NATUNA – YUTELNEWS.com || Kegiatan Pesantren Kilat Remaja se-Kelurahan Sedanau resmi digelar di Masjid Adz-Zikra Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Jumat (27/2/2026), bertepatan dengan 9 Ramadhan 1447 Hijriyah. Kegiatan bertema “Membentuk Generasi Unggul dan Berakhlak di Masa Depan” ini diikuti 75 peserta dari lima sekolah tingkat SLTP dan SLTA di Kelurahan Sedanau, masing-masing sekolah mengirimkan 15 siswa.
Sekolah yang berpartisipasi antara lain:
SMPN 1 Bunguran Barat
MTsN 1 Natuna
SMA N 1 Bunguran Barat
SMKN 1 Bunguran Barat
MAN 2 Natuna
Pembukaan Kegiatan
Acara pembukaan dipimpin Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Barat, Dela Pulda, S.HI. Dalam sambutannya, beliau mengajak para remaja menjadikan Ramadhan sebagai momentum tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), memperbaiki kualitas ibadah, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Pesantren kilat ini adalah ruang pembinaan akhlak dan karakter Islami. Dari masjid inilah diharapkan lahir generasi yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam akidah, dan indah dalam akhlak,” ujarnya.
Rangkaian Materi
Pesantren kilat berlangsung selama 3 hari 2 malam (27 Februari – 1 Maret 2026 / 9–11 Ramadhan 1447 H). Selain buka puasa dan sahur bersama, kegiatan diisi dengan pembinaan keagamaan dan wawasan kebangsaan oleh para ustaz dan narasumber.
1. Akmaludin, M.Pd menyampaikan materi Pentingnya Shalat dan Al-Qur’an dengan tema “Remaja Hebat Dimulai dari Sujud dan Tilawah.” Ia menekankan bahwa kejayaan generasi muda bermula dari kedisiplinan menjaga shalat dan kedekatan dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
2. Budi Nurhamid, S.Pd.I membawakan materi Fikih Puasa, membahas syarat dan rukun puasa, hal-hal yang membatalkan, serta hikmah Ramadhan sebagai madrasah pembentukan takwa.
3. Hariswati Rachmadani Putri, M.Han. menyampaikan materi Moderasi Beragama, mengajak peserta bersikap adil, seimbang, serta menjaga persatuan dalam bingkai NKRI.
4. Aris Munandar, S.Pd.I membawakan materi Merajut Cinta Remaja Milenial dengan Masjid, menegaskan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan akhlak dan aktivitas positif generasi muda.
5. Harjono, S.Pd.I menyampaikan materi Berbakti kepada Kedua Orang Tua dan Zikir Pagi, menekankan bahwa ridha Allah SWT bergantung pada ridha orang tua serta pentingnya membiasakan zikir sebagai penguat ruhani.
6. Syu’if, S.Pd.I memberikan materi praktik Fardhu Kifayah, membimbing peserta memahami tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.
7. Said Syukrilah, S.Pd.I membawakan materi Membentuk Generasi Unggul dan Berakhlak di Masa Depan, menekankan pentingnya akhlakul karimah, integritas, serta istiqamah dalam ibadah.
8. Nor Rudianto (Danposal Sedanau) menyampaikan materi Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Remaja Masa Kini dengan slogan “Remaja Hebat, Indonesia Kuat.” Ia mengajak peserta mencintai tanah air sebagai bagian dari iman, menjaga persatuan, dan menjadi generasi disiplin serta bertanggung jawab.
Pendampingan Peserta
Setiap peserta didampingi oleh guru dari sekolah masing-masing sebagai bentuk amanah dalam membina generasi. Para guru tidak hanya memastikan kegiatan berjalan tertib, tetapi juga membersamai para siswa dalam setiap rangkaian ibadah dengan penuh kesungguhan. Mereka membimbing bacaan Al-Qur’an, meluruskan adab dalam shalat, mengarahkan tata cara ibadah agar sesuai tuntunan syariat, serta menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah sehingga suasana kegiatan senantiasa terjaga dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan.
Berdasarkan pantauan media di lokasi, para guru pendamping dari seluruh sekolah menyampaikan harapan yang sejalan. Mereka menilai pesantren kilat ini menjadi momentum tarbiyah ruhiyah yang sangat berharga dalam membentuk karakter Islami remaja.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh menjadi cahaya dalam kehidupan mereka. Semoga anak-anak semakin mencintai shalat, dekat dengan Al-Qur’an, berbakti kepada orang tua, serta istiqamah dalam kebaikan,” ungkap salah seorang guru pendamping.
Guru lainnya menambahkan bahwa Ramadhan adalah madrasah terbaik untuk melatih kesabaran, keikhlasan, dan kedisiplinan. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga lembut hatinya, mulia adabnya, serta teguh menjalankan syariat Islam.
Awak media juga menyapa salah satu peserta pesantren kilat dari SMA N 1 Bunguran Barat, Ikbal. Ia mengaku sangat bersyukur dan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut.
“Kami sangat senang mengikuti pesantren kilat ini, karena banyak ilmu keagamaan yang sebelumnya belum kami pahami, kini menjadi lebih jelas dan kami mengerti. Materi tentang shalat, Al-Qur’an, adab, serta peningkatan ketakwaan sangat bermanfaat bagi kami,” ujar Ikbal.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap bulan Ramadhan.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin ke depan. Kami ingin terus mendapatkan pembinaan dan materi yang dapat meningkatkan ketakwaan kami kepada Allah SWT, terutama dalam memperbaiki kualitas ibadah shalat dan amalan lainnya,” tambahnya penuh harap.
Dukungan dan Harapan
Kegiatan ini dipimpin Ketua Panitia Pelaksana, Tas Riadi, bersama jajaran panitia dan didukung berbagai pihak, termasuk pemerintah Kecamatan Bunguran Barat, KUA Kecamatan Bunguran Barat, Kelurahan Sedanau, unsur TNI-Polri, serta tokoh ulama dan masyarakat.
Berkat sinergi tersebut, kegiatan berlangsung lancar dan penuh keberkahan. Pesantren kilat ini diharapkan menjadi wasilah lahirnya generasi muda Sedanau yang unggul, beriman, berakhlak mulia, serta istiqamah dalam ibadah, sebagai bekal membangun masa depan yang diridhai Allah SWT.
{Red: Darmansyah, Kabiro Natuna Yutelnews.com}


















