YUTELNEWS.com | Bupati Bandung – Dadang Supriatna menghadiri agenda Safari Ramadhan bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kampung Cangri RT 02/22 Desa Manggungharja, Kecamatan Ciparay, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para pimpinan duduk bersama masyarakat untuk mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat sinergi menjaga keamanan dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Bupati yang akrab disapa Kang DS tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas daerah.
“Safari Ramadhan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Dengan kebersamaan, kita bisa menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mendorong kesejahteraan,” ujar Kang DS.
Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan capaian program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang telah memperbaiki sebanyak 25 unit rumah di Kabupaten Bandung dari total 160 unit se-Jawa Barat. Polresta Bandung menjadi pelaksana dengan capaian renovasi terbanyak melalui kolaborasi dan gotong royong bersama masyarakat.
“Program Rutilahu adalah bukti nyata negara hadir. Ketika rumah menjadi layak, kualitas hidup meningkat. Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang martabat dan masa depan keluarga,” tambahnya.
Selain sektor perumahan, perhatian juga diberikan pada penguatan ekonomi produktif komunitas ojek online (ojol) melalui program Ojek Kamtibmas. Hingga kini telah terbangun 32 unit Warung Ojol dan 26 unit Bengkel Ojol untuk mendukung kesejahteraan para pengemudi.
“Kami ingin masyarakat kecil, termasuk pengemudi ojol, mendapatkan dukungan nyata agar mandiri secara ekonomi dan tetap berperan menjaga keamanan lingkungan,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menekankan bahwa tantangan keamanan dan ketertiban saat ini tidak hanya menjadi tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
Menurutnya, aparat TNI dan Polri di Jawa Barat didorong untuk memiliki kemampuan yang adaptif dan dekat dengan masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam pemberdayaan sosial dan ekonomi.
“Problem utama kita hari ini adalah menurunnya kesadaran publik. Semua ingin aman, tetapi tidak semua mau ronda. Semua ingin lingkungan bersih, tetapi masih membuang sampah sembarangan. Semua ingin tertib, tetapi enggan menaati aturan,” ujar KDM.
Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam mencegah berbagai persoalan sosial seperti tawuran dan geng motor, yang menurutnya berkaitan erat dengan kondisi sosial dan pengawasan orang tua.
“Tingkat kesadaran orang tua menjadi faktor penting. Kita perlu membangun lingkungan hunian yang layak, tata ruang yang baik, serta ruang hidup yang sehat agar anak-anak tumbuh dalam suasana yang aman dan beradab,” tegasnya.
KDM menambahkan bahwa perubahan tata ruang dan standarisasi rumah layak huni menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tertib dan aman.
Melalui semangat “Silih Asah, Silih Asuh”, Safari Ramadhan ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, daerah, dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas serta mendorong pembangunan berkelanjutan di Jawa Barat.
Yans.

















