HUT ke-385 Kabupaten Bandung, KDS dan KDM Komitmen Atasi Banjir dan Tata Ruang Kabupaten Bandung

BANDUNG — YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna (KDS) menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah Bandung Raya sebagai kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan strategis yang dihadapi Kabupaten Bandung, khususnya banjir, kemacetan, sampah, dan tata ruang.

Hal tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung dalam rangka Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, yang turut dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya, seperti anggota DPR RI Ahmad Heryawan, unsur DPRD Kabupaten Bandung, Bupati Bandung Dadang Supriatna, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, Forkopimda, para kepala OPD, serta para camat.

Menurut KDS, kompleksitas persoalan di Kabupaten Bandung tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh satu daerah saja, mengingat keterkaitan historis dan geografis kawasan Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Persoalan banjir, kemacetan, sampah, dan tata ruang ini harus diselesaikan bersama. Kami siap berkolaborasi, termasuk menyiapkan dukungan anggaran,” tegasnya.

Ia menilai, semangat kebersamaan yang pernah menjadi kekuatan Kabupaten Bandung di masa lalu perlu kembali dihidupkan untuk menjawab tantangan pembangunan saat ini. Dengan sinergi antardaerah, diharapkan berbagai isu strategis dapat ditangani secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Di sisi lain, KDS juga memaparkan bahwa pembangunan daerah terus diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung menunjukkan tren positif, dari minus 7,5 persen pada 2021 menjadi 6,38 persen pada 2025, yang ditopang sektor industri, pertanian, pariwisata, dan UMKM.

Selain itu, Pemkab Bandung juga memperkuat fondasi pembangunan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, di antaranya melalui program beasiswa BESTI, penguatan tenaga kesehatan, serta dukungan terhadap program nasional seperti Sekolah Rakyat dan koperasi desa/kelurahan merah putih.

KDS juga menyoroti persoalan kemiskinan ekstrem yang masih terjadi di sejumlah wilayah, seperti Pangalengan dan Pacira. Ia menyebut, kondisi tersebut banyak dialami oleh pensiunan dengan penghasilan terbatas, sehingga membutuhkan intervensi kebijakan yang lebih komprehensif, termasuk dalam program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan bahwa peran pemerintah provinsi adalah mengorkestrasi pembangunan antardaerah agar berjalan selaras. Ia juga menyoroti pentingnya mengembalikan konsep pembangunan berbasis lingkungan, khususnya dalam pengelolaan kawasan Bandung yang dikenal sebagai wilayah peradaban air.

“Kita harus benahi tata ruang. Jangan bangun bangunan di kawasan rawa atau sawah. Ini menjadi akar persoalan banjir yang terus berulang,” ujar KDM.

Ia juga mendorong penguatan sektor pertanian dan penghijauan di wilayah Bandung Selatan melalui penanaman tanaman keras seperti teh dan kopi, yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Ia juga mendorong kebijakan penghijauan di kawasan Bandung Selatan melalui penanaman tanaman keras seperti teh dan kopi, dengan dukungan insentif bagi masyarakat. Selain itu, konsep pemberdayaan petani melalui pengembangan homestay dinilai dapat menjadi peluang ekonomi baru berbasis masyarakat pada sektor pariwisata.

“Kita akan bantu renovasi rutilahu para petani teh agar menjadi rumah panggung estetik yang didalamnya ada empat kamar, dua kamar untuk dia dan keluarganya, dua kamar lagi jadi homestay supaya mereka dapat penghasilan tambahan dari sana,” jelas KDM.

Dengan berbagai tantangan yang ada, sinergi antara pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi dinilai menjadi kunci untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan Bandung Raya secara menyeluruh.

Yans.

Gubernur Jawa Barat KDM Tekankan Hari Jadi Kabupaten Bandung Yang Ke -385, Momen Jaga Lingkungan Hidup

Bandung – YUTELNEWS.com// Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) hari jadi Kabupaten Bandung yang ke-385 tahun menjadi pengingat seluruh pihak untuk menjaga lingkungan hidup.

“Peringatan milangkala ini mengingatkan pada Bandung sebagai nama. Saya jelaskan tadi kan, Bandung, bendungan, artinya ada nilai -nilai hutan yang harus dijaga. Saya tadi sudah berkomunikasi dengan bupati untuk berkolaboratif menyelesaikan berbagai persoalan di Bandung selatan,” ujarnya usai upacara peringatan hari jadi Kabupaten Bandung ke-385 di Lapang Upakarti, Soreang, pada Senin (20/04/2026).

Kolaborasi itu termasuk mengalihfungsikan profesi buruh tani yang sebelumnya menanam sayuran ke teh atau pun kopi. Hal ini, diutarakan Kang Dedi Mulyadi, agar penghasilan mereka bertambah sehingga kesejahteraan petani makin meningkat. “Secara variabelnya kan sudah dijalankan sekarang, tinggal nanti jumlahnya akan terus ditambah,” imbuhnya.

Ia pun mengapresiasi kebijakan Bupati H Dadang Supriatna telah melakukan perubahan tata ruang guna mengatasi persoalan banjir. “Oleh karena itu, pemerintah provinsi Jawa Barat bakal membantu dalam penanganan banjir dengan membangun danau retensi seiring adanya pembebasan lahan sebesar tiga hektare.

“Saya sudah kasih konsep. Satu, jalannya ditingkatin kualitasnya. Yang kedua, daerah-daerah situ yang tanahnya sudah dibebas oleh perusahaan dibuatkan danau. Itu cara ya, Bandung itu harus diperbanyak danau. Bandung itu adalah bendungan,” pungkasnya.

Yans.

Bandung – YUTELNEWS.com// Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) hari jadi Kabupaten Bandung yang ke-385 tahun menjadi pengingat seluruh pihak untuk menjaga lingkungan hidup.

“Peringatan milangkala ini mengingatkan pada Bandung sebagai nama. Saya jelaskan tadi kan, Bandung, bendungan, artinya ada nilai -nilai hutan yang harus dijaga. Saya tadi sudah berkomunikasi dengan bupati untuk berkolaboratif menyelesaikan berbagai persoalan di Bandung selatan,” ujarnya usai upacara peringatan hari jadi Kabupaten Bandung ke-385 di Lapang Upakarti, Soreang, pada Senin (20/04/2026).

Kolaborasi itu termasuk mengalihfungsikan profesi buruh tani yang sebelumnya menanam sayuran ke teh atau pun kopi. Hal ini, diutarakan Kang Dedi Mulyadi, agar penghasilan mereka bertambah sehingga kesejahteraan petani makin meningkat. “Secara variabelnya kan sudah dijalankan sekarang, tinggal nanti jumlahnya akan terus ditambah,” imbuhnya.

Ia pun mengapresiasi kebijakan Bupati H Dadang Supriatna telah melakukan perubahan tata ruang guna mengatasi persoalan banjir. “Oleh karena itu, pemerintah provinsi Jawa Barat bakal membantu dalam penanganan banjir dengan membangun danau retensi seiring adanya pembebasan lahan sebesar tiga hektare.

“Saya sudah kasih konsep. Satu, jalannya ditingkatin kualitasnya. Yang kedua, daerah-daerah situ yang tanahnya sudah dibebas oleh perusahaan dibuatkan danau. Itu cara ya, Bandung itu harus diperbanyak danau. Bandung itu adalah bendungan,” pungkasnya.

Yans.

Harumkan Nama Baik Kontingen Kabupaten Bandung , Raih Prestasi di Festival Dulag Istimewa 1447 H

Bandung – YUTELNEWS.com// Kontingen Kabupaten Bandung berhasil mengukir prestasi dengan meraih Juara Harapan 3 dalam ajang Festival Dulag Istimewa 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, baru-baru ini.

Meski belum menempati posisi juara utama, capaian tersebut tetap menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Bandung di tingkat Jawa Barat. Prestasi ini menunjukkan bahwa seni budaya religi daerah masih eksis dan mampu bersaing secara kompetitif.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Irvan Ahmad, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari penampilan atraktif serta harmonisasi irama yang ditampilkan oleh para peserta.

“Keberhasilan ini menjadi bukti kelestarian seni budaya religi di Kabupaten Bandung yang tetap eksis dan kompetitif,” ujarnya di Soreang, Kamis (26/03/2026).

Ia juga mengapresiasi kerja keras para seniman yang telah berkontribusi dalam mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.

“Saya atas nama Dinas Kebudayaan mewakili Pemerintah Kabupaten Bandung mengapresiasi kerja keras para seniman yang telah mengharumkan nama daerah di panggung provinsi,” tambahnya.

Halal Bihalal 1447 Hijriah, Kang DS Ajak ASN Perkuat Silaturahmi dan Tingkatkan Pelayanan
Dalam kesempatan tersebut, Irvan Ahmad hadir langsung menyaksikan jalannya festival.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan seni budaya .

 

Yans.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tegaskan Larang Aktivitas Penyapu Koin di Jembatan Sewo, Siapkan Kompensasi untuk warga.

Indramayu – YUTELNEWS.com// Aktivitas penyapu koin di kawasan Jembatan Sewo yang berada di perbatasan Kabupaten Indramayu dan Subang menjadi sorotan serius menjelang arus mudik Lebaran tahun ini. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Gubernur Dedi Mulyadi secara tegas meminta agar kegiatan tersebut dihentikan karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kawasan yang kerap disebut “Jembatan Sewo” selama ini dikenal sebagai lokasi tempat sejumlah warga menyapu koin yang dilempar pengendara. Namun aktivitas tersebut dianggap berpotensi mengganggu kelancaran dan keselamatan arus lalu lintas, khususnya saat lonjakan kendaraan pemudik menuju kampung halaman.

Melalui himbauannya, Dedi Mulyadi meminta Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk segera melakukan pendataan terhadap para penyapu koin yang selama ini beraktivitas di sekitar jembatan tersebut. Pendataan itu nantinya menjadi dasar untuk penyaluran kompensasi atau bantuan agar mereka tidak lagi beroperasi di lokasi tersebut.

“Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas, terutama saat arus mudik Lebaran yang biasanya dipadati kendaraan,” demikian disampaikan dalam himbauan yang menjadi perhatian publik.

Menurut sejumlah pihak, keberadaan penyapu koin memang kerap menimbulkan risiko bagi pengendara. Selain membuat kendaraan melambat secara tiba-tiba, aktivitas tersebut juga memicu pengendara berhenti atau melempar koin yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Langkah tegas Gubernur Jawa Barat ini pun mendapat dukungan dari jajaran kepolisian, termasuk Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu yang menilai kebijakan tersebut penting untuk menjaga keselamatan para pemudik.

Polisi menilai, menjelang Lebaran intensitas kendaraan di jalur pantura dipastikan meningkat drastis. Karena itu, berbagai potensi gangguan lalu lintas, termasuk aktivitas penyapu koin di sekitar jembatan, perlu diantisipasi sejak dini.

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan arus mudik di wilayah perbatasan Indramayu–Subang dapat berlangsung lebih aman dan lancar, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan yang kerap mengintai pengguna jalan di kawasan tersebut.

 

 

Yans.

Menhub dan Gubernur Jabar Tinjau Kesiapan Mudik di Garut, Ratusan Kusir Delman dan Penarik Becak Terima Kompensasi

Kab. Garut – YUTELNEWS.com// Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut dalam rangka meninjau kesiapan jalur mudik sekaligus menyerahkan Kompensasi Bantuan Gubernur kepada pengemudi kendaraan tidak bermotor. Kegiatan ini dipusatkan di Mapolres Garut, Jalan Jend. Sudirman, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Sabtu (14/03/2026).

Langkah tersebut dilaksanakan guna memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalur nasional dan provinsi yang kerap mengalami penyumbatan akibat aktivitas kendaraan tradisional saat puncak arus mudik Lebaran.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa selama masa puncak mudik, operasional delman dan becak di jalur utama akan diliburkan sementara. Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan kompensasi sebesar Rp200.000,- per hari bagi setiap pengemudi.

Tercatat sebanyak 483 kendaraan tradisional yang terdiri dari 477 delman dan 6 becak yang biasa beroperasi di ruas jalan nasional dan provinsi wilayah Garut mendapatkan bantuan ini.

“Kegiatan ini bertujuan mempermudah dan memperlancar tugas dari kementerian Perhubungan dan Mabes Polri, sehingga jalur yang berpotensi menimbulan kamacetan bisa melintas dengan lancar. Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak ekonomi karena ada uang yang berputar di masyarakat sekaligus memberikan dampak kebagiaan bagi mereka,” tutur Dedy Mulyadi.

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Gubernur Jawa Barat tersebut. Menurutnya, program ini tidak hanya memperlancar mobilitas pemudik, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi para pelaku transportasi tradisional.

Disisi lain, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa wilayahnya telah siap menyambut lonjakan pemudik. Melalui koordinasi intensif bersama Kapolres Garut, seluruh instansi telah menjalankan fungsinya, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan hingga penyiapan fasilitas kesehatan.

“Jalur mudik sudah sepenuhnya bisa dilewati, bahkan jalur alternatif yang berlubang telah selesai diperbaiki. Kamu juga sudah mempersiapkan Pos Terpadu di empat titik utama, yaitu Pamengpeuk, Cisewu, Garut Kota, dan Malangbong,” tegas Bupati Garut.

Bupati menambahkan bahwa momentum mudik ini harus dimanfaatkan sebagai ajang promosi daerah.

“Ini kesempatan langka. Warga Garut yang akan memberikan penilaian terhadap kondisi Garut sekarang. Ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin supaya mereka memberikan kesan _(impression)_ yang baik sehingga kedepan mereka mengajak teman mereka untuk berkunjung ke Garut,” tambahnya.

Detail Kesiapan Fasilitas di Jalur Mudik Garut Tahun 2026:

1. PUPR: Penuntasan perbaikan jalan berlubang di jalur utama dan alternatif.
2. Dishub: Pemasangan dan pemeliharaan lampu penerangan jalan.
3. Dinas Kesehatan: Penyiagaan Puskesmas di sepanjang jalur mudik selama 24 jam.
4. Fasilitas Umum: Penyiapan rest area dan penjagaan kebersihan lingkungan secara masif.

 

Yans.

Bupati Bandung Kang DS, Apresiasi Dukungan KDM Atasi Banjir Dayeuhkolot -Bojongsoang, Normalisasi Sungai Hingga Relokasi Warga.

BANDUNG – YUTELNEWS com|| Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyatakan siap membantu upaya Bupati Bandung Dadang Supriatna untuk menyelesaikan permasalahan banjir yang kerap melanda Kecamatan Bojongsoang dan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

KDM menyatakan Pemprov Jabar bersama Pemkab Bandung telah menyiapkan beberapa solusi untuk menyelesaikan banjir di Kecamatan Bojongsoang dan Dayeuhkolot, baik solusi jangka pendek maupun jangka panjang

“Kami siap membantu Kabupaten Bandung agar tidak menjadi beban terus menerus. Bupati Bandung kan pusing jika setiap musim hujan air naik. Ini kan permukaan air Citarum di Bandung itu sudah di bawah laut,” ujar Gubernur KDM saat mengunjungi Kantor Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Rabu (10/12/2025).

Fokus utama penanganan banjir di Bojongsoang dan Dayeuhkolot, kata Dedi Mulyadi, adalah normalisasi Sungai Citarum yang menjadi penyebab utama banjir, termasuk aliran sungai-sungai lain di wilayah Bojongsoang dan Dayeuhkolot.

“Normalisasi Sungai ini meliputi pengerukan sungai karena sedimentasinya sudah sangat tebal. Kemudian nanti sungainya diperlebar,” jelas KDM.

Untuk mendukung upaya pelebaran sungai, Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung akan menertibkan bangunan-bangunan liar yang berdiri di sepanjang bantaran Sungai Citarum maupun aliran sungai lainnya.

Sementara, warga yang nenempati bangunan atau rumah di sepanjang bantaran sungai dipastikan akan direlokasi. Relokasi ini bukan hanya sekadar memindahkan warga, tetapi juga memberikan solusi yang manusiawi.

“Solusinya, sekarang cariin rumah kontrakan dulu sambil Pemprov dan Pemkab nanti menyiapkan tempat relokasi,” ungkap KDM.

“Nanti jika sungai sudah diperlebar, kalaupun airnya meluap tidak pusing lagi karena sudah tidak ada lagi warga di bantaran sungai. Pokoknya seluruh wilayah yang ada di bantaran sungai akan kita relokasi semua,” tambahnya.

Sedangkan solusi jangka panjang yang telah disiapkan oleh kolaborasi KDM dan Bupati Bandung Kang DS adalah pembangunan embung-embung atau kolam retensi sebagai pengendali banjir di wilayah Bojongsoang dan Dayeuhkolot.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan terima kasih atas dukungan langsung dari Gubernur KDM dalam upaya percepatan penanganan banjir di Kabupaten Bandung terutama di Kecamatan Bojongsoang dan Dayeuhkolot.

Bupati yang akrab disapa Kang DS itu menambahkan pihaknya mendukung penuh langkah-langkah yang diambil oleh Pemprov Jabar untuk membantu menyelesaikan permasalahan banjir ini.

Di lapangan, lanjut Kang DS, pihaknya langsung bergerak untuk menyosialisasikan kepada masyarakat terkait rencana relokasi terhadap hunian warga yang terletak di bantaran sungai sesuai instruksi Gubernur KDM.

Sesuai hasil peninjauan langsung di lapangan dan data dari pihak desa maupun RT/RW, Kang DS mengatakan masih banyak rumah warga yang berdiri di atas lahan bantaran sungai. Seperti di RW 8, 9 dan RW 10 Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot.

“Seperti kata Pak Gubernur, nanti warga yang di bantaran sungai ini akan direlokasi tempat tinggalnya. Tapi untuk sementara dengan cara memberi rumah kontrakan dulu,” kata Kang DS.

Sementara di Kecamatan Bojongsoang, terdapat 372 kepala keluarga korban banjir yang akan direlokasi. Mereka, kata Bupati, terhimpit oleh dua sungai yaitu Sungai Citarum dan Cikapundung sehingga hampir setiap musim hukan kebanjiran.

Setiap keluarga yang tinggal di bantaran Sungai Cikapundung mendapat bantuan Rp10 juta untuk biaya sewa kontrak sementara di lokasi aman. Hal itu sesuai yang disampaikan KDM saat berkunjung ke Bojongsoang beberapa hari lalu.

“Mudah-mudahan dengan dorongan Pak Gubernur akan ada percepatan. Kami akan terus mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan banjir ini baik dengan pentahelix maupun kolaborasi lainnya,” tegas Kang DS. (**)

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.