Sosialisasi Peraturan Pemanfaatan Ruang Kawasan Sempadan Danau Toba, Bupati : Dahulukan Pengurusan Izin

YUTELNEWS.com |Seusai Sosialisasi Peraturan Pemanfaatan Ruang Kawasan Sempadan Danau Toba kepada masyarakat di Balai Data Kantor Bupati Toba, Jumat (13/10/2023), Bupati Toba, Poltak Sitorus menyampaikan agar masyarakat mendahulukan pengurusan ijin. Hal ini agar tidak terjadi penindakan yang dapat merugikan masyarakat itu sendiri.

“Saya kira tadi sudah jelas disampaikan bahwa jangan sampai harus ditertibkan. Mulai sekarang disampaikan, uruslah ijinnya. Hal-hal yang belum paham nanti, masyarakat silahkan datang ke kita. Jadi aktiflah bertanya agar tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran,” kata Poltak Sitorus.

Pada acara sosialisasi ini, dua orang narasumber hadir. Pemateri pertama Direktur Penertiban dan Pemanfaatan Ruang, Ditjen Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah pada Kementerian ATR/BPN l, Ariodillah Virgantara dengan materi Perpres 81 Nomor Tahun 2014 RTR Kawasan Danau Toba dan Sekitarnya, sedangkan pemateri kedua adalah Kepala Balai Wilayah Sungai Simatera II Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, DR. Mohammad Firman dengan materi Sosialisasi Keputusan Menteri PUPR Nomor 1695/KPTS/M/2022 tentang penetapan garis sempadan Danau Toba.

Sosialisasi ini juga dihadiri KasatgasKoordinasi dan Supervisi Pencegahan KPK Wilayah I, Maruli Tua Manurung serta seluruh camat, pimpinan perangkat daerah, Asisten dan Staf Ahli dan juga sejumlah pengusaha.

Narasumber menyampaikan perihal manfaat dan kegunaan sempadan danau, dan juga larangan-larangan di sempadan danau. Kemudian diterangkan juga prosedur pengurusan izin pemanfaatan sempadan .

“Kami tadi sudah menyosialisasikan mana batas sempadan sungai dan pemanfaatan sempadannya,” kata Mohammad Firman seusai acara.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini pemerintah masih memberikan ruang dan waktu bagi masyarakat dan pengusaha untuk mengurus ijin penggunaan sempadan yang telah ditetapkan.

“Terkait regulasi nanti, kita masih memberi ruang bagi teman-teman pengusaha untuk bisa menerbitkan ijin dulu. Kalau tidak sampai melakukan pengrusakan, tentunya ada ranah lain. Larangannya nanti untuk itu bisa dilakukan oleh pihak Pemda,” katanya.

Terkait sosialisasi ini,Kasatgas Korsup Wilayah I KPK RI Maruli Tua Manurung mengatakan Danau Toba adalah kekayaan negara. Dengan demikian, pihaknya bersama dengan pemerintah menyosialisasikan seputar hukum dan aturan penggunaan sempadan Danau Toba.

“Kita berterimakasih kepada seluruh stakeholder, masyarakat, dan pengusaha atas kolaborasi ini. Yang sebelumnya Perpres 60 Tahun 2021 itu masih bisa kita optimalkan, sekarang sudah semakin bergerak optimal. Pemkab Toba, pemerintah provinsi, pusat semakin bergerak,” katanya.

Sosialisasi tersebut melibatkan peserta masyarakat sekitar dan pengusaha yang berada di garis sempadan Danau Toba. Dilakukan juga sesi tanya jawab antar peserta dengan pemateri. Salah satu hal yaitu kekhawatiran akan penggusuran dipertanyakan. Namun secara tegas pemateri mengatakan saat ini hanya sebatas sosialisasi aturan penggunaan sempadan danau.

(Lase)

Gubernur Kepri Serahkan Beras Bantuan Pangan Pemerintah Tahap-II Untuk 535 KPM di Karimun

YUTELNEWS.com – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H. Ansar Ahmad menyerahkan secara simbolis beras Bantuan Pangan Pemerintah Tahap-II kepada masyarakat Kabupaten Karimun di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Kamis (12/10). Bantuan ini bertujuan untuk menjamin ketahanan pangan dan menekan angka inflasi di akhir tahun.

Beras Bantuan Pangan Pemerintah Tahap-II merupakan program pemerintah pusat yang disalurkan melalui Perum Bulog. Sebanyak 535 keluarga penerima manfaat di Kabupaten Karimun mendapatkan bantuan beras 10 kg tiap bulannya selama tiga bulan dari bulan September sampai November 2023.

Provinsi Kepri sendiri mendapatkan alokasi kurang lebih 2.111.520 kg beras untuk 70.384 keluarga penerima manfaat diseluruh kabupaten dan kota se-Kepulauan Riau. Sebelumnya, Gubernur Ansar juga telah menyerahkan bantuan beras serupa untuk masyarakat kota Tanjungpinang dan Batam.

Dalam sambutannya, Ansar Ahmad mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan Perum Bulog yang terus berupaya memberikan bantuan pangan untuk masyarakat. Ia juga mengingatkan agar masyarakat melakukan diversifikasi pangan agar tidak tergantung pada satu jenis komoditas saja.

“Jelang akhir tahun biasanya harga-harga kebutuhan pokok naik, tapi kita upayakan terus agar tidak terjadi inflasi salah satunya penyaluran beras ini,” kata Ansar Ahmad.

Penyaluran Bantuan ini merupakan hasil kerjasama antara berbagai pihak, yaitu Perum Bulog untuk penugasan, Kantor Pos untuk transporternya, dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Bersama 7 Kabupaten/ Kota untuk melakukan monitoring dan pengawasan.

(Red)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.