Forum Kopar – Duri Bergerak Bantu Warga Tertimpa Musibah Banjir di Rantau Kopar


YUTELNEWS.com |  Masyarakat asal Kecamatan Rantau Kopar yang saat ini tinggal diluar daerah, khususnya di Duri Kecamatan Mandau dan Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, mengumpulkan dana untuk membantu masyarakat Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir ( Rohil ) yang tertimpa musibah banjir.

Informasi dirangkum, dana itu dikumpulkan melalui via Group What Shap ( WA ) Forum masyarakat Kopar – Duri, yang disiasati oleh Indra Kadir, Amris Sholihan, Zulkarnain Kadir dan beberapa orang rekannya.

Tidak hanya itu, mereka juga mengumpulkan donasi pada kendaraan yang melintas di lampu merah Simpang Geroga, Kabupaten Bengkalis, pada Ahad (7/1/2024).

Amris Sholihan didampingi Zulkarnain Kadir menjelaskan, bahwa sumbangan yang dikutip melalui masyarakat yang tinggal diluar daerah dan sumbangan hasil donasi itu nanti akan dibelikan barang makanan dan diserahkan kepada pemerintah Kecamatan Rantau Kopar, lalu baru dibagikan kepada masyarakat yang tertimpa musibah banjir.

“Semoga kegiatan ini menjadi ladang amal bagi kita semuanya, dan bisa meringankan beban saudara kita yang terkena banjir di Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rohil,” harap Amris Sholihan.

Sementara itu Zulkarnain menambahkan, bahwa bagi masyarakat Rantau Kopar tidak ada tempat mengungsi atau tidak ada dapat rumah kontralan, maka bisa mengungsi di kantor Ikatan Keluarga Rokan Hilir ( IKA ROHIL ) yang beralamat di Jalan Hangtuah Samping Bank BSI Lampu Merah Geroga.

“Kantor itu telah kami bersihkan, dan sudah bisa ditempati secara gratis bagi masyarakat yang tidak ada dapat tempat mengungsi,” jelasnya.

Sementara itu Camat Rantau Kopar April Manri SSos. MIP memberikan apresiasi dan mengucapkan ribuan terimakasih atas apa yang dibuat oleh Forum masyarakat Kopar – Duri. “Tentunya hal ini sangat membantu masyarakat Rantau Kopar yang terkena air banjir,” kata April.

April meneranglan kan, bahwa sudah merata rumah masyarakat Kecamatan Rantau Kopar dimasuki air banjir. Bahkan ada juga beberapa rumah yang air banjir nya hampir setinggi atap.

“Bantuan udah ada dari Pemda Rohil, BPBD, Polisi, TNI, dan bahkan pihak kesehatan juga selalu berada di Posko Banjir untuk mengobati masyarakat yang sakit,” ungkap April.

April mengatakan, bahwa sampai saat ini keadaan air banjir terus bertambah, sehingga sudah banyak warga mengungsi ke Posko Banjir yang disediakan.

“Ada juga sebagian yang mengungsi di rumah keluarga nya di Duri, dan luar daerah lainnya yang tidak terkena air banjir,” papar April.

Lanjut April, bahwa mulai tadi malam PLN sudah memutuskan aliran listrik di sebagian wilayah Kecamatan Rantau Kopar, yang d karenakan kondisi Travo sudah hampir terkena air dan juga banyak rumah yang terendam, sehingga dikhawatirkan Stop Kontak dan Saklar akan terkena air.

“Tentunya dengan matinya PLN ini juga otomatis akan memutuskan jaringan Tower Telkomsel dan IM3 yang ada di Kecamatan Rantau Kopar, dan akan sulit bagi sanak famili yang ingin menghubung keluarga di Kecamatan Rantau Kopar ini,” ungkap April.

April berharap air banjir itu cepat berlalu, sehingga aktifitas masyarakat bisa berjalan normal kembali. “Mari bersama kita berdoa, semoga dengan banyak kita berdoa, maka doa kita akan dikabulkan Allah SWT secepatnya,” harap April.

(Kabiro Panca Sitepu)

Jelang Pemilu, Demokrasi di Kabupaten Rohil Memanas! Presiden Hipemarohi Ultimatum Bawaslu Rohil

YUTELNEWS.com |  Pasca Polemik Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Rokan Hilir melakukan kampanye dan menyatakan sikap keberpihakannya terhadap Caleg Anak dan Adik Bupati Rokan Hilir beberapa waktu lalu, kini kembali terulang kejadian hal yang sama.

Namun menariknya, Kampanye dan sikap dukungan yang diduga divideokan kali ini bukan dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) tapi dilakukan sejumlah aparatur desa dikepenghuluan Karya Mukti Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir yang secara terang-terangan turut mengkampanyekan calon yang sama.

Melihat tindakan tersebut, Muhammad Yusuf selaku Presiden Himpunan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Rokan Hilir (Hipemarohi-Pekanbaru) “Kabinet Perjuangan” sangat menyayangkan kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu kini terulang kembali walaupun dengan orang yang berbeda.

“Miris rasanya hari ini demokrasi kita diciderai oleh hal-hal semacam ini, ntah mereka tak tau aturan atau bagaimana? Tapi yang jelas ini sangat memalukan dan merugikan banyak pihak. Kata Yusuf,Minggu 7 Januari 2023.

Yusuf menilai, kejadian terulang ini akibat ketidak tegasan Bawaslu dalam memberikan sanksi terhadap para pelaku pelanggar etik kampanye sebelumnya. Mereka mengira Bawaslu Rohil masuk angin hingga hari H pemilu berlangsung karena tindak tegas Bawaslu Rohil dalam memonitor kampanye sangat buruk.

Hal ini terbukti, tidak adanya tindak lanjut / sanksi tegas terhadap ASN yang pernah terjadi beberapa waktu lalu. “kita lihat saja babak akhir polemik ini, terkait sikap dan juga sanksi yang harus diberikan oleh pihak berwenang seperti Bawaslu kepada pelaku pelanggaran tersebut.

Karena jika tidak ada juga sanksi yang tegas seperti sebelumnya, maka kami akan tuntut Bawaslu Rohil untuk turun dari posisi nya. Tegas yusuf

(Kabiro Panca Sitepu)

Wakil Bupati Rohil Disebut Hanya “Pajangan”, Jhonny Charles Ungkap Keprihatinannya

YUTELNEWS.com | Munculnya rumor yang mengesankan Wakil Bupati Rokan Hilir, Sulaiman Azhar hanya menjadi “pajangan” atau tidak mendapatkan kewenangan sebagaimana seharusnya, mengundang keprihatinan sejumlah pihak. Termasuk tokoh muda Riau asal Rokan Hilir, Jhonny Charles.

Menurut Jhonny Charles yang akrab disapa JC ini, mestinya sejak awal dilantik sudah ada pembagian tugas dan kewenangann yang jelas antara Bupati dan Wakil Bupati.

“Meskipun posisinya hanya Wakil Bupati, namun beliau diangkat secara sah dan resmi berdasarkan aturan yang berlaku, sebab itu Wakil Bupati juga punya hak dan peran yang sama dalam menjalankan tugas mendampingi Bupati,”ungkap JC.

Dikatakan JC lagi, persoalan ketidakharmonisan Wakil Bupati dengan Bupati juga banyak terjadi di daerah lain. Disebabkan semua tugas sudah dijalankan sendiri oleh Bupati.

“Mungkin ini bisa menjadi perhatian semua pihak juga, terutama para wakil rakyat di DPR RI. Jangan sampai persoalan ini kembali terjadi dan terjadi lagi di daerah. Kalau rasanya akan menjadi masalah, sebaiknya posisi Wakil Bupati dihilangkan saja. Agar jangan terkesan hanya menjadi pajangan atau ban serap Bupati saja,”cetus JC.

Khusus untuk Wakil Bupati Rohan Hilir, Sulaiman Azhar, JC juga menyesalkan tidak bersuaranya para anggota DPRD Kabupaten Rohil melihat kepincangan yang terjadi dipucuk pimpinan Kabupaten Rokan Hilir.

“Mestinya sebagai mitra dari pemerintah Kabupaten, mlihat kondisi yang tidak kondusif begini, minimal pimpinan dewan turut memberikan masukan atau juga pertimbangan kepada Bupati. Karena ini juga tidak elok juga kalau dinilai masyarakat,”imnbuh JC.

JC berharap, sebelum persoalan ini menjadi besar diruang publi, Bupati Rokan Hilir, Afrizal Sintong bisa membuka kembali komunikasi dengan wakil Bupayti, Sulaiman Azhar terkait pembagian tugas dan kewenangannya. Supaya roda pemerintahan di Kabupaten Rokan Hilir bisa berjalam maksimal.

“Kalau dulu dimasa-masa berjuang untuk memperoleh posisi ini, kedua orang ini bisa bergandeng tangan bersama, mestinya sekarang juga harus bisa menjalankan tugas bersama. Bisa jadi dulu masyarakat yang memilih mereka hanya kenal Pak Sulaiman saja atau hanya menyukai Pak Afrizal Sintong saja. Ada simbiosis mutualisme yang menguntungkan sehingga perolehan suaranya tinggi. Ingat kembali masa itu, ada amanah besar yang sudah dipercayakan masyarakat kepada keduanya,”tutup JC.

(Kabiro Panca Sitepu)

Tidak Terima Istri Diwawancarai, Suami dari PJ. Kepenghuluan Kepalkan Tangan ke Media

YUTELNEWS.com | Adanya dugaan Mark Up yang dilakukan oleh PJ. Kepenghuluan Teluk Berembun mengundang banyak tanya dikalangan masyarakat Teluk Berembun, berdasarkan pemberitaan beberapa waktu lalu, sebagai kontrol sosial, awak media masih mencoba menghubungi PJ Teluk Berembun, Kalasnira.

Untuk meminta klarifikasi agar tercapainya sebuah berita yang berimbang, meskipun PJ Teluk Berembun telah memblokir nomor WhatsApp awak media.

Melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Teluk Berembun, Ismalinda, di rumahnya Pada tanggal 03 Januari 2024, awak media meminta secara langsung kepada Sekdes untuk membantu awak media mendapatkan klarifikasi dari PJ Teluk Berembun.

“Besok saya sampaikan kepada ibu PJ ya, klo bisa langsung, besok kakak sampaikan langsung, kalau tidak kakak WhatsApp kan ibu itu supaya dijawab klarifikasinya,” ucap Linda.

Kemudian pada hari Kamis, 04 Januari 2024, Sekdes tersebut menyampaikan pesan dari PJ Teluk Berembun untuk awak media melalui WhatsApp.

” Tadi kak sampaikan yang tadi malam itu, kata ibu PJ,tunggu dulu, itu aja jawabnya tadi”tambahnya lagi.

“Kata PJ temui dirumahnya, temui ajalah dirumahnya tadi malam dibilangnya gitu,”tutup Sekdes yang menyampaikan pesan PJ Teluk Berembun kepada Awak Media.

Mendapatkan informasi demikian, awak media langsung menuju Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, tempat dimana PJ Teluk Berembun tinggal, namun sungguh diluar dugaan, setibanya di rumah PJ Teluk Berembun yang berada di Rantau Bais, Awak Media justru tidak bertemu dengan PJ, bahkan menurut informasi, PJ Teluk Berembun sedang pergi ke Kota Duri, akhirnya awak media pulang dengan dugaan Prank”dikerjain ” oleh PJ tersebut.

Sabtu, 06 Januari 2024, awak media mendapatkan informasi bahwa PJ Teluk Berembun sedang berada di Kepenghuluan Teluk Berembun, dalam agenda penyaluran sembako untuk masyarakat Kepenghuluan Teluk Berembun yang diberikan oleh pihak Pertamina serta Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, awak media masih menunggu kegiatan tersebut selesai dilakukan, namun belum selesai kegiatan, terlihat PJ Teluk Berembun hendak meninggalkan lokasi penyaluran bantuan sembako karena ingin mengantarkan anaknya ke pondok Pesantren, terlihat juga Jhoni sebagai suami PJ Teluk Berembun telah mengambil mobilnya untuk pergi dari lokasi kegiatan.

Melihat hal itu, awak media dengan sigap langsung mendekati PJ Teluk Berembun, untuk meminta klarifikasi secara langsung kepada yang bersangkutan, bukannya klarifikasi yang didapat, awak media justru mendapat perlawanan dari PJ Teluk Berembun beserta Suaminya.

Sambil mendorong awak media menggunakan tangannya, Jhoni juga mengepalkan tangan dan mengarahkannya kepada awak media yang bertugas, namun tindakan yang memancing keributan tersebut segera di lerai oleh masyarakat yang berada di lokasi kejadian,

“Sana Ri, Ri, sana Ri,”ucap Jhoni berulang kali dengan lantang dan mengepalkan tangan.

Kemudian ia diduga memprovokasi masyarakat Teluk Berembun agar terpancing emosinya dengan mengaitkan kegiatan pembersihan parit yang dikerjakan oleh istrinya sebagai PJ Teluk Berembun dengan kegiatan penyaluran pembagian sembako pada hari itu.

“Hei masyarakat, kegiatan ini positif gak, positif gak masyarakat, tolong masyarakat, tolong,”tambahnya lagi,

Dirasa kurang cukup membela diri didepan masyarakat, Jhoni kembali mengeluarkan kata kata yang tak pantas ia ucapkan sebagai seseorang yang tidak ada kaitannya dengan Pemerintah Kepenghuluan Teluk Berembun, selain dikarenakan ia adalah seorang suami dari Kalasnira, PJ Teluk Berembun yang baru dilantik beberapa bulan lalu oleh Bupati Rokan Hilir.

“Kami punya pendamping, kami punya pendamping desa, kami punya inspektorat, bukan kerjaan wartawan” ucapnya dilokasi kejadian,

Salah seorang warga yang diduga telah terprovokasi oleh ucapan Jhoni juga terlihat memberikan respon negatif kepada awak media dilokasi kejadian,

“Ekspose aja, tapi kalau mau nanya jangan didepan kami, kami masyarakat gak tau itu, itu juga gak urusan kami sebagai masyarakat, jadi tau tempatlah kalau bertanya, liat momennya,”ucap Siahaan, salah seorang warga Teluk Berembun yang diduga telah terprovokasi oleh Jhoni.

“Datangkan dulu lima ton beras, baru kami salut, mau kau laporkan kemanapun aku siap,”ucap Siahaan sambil menantang awak media.

Kalasnira, PJ Teluk Berembun yang baru saja dilantik juga mengatakan hal senada yang diucapkan Jhoni, sang suami bernotabene bukan pejabat pemerintahan kepenghuluan Teluk Berembun, dan juga bukan warga Teluk Berembun,

“Pekerjaan kami belum selesai, uang kemana uangnya itu urusan kami dengan pemerintah, ndak perlu kamu tau,”ucapnya dengan lantang,

Yang perlu tau inspektorat, pendamping desa, BPKep,” tuturnya dengan nada emosi.

“Hempaskan aja HP nya itu,”ucapnya dengan sangat arogan.

Kemudian dilokasi kejadian, terlihat juga ia menunjuk awak media dengan jarinya untuk mengarahkan awak media agar meninggalkan lokasi.

Dengan keadaan yang semakin memanas, beberapa warga mencoba menetralisir keadaan dengan menjauhkan awak media dari lokasi kejadian.

Kemudian pada hari yang sama saat kejadian, pada pukul 17:58 Wib, awak media meminta tanggapan Inspektur Inspektorat Rokan Hilir melalui pesan WhatsApp dan ditanggapi pada pukul 18.03 Wib.

“Waalaikumsalam,maaf sebelumnya baru dibalas,berhubung beberapa hari ini saya ada kegiatan, dan terimakasih atas informasi yg disampaikan Kanda, terkait tindak lanjutnya atas informasi ini, sesuai dengan SOP, Saya akan minta tim teliti dan telaah dahulu laporan/info tersebut, serta pengumpulan data data. Dari kegiatan tersebut, tim akan membuat kesimpulan, baru akan kita ambil langkah selanjutnya, Kanda, thanks🙏,”ucap orang nomor satu di Inspektorat Rokan Hilir tersebut,

Selang beberapa menit, Awak media juga meminta tanggapan Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD ) Rokan Hilir, Yandra, S, Ip. Melalui pesan WhatsApp sekitar pukul 18.04 Wib, dan langsung direspon oleh Kadis PMD tersebut.

“Kalau betul itu. Ada sesuatu yg bermasalah. Pada APBKep 2023 dan APBKep P 2023” ucapnya ,

“Tanggapan Dinas PMD akan meminta penjelasan pihak pihak di Kepenghuluan dan Kecamatan. Terhadap hal yang sebenarnya. Dengan koordinasi ke Inspektorat Rohil.” tegasnya lagi,

“Kami tunggu sesegera klarifikasi dari pihak Kecamatan.” Tutup Kadis PMD Rokan Hilir.

Bupati Rokan Hilir, H. Afrizal Sintong, S.Ip, M.Si yang baru saja melantik PJ Teluk Berembun tersebut beberapa bulan lalu tidak memberikan informasi lanjutan kepada awak media, padahal, orang nomor satu di Kabupaten Rokan Hilir tersebut pernah menyampaikan kepada awak media untuk memanggil PJ tersebut.

“Nanti saya panggil” ucap Afrizal Sintong pada tanggal 29 Desember 2023 lalu melalui pesan WhatsApp.

Adanya dugaan indikasi Mark Up yang dilakukan oleh PJ Teluk Berembun juga diperkuat dengan tertutupnya PJ Teluk Berembun kepada masyarakat dan Awak Media yang dengan sengaja mengangkangi UU Nomor 14 Tahun 2008, Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik yang dirancang sebagai alat kontrol penyelenggaraan Negara, Badan Publik, Lembaga Negara, Organisasi agar penyelenggaraan dan penggunaan anggaran yang bersumber dari APBN dan atau APBD menuju pengelolaan yang bersih, transparan dan akuntabel (good govermance).

Selain itu suami PJ Teluk Berembun, Jhoni yang sedari awal kejadian diduga mengintervensi awak media, menjawab pertanyaan yang ditujukan kepada istrinya sebagai PJ, mendorong bahkan mengepalkan tangan dan hendak memukul awak media yang bertugas, diduga kuat melanggar Pasal 18 ayat (1) UU Pers yang menyatakan, “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). (Hery Wahyudi)

Sumber : Liputan Tim Media Radar007

(Y,Z)

PJ Teluk Berembun Telah Memblokir Nomor WhatsApp Awak Media

YUTELNEWS.com | PJ Teluk Berembun ” Sisa Anggaran Bukan Urusan Media, Tapi Urusan Saya Dengan Inspektorat, Kau Tak Perlu Tau ”

Istri Sebagai PJ Diwawancarai Media, Suami Ikut Campur Dan Kepalkan Tangan Ke Media

PJ Teluk Berembun ” Hempaskan aja HP Nya itu ”

Rokan Hilir, Riau — Adanya dugaan Mark Up yang dilakukan oleh Penjabat ( PJ ) Kepenghuluan Teluk Berembun mengundang banyak tanya dikalangan masyarakat Teluk Berembun, berdasarkan pemberitaan beberapa waktu lalu, sebagai kontrol sosial, awak media masih mencoba menghubungi PJ Teluk Berembun, Kalasnira . Untuk meminta klarifikasi agar tercapainya sebuah berita yang berimbang, meskipun PJ Teluk Berembun telah memblokir nomor WhatsApp awak media,

Melalui Sekretaris Desa ( Sekdes ) Teluk Berembun, Ismalinda, di rumahnya Pada tanggal 03 Januari 2023 , awak media meminta secara langsung kepada Sekdes untuk membantu awak media mendapatkan klarifikasi dari PJ Teluk Berembun,

” Besok saya sampaikan kepada ibu PJ ya, klo bisa langsung, besok kakak sampaikan langsung, kalau tidak kakak WhatsApp kan ibu itu supaya di jawab klarifikasi nya,” Ucap Linda,

Kemudian pada hari Kamis, 04Januari 2023, Sekdes tersebut menyampaikan pesan dari PJ Teluk Berembun untuk awak media melalui WhatsApp,

” Td kak sampaikn yg td mlm ituKata nya tunggu dulu Itu ja jwb nya td ” tambahnya lagi,Kata pj temui dirumah nya, Temui ja lh dirumah nya

Td mlm di blg nya gitu” tutup Sekdes yang menyampaikan pesan PJ Teluk Berembun kepada Awak Media.

Mendapatkan informasi demikian, awak media langsung menuju Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, tempat dimana PJ Teluk Berembun tinggal, namun sungguh diluar dugaan, setibanya di rumah PJ Teluk Berembun yang berada di Rantau Bais, Awak Media justru tidak bertemu dengan PJ, bahkan menurut informasi, PJ Teluk Berembun sedang pergi ke Kota Duri, akhirnya awak media pulang dengan dugaan Prank ” dikerjain ” oleh PJ tersebut,

Sabtu, 06 Januari 2023, awak media mendapatkan informasi bahwa PJ Teluk Berembun sedang berada di Kepenghuluan Teluk Berembun, dalam agenda penyaluran sembako untuk masyarakat Kepenghuluan Teluk Berembun yang di berikan oleh pihak Pertamina serta Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, awak media masih menunggu kegiatan tersebut selesai dilakukan, namun belum selesai kegiatan, terlihat PJ Teluk Berembun hendak meninggalkan lokasi penyaluran bantuan sembako karna ingin mengantarkan anaknya ke pondok pesantren, terlihat juga Jhoni sebagai Suami PJ Teluk Berembun telah mengambil mobilnya untuk pergi dari lokasi kejadian,

Melihat hal itu, awak media dengan sigap langsung mendekati PJ Teluk Berembun, untuk meminta klarifikasi secara langsung kepada yang bersangkutan, bukan nya klarifikasi yang didapat, awak media justru mendapat perlawanan dari PJ Teluk Berembun beserta Suaminya,

Sambil mendorong awak media menggunakan tangan nya, Jhoni juga mengepalkan tangan dan mengarahkan nya kepada awak media yang bertugas, namun tindakan yang memancing keributan tersebut segera di lerai oleh masyarakat yang berada di lokasi kejadian,

” Sana Ri, Ri, sana Ri”, ucap Jhoni berulang kali dengan lantang dan mengepalkan tangan,

Kemudian ia diduga memprovokasi masyarakat Teluk Berembun agar terpancing emosi nya dengan mengaitkan Kegiatan Pembersihan Paret yang dikerjakan oleh Istrinya sebagai PJ Teluk Berembun dengan kegiatan penyaluran pembagian sembako pada hari itu,

“Hey Masyarakat, kegiatan ini positif gak, positif gak masyarakat, tolong masyarakat, tolong” tambahnya lagi,

Dirasa kurang cukup membela diri didepan masyarakat, Jhoni kembali mengeluarkan kata kata yang tak pantas ia ucapkan sebagai seseorang yang tidak ada kaitannya dengan Pemerintah Kepenghuluan Teluk Berembun, selain dikarenakan ia adalah Seorang suami dari Kalasnira, PJ Teluk Berembun yang baru dilantik beberapa bulan lalu oleh Bupati Rokan Hilir,

“Kami punya pendamping, kami punya pendamping desa, kami punya inspektorat, bukan kerjaan wartawan” ucapnya dilokasi kejadian,

Salah seorang warga yang diduga telah terprovokasi oleh ucapan Jhoni juga terlihat memberikan respon negatif kepada awak media dilokasi kejadian,

” Ekspose aja, tapi kalau mau nanya jangan didepan kami, kami masyarakat gak tau itu, itu juga gak urusan kami sebagai masyarakat ,jadi tau tempat lah kalau bertanya , liat momen nya” ucap Siahaan, salah seorang warga Teluk Berembun yang diduga telah terprovokasi oleh Jhoni.

” Datangkan dulu Lima ton beras , baru kami salut, mau kau laporkan kemanapun aku siap ” ucap Siahaan sambil menantang awak media .

Kalasnira, PJ Teluk Berembun yang baru saja dilantik juga mengatakan hal senada yang di ucapkan Jhoni, sang Suami bernotabene bukan pejabat pemerintahan kepenghuluan Teluk Berembun, dan juga bukan warga Teluk Berembun,

” Pekerjaan kami belum selesai, uang kemana uangnya itu urusan kami dengan pemerintah, ndak perlu kamu tau” ucapnya dengan lantang,

“Yang perlu tau inspektorat, pendamping desa, BPKep ” tuturnya dengan nada emosi,

“Hempaskan aja HP nya itu ” ucap nya dengan sangat arogan,

Kemudian dilokasi kejadian, terlihat juga ia menunjuk awak media dengan jarinya untuk mengarahkan awak media agar meninggalkan lokasi,

Dengan keadaan yang semakin memanas, beberapa warga mencoba menetralisir keadaan dengan menjauhkan awak media dari lokasi kejadian.

Kemudian pada hari yang sama saat kejadian , pada pukul 17:58 WIB, awak media meminta tanggapan Inspektur Inspektorat Rokan Hilir melalui pesan WhatsApp dan di tanggapi pada pukul 18:03 WIB,

“Waalaikumsalam,maaf sblmnya baru dibls,berhubung bbrp hari ini sayo ado kegiatan, dan terimo kasih atas informasi yg disampaikan Kanda,terkait tindak lanjutnya atas informasi ini,sesuai dgn SOP,Saya akan minta Tim Teliti dan Telaah dahulu laporan/info tsb,serta Pengumpulan data2.Dari kegiatan tsb,Tim akan membuat kesimpulan, baru akan kita ambil langkah selanjutnya, Kanda,tks🙏” ucap orang Nomor satu di Inspektorat Rokan Hilir tersebut,

Selang beberapa menit, Awak media juga meminta tanggapan Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD ) Rokan Hilir, Yandra, S,Ip. melalui pesan WhatsApp sekitar pukul 18:04 WIB , dan langsung di respon oleh Kadis PMD tersebut,

“Kalau betul itu. Ada sesuatu yg bermasalah. Pada APBKep 2023 dan APBKep P 2023” ucapnya ,

“Tanggapan Dinas PMD akan meminta Penjelasan Pihak2 di Kepenghuluan dan Kecamatan. Terhadap.hal yg sebenarmya. Dgn koordinasi ke Inspektorat Rohil.” tegasnya lagi,

“Kami tunggu sesegeranya klarifikasi dari Pihak Kecamatan.” Tutup Kadis PMD Rokan Hilir.

Bupati Rokan Hilir, H. Afrizal Sintong, S.Ip , M.Si yang baru saja melantik PJ Teluk Berembun tersebut beberapa bulan lalu tidak memberikan informasi lanjutan kepada awak media, padahal ,orang nomor satu di Kabupaten Rokan Hilir tersebut pernah menyampaikan kepada awak media untuk memanggil PJ Tersebut,

“Nanti saya panggil” ucap Afrizal Sintong pada tanggal 29 Desember 2023 lalu melalui pesan WhatsApp,

Adanya dugaan indikasi Mark Up yang dilakukan oleh PJ Teluk Berembun juga di perkuat dengan tertutupnya PJ Teluk Berembun kepada Masyarakat dan Awak Media yang dengan sengaja mengangkangi UU Nomor 14 Tahun 2008, Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik yang dirancang sebagai alat kontrol penyelenggaraan Negara, Badan Publik, Lembaga Negara, Organisasi agar penyelenggaraan dan penggunaan anggaran yang bersumber dari APBN dan atau APBD menuju pengelolaan yang bersih, transparan dan akuntabel (good govermance).

Selain itu suami PJ Teluk Berembun, Jhoni yang sedari awal kejadian diduga mengintervensi awak media, menjawab pertanyaan yang ditujukan kepada istrinya sebagai PJ, mendorong bahkan mengepalkan tangan dan hendak memukul awak media yang bertugas,diduga kuat melanggar Pasal 18 ayat (1) UU Pers yang menyatakan, “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). (Hery Wahyudi)

Sumber : Liputan Tim Media Radar007

(Y,Z)

Paslon Capres dan Cawapres Urut 2 Dapat Dukungan Ratusan Driver Online di Batam

YUTELNEWS.com | Barisan Driver Online Kota Batam dengan semangat Mendeklarasikan dukungan mereka terhadap pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dalam acara deklarasi yang diadakan di Aula Golden Prawn Bengkong Kota Batam, Minggu (07/01/2024).

Lebih dari 500 driver online yang tergabung dalam barisan tersebut secara resmi menyatakan dukungan mereka untuk paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024-2029.

Gusril selaku Juru Bicara Barisan Driver Online dalam deklarasinya mengatakan dengan yakin memberikan dukungan penuh terhadap paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029.

“Kami secara penuh mendukung Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Gibran Rakabuming Raka untuk memimpin sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029.”

Selain menegaskan dukungan mereka, Gusril juga mengungkapkan harapan besar para driver online untuk lebih diperhatikan dalam aspek kesejahteraan oleh pasangan Prabowo-Gibran jika terpilih nantinya.

“Dukungan kami kepada paslon nomor urut 02 Prabowo-Gibran bukan hanya sebagai dukungan politik semata, tetapi juga sebagai aspirasi untuk lebih memperhatikan kesejahteraan kami para driver online di Kota Batam dan seluruh Indonesia. Kami prihatin dengan kurangnya perhatian terhadap kondisi kami,” ungkap Gusril.

Inisiatif Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran ini sepenuhnya berasal dari Barisan Driver Online Kota Batam, menunjukkan kekuatan komitmen mereka dalam mengekspresikan keinginan akan perubahan dan perhatian terhadap kaum pekerja ini. Acara tersebut ditutup dengan sesi foto bersama ratusan driver online yang turut hadir, menandai kesolidan dan kesatuan mereka dalam mendukung paslon yang mereka yakini akan mampu memperjuangkan kesejahteraan mereka di masa depan.

(Erwin)

Pengusaha Kandang Ayam Rendahkan Profesi Wartawan Aktivis Banyuwangi Selatan Kecam Oknum Pengusaha

YUTELNEWS.com | Banyuwangi, Lagi-lagi oknum pengusaha kandang ayam di desa Gambiran memanfaatkan aset pengairan tanpa izin untuk kepentingan kandang ayam yang legalitasnya diduga ilegal. Minggu (7/2/2024).

Berawal pada saat awak media melintas di Jl. Tegalsari dusun Lidah Kulon Kali desa Gambiran.

Beberapa jurnalis berhenti saat melihat ada proyek jembatan yang menjadi penghubung ke salah satu kandang ayam.

Setelah melakukan pengambilan dokumentasi, dan hendak tanya ke warga rupanya oknum pemilik mencegat awak media. dengan mengakui bahwa proyek jembatan dan kandang ayam tersebut merupakan miliknya.

“Jembatan itu memang saya yang bangun, dan kandang ayam itu milik saya juga, ada apa?” Tanya kepada wartawan dengan nada tidak menyenangkan

Lebih lanjut awak media menanyakan terkait izin pemanfaatan lahan pengairan tersebut, dan rupanya oknum pemilik belum kantongi izin.

“Kalau izin sudah diurus dari kepala sebelumnya sampai ganti-ganti kepala (kepala pengairan) tidak pernah muncul.” kata dia

Tidak hanya itu saja, bahkan saat berhadapan dengan awak media, oknum pengusaha tersebut justru merendahkan profesi wartawan dengan menyampaikan bahwa wartawan suka menulis kejelekan saja.

“Aku wes ngerti mainnya wartawan seperti apa, biar ditulis sudah, wartawan kan suka biasa nulis yang jelek-jelek saja.” Kata oknum pengusaha tersebut merendahkan wartawan

Adanya perilaku pelecehan terhadap profesi wartawan, aktifis Banyuwangi selatan yakni Rofiq saat di konfirmasi awak media angkat bicara.

“Seharusnya oknum pengusaha ayam yang diduga memanfaatkan aset negara tanpa mengantongi ijin ini tidak arogansi terhadap rekan-rekan jurnalis ataupun lembaga, profesi sebagai kontrol sosial jelas mengantongi dasar dalam melaksanakan tugasnya, tidak seharusnya mendapatkan perlakuan seperti itu, sampai membawa-bawa agama, kok seperti orang paling alim saja, apalagi sampai mengatakan wartawan hanya bisa menulis kejelekan saja, itu bahasa yang sangat menciderai sebuah profesi sang jurnalis. Dan hal ini jangan sampai dibiarkan, kalau perlu kita laporkan si oknum pengusaha yang telah mencatut profesi wartawan.” Kecam Rofiq Azmi,

Hal senada yang disampaikan oleh awak media,,
Langsung kita laporkan aja oknum pengusaha kandang ayam yang melecehkan seorang wartawan,” tegasnya,

( Slamet/imam )

PJ Teluk Berembun Diduga Tidak Terbuka pada Media 

YUTELNEWS.com | Adanya dugaan Mark Up yang dilakukan oleh Penjabat ( PJ ) Kepenghuluan Teluk Berembun mengundang banyak tanya dikalangan masyarakat Teluk Berembun, berdasarkan pemberitaan beberapa waktu lalu, sebagai kontrol sosial, awak media masih mencoba menghubungi PJ Teluk Berembun, Kalasnira . Untuk meminta klarifikasi agar tercapainya sebuah berita yang berimbang, meskipun PJ Teluk Berembun telah memblokir nomor WhatsApp awak media,

Melalui Sekretaris Desa ( Sekdes ) Teluk Berembun, Ismalinda, di rumahnya Pada tanggal 03 Januari 2024 , awak media meminta secara langsung kepada Sekdes untuk membantu awak media mendapatkan klarifikasi dari PJ Teluk Berembun,

” Besok saya sampaikan kepada ibu PJ ya, klo bisa langsung, besok kakak sampaikan langsung, kalau tidak kakak WhatsAppkan ibu itu supaya dijawab klarifikasinya,” Ucap Linda.

Kemudian pada hari Kamis, 04Januari 2024, Sekdes tersebut menyampaikan pesan dari PJ Teluk Berembun untuk awak media melalui WhatsApp,

“Tadi kak sampaikn yang tadi malam itu

Kata nya tunggu dulu

Itu ja jawabnya” tambahnya lagi,

“Kata pj temui dirumah nya, Temui ja lh dirumah nya

Td mlm di blg nya gitu” tutup Sekdes yang menyampaikan pesan PJ Teluk Berembun kepada Awak Media.

Mendapatkan informasi demikian, awak media langsung menuju Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, tempat dimana PJ Teluk Berembun tinggal, namun sungguh diluar dugaan, setibanya di rumah PJ Teluk Berembun yang berada di Rantau Bais, Awak Media justru tidak bertemu dengan PJ, bahkan menurut informasi, PJ Teluk Berembun sedang pergi ke Kota Duri, akhirnya awak media pulang dengan dugaan Prank ” dikerjain ” oleh PJ tersebut,

Sabtu, 06 Januari 2023, awak media mendapatkan informasi bahwa PJ Teluk Berembun sedang berada di Kepenghuluan Teluk Berembun, dalam agenda penyaluran sembako untuk masyarakat Kepenghuluan Teluk Berembun yang di berikan oleh pihak Pertamina serta Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, awak media masih menunggu kegiatan tersebut selesai dilakukan, namun belum selesai kegiatan, terlihat PJ Teluk Berembun hendak meninggalkan lokasi penyaluran bantuan sembako karna ingin mengantarkan anaknya ke pondok pesantren, terlihat juga Jhoni sebagai Suami PJ Teluk Berembun telah mengambil mobilnya untuk pergi dari lokasi kejadian,

Melihat hal itu, awak media dengan sigap langsung mendekati PJ Teluk Berembun, untuk meminta klarifikasi secara langsung kepada yang bersangkutan, bukan nya klarifikasi yang didapat, awak media justru mendapat perlawanan dari PJ Teluk Berembun beserta Suaminya,

Sambil mendorong awak media menggunakan tangan nya, Jhoni juga mengepalkan tangan dan mengarahkan nya kepada awak media yang bertugas, namun tindakan yang memancing keributan tersebut segera di lerai oleh masyarakat yang berada di lokasi kejadian,

” Sana Ri, Ri, sana Ri”, ucap Jhoni berulang kali dengan lantang dan mengepalkan tangan,

Kemudian ia diduga memprovokasi masyarakat Teluk Berembun agar terpancing emosi nya dengan mengaitkan Kegiatan Pembersihan Paret yang dikerjakan oleh Istrinya sebagai PJ Teluk Berembun dengan kegiatan penyaluran pembagian sembako pada hari itu,

“Hey Masyarakat, kegiatan ini positif gak, positif gak masyarakat, tolong masyarakat, tolong” tambahnya lagi,

Dirasa kurang cukup membela diri didepan masyarakat, Jhoni kembali mengeluarkan kata kata yang tak pantas ia ucapkan sebagai seseorang yang tidak ada kaitannya dengan Pemerintah Kepenghuluan Teluk Berembun, selain dikarenakan ia adalah Seorang suami dari Kalasnira, PJ Teluk Berembun yang baru dilantik beberapa bulan lalu oleh Bupati Rokan Hilir,

“Kami punya pendamping, kami punya pendamping desa, kami punya inspektorat, bukan kerjaan wartawan” ucapnya dilokasi kejadian,

Salah seorang warga yang diduga telah terprovokasi oleh ucapan Jhoni juga terlihat memberikan respon negatif kepada awak media dilokasi kejadian,

” Ekspose aja, tapi kalau mau nanya jangan didepan kami, kami masyarakat gak tau itu, itu juga gak urusan kami sebagai masyarakat ,jadi tau tempat lah kalau bertanya , liat momen nya” ucap Siahaan, salah seorang warga Teluk Berembun yang diduga telah terprovokasi oleh Jhoni.

” Datangkan dulu Lima ton beras , baru kami salut, mau kau laporkan kemanapun aku siap ” ucap Siahaan sambil menantang awak media .

Kalasnira, PJ Teluk Berembun yang baru saja dilantik juga mengatakan hal senada yang di ucapkan Jhoni, sang Suami bernotabene bukan pejabat pemerintahan kepenghuluan Teluk Berembun, dan juga bukan warga Teluk Berembun,

” Pekerjaan kami belum selesai, uang kemana uangnya itu urusan kami dengan pemerintah, ndak perlu kamu tau” ucapnya dengan lantang,

“Yang perlu tau inspektorat, pendamping desa, BPKep ” tuturnya dengan nada emosi,

“Hempaskan aja HP nya itu ” ucap nya dengan sangat arogan,

Kemudian dilokasi kejadian, terlihat juga ia menunjuk awak media dengan jarinya untuk mengarahkan awak media agar meninggalkan lokasi,

Dengan keadaan yang semakin memanas, beberapa warga mencoba menetralisir keadaan dengan menjauhkan awak media dari lokasi kejadian.

Kemudian pada hari yang sama saat kejadian , pada pukul 17:58 WIB, awak media meminta tanggapan Inspektur Inspektorat Rokan Hilir melalui pesan WhatsApp dan di tanggapi pada pukul 18:03 WIB,

“Waalaikumsalam,maaf sblmnya baru dibls,berhubung bbrp hari ini sayo ado kegiatan, dan terimo kasih atas informasi yg disampaikan Kanda,terkait tindak lanjutnya atas informasi ini,sesuai dgn SOP,Saya akan minta Tim Teliti dan Telaah dahulu laporan/info tsb,serta Pengumpulan data-data. Dari kegiatan tsb,Tim akan membuat kesimpulan, baru akan kita ambil langkah selanjutnya, Kanda,tks🙏” ucap orang Nomor satu di Inspektorat Rokan Hilir tersebut,

Selang beberapa menit, Awak media juga meminta tanggapan Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD ) Rokan Hilir, Yandra, S,Ip. melalui pesan WhatsApp sekitar pukul 18:04 WIB , dan langsung di respon oleh Kadis PMD tersebut,

“Kalau betul itu. Ada sesuatu yg bermasalah. Pada APBKep 2023 dan APBKep P 2023” ucapnya ,

“Tanggapan Dinas PMD akan meminta Penjelasan Pihak2 di Kepenghuluan dan Kecamatan. Terhadap.hal yg sebenarmya. Dgn koordinasi ke Inspektorat Rohil.” tegasnya lagi,

“Kami tunggu sesegeranya klarifikasi dari Pihak Kecamatan.” Tutup Kadis PMD Rokan Hilir.

Bupati Rokan Hilir, H. Afrizal Sintong, S.Ip , M.Si yang baru saja melantik PJ Teluk Berembun tersebut beberapa bulan lalu tidak memberikan informasi lanjutan kepada awak media, padahal ,orang nomor satu di Kabupaten Rokan Hilir tersebut pernah menyampaikan kepada awak media untuk memanggil PJ Tersebut,

“Nanti saya panggil” ucap Afrizal Sintong pada tanggal 29 Desember 2023 lalu melalui pesan WhatsApp,

Adanya dugaan indikasi Mark Up yang dilakukan oleh PJ Teluk Berembun juga di perkuat dengan tertutupnya PJ Teluk Berembun kepada Masyarakat dan Awak Media yang dengan sengaja mengangkangi UU Nomor 14 Tahun 2008, Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik yang dirancang sebagai alat kontrol penyelenggaraan Negara, Badan Publik, Lembaga Negara, Organisasi agar penyelenggaraan dan penggunaan anggaran yang bersumber dari APBN dan atau APBD menuju pengelolaan yang bersih, transparan dan akuntabel (good govermance).

Selain itu suami PJ Teluk Berembun, Jhoni yang sedari awal kejadian diduga mengintervensi awak media, menjawab pertanyaan yang ditujukan kepada istrinya sebagai PJ, mendorong bahkan mengepalkan tangan dan hendak memukul awak media yang bertugas,diduga kuat melanggar Pasal 18 ayat (1) UU Pers yang menyatakan,

“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). (Hery Wahyudi)

Sumber : Liputan Tim Media Radar007

(Martinus Gula)

Caleg DPR RI Dapil Jabar II Hj. Yena Iskandar, Gelar Pengobatan Gratis 

YUTELNEWS.com | Sekitar seratus tiga puluh lima lebih masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) II Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung mengikuti pengobatan gratis yang di inisiasi oleh Calon Legislatif (Caleg) DPR RI nomor urut 9 Dapil Jabar II (Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat) dari PDIP berkolaborasi dengan Relawan Juang Ganjar-Mahfud, di Desa Banyusari, Katapang, Kabupaten Bandung, Minggu (07/01/2024).

Selain pengobatan gratis, Hj Yena Iskandar juga membagikan kacamata dan paket gratis. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian diri sebagai calon anggota legislatif yang mempunyai latar belakang pendidikan di jurusan kesehatan, sehingga dirinya merasa ingin mengembankan ilmunya yang didapat dari dunia pendidikan bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Ia mengatakan tak kurang tiap hari dua ratus lebih masyarakat saya kunjungi dengan blusukan langsung ketengah masyarakat guna mendengar keluhan, aspirasi yang selanjutnya ditampung sebagai bahan untuk diperjuangkan nantinya.

Karena fungsi dewan tugasnya mengawasi jalannya pemerintahan, membuat kebijakan (legislasi), pengawasan penggunaan anggaran (budgeting), yang berujung pada semuanya untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat,” kata Yena Iskandar.

Menyangkut keinginan dirinya untuk menjadi anggota dewan, Hj Yena Iskandar menyebut berproses saja, karena dirinya menyakini semua harus dengan proses yang baik, niat yang tulus serta berpasrah diri kepada Allah SWT, karena takdir seorang sudah diatur oleh yang maha kuasa.

Pada intinya, saya berpasrah diri sembari berikhtiar secara optimal, mohon doa dan dukungannya kepada masyarakat Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat,” ucapnya Bu Hj Yena.

Tak lupa, dirinya juga berharap pasangan nomor urut 3, Ganjar-Mahfud bisa menang dalam kontestasi Pilpres 2024.”Pungkasnya.

(Rev. Yans.)

Bupati Rohil Hadiri Hiburan Rakyat di Bagan Barat Menyambut Tahun 2024

YUTELNEWS.com | Ratusan warga Kelurahan Bagan Barat yang terdiri dari orang tua, pemuda dan anak-anak turut hadir meramaikan acara hiburan rakyat yang dipusatkan di jalan Pembangunan, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko, Sabtu (6/1/2024) sore.

Acara ini tampak semakin meriah karena orang nomor satu di Rohil Bupati Afrizal Sintong dan rombongan turut serta menyaksikan hiburan rakyat berupa panjat pinang sebanyak 13 pohon dan bola dangdut.

Turut hadir juga dalam kesempatan itu Ketua Komnas Perlindungan Anak dr Maharani MM dan Ketua GMRB Rohil Nalladia Ayu Rokan. Agar hadiahnya semakin meriah, pada kesempatan itu, Maharani menyumbangkan sebanyak 7 buah sepeda dan dibantu juga sumbangan sepeda dari Nalladia Ayu Rokan sebanyak 6 buah yang di lombakan untuk masing-masing pohon pinang yang dipanjat.

Hiburan rakyat itu ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Bupati Rohil Afrizal Sintong didampingi Ketua Nelayan Rohil Jonnaidi dan tokoh masyarakat setempat. Selain itu juga Bupati Rohil bersama-sama dengan masyarakat berhibur dengan organ tunggal untuk bernyanyi bersama.

Pada kesempatan itu dalam pidatonya, Bupati Rohil mengucapkan ribuan terimakasih kepada masyarakat Bagan Barat yang telah hadir beramai-ramai dan menyiapkan acara tersebut. Bupati berharap dengan adanya acara ini masyarakat setempat bisa betul betul merasa terhibur.

“Meskipun sederhana, kita berharap masyarakat bisa terhibur dan semakin kompak serta dapat bersama sama kedepan nya bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam melanjutkan program pembangunan kabupaten Rokan Hilir yang lebih baik lagi,” paparnya.

Hal yang sama pada kunjungan sebelumnya, Bupati Rohil kembali mengingat kan kepada masyarakat untuk selalu waspada dengan kondisi banjir. Dimana saat ini ada delapan kecamatan di Rohil yang terendam banjir khususnya di daerah aliran sungai Rokan.

“Yang perlu diwaspadai orang tua adalah mengawasi anak-anaknya, agar jangan bermain ditempat banjir karena itu bisa membahayakan,” tandasnya.

Kabiro/Panca Sitepu

Jaenudin S.Ag,M.H Calon DPRD Prov. Jabar Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2024

YUTELNEWS.com | Malam pergantian tahun 2023 ke 2024 tinggal menghitung angka.

Menyambut pergantian tahun Baru Calon Dewan DPRD Provinsi Jawa Barat mengajak seluruh lapisan masyarakat tetap menjaga kondusifitas di malam perayaan pergantian tahun 2024.

Sebelumnya, Jaenudin S,ag.M.H juga turut mengucapkan selamat menyambut tahun baru 2024 kepada seluruh elemen masyarakat.

Jaenudin S, ag,M.H berharap pergantian tahun dirayakan secara sederhana dan bersahaja. Hal ini sebagai upaya mengantisipasi terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

Selamat menyambut tahun baru 2024. Saya pikir, tolong rayakan tahun baru ini dengan bijaksana. Kita lakukan secara sederhana,” kata Jaenudin S, ag.,M.H (Minggu (07/01/2024).

Selain itu, tokoh politik nasional itu berharap tahun baru 2024 dapat menjadi momentum untuk terus memupuk semangat kebersamaan dan kemenangan dalam mewujudkan harmoni persatuan.

“Bersama-sama, mari kita jadikan tahun yang akan datang sebagai lembaran baru yang dipenuhi dengan kemenangan, kebersamaan, dan kemakmuran bagi bangsa kita tercinta. Kemenangan kita adalah kemenangan bersama,” kata Jaenudin S,ag.M.H,”

Jaenudin S,ag,.M.H asal Kabupaten Sukabumi itu juga berharap agar di tahun baru 2024 mendatang, seluruh masyarakat di Indonesia, tak terkecuali  bisa berubah keadaannya menjadi lebih makmur dan sejahtera.

“Kita berharap semoga di tahun 2024 nanti, keadaan kita semua bisa menjadi lebih baik lagi, baik dari segi ekonomi, maupun hal lainnya yang bernilai positif,” pungkas Jaenudin S,ag,.M.H

(Reporter :  Idam)

Caleg no 6 Dapil 3 Irna Lisnawati Dari Partai Gerindra Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2024  

YUTELNEWS.com | Malam pergantian tahun 2023 ke 2024 tinggal menghitung angka.

Menyambut pergantian tahun Baru Caleg no 6 Irna Lisnawati mengajak seluruh lapisan masyarakat tetap menjaga kondusifitas di malam perayaan pergantian tahun 2024.

Sebelumnya, Irna lisnawati juga turut mengucapkan selamat menyambut tahun baru 2024 kepada seluruh elemen masyarakat.

Irna Lisnawati berharap pergantian tahun dirayakan secara sederhana dan bersahaja. Hal ini sebagai upaya mengantisipasi terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

Selamat menyambut tahun baru 2024. Saya pikir, tolong rayakan tahun baru ini dengan bijaksana. Kita lakukan secara sederhana,” kata Irna Lisnawati Minggu (07/01/2024).

Selain itu, tokoh politik nasional itu berharap tahun baru 2024 dapat menjadi momentum untuk terus memupuk semangat kebersamaan dan kemenangan dalam mewujudkan harmoni persatuan.

“Bersama-sama, mari kita jadikan tahun yang akan datang sebagai lembaran baru yang dipenuhi dengan kemenangan, kebersamaan, dan kemakmuran bagi bangsa kita tercinta. Kemenangan kita adalah kemenangan bersama,” kata Irna Lisnawati,”

Selain itu, Caleg Dari Gerindra No 6 Irna Lisnawati asal Kabupaten Sukabumi itu juga berharap agar di tahun baru 2024 mendatang, seluruh masyarakat di Indonesia, tak terkecuali  bisa berubah keadaannya menjadi lebih makmur dan sejahtera.

“Kita berharap semoga di tahun 2024 nanti, keadaan kita semua bisa menjadi lebih baik lagi, baik dari segi ekonomi, maupun hal lainnya yang bernilai positif,” pungkasnya. (Irna Lisnawati)

Reporter :  Idam

(Red)

RK Yakin Masyarakat Pilih Prabowo-Gibran Usai Debat Ketiga Pilpres 2024

YUTELNEWS.com | Ketua Tim Kampanye Daerah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming di Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan pada debat ketiga Calon Presiden, Minggu 7 Januari 2024.

Prabowo Subianto bakal semakin meyakinkan masyarakat untuk memilih pasangan nomor urut 2 tersebut.

“Saya ikut tim yang mempersiapkan, Insyaallah pak Prabowo siap, tentu harus selalu lebih baik dari debat sebelumnya,” ujar Ridwan Kamil

usai Konsolidasi Relawan Prabowo Gibran di Kota Bandung, Sabtu 6 Januari 2023. Ridwan Kamil yakin penampilan Prabowo lebih meyakinkan karena konten materinya merupakan bidang keseharian Prabowo Subianto. ADVERTISEMENT “tentunya

penyampaiannya akan mudah dipahami, lebih lugas dan tentu menguatkan keyakinan masyarakat tentang kualitas calon presiden dari pasangan 02,” ucapnya.

Wakil ketua TKN Afriansyah Noor mengatakan, bersama relawan pihaknya memiliki kesamaan keinginan yaitu ingin jadikan Prabowo Subianto sebagai presiden dan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden.

Mereka pasangan yang sangat baik, bakal menjadikan Indonesia lebih baik. Inshaallah menang satu kali putaran,” ucapnya. Mereka akan melanjutkan program Joko Widodo, program yang sudah baik bakal semakin baik

Sumber Artikel berjudul “Ridwan Kamil Sebut Masyarakat Bakal Semakin Yakin Pilih Prabowo Subianto Usai Debat Ketiga Pilpres 2024”,pungkasnya.

(Rev. Yans.)

Masyarakat Bojong Kokosan Berterimakasih Kepada Anggota Dewan Tedi Setiadi

YUTELNEWS.com | Pasca diperbaiki jalan lingkungan disekitar area bojong kokosan (PT longvin) oleh CV. Mulya Abadi yang diusulkan oleh salah satu dewan yang tidak asing lagi namanya di Kabupaten Sukabumi khususnya DAPIL II yaitu Tedi setiadi pada tahun 2023 lalu.

Saat jelang tahun baru banyak masyarakat pengguna jalan merasa sangat terbantu dengan adanya perbaikan jalan di wilayah itu, Pasalnya saat masyarakat pengguna jalan alternatif selepas liburan akhir tahun sangat nyaman dengan kondisi jalan yang tidak rusak lagi.

Menurut keterangan salah satu warga Sulaiman, mengungkapan bahwa dia salah satu pengguna jalan yang melintas saat wisata ke Pelabuhan ratu, dan jalan ini yang biasa dilalui saat liburan untuk berwisata demi menghemat waktu perjalanan beberapa bulan lalu sangat rusak tetapi saat ini sudah diperbaiki dan nyaman.

Lebih lanjut sulaiman mengatakan bahwa kamipun sebagai pengguna jalan lebih nyaman dengan situasi jalan yang tidak lagi berlubang ini. Untuk itu, kami banyak mengucapkan terimakasih banyak dan apresiasi kepada pemuda setempat khususnya Dewan Tedi  Setiadi yang telah bisa memperjuangkan jalan ini semakin lebih baik.

Reporter : Mirna

Sekjen PBNU Wajib Pulihkan Kehormatan Kyai Marzuki Mustamar

YUTELNEWS.com | Surabaya – PBNU menghentikan Masa Khikmat Kyai Marzuki Mustamar sebagai Ketua PWNU Jatim, yang berdasarkan SK perpanjangan terhitung sejak 3 September 2023 atau 17 Safar 1445 Hijriyah dan berakhir hingga 3 Maret 2024, atau masa perpanjangan terhitung selama 6 bulan.

Akan tetapi sangat disayangkan, belum habis masa Perpanjangan sebagai Ketua PWNU NU Jatim (Kurang dari tiga bulan), PBNU berubah haluan memberhentikan Kyai Marzuki Mustamar dari Ketua PWNU Jatim.

SK PBNU Berhentikan Ketua PWNU Jatim, Belum Layak Edar

Kader PMII yang kini aktif sebagai Presiden LBH Nusantara, MH Imam Ghozali mengucapkan bahwa Surat Keputusan PBNU tentang Pemberhentian Jabatan Kyai Marzuqi Mustamar selaku Ketua PWNU Jatim, belum layak edar.atau masih perlu direvisi kalau niatnya mengambil alih hak konstitusi Kyai Marzuki Mustamar sebagai Ketua PWNU Jatim.

“Awalnya saya kira ada didalam surat keputusan, tentang ucapan – ucapan Sekjen PBNU H Saifullah Yusuf dan beberapa pengurus PBNU lewat media, yang menuding dan memberikan stigma buruk untuk Kyai Marzuki Mustamar,” ujar MH Imam Ghozali.(07/01/’23).

Ia menjelaskan, dalam SK tersebut, tidak ada Pasal mana yang dilanggar Kyai Marzuki Mustamar, tidak dijelaskan kesalahannya apa, juga tidak dijelaskan, pokoknya memberhentikan Kyai Marzuki Mustamar dari Ketua PWNU Jatim,” imbuhnya.

Padahal menurutnya, seperti Sekjen PBNU H Saifullah Yusuf adalagi Nusron Wahid yang cukup pintar dan berpengalaman di Birokrasi, mestinya sudah tahu, masak mennyopot Ketua PWNU tidak dijelaskan secara tertulis salahnya apa, pasal yang di langgar Pasal mana saja.

Bukan Pasal Pelanggaran AD/ART NU

Lebih lanjut ia menjabarkan untuk pasal-pasal AD/ART NU yang tercantum dalam Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor: 274/PB.01/A.II.01.44/99/12/2023 tentang PEMBERHENTIAN KETUA PENGURUS WILAYAH NAHDLATUL ULAMA JAWA TIMUR, bukan Pasal yang menunjukkan hubungan adanya pelanggaran AD/ART dari Ketua PWNU Jatim.

“Itu bukan Pasal yang mengatur saksi atau bukan Pasal yang menunjukan adanya peristiwa melanggar AD/ART, atau bukan Pasal yang menjabarkan tahapan sangsi – sangsi disiplin, akan tetapi pasal yang menjelaskan tugas dan kewenangan pada masing-masing tingkat kepengurusan NU,”cetusnya.

“Sementara persepsi publik yang mereka bangun , pasal – pasal tersebut sebagai pembenar untuk pemberhentian Kyai Marzuki Mustamar dan Ketua PWNU Jatim, jadi.yang dholim sekarang siapa…,”pungkasnya.

Berikut Penjelasan Pasal-pasal dalam SK PBNU untuk Memberhentikan Kyai Marzuki Mustamar

Keputusan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama Tahun 2021 di Lampung, isi tentang Rekomendasi NU untuk Pemerintah

Pasal 14, Pasal 18 dan Pasal 19 Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama.

Pasal 14, Isi dari bab Kepengurusan Dan Masa Khidmat.

Pasal 18 dan Pasal 19, isi dari Bab Tugas Dan Wewenang.

Pasal 57, 58, 61, 64, 67, dan 71 Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama.

Isi dari Bab Wewenang Dan Tugas Pengurus.

Terkecuali Pasal 71 isi dari Bab Kewajiban Dan Hak Pengurus.

Pasal 6 dan Pasal 8 Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama Nomor 11
Tahun 2023 tentang Pemberhentian Pengurus, Pergantian Pengurus Antar Waktu dan Pelimpahan Fungsi Jabatan.

Isi yang dimaksud mungkin, untuk penon Aktifkan Pengurus NU yang jadi Caleg dan Tim Sukses Capres Cawapres . (Yang dimaksud Pasal 6 dan Pasal 8 pada peraturan yang dimaksud belum ditemukan penulis).

( Wong NU )

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.