuan uang tunai untuk pembangunan fisik akses jalan desa atau jalan lingkungan di dua desa tersebut yang melintasi jembatan gantung. Masing-masing desa diberikan bantuan Rp10 juta untuk membeli semen dan pasir untuk pembangunan jalan gang atau jalan lingkungan.
“Saya mendengar langsung dari Pak Dandim, masih ada jalan setapak yang perlu diperbaiki. Maka secara spontanitas saya membantu langsung secara pribadi. Rp10 juta untuk Desa Cikitu dan Rp10 juta untuk Desa Sukarame,” tuturnya.
KDS mengajak masyarakat untuk sama-sama menumbuhkan semangat gorong royong, sehingga seluruh masyarakat merasa memiliki. Memang bukan hanya di dua desa tersebut, katanya, tetapi ada di sejumlah titik lainnya yang perlu sama-sama dibantu dalam peningkatan pembangunan.
“Saya titip ke pak kades jembatan ini untuk dipelihara dan warga sekitar untuk membantunya. Jadi kedepan tidak ada lagi anak-anak sekolah berangkat sekolah basah-basahan karena harus melintasi sungai,” tuturnya.
Lebih lanjut KDS mengatakan pembangunan jembatan ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di Desa Cikitu dan Desa Sukarame.
Selain memberikan bantuan untuk pembangunan jalan lingkungan, KDS juga memberikan perhatian khusus untuk pembangunan atau perbaikan rehab rumah warga melalui program rutilahu atau rumah tidak layak huni.
“Di Desa Cikitu 3 unit dan Desa Sukarame 3 unit. Nanti kita bantu melalui perwakilan di DPR RI, karena ada sekitar 45 ribu unit rumah lagi di Kabupaten Bandung yang harus dibantu melalui program rutilahu tersebut. Alhamdulillah, tahun ini ada sekitar 1.200 unit dari program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya). Nanti juga akan ditambah lagi dari APBD Kabupaten Bandung,” katanya.
Sementara itu, Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah mengatakan pembangunan jembatan ini sangat urgent dan penting keberadaannya. Pembangunan jembatan ini program Presiden melalui jajaran TNI AD untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam transfortasi, khususnya melewati aliran sungai.
“Sebelumnya aktivitas masyarakat basah-basah melewati sungai. Termasuk anak-anak sekolah. Itu membuat pak presiden hatinya tersentuh. Pak Presiden tidak menginginkan lagi anak-anak sekolah berangkat sekolah basah-basahan lagi. Aktivitas warga menyeberangi sungai harus basah-basahan,” kata Letkol Kav Samto Betah.
Dandim mengatakan bahwa sebelum jembatan gantung dibangun, anak-anak sekolah ketika berangkat dan pulang sekolah harus basah-basahan karena harus melewati aliran Sungai Citarum.
“Pak Presiden memerintahkan TNI untuk membangun jembatan yang dibutuhkan. Sehingga tidak ada lagi anak-anak sekolah berangkat sekolah basah-basahan,” tuturnya.
“Alhamdulillah saat ini bisa diwujudkan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda untuk memfasilitasi aktivitas warga. Hari ini, pembangunan jembatan yang merupakan program Pak Presiden sudah diresmikan oleh Pak Bupati Bandung,” imbuh Letkol Kav Samto Betah.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa dan masyarakat, karena pembangunan jembatan berjalan lancar. Ucapan yang sama disampaikan kepada masyarakat karena turut membantu dalam memperlancar kegiatan, sehingga jembatan bisa diresmikan hari ini.
“Jembatan ini untuk dirawat dan dijaga. Jembatan ini bukan punya pemerintah, bukan punya TNI, jembatan ini punya masyarakat, silahkan gunakan sebaik-baiknya, silahkan dirawat sebaik-baiknya,” pesan Dandim.
Tokoh Masyarakat Desa Sukarame Tatang Abdulah mengucapkan terima kasih kepada Dandim dan jajaran TNI AD yang sudah jerih payah membangun jembatan. Pembangunan jembatan ini menghubungkan Kampung Rumbia Desa Sukarame dan Kampung Ciputat Desa Cikitu Kecamatan Pacet.
“Pembangunan jembatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena mempermudah masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari,” katanya sambil mengucapkan selamat datang kepada Bupati Bandung dan Dandim 0624/Kabupaten Bandung.
Di hadapan Bupati KDS, ia sempat mengungkapkan bahwa kondisi jalan lingkungan masih dalam bentuk tanah, sehingga disaat turun hujan kondisinya becek.
“Sudah ada swadaya dari masyarakat untuk menata jalan lingkungan, namun baru beberapa meter. Sehingga memerlukan bantuan Pak Bupati dan dinas terkait untuk memperlancar petani anak sekolah dan warga atau ibu ibu yang akan berangkat ke pasar dan ke sawah,” tuturnya.**
Yans.
Menyukai ini:
Suka Memuat...