Susah Senang Pengusaha Pengepul Kecil Barang Bekas (rongsokan) Omzet Menurun

NEWS71 Dilihat

YUTELNews.com | Pengusaha jual beli barang bekas / rongsokan ( pengepul kecil ) senang juga sedih dengan menurunnya harga barang saat ini.

Ditemui ditempat penampungannya Dusun Gunungsari desa Sumbergondo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi, ‘RW’ ( nama samaran ) mengaku sangat kesulitan dengan keadaan sekarang yaitu murahnya harga jual barang bekas kepada pengepul besar, namun keadaan ini juga ada keuntunga baginya.

“saat ini saya terpaksa keliling sendiri,karena harga barang sangat murah sekali jadinya tidak ada orang cari barang “, papar RW.Jum’at-03-November-2023.

Dilain itu, keadaan ini sangat menekan biaya modal baginya yang dulunya sebelum harga barang bekas murah membutuhkan modal besar namun dengan murahnya harga barang bekas ini sangat minim sekali modal yang harus ia keluarkan, namun RW juga mengatakan dengan murahnya harga barang bekas ini ia mengaku sangat sulit bagi warga menerima keadaan ini yang biasa menjual barang bekas kepadanya karena terkendala murah disisi harga.

“Enaknya sekarang ini tidak butuh modal besar, cukup 200 ribu keliling cari barang itu sudah bisa, beda ketika barang sudah stabil harganya kalau tidak pegang uang 500 ribu atau 600 ribu gak berani keliling, tapi sulitnya orang yang biasa kita datangi jarang punya barang,alasannya males mengumpulkan barang karena harganya murah “, jelasnya.

Dikatakan lebih lanjut, harga barang bekas seperti kardus RW mengaku sebelum turun harganya ia membeli kepada warga sekisaran 1700 hingga 2000 rupiah perkilonya, namun, saat ini ia berani membeli diharga 1000 perkilonya, menurutnya harga yang ia patok pada penjual itu untuk saat ini adalah yang paling tinggi.Karena RW juga menjualnya lagi ke pengepul besar juga sangat menurun, begitu juga dengan barang yang lain sangat drastis harga jualnya.

Lalu, salah satu warga langganan RW , Muntamah warga dusun Wadungpal desa Tulungrejo, Glenmore, mengungkapkan kekesalannya ketika menujal barang bekas, menurut Muntamah keadaan ini sudah hampir 3 bulan ini, untungnya harga yang dikasih oleh RW itu yang tertinggi daripada yang lain.

“Males sekarang ini harga roso’an tidak bisa diandalkan dulu satu karung besar mendapat uang 40 hingga 45 ribu, tapi sekarang hanya 17 ribu saja, itupun sudah yang paling mahal”, ungkapnya kesal.

Keadaan ini yang sangat diuntungkan adalah pemodal besar dengan modal sedikit namun dapat barang banyak apalagi jika sang pemodal berani menimbun barang hingga harga jual melambung tinggi.

Dan solusi keadaan ini adalah pengepul kecil harus berani jual barang kepenggilingan plastik bukan kepenampung besar yang cenderung murah, keadaan ini juga belum ada titik temu kenapa harga jual barang bekas begitu murahnya.

( Ilham Sodik )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *