Kab.Bandung – YUTELNEWS com|| Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bandung bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung menggelar “Dialog Pemuda dan Legislator” bertempat di gedung Mohamad Toha, Komplek Pemkab Bandung, Soreang, pada Jumat (19/12/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Dari Pemuda ke Legislator: Jalan Pemuda Kabupaten Bandung di Dunia Politik Menuju Bonus Demografi 2030”, dengan mengambil objek bahasan tentang berbagai isu politik, pembangunan, dan peran generasi muda menuju bonus demografi 2030.
Selain untuk menghimpun aspirasi pemuda terkait berbagai kebijakan di daerah, dialog juga membahas bagaimana strategi masuk legislatif dan kontribusi peran aktif pemuda dalam pembangunan.
Ketua KNPI kabupaten Bandung, Rifki Fauzi.,S.E, mengatakan kegiatan dialog adalah salah satu wadah bagi pemuda Kabupaten Bandung berekspresi untuk menyampaikan aspirasi politik, strategi masuk legislatif, dan kontribusi dan peran aktif menuju Indonesia Emas 2045 melalui bonus demografi.
“Karena bonus demografi 2030 menempatkan pemuda usia 16-30 tahun sebagai lokomotif perubahan. Melalui kebijakan yang relevan seperti revisi UU Kepemudaan untuk inklusi partisipatif dimana pemuda didorong berperan aktif di berbagai sektor untuk melakukan terobosan, inovasi, ekonomi kreatif, dan kontribusi dalam pembangunan desa,” ujarnya Ketua Rifki.
Ia menegaskan agar peluang ini tidak terbuang sia-sia, maka pemuda dituntut sebagai agent of change (pelopor perubahan), sehingga bukan sekadar penumpang pembangunan karena Indonesia diperkirakan puncak bonus demografi pada 2030-2040. Saat itu usia penduduk produktif (15-64 tahun) berada diangka 64-71% dari total populasi, sehingga terbuka peluang ekonomi jika dikelola dengan baik.
“Untuk di Kabupaten Bandung sendiri, mayoritas pemuda usia produktif sekitar 56%, sehingga menuntut peran krusial mereka dalam bidang politik dan ekonomi,” jelasnya.
Rifki menyebut faktor pembangunan pemuda adalah kunci sukses bonus demografi lewat peningkatan skill dana entrepreneur (wirausaha), penciptaan lapangan kerja, dan partisipasi politik.
“Peluang bonus demografi ini akan menciptakan pemuda mumpuni yang ahli dan cakap di bidangnya diharapkan bisa berkontribusi optimal dalam pembangunan daerah,” tuturnya.
Melalui ajang dialog ini, Ketua KNPI Kabupaten Bandung ini berharap mudah-mudahan dapat lebih mendorong partisipasi aktif pemuda dalam politik lokal untuk memaksimalkan bonus demografi 2030.
Ajang dialog ini diikuti oleh jajaran pengurus KNPI kabupaten Bandung, perwakilan delapan partai politik yang ada di parlemen (Golkar, Gerindra, P-DIP, PKB, NasDem, PKS, Demokrat, PAN), anggota DPRD, perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP) yang bernaung dalam wadah KNPI Kabupaten Bandung, dan tamu undangan lainnya. ***
Yans.




















