Terkesan Berpihak ke Bistamam, Maliki Beri Statement Menohok untuk Ketua DPC Demokrat Rohil

YUTELNEWS.com/

Rokan Hilir, Topik Publik Com – dr. Muhammad Maliki, M.K.M langsung bereaksi dengan memberikan statement menohok kepada Ketua DPC Demokrat Rohil, Dodi Saputra, atas sikapnya yang terkesan berpihak secara nyata kepada seorang kandidat balon bupati yang mendaftar ke partai yang dipimpinnya di Rohil.

Kandidat Bakal Calon (Balon) Bupati Rohil yang dimaksud adalah, Bistamam.

Bahkan, di pemberitaan media online, Dodi Saputra dengan terang menyatakan bahwa Bistamam memiliki adab dan akhlak yang baik, yang diyakininya bisa menjadi modal penting untuk memimpin Rokan Hilir ke depan.

Dodi Saputra juga secara langsung mendampingi Bistamam saat berlangsungnya wawancara di kantor DPD Demokrat Provinsi Riau, di Pekanbaru.

Atas sikap keperpihakan tersebut, diduga menggores perasaan kandidat lainnya, yang juga mendaftar di Partai Demokrat, dan hingga kini masih menunggu jadwal wawancara, termasuk Muhammad Maliki.

“Sebagai salah satu calon yang mendaftar di partai demokrat saya sangat kecewa dengan statement H. Dodi Saputra selaku ketua DPC Partai Demokrat Rohil, karena tidak seharusnya ia berstatement seperti itu yang seolah-olah mengagungkan salah satu calon dan mengucilkan calon lainnya yang mendaftar juga,” ujar Maliki.

Calon lain yang dimaksud adalah, selain dirinya, ada juga Fuad Ahmad, Abu Khoiri, Erianda, Syafrudin Iput, Sulaiman, Suryanto, Zakifri dan Afrizal Sintong.

“Kalau memang sudah punya kandidat, ngapain lagi buka penjaringan yang terbuka untuk umum seperti sekarang. Bagus langsung tetapkan saja kandidat yang diinginkan,” kritik Maliki tajam.

Seharusnya, sambung politisi Partai NasDem ini, karena proses penjaringan masih berlangsung, ia cukup memberikan statemen normatif, sampai ada putusan resmi partai akan mengusung siapa.

“Kita melihat sikap beliau sangat tidak bijak. Ini jelas kurang elok dan bisa menganggu stabilitas internal partai mereka sendiri,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Maliki juga menyinggung soal surat tugas Nomor: 055/ST/CAKADA/SATGAS.PD/V/2024, yang diberikan Demokrat kepada kandidat yang mendaftar atas nama Erianda.

Sebagaimana dirilis media online riaupower.com, disebutkan bahwa surat tersebut diserahkan oleh Sekjen H. Teuku Riefky Harsha, tertanggal 13 Mei 2024 kepada Erianda, yang merupakan putra Mantan Bupati Rohil, Annas Maamun.

Dalam surat itu disebutkan bahwa DPP Partai Demokrat menugaskan Erianda:

1. Melaksanakan komunikasi politik dengan partai-partai politik sahabat agar terpenuhi persyaratan dukungan minimal 20 % koalisi partai politik untuk menjadi Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Rokan Hilir, tahun 2024.

2. Mencari dan mengusulkan Pasangan Calon Wakil Bupati Kabupaten Rokan Hilir.

“Kalau dikaitkan statement Dodi, dengan surat tugas yang diterima Erianda, kesannya Dodi melawan perintah DPP. Kalau begini, makin bingung lagi kita, karena Dodi malah punya calon lain, di luar penugasan DPP. Bahkan terang-terangan memberi sinyal mendukung,” tandasnya

(Kabiro panca sitepu)

 

Sekjen IWO kabupaten Melawi menyoroti KPU kabupaten Melawi saat launching pilkada terkesan mengabaikan awak media!

YUTELNEWS.com | Melawi, Kalbar – Acara lonching peluncuran tahapan PILKADA Kabupaten Melawi tahun 2024, berlangsung di Lapangan Raden Temenggung Kecamatan Nanga Pinoh Kab Melawi, Sabtu,24/05/2024.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Melawi diduga tidak menghargai Media Online yang ada di Melawi.

Hal tersebut disampaikan oleh Jumain ,Sekjen Ikatan Wartawan Online Indonesia DPD Melawi dimana
peluncuran tahapan lonching Pilkada Melawi tahun 2024.

“Hal ini sangat melukai serta membuat ketersinggungan Awak Media media online karna merasa tidak dianggap kita tidak ada di undang dalam peliputan kegiatan acara tersebut.

Diduga Ketua KPU Kabupaten Melawi menganggap kecil dan enteng kepada para media online.sebab kita tak ada di undang dan kita Awak Media Melawi merasa tidak anggap oleh KPU apa lagi memang selama ini pihaknya memang terkesan tidak pernah bersinergi dengan para Awak Media”,ucap Jumain.

Kepada Awak Media ini Sabtu,24/05/2024.

Jumain, juga menyampaikan bila memang KPU menganggap kecil para Media online Kabupaten Melawi maka kita akan terus melakukan sosial kontrol terus menerus terhadap kinerja KPU Kabupaten Melawi,” ungkapnya

Tim IWO Indonesia DPD Melawi mengkomfirmasi kepada Radik Pebrian Kasubbag KPU Melawi,Dia menyampaikan bahwa untuk kegiatan sepenuhnya kami serahkan pelaksanaan nya kepada EO bg.bisa di koordinasikan dengan kontak EO yg saya berikan”,ucap Radik
Kasubbag KPU Melawi.

Pihak tim Media ini juga mengkomfirmasi Radel EO, menyampaikan terkait kegiatan lonching Pilkada Melawi kita hanya pelaksananya, masalah undangan kepada Awak Media itu urusan pihaknya KPU lah”, tutupnya

 

Penulis : Tim IWO Indonesia DPD Melawi.

Kami Mendukung Afrizal Sintong Jadi Bupati Rohil 2 Periode

YUTELNEWS.com/

Dukungan kepada Afrizal Sintong SIP MSi untuk bisa menjadi Bupati Rohil selama 2 Periode terus mengalir, kali ini dari Tokoh Masyarakat Kepenghuluan Mesah Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan ( TPTM) Kabupaten Rohil, Sabtu 25 Mei 2024.

Afrizal Sintong yang dikenal dekat dengan masyarakat di dukung para tokoh masyarakat Mesah Parit Karim laki-laki dan perempuan.Ada Ridwan yang juga Mantan Penghulu, Hasim, Amad Harahap, Lopo Pane, Sariwan, Fauzi, Abdul Halim, Suryatik, Yanti, Atik dan Erna.

Dukungan tersebut ditandai dengan memasang spanduk yang bertuliskan dukungan Afrizal Sintong 2 Periode, dan itu dipasang di beberapa tempat, seperti di Parit Sujak. Bukan hanya spanduk, semangatnya terlihat menyala, saat meneriakkan yel yel Afrizal Sintong 2 Periode.

Saat ditanya awak media dengan alasan apa dukungan kepada Afrizal Sintong diberikan…? Ridwan didampingi yang lainnya mengatakan bahwa kemimpinan Afrizal Sintong sangat dekat dengan masyarakat.

“Dalam masa kepemimpinan Pak Bupati Afrizal Sintong terasa dekat dengan masyarakat,” ungkap Ridwan.

Kesan lainnya juga diceritakan, Afrizal Sintong dinilai peduli dan tak melupakan Mesah dinilai memiliki kedekatan tersendiri di hati masyarakat Mesah. Dan ini menurut mereka telah terbukti.

“Nyatanya di waktu dilantik menjadi bupati, beliau datang ke Kepenghuluan Mesah Parit Karim dalam rangka Peresmian Program Sampan Aman.. masyarakat Parit Karim merasa sangat dekat dengan Pak bupati Afrizal Sintong karena beliau sangat bermasyarakat,” ujarnya.

(Kabiro Panca Sitepu.)

Charly Van Houten Siap Dampingi Kang H Dadang Supriatna di Pilkada Kabupaten Bandung.

YUTELNEWS.com/

Pentolan Setia Band, Charly Van Houten menyatakan tertarik untuk mendampingi Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna atau Kang DS di Pilkada Kabupaten Bandung 27 November 2024 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Charly Van Houten saat dirinya bersilaturahmi dengan Bupati Dadang Supriatna bersama sejumlah Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung di Rumah Dinas Bupati Bandung, Kompleks Pemkab Bandung, Sabtu (25/05/2024) sore.

Pada pertemuan yang berlangsung santai tersebut, mantan vokalis band ST 12 ini menyebut dengan berbagai keberhasilannya selama 3 tahun memimpin Kabupaten Bandung, Kang DS wajib kembali melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua.

“Insya Allah Kang DS pasti jadi Bupati kembali di periode kedua. Dan insya Allah saya siap mendampingi Kang DS di Pilkada Kabupaten Bandung. Bandung Bedas lanjutkan,” kata Charly sambil tersenyum semringah.

Charly yang mengenakan sweater putih dan memakai iket di kepalanya tampak akrab dan berbincang santai dengan Bupati Dadang Supriatna yang juga mengenakan iket khas Sunda. Keduanya tampak begitu serasi.

Disuguhi kopi khas Kabupaten Bandung, Kang DS dan Charly duduk saling berhadapan. Mereka juga ditemani Ketua Desk Pilkada PKB Imbar Usman dan Bendahara DPC PKB Kabupaten Bandung Hadiat.

Sementara itu, Bupati HM Dadang Supriatna mengaku gembira dapat bersilaturahmi dengan Charly Van Houten. Merrnurutnya, Charly Van Houten merupakan salah satu penyanyi favoritnya.

“Saya selalu terbuka bersilaturahmi dengan siapa pun, termasuk dengan Charly Van Houten. Kita ngobrol santai aja, sambil ngobrol Pilkada juga. Ke depannya seperti apa, nanti kita komunikasi lagi,” kata Kang DS.

Kang DS yang juga menjabat Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung mengaku memang memiliki chemistry dan kedekatan secara pribadi dengan Charly. Terlebih Kang DS juga cukup sering bertemu dengan Charly dan mengaku berteman baik.

Sebelumnya, Kang DS pun menyatakan telah bertemu dan menjalin komunikasi dengan sejumlah artis seperti Irfan Hakim, Denny Cagur hingga artis laga Afdhal Yusman, pemeran film kolosal Angling Dharma. Dadang Supriatna juga sempat bertemu dengan mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada.

(Yans.)

Hera Iskandar Anggota Dewan DPRD kabupaten Sukabumi membuka sekolah bolavoli (JHI)

YUTELNEWS.com| Sukabumi, jaringan Hera Iskandar ( JHI) membuka sekolah bola Voli dan sekaligus Launching SBV JHI di Goor Gedung serbaguna Bunda Ratu jl.balekambang kecamatan Nagrak , kabupaten Sukabumi,Sabtu ( 25-05-2024)

Anggota Dewan DPRD kabupaten Sukabumi Hera Iskandar dan Ketua JHI Agus Sopian memimpin dan Membuka langsung Sekolah JHI Bola Voli ( JHI) jaringan Hera Iskandar di Goor Gedung Bunda Ratu jl.balekambang kecamatan Nagrak , kabupaten Sukabumi.

Anggota DPRD kabupaten Sukabumi Hera Iskandar dan ketua JHi Agus Sopyan memaparkan di buka nya  Sekolah bola poli ini jelas  memberikan ilmu tentang bola Voli ,ketika bola voli di kabupaten Sukabumi ini  bisa lebih berprestasi ,lebih dari pada itu kita ingin anak – anak SD,SMP,dan SMA untuk mengkoordinir kenakalan Remaja minimal mereka dari pagi sampai siang tidak main hal – hal yang Tidak jelas,” pungkasnya.

Hera Iskandar juga memaparkan tentang sekolah bola voli JHI ini di kecamatan Nagrak baru ada 200 orang  yang ikut pelatihan dan saya akan buka lagi khususnya di kabupaten Sukabumi sekolah bola voli JHI ( Jaringan Hera Iskandar) kedepannya kabupaten Sukabumi ini sebagai juara di provinsi Jawa barat ,” pungkasnya.

Reporter : mirna

Wartawan Luak 50 Bagikan 1 Truk Bantuan Untuk Korban Bencana Banjir Bandang dan Galodo

YUTELNEWS.com | Puluhan wartawan yang bertugas di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota tergabung dalam wadah Balai Wartawan Luak 50, mendatangi lokasi bencana alam galodo atau banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi sepanjang Sabtu (25/5).

Kunjungan insan pers dari media cetak, media online dan media tv itu, bukan untuk meliput bencana ataupun hanya sekedar datang-datang saja untuk berselfi ria. Melainkan untuk membagikan bantuan untuk bencana alam yang melanda dua pekan lalu itu.

Bantuan yang disalurkan tersebut jumlahnya pun tak main-main. Bahkan mencapai 1 truk penuh. Pengurus Balai Wartawan Luak 50 Aking Romi serta Ketua PWI Payakumbuh/50 Kota Aspon Dedi mengatakan, bantuan yang disalurkan tersebut merupakan donasi dari relasi rekan-rekan media di Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota yang dihimpun selama 1 pekan lalu.

Bantuan itu, terdiri dari kebutuhan pokok bagi korban bencana seperti beras, air mineral, mue instan, pempers, pakaian, susu, obat-obatan serta uang tunai.

“Bantuan langsung kami salurkan ke posko-posko bencana termasuk uang tunai yang dibagikan langsung ke warga setempat,” kata Aspon Dedi.

Hal yang sama juga dikatakan anggota Balai Wartawan Luak 50 lainnya seperti Widyat B Arta, Fegi, Yudi Tayuak, Debbi, Arief Wisha, Benpi, Robby serta Bambang. Parahnya bencana lahar dingin Gunung Merapi hingga menewaskan puluhan orang, membuat insan pers di Payakumbuh jadi tergugah untuk ikut membantu meringankan beban korban bencana tersebut.

“Kami lakukan penggalangan dana selama 1 pekan, kami dirikan posko bantuan, para relasi kami hubungi termasuk perantau. Alhamdulillah banyak yang ikut berpartisipasi menyalurkan bantuan mereka melalui Balai Wartawan Luak 50. Mudah-mudahan bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban korban bencana,” ujar Anton Cino, Nasrul Kenong, Arul, Rahmad Sitepu, Bayu, Juned dan anggota Balai Wartawan lainnya.

Bantuan 1 truk tersebut diangkut menggunakan mobil Dalmas Polres Payakumbuh untuk dibagikan ke Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam.

( MAHWEL )

Ikatan Keluarga Rohil Di Batam Tabur Beras Kunyit Sambut 282 Calon Jemaah Haji

YUTELNEWS.com | ROHIL – Tepat Pukul 14.55 Wib sore waktu Batam, calon jemaah haji dari Kabupaten Rokan Hilir tiba di pelabuhan Sekupang, Batam Kepulauan Riau. Suasana penuh haru dan gembira terasa ketika masyarakat Rokan Hilir yang berdomisili di Kota Batam berkumpul untuk menyambut kedatangan mereka.

Mereka menabur beras kunyit sebagai tanda keberkahan dan mengiringi dengan tabuhan kompang, menciptakan suasana yang meriah dan penuh rasa syukur.

Para jemaah haji yang menggunakan jaket kuning dan tanda pengenal, berjalan berbaris dengan rapi menuju aula pelabuhan. Wajah mereka memancarkan kelelahan sekaligus kebahagiaan setelah menempuh perjalanan panjang dari Kota Dumai ke Batam.

Di antara kerumunan, beberapa jemaah melambaikan tangan ke arah sanak saudara dan sahabat yang menanti kedatangan mereka dengan penuh antusias.

Bupati Rokan Hilir, yang hadir untuk menyambut kedatangan jemaah haji, dan berkesempatan ikut menebar beras kunyit ke calon Jemaah Haji .

Jumlah jemaah Haji Kabupaten Rokan Hilir tahun ini sebanyak 282 jemaah telah sampai di Kota Batam dan akan terus berjalan langsung ke asrama haji,” kata Bupati usai menerima kedatangan jemaah haji di Kota Batam, Sabtu (25/05/2024).

“Nanti Pukul 03.00 Subuh WIB, mereka akan dilepaskan dari asrama haji lalu langsung ke bandara.” tambahnya lagi.

Bupati berharap seluruh jemaah haji menjaga kesehatan dan kekuatan karena ibadah ini memerlukan kondisi fisik yang prima.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Rokan Hilir (IKROHIL) Kota Batam, Hendrijon, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jemaah haji Rokan Hilir di Batam yang dijuluki negeri Bandar Dunia Madani.

“Mudah-mudahan kembali dan berangkat kembali dalam keadaan sehat,” kata Hendrijon.

Setelah sambutan selesai, para jemaah diarahkan menuju bus yang akan membawa mereka ke asrama haji. Suasana di pelabuhan masih dipenuhi dengan canda tawa, pelukan hangat, dan doa yang dipanjatkan untuk keselamatan para jemaah.

Kerabat dan teman-teman yang menjemput di Pelabuhan Sekupang mendampingi para jemaah untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Di asrama haji, para jemaah disambut dengan fasilitas yang telah disiapkan untuk kenyamanan mereka. Mereka diberikan waktu untuk beristirahat dan mempersiapkan diri sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.

Bupati dan Ketua IKROHIL memastikan bahwa semua kebutuhan jemaah terpenuhi dan mereka mendapatkan pelayanan yang terbaik.

Dalam penyambutan para calon Jemaah Haji di Kota Batam, Bupati dan Istri juga didampingi Wakil Bupati Rokan Hilir, Sulaiman Azhar dan Sekda Fauzi Erizal serta tokoh masyarakat Rohil di kota Batam.

Kabiro Panca Sitepu.

Diduga Adanya Praktek Nepotisme, DKPP Diminta Periksa KIP Aceh Singkil

YUTELNEWS.com | ACEH SINGKIL – Terkait maraknya pemberitaan di media sosial facebook dan media online, hal tersebut disampaikan Alexander akrab disapa Alex warga Desa Lipat Kajang Bawah Kecamatan Simpang Kanan/Mantan Sekda DPD LSM LIRAINDONESIA Aceh Singkil, Dewan Kehormatan Panitia Pemilihan(DKPP) diminta periksa(makjulkan) Komisioner Pemilihan Umum(KIP) Aceh Singkil, hari sabtu(25/5-2024).

“Diduga adanya nepotisme terkait perekrutan PPK dan PPS di KIP Aceh Singkil, bahwasannya KIP melakukan perekrutan cara enggak bagus.

Coba di cek orang orang yang lolos, lalu cari siapa mereka dan bagaimana kedekatannya dengan orang KIP arltau salah satu anggota DPRK Aceh Singkil yang ada di Komisi 1. pasti dapat diuraikan istilah hubungan mereka, kita udah lakukan itu dan bisa kita buktikan. “katanya Alex.

Lanjut Alex menambahkan, sangat menyesalkan perbuatan para oknum Komisioner tersebut yang hanya mementingkan diri mereka dan golongan orang orang terdekat.

“Kalau ini dibiarkan pemilihan Bupati pada bulan November 2024 yang akan dilaksanakan, besar kemungkinan terjadi kecurangan.

Karena pihak penyelenggara mulai dari atas sampai bawah, bisa bermain seperti sutradara sebuah film dimana naskah skenarionya sudah ada tertulis.

Harapan Alex juga meminta pihak DKPP segera mungkin melakukan penyelidikan, atas pemberitaan di media ini yang disampaikan Alex.

Jalaludin Barat/RS

Plt Jam Pidum Kejagung Eben Ezer Simanjuntak Hadiri Haul Akbar Syekh Yusuf Al Makassari Attamu Taung

YUTELNEWS.com | Sulsel, – Pelaksanan Haul Akbar Syekh Yusuf Al – Makassari Attamu Taung yang dilaksanakan pada sabtu (25/05) di Lingkungan Makam Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makassari Al-Bantani di Jalan Syech Yusuf – Lakiung Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa kegiatan tersebut diselnggarakan oleh IKB PPSP Ujung Pandang

Dalam keterangan Persnya Kasi Penerangan Hukum Kejati Sul-sel Soetarmi menjelaskan bahwa, Plt Jam Pidum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak yang juga mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawsi Selatan (inisiator Haul Akbar Syech Yusuf tahun 2024) adapun yang hadir dalam kegiatan Haul Akbar Syekh Yusuf AL-Makassari Attamu Taung tahun 2024 ini.

Disela kegiatan berlangsung Ptl Jam Pidum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyampaikan sambutannya bahwa Syekh Yusuf Abul Mahasin Taj Al Khalwati Al Makassari Al Bantani digelar Pendukungnya sebagai Tuanta Salamaka ri Gowa (Tuan Guru Penyelamat kita dari Gowa), ujarnya

Lanjut, Apa yang telah dilakukan oleh Syekh Yusuf sehingga dikenal, beliau dianggap sebagai bapak di kumpulan masyarakat Islam di Afrika Selatan yang berjuang “mewujudkan persatuan dan kesatuan untuk menentang penindasan dan faham adanya perbedaan kulit dan etnis”. Syekh Yusuf lebih dahulu memperjuangkan “Persatuan dan Kesatuan” menentang penindasan serta menunjukkan pada dunia “Cinta dan Kasih tanpa mengenal perbedaan”, jelasnya

Hal ini pula yang menginspirasi perjuangan Nelson Mandela (Mantan Prsiden Afrika Selatan) bahwa “warna kulit tidaklah membedakan manusia dimata Tuhan” sehingga Nelson Mandela menyebut Syekh Yusuf sebagai “Salah Seorang Putra Terbaik Afrika”, katanya.

Kita bangga beliau bukan hanya Ulama Besar, tapi juga Tokoh Anti Apartheid sehingga beliau di Afrika Selatan (pengasingan) mampu menyandang National Hero oleh Pemerintah Afrika Selatan.

Leonard Eben Ezer Simanjuntak melanjutkan kisahnya bahwa Syekh Yusuf dalam perjalanan hidupnya senantiasa mengorbankan semangat “jihad bagi rakyat Banten” dan menjalin Kerjasama dengan pasukan Makassar dan Bugis yang datang ke Banten, memimpin pasukan untuk melakukan perlawanan perang grilya melawan Belanda. Selama bliau gerilya tetap menyebarkan Islam begitu pula saat beliau ditangkap dan dibuang/diasingkan, beliau tetap mensiarkan agama islam dan memiliki pengikut (di Srilangka), ungkapnya.

Konsistensi dan kegigihan beliau apapun akibat/resikonya terhadap dirinya harus kita contoh/teladani, “Semangat Jihad untuk menentang penindasan”. Pada saat ini kita harus berani berkorban dan dengan semangat kolaborasi serta bersinergi untuk terus membangun Sulawesi Selatan dan Indonesia yang lebih baik. Suatu tekad dan kegigihan menentang penjajah, apa yang dilakukannya karena Syekh Yusuf selalu “Bicara Dengan Hati” yang mengingatkan saya kepada Abuya Munfasir dari Banten Ketika saya bertugas sebagai Kajati Banten yang berpesan kepada kami “Bicaralah Dengan Hati”. Diakhir sambutannya Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyampaikan Haul ini maknanya adalah “Silaturahim” dan “Membangun Silaturahim” dapat memanjangkan dan meluaskan rezeki kita semua yang hadir dan terutama hari ini Haul Akbar kedua Syekh Yusuf Al Makassari semakin banyak yang hadir dan semakin besar rasa kebanggaan kita akan masyarakat Sulawesi Selatan yang pernah memiliki beliau, bahkan Indonesia dan Dunia. Harapan saya Haul Akbar tahun depan akan semakin menggaung dan tidak hanya dihadiri di Wilayah Selatan Maupun Indonesia namun dihadiri dari Negara-negara lainnya. Ucapan terima kasih kepada semua yang hadir, Prof Harris Arthur Hedar selaku Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar PPSP IKIP Ujung Pandang serta Panitia Penyelenggara (PPSP IKIP Ujung Pandang, Kejaksaan (Kejati,Kejari Gowa, Kejari Makassar), Penjaga Kubur Dg.Sigollo, Pembawa dan tidak lupa keluarga besar keturunan beliau Syekh Yusuf Al Makassari, dan terutama masyarakat sekitar makam yang telah bersedia dan Ikhlas mendukung Haul Akbar ini, harapnya.

Diakhir acara, Leonard Eben Ezer Simanjuntak memberikan Al qur’an kepada beberapa peserta haul, anak panti asuhan dan disabilitas tuna Netra berupa 1.000 (seribu) Al qur’an ukuran kecil dan 150 al qur’an ukuran besar, tutupnya.

(Ibnu Raja Abu Algifari Algowawy)

4.260 Bunda Literasi Wakafkan Buku dan Pecahkan Rekor MURI, Emma Dety: Berharap Gerakan Literasi Semakin Maju

YUTELNEWS.com | Kab. Bandung – Kabupaten Bandung kembali pecahkan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) sebagai kabupaten dengan memiliki Bunda Literasi terbanyak se-Indonesia yaitu 4.620 Bunda Literasi.

Selain menghadirkan 4.620 Bunda Literasi se-Kabupaten Bandung, masing-masing Bunda Literasi memberikan wakaf buku 1 eksemplar, sehingga terkumpul sebanyak 4.620 eksemplar.

Pecahkan rekor MURI ini merupakan sejarah pertama kali ditorehkan Kabupaten Bandung pada kegiatan Festival Literasi Bedas 2024. Kegiatan yang merupakan rangkan Festival ANTV Rame ini dilangsungkan di Lapangan Upakarti Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Sabtu (25/05/2024).

Kegiatan tersebut digagas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) bersama Bunda Literasi Kabupaten Bandung.

Piagam penghargaan rekor MURI itu langsung diterima Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna didampingi Bunda Literasi Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Permanawati.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung H. Cakra Amiyana, Kepala Dispusip Kabupaten Bandung H. Teguh Purwayadi dan sejumlah pihak lainnya turut menyaksikan penyerahan piagam rekor MURI tersebut.

Bunda Literasi Emma Dety mengungkapkan bahwa penghargaan rekor MURI ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat maupun pemerintah Kabupaten Bandung.

“Tetapi juga diharapkan menjadi titik tonggak kebangkitan gerakan literasi di daerah tersebut,” kata Emma Dety.

Emma Dety mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin dan para donatur yang telah mendukung acara yang diikuti ribuan Bunda Literasi se-Kabupaten Bandung Festival Literasi tersebut.

“Terima kasih atas kehadiran dan dukungan anda semua, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Emma Dety mengungkapkan bahwa pelaksanaan Festival Literasi Bedas 2024 juga mencakup berbagai kegiatan penting, termasuk penyerahan simbolis motor baca bagi 16 kecamatan di Kabupaten Bandung.

Kemudian penyerahan simbolis wakaf buku oleh Bunda Literasi RW kepada Pemerintah Kabupaten Bandung, serta dari Kepala Dispusipda Jabar kepada Pemerintah Kabupaten Bandung. Selain itu penyerahan hadiah atas berbagai perlombaan yang telah dilaksanakan selama bulan Ramadan dalam kegiatan Bedas Literasi Ramadhan (BERLIAN). Yaitu, lomba Duta Baca Anak, Lomba Duta Baca Remaja, Lomba Duta Baca Dewasa, Lomba Bertutur, Lomba Kolase, Lomba Menulis Surat untuk Bupati, Lomba Menulis Puisi, Lomba Menulis Memoar, Lomba Cerdas Cermat Bunda Literasi RW, dan Lomba Review Buku iBandungKab.

Dengan diraihnya rekor MURI ini, imbuhnya, diharapkan gerakan literasi di Kabupaten Bandung akan semakin maju dan berkontribusi dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

“Pembentukan Bunda Literasi ini adalah upaya meningkatkan literasi di berbagai lapisan masyarakat, sebagai pondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas,” katanya.

Dikatakannya, program Bunda Literasi dimulai dengan penetapan SK, pengukuhan, sosialisasi, dan pelatihan kepada para perempuan di berbagai tingkatan wilayah, mulai dari RW hingga kecamatan.

Emma Dety menuturkan, mereka dilatih untuk menjadi agen perubahan di komunitasnya masing-masing, mengorganisir kegiatan literasi, dan menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif lainnya.

“Kami berharap hasil dari pembentukan Bunda Literasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan aktivitas literasi di masyarakat, sehingga anak-anak dapat terbebas dari pengaruh gadget dengan semakin banyaknya kegiatan literasi di berbagai tingkatan wilayah,” tutupnya.

Disebutkan, dasar hukum penyelenggaraan kegiatan ini diantaranya adalah Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta peraturan lainnya yang mendukung pelaksanaan kegiatan literasi di Kabupaten Bandung.

Yans

4.260 Bunda Literasi Wakafkan Buku dan Pecahkan Rekor MURI, Emma Dety: Berharap Gerakan Literasi Semakin Maju

YUTELNEWS.com | Kab, Bandung – Kabupaten Bandung kembali pecahkan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) sebagai kabupaten dengan memiliki Bunda Literasi terbanyak se-Indonesia yaitu 4.620 Bunda Literasi.

Selain menghadirkan 4.620 Bunda Literasi se-Kabupaten Bandung, masing-masing Bunda Literasi memberikan wakaf buku 1 eksemplar, sehingga terkumpul sebanyak 4.620 eksemplar.

Pecahkan rekor MURI ini merupakan sejarah pertama kali ditorehkan Kabupaten Bandung pada kegiatan Festival Literasi Bedas 2024. Kegiatan yang merupakan rangkan Festival ANTV Rame ini dilangsungkan di Lapangan Upakarti Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Sabtu (25/05/2024).

Kegiatan tersebut digagas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) bersama Bunda Literasi Kabupaten Bandung.

Piagam penghargaan rekor MURI itu langsung diterima Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna didampingi Bunda Literasi Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Permanawati.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung H. Cakra Amiyana, Kepala Dispusip Kabupaten Bandung H. Teguh Purwayadi dan sejumlah pihak lainnya turut menyaksikan penyerahan piagam rekor MURI tersebut.

Bunda Literasi Emma Dety mengungkapkan bahwa penghargaan rekor MURI ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat maupun pemerintah Kabupaten Bandung.

“Tetapi juga diharapkan menjadi titik tonggak kebangkitan gerakan literasi di daerah tersebut,” kata Emma Dety.

Emma Dety mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin dan para donatur yang telah mendukung acara yang diikuti ribuan Bunda Literasi se-Kabupaten Bandung Festival Literasi tersebut.

“Terima kasih atas kehadiran dan dukungan anda semua, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Emma Dety mengungkapkan bahwa pelaksanaan Festival Literasi Bedas 2024 juga mencakup berbagai kegiatan penting, termasuk penyerahan simbolis motor baca bagi 16 kecamatan di Kabupaten Bandung.

Kemudian penyerahan simbolis wakaf buku oleh Bunda Literasi RW kepada Pemerintah Kabupaten Bandung, serta dari Kepala Dispusipda Jabar kepada Pemerintah Kabupaten Bandung. Selain itu penyerahan hadiah atas berbagai perlombaan yang telah dilaksanakan selama bulan Ramadan dalam kegiatan Bedas Literasi Ramadhan (BERLIAN). Yaitu, lomba Duta Baca Anak, Lomba Duta Baca Remaja, Lomba Duta Baca Dewasa, Lomba Bertutur, Lomba Kolase, Lomba Menulis Surat untuk Bupati, Lomba Menulis Puisi, Lomba Menulis Memoar, Lomba Cerdas Cermat Bunda Literasi RW, dan Lomba Review Buku i Bandung Kab.

Dengan diraihnya rekor MURI ini, imbuhnya, diharapkan gerakan literasi di Kabupaten Bandung akan semakin maju dan berkontribusi dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

“Pembentukan Bunda Literasi ini adalah upaya meningkatkan literasi di berbagai lapisan masyarakat, sebagai pondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas,” katanya.

Dikatakannya, program Bunda Literasi dimulai dengan penetapan SK, pengukuhan, sosialisasi, dan pelatihan kepada para perempuan di berbagai tingkatan wilayah, mulai dari RW hingga kecamatan.

Emma Dety menuturkan, mereka dilatih untuk menjadi agen perubahan di komunitasnya masing-masing, mengorganisir kegiatan literasi, dan menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif lainnya.

“Kami berharap hasil dari pembentukan Bunda Literasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan aktivitas literasi di masyarakat, sehingga anak-anak dapat terbebas dari pengaruh gadget dengan semakin banyaknya kegiatan literasi di berbagai tingkatan wilayah,” tutupnya.

Disebutkan, dasar hukum penyelenggaraan kegiatan ini diantaranya adalah Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta peraturan lainnya yang mendukung pelaksanaan kegiatan literasi di Kabupaten Bandung.

Yans

Zulkifli dan Riani Merasakan Bahagia, Menjadi Saksi Pernikahan Beliau, Anggota DPR-RI dan Wakil Bupati Limapuluh Kota

YUTELNEWS.com | Payakumbuh Sekira pukul 14.00 (25/5) bertempat di One Sky Cafe Koto Nan Ampek Kota Payakumbuh , Zulkifli dan Riani Melangsungkan Akad Nikah.

Prosesi Akad Nikah berlangsung khidmat dihadapan Kadi, Wali dan Para Saksi serta penggiring kedua Mempelai.

Kebahagian Zulkifli dan Riani bertukuk-tukuk disaat yang menjadi Saksi-saksi Nikahnya adalah 2 Orang Pejabat Negeri ini sekaligus Pengurus teras Partai Nasdem Pusat (DPP) dan Daerah (DPW Sumbar).

Bagaimana tidak menukuk kebahagian, disaat Penikahannya Zulkifli (TA Willy Aditya) dan Riani, yang menjadi Saksi Nikah adalah Anggota DPR-RI dan Wakil Bupati Limapuluh Kota.

Yaa, Willy Aditya Anggota DPR-RI (DPP Nasdem) jauh-jauh datang dari Jakarta untuk menjadi saksi Nikah kedua mempelai yang sedang berbahagia.

Demikian Juga Wakil Bupati Limapuluh Kota, Rizki Kurniawan Nakasri (Waka DPW Nasdem Sumbar) juga turut membubuhkan tanda tangan sebagai Saksi Pernikahan Zulkifli dan Riani.

“Selamat Berbahagia untuk Zulkifli dan Rania, Semoga Menjadi Keluarga Sakinah, Mawaddah dan Warohmah” timpal mereka bersahutan.

Pasca Akad Nikah, Dijadwalkan hingga Sore hari Para Tamu undangan yang hadir disuguhi Kuliner dan Hiburan khas OneSky Cafe.

( MAHWEL )

Dugaan Penambangan Ilegal Pasir Silika di Tuban: Menggerogoti Negara, Menodai Lingkungan, dan Memperdaya Hukum

YUTELNEWS.com | Tuban, Jawa Timur – Penambangan ilegal pasir silika di wilayah Tuban desa cokrowati kecamatan tambakboyo, desa belikanget kecamatan tambakboyo, desa sukolilo kecamatan bancar semakin merajalela, diduga kuat melibatkan pemain besar seperti, Bos tambang (Santoso) dan para pengusaha tambang lainnya. Aktivitas ilegal ini berlangsung tanpa adanya izin resmi dari pemerintah, melanggar peraturan yang seharusnya ditegakkan dengan ketat. Dugaan bahwa Aparat Penegak Hukum (APH) wilayah Tuban dan Polda Jawa Timur tidak bertindak tegas, bahkan menutup mata terhadap kegiatan ilegal ini, semakin memperkuat keresahan masyarakat dan pemerhati lingkungan.

Keterlibatan Pemain Besar dan Kurangnya Pengawasan, Penambangan pasir silika tanpa izin resmi tidak hanya menggerogoti potensi penerimaan negara, tetapi juga menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah. Lembaga Pemantau Penegakan Hukum Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah(LP2KP) dan Lembaga Gabungan Advokasi Rakyat,Lembaga Pemantau Pengawas dan Investigasi (LP21) Aparatur Negara Republik Indinesia (GADAPAKSI) menyebut bahwa kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas penambangan ilegal ini sangat signifikan. Kerusakan hutan dan lahan, pencemaran tanah, air, dan udara, serta ancaman bencana seperti longsor, erosi, dan penurunan tanah adalah dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat Tuban.

Menurut Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta diperbarui dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020, setiap kegiatan penambangan harus memiliki izin resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Pasal 158 UU 3 Tahun 2020 menyatakan bahwa setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar. Namun, regulasi yang ada tampaknya belum mampu membendung laju penambangan ilegal yang terus terjadi.

Tuntutan Keterlibatan Aktif Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum*

Kumpulan Penghimpun Organ Rakyat Indonesia (KPORI) bersama tim media dan berbagai lembaga advokasi telah mengajukan koordinasi dengan Presiden RI dan Kapolri untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas penambangan ilegal di Tuban. KPORI mendesak Kapolri untuk menggerakkan Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jawa Timur, Tipidter Mabes Polri, serta Kadiv Propam Mabes Polri untuk mengawasi dan menindak anggota yang terlibat dalam kegiatan penambangan ilegal ini.

Selain itu, pengajuan Wilayah Penambangan Rakyat (WPR) oleh Gubernur kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) harus dilakukan dengan mempertimbangkan rekomendasi yang sesuai dengan tata ruang, daya dukung lingkungan, dan daya tampung kegiatan. Evaluasi oleh Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga harus lebih ketat untuk memastikan bahwa setiap kegiatan penambangan tidak merusak lingkungan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dampak Kerusakan Lingkungan dan Sosial, Kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh penambangan ilegal pasir silika sangat merugikan. Pencemaran lingkungan, baik tanah, air, maupun udara, semakin memperburuk kualitas hidup masyarakat sekitar. Kerusakan hutan dan lahan menurunkan kemampuan alam dalam menyerap air, sehingga meningkatkan risiko bencana alam seperti longsor dan erosi. Akibatnya, masyarakat yang tinggal di sekitar area penambangan harus menghadapi ancaman bencana yang dapat terjadi kapan saja.

Kerusakan lingkungan ini juga berdampak pada keberlanjutan ekosistem dan keanekaragaman hayati. Flora dan fauna yang hidup di sekitar area penambangan kehilangan habitatnya, sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem. Dampak sosial juga tidak bisa diabaikan, dimana aktivitas penambangan ilegal ini seringkali menimbulkan konflik antara masyarakat, penambang, dan pemerintah daerah.

Seruan untuk Tindakan Nyata Situasi ini menuntut tindakan nyata dan tegas dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum. Presiden RI, Kapolri, Menteri ESDM, Gubernur Jawa Timur, dan seluruh instansi terkait harus bersinergi untuk menghentikan aktivitas penambangan ilegal yang merusak lingkungan dan merugikan negara. Pengawasan yang lebih ketat, penegakan hukum yang tegas, serta sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan harus menjadi prioritas utama.

Kita semua berharap bahwa tindakan tegas dari pemerintah dan penegak hukum dapat mengakhiri penambangan ilegal pasir silika di Tuban. Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga advokasi sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan bahwa kegiatan penambangan dilakukan secara legal dan bertanggung jawab.

Penambangan ilegal pasir silika di Tuban adalah masalah serius yang membutuhkan perhatian dan tindakan segera dari semua pihak terkait. Dengan penegakan hukum yang tegas dan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan aktivitas penambangan ilegal dapat dihentikan dan lingkungan dapat dilestarikan demi kesejahteraan generasi mendatang. Hanya dengan upaya bersama kita bisa menjaga keindahan dan keberlanjutan alam Indonesia.

(Kik)

Hilangnya Anak Dari Rumah Orangtua Asuh Ditemukan di PKPA Nias, Diduga Dalang Yayasan Kudus 03 BKNP

YUTELNEWS.com | Nias – Dua orang perempuan menghilang secara misterius dari rumah orangtua asuh di Desa Sisobahili, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, tidak diketahui kemana hingga membuat keluarga Pdt. Naso’aro Waruwu alias Ama Ketrin panik.

Kedua perempuan itu atas nama, Linda Wati Gulo 25 alamat Desa Hilisangowola, Kecamatan Ulu moro’o, Kabupaten Nias Barat dalam status pemulihan (ODMK) dan Alisa Celsis Hulu 13 alamat Namogoholu Desa Loloana’a, Kecamatan Alasa, Kabupaten Nias Utara status anak yatim piatu di sekolahkan oleh Pdt. Naso’aro Waruwu alias Ama Ketrin.

Pdt. Naso’aro Waruwu menjelaskan kepada awak media ini, diketahui menghilang kedua anak asuhnya itu, ketika istrinya ke kamar tidur mereka sekira pukul 05:00 Wib pagi Senin (20/05/2024), kami tanyakan kepada tetangga tidak ada yang mengetahui mereka keluar dari rumah malam itu, pencarian terus dilakukan ditelpon beberapa kenalan mana tau mereka menuju kesana alhasil tidak ada,” ucap Naso’aro.

Dengan kejadian itu langsung saya hubungi kedua keluarga anak, memberikan informasi meminta untuk segera datang ke Gunungsitoli. Saya teringat dengan history beberapa Minggu sebelumya bahwa Alisa Celsis Hulu dan Hendri Hulu pernah melakukan hal yang sama menghilang, kami temukan di Yayasan Kudus 03 BKNP, Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli.

“Pagi itu saya bergegas ke Pantai Asuhan Yayasan Kudus 03 BKNP, lansung bertemu dengan Bapak Pdt. Saba’ati Lase, M.Th.,M.Pd.K, mengatakan kedua anak itu ada disini, saya titip pesan agar mereka kembali kerumah, karena hari ini atas nama Linda Wati Gulo Dibaptis oleh Gereja Kristen Injili Nusantara (GKIN). Spontan Pdt. Saba’ati Lase mengatakan bawah kami tidak becus mendidik anak-anak maka mereka melarikan diri, Naso’aro Waruwu menirukan ucapan Saba’ati Lase.

Lanjut, hingga siang kedua anak itu tak kunjung pulang kerumah orangtua asuh di Desa Sisobahili, salah seorang keluarga Pdt. Naso’aro Waruwu menghubungi Pdt. Saba’ati Lase, M.Th.,M.Pd.K, apakah bisa ditemui di Panti Asuhan Yayasan Kudus 03 BNKP, jawabnya sedang berada di Nias Utara melayat nanti sore bisa waktu tidak ditentukan,” kata Pdt. Saba’ati.

“Tanpa kejelasan pasti dari Pdt. Saba’ati Lase, pihak keluarga Pdt. Naso’aro Waruwu bersama kedua orangtua kandung anak datangi Panti Asuhan Yayasan Kudus 03 BNKP di Kelurahan Ilir, menanyakan keadaan kedua anak atau keberadaan mereka dimana?. Namun penjelasan aneh yang disampaikan oleh beberapa pengurus Yayasan Kudus 03 BNKP, mengatakan bahwa mereka tidak pernah melihat kedua anak tersebut dan tidak ada disini, kami mendengar bahwa kedua anak itu telah diserahkan oleh Pdt. Saba’ati Lase kepada Yayasan PKPA Nias, “Ucap salah seorang pengurus asrama Yayasan Kudus 03 BNKP.

Keluarga Pdt. Naso’aro Waruwu menghubungi kembali Pdt. Saba’ati Lase tidak merespon. Tidak berselang lama salah seorang Sumber menghubungi pihak keluarga Pdt. Naso’aro Waruwu mengatakan bahwa kedua anak itu berada di PKPA Nias telah diserahkan oleh Pdt. Saba’ati Lase silahkan ditemui disana Pak,” katanya Sumber.

Memastikan informasi yang didapat dari sumber kelurga Naso’aro Waruwu mengubungi Yayasan PKPA Nias atas nama Elisman Harefa mengatakan kedua anak itu berada di PKPA Nias untuk lebih jelas silahkan datang dikantor,” ucap Elisman Harefa”

“Keluarga asuh dan kedua orangtua anak mendatangi PKPA menanyakan kenapa kedua anak berada disi siapa yang menyerahkan, apa dasar PKPA menerima?. Dijelaskan yang menyerahkan kedua anak ini Pdt. Saba’ati Lase dengan dilampirkan surat berita acara serah terima, menurutnya kedua anak itu dalam keadaan mengalami (Takut, Gelisah), PKPA menjemput kedua anak itu di Panti Asuhan Yayasan Kudus 03 BNKP,” Kata Kepala PKPA Nias.

PKPA hanya memfasilitasi rumah rama anak bagi anak-anak yang sedang terkendala, bila nanti sudah jelas asal-usul anak kita serahkan kembali kepada pihak keluarga. Situasi tegang karena pihak keluarga asuh paparkan harusnya pihak PKPA tanyakan kepada Saba’ati Lase, apa hak dasar posisi kewenangannya kepada kedua anak itu, kita paham posisi PKPA setidaknya sesuai SOP lah,” Ucap keluarga asuh.

Dengan saling menjelaskan akhirnya situasi kondusif dan saling meminta ma,af atas kesalah pahaman dalam penjelasan masing-masing, “Pihak PKPA tidak bersedia menyerahkan kedua anak baik kepada orangtua angkat dan orangtua kandung, sebab yang tanda tangani surat penyerahan secara berita acara merupakan Saba’ati Lase dengan itu kami memohon ma’af, kenyamanan kedua anak tanggung jawab kami sepenuhnya selama berada di PKPA,” ucapnya.

Berikut bunyi surat serah terima yang ditanda tangani oleh Pdt. Saba’ati Lase, M.Th.,MP.d.K. Diperlihatkan PKPA-Nias kepada pihak Orangtua Asuh dan Orangtua kandung kedua anak.

1. Saba’ati Lase Kepala Departemen Diakonia BNKP dalam hal ini bertindak sebagai untuk dan atas nama Sinode BNKP, yang selanjutnya dalam berita acara serah terima ini disebut sebagai pihak pertama.

2. Chairidani Purnamawati, SH.,MH menejer PKPA Nias dalam hal ini bertindak untuk atas nama PKPA-Nias sebagai pihak kedua.

Dikantor Panti Asuhan Kudus 03 BNKP, dengan ini pihak pertama menyerah terimakan 2 (dua) orang perempuan yang merupakan Jemaat dari Sinode BNKP kepada pihak kedua untuk mendapatkan layanan rumah anak aman sementara kepada korban selama 1 (satu) minggu. Adapun indentitas korban.

1. Nama Alisa Celsis Hulu 13 perempuan, Alamat lengkap Namogoholu, Desa Loloana’a Kec. Alasa, Kab. Nias Utara, kondisi Gelisah, Takut.

2. Nama Linda Wati Gulo 25 perempuan, Alamat lengkap Desa Sangowola, Kab. Nias Barat, kondisi Gelisah, Takut. Kedua korban melarikan diri ke Panti Asuhan Kudus 03 BNKP.

Pdt. Naso’aro Waruwu sangat keberatan dengan surat berita acara serah terima yang ditanda tangani oleh Pdt. Saba’ati Lase, kepada pihak PKPA-Nias mengatakan bahwa kedua anak itu Jemaat dari Sinode BNKP yang selama ini berada dalam rohaniawan saya sebagai Pdt. Gereja Kristen Injili Nusantara (GKIN) dan telah mengasuh Lisa Celsis Hulu selama 5 (lima) tahun dan Linda Wati Gulo selama kurang 2 (dua) tahun, mendidik kedua anak dipercayakan kepada pihak gereja (GKIN),” tandas Pdt. Naso’aro Waruwu.

Dijelaskan Pdt. Naso’aro Waruwu atas nama Hendri Hulu saat ini Pdt. Saba’ati Lase telah merebut hak asuh anak dari Gereja Kristen Injili Nusantara tanpa memberikan tahu pihak kami dan orangtua kandung anak sampai, sampai detik ini kami tidak mengetahui keberadaan anak tersebut di Panti Asuhan Kudus 03 BNKP tidak ada, informasi terakhir keberadaan Hendri Hulu di Lotu Nias Utara. Hal ini segera saya laporkan ke pihak penegak Hukum APH,” tegasnya.

Tanggapan orangtua kedua anak tersebut mengecam tindakan Pdt. Saba’ati Lase, M.Th.,MP.d.K, mengatakan tidak mencitrakan sikap seorang Pendata Organisasi Agama kami sebagai orangtua tidak pernah menyerahkan kedua anak kami kepada Pdt. Saba’ati Lase dan mendidiknya secara Rohaniawan hal seperti ini merebut kekuasaan hak asuh anak yang belum diserahkan kepada dia,” tegas kedua orangtua anak.

Disinggung apa langkah yang ditempuh dalam kejadian ini oleh kedua orangtua anak..??

“Kami mengikuti petunjuk dari Bapak Pdt. Naso’aro Waruwu yang telah kami percayakan sepenuhnya untuk mendidik dan mengasuh kedua anak kami banyak perubahan dengan berbagai latar belakang anak kami sebelumnya. Kami mendukung apa langkah-langkah selanjutnya yang ditempuh Bapak Pdt. Naso’aro Waruwu,” kata orangtua anak.

Dalam hal diatas awak media ini mengkonfirmasi Saba’ati Lase, M.Th.,MP.d.K dihari yang sama hingga sudah 2×24 jam berlalu tidak menanggapi chat pesan WhatsApp menutupi penjelasan.

Hal yang sama ketika awak media dikantor PKPA-Nias menejer PKPA Chairidani Purnamawati, SH.,MH tidak bersedia memberikan penjelasan kepada wartawan terkait kejadian itu malah marah-marah kepada wartawan mengatakan silahkan tanyakan kepada keluarga kedua anak tersebut sudah saya jelaskan kepada mereka tidak ada urusan saya kepada media terlihat sangat arogan. (Deni Zega)

Warga Purwodadi Diduga Meninggal Akibat Miras, Ternyata Diagnosa Dokter Sakit Jantung

YUTELNEWS.com | Berita yang beredar di tengah Masyarakat terkait 3 (tiga) orang warga Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi yang meninggal dunia setelah pesta Minuman Keras (Miras) ternyata tidak benar.

Dari informasi yang beredar di khalayak ramai khususnya di Media Sosial, banyak yang menyangka tiga orang tersebut bernama Sugeng Prayitno(30), Adi Siswoyo(30) alias Basyir, dan Sugiman alias Kancil(30) meninggal akibat Miras.

Mendengar hal tersebut, Kapolsek Purwodadi AKP Pujianto, S.Sos. langsung turun ke TKP bersama Unit Reskrim Polsek Purwodadi guna melakukan penyelidikan sebab kematian dari ketiga warga tersebut.

Kapolres Pasuruan AKBP Teddy Chandra, S.I.K, M.Si. melalui Kapolsek Purwodadi menjelaskan, “Setelah kami mencari informasi dan bukti aktual di TKP serta dari keluarga dekat korban, akhirnya bisa disimpulkan bahwa ketiga warga tersebut meninggal dunia bukan disebabkan oleh Miras, melainkan mereka bertiga meninggal dunia dikarenakan sakit sesak nafas dan sakit jantung,” ungkap Kapolsek.

Pihak Kepolisian dalam hal ini juga telah memperoleh informasi akurat hasil Diagnosa dari Dokter RSUD Lawang Malang, bahwasanya dapat disimpulkan jika korban yang bernama Sugeng Prayitno(30) telah meninggal dunia di RSUD Lawang pada hari Selasa (21/05/2024) pukul 11.00 WIB karena sakit bukan karena minuman keras.

“Sebelum meninggal dunia, Sugeng Prayitno mengeluh sakit kepala dan sesak nafas namun korban telah sempat minum obat sakit kepala, Karena sakitnya belum sembuh maka Sugeng Prayitno diantar keluarganya untuk periksa ke RSUD Lawang hari Selasa (21/05/2024) pukul 02.00 WIB dini hari. Menurut Diagnosa Dokter Ria yang menangani korban menjelaskan bahwa Sugeng Prayitno datang dalam keadaan sadar dan tidak ada bau alkohol dari mulutnya, akan tetapi korban mengeluh sesak nafas, dan setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium ternyata didalam darah korbam terdapat sisa-sisa racun yang mengganggu kesehatan dan mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelasnya.

Menurut keterangan dari Wartini ibu kandung almarhum dan Santoso kakak kandung almarhum menjelaskan bahwa Sugeng Prayitno meninggal dunia karena sakit bukan dikarenakan minum-minuman Keras.

Sedangkan korban keduanya yang bernama Adi Siswoyo(30) alias Basyir meninggal dunia di Rumahnya hari Rabu (22/05/2024) pukul 04.00 WIB pagi. Dan Adi Siswoyo sebelum meninggal dunia tidak punya keluhan apapun dan tidak ada indikasi usai minum-minuman beralkohol. Menurut keterangan dari Sri Widiastutik, kakak kandung Adi Siswoyo menjelaskan bahwa Sebelum meninggal dunia Adi Siswoyo sempat Takziyah ke rumah korban pertama Sugeng Prayitno(30) dalam keadaan sehat.

“Dan untuk korban ketiga bernama Sugiman(30) alias Kancil meninggal dunia hari Rabu (22/05/2024) pukul 05.00 WIB pagi hari di Puskesmas Purwodadi, tepat 1 jam setelah kematian korban kedua Adi Siswoyo(30). Menurut keterangan Tri Yulianingsih yang merupakan istri korban menjelaskan bahwa sebelum Sugiman meninggal dunia Sugiman sempat hadir Takziyah ke rumah Sugeng Prayitno bersama warga dalam keadaan sehat dan tidak ada indikasi habis minum minuman beralkohol atau Miras, menurut penjelasan Tri Yulianingsih bahwa Sugiman sebelum meninggal dunia sempat mengeluh sesak nafas dan selanjutnya diantar oleh istri dan kakaknya ke Puskesmas Purwodadi,” tutup AKP Pujianto. (Kik)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.