Dadan Hindayana Buka Suara Pasca Dicopot dari Kepala Badan Gizi Nasional
JAKARTA – Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, akhirnya angkat bicara setelah dirinya dicopot dari jabatannya. Dalam pernyataannya, Dadan menegaskan bahwa pergantian menteri dan pejabat di lingkungan kabinet merupakan hak prerogatif mutlak Presiden Republik Indonesia, dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan rasa terima kasihnya yang mendalam atas kesempatan yang telah diberikan untuk mengabdi sebagai anggota Kabinet Merah Putih.
“Pergantian anggota kabinet merupakan hak mutlak penuh Bapak Presiden RI. Beliau paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan,” ujar Dadan saat dimintai konfirmasi. Ia menambahkan bahwa peranannya dalam kabinet adalah sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Dadan berharap agar Presiden Prabowo Subianto senantiasa diberikan kesuksesan dalam memimpin bangsa Indonesia dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Ia juga menyampaikan ucapan selamat bekerja kepada para pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru.
“Selamat bekerja kepada pimpinan BGN yang baru. Insyaallah akan membawa program MBG makin berkualitas dan bermanfaat untuk seluruh penerima manfaat,” imbuhnya, merujuk pada program andalan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelumnya, terjadi pergantian signifikan di jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional. Tiga pejabat utama, yaitu Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung, dicopot dari jabatan mereka. Posisi yang ditinggalkan diisi oleh wajah-wajah baru yang diharapkan dapat membawa angin segar dan melanjutkan estafet program.
Struktur Kepemimpinan Baru Badan Gizi Nasional
Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional membawa beberapa nama baru untuk memegang amanah strategis ini. Berikut adalah susunan pimpinan baru yang ditunjuk:
- Kepala Badan Gizi Nasional: Nanik S Deyang
- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional: Mayjen Trenggono
- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional: Agustina Arumsari
Pergantian ini diharapkan dapat memperkuat implementasi program-program gizi nasional, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui asupan makanan yang bergizi.
Komitmen Pemerintah Terhadap Program Makan Bergizi Gratis
Menyikapi pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan jaminan tegas bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berjalan sesuai rencana. Pemerintah memastikan bahwa pergantian personel tidak akan menghambat komitmen yang telah dibangun untuk menyukseskan program prioritas ini.
“Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita di dalam menjalankan program MBG yang dilaksanakan oleh BGN,” ujar Prasetyo dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (2/6/2026) malam.
Prasetyo menjelaskan lebih lanjut bahwa pemerintah akan terus memantau dan memastikan proses evaluasi terhadap seluruh program yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional. Hal ini penting untuk menjaga akuntabilitas dan efektivitas program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Lebih lanjut, Mensesneg menekankan bahwa pelayanan Badan Gizi Nasional kepada masyarakat tidak boleh mengalami gangguan sedikit pun. Ia mengharapkan agar setiap unit kerja di lingkungan BGN dapat terus menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab masing-masing.
“Dan setiap unit kerja di lingkungan BGN diharapkan tetap menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing,” tegas Prasetyo.
Komitmen ini menunjukkan bahwa pemerintah sangat serius dalam memastikan keberlanjutan program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama kelompok rentan. Perubahan kepemimpinan dianggap sebagai bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk penyegaran dan peningkatan kinerja, bukan sebagai hambatan dalam pencapaian tujuan.
Pentingnya Peran Badan Gizi Nasional dalam Pembangunan Bangsa
Badan Gizi Nasional memegang peranan krusial dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Dengan fokus pada isu gizi, badan ini berkontribusi langsung pada upaya pencegahan stunting, peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, serta penciptaan generasi yang sehat dan produktif. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu wujud nyata dari perhatian pemerintah terhadap isu ini, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
Pergantian kepemimpinan, meskipun terkadang menimbulkan pertanyaan, merupakan hal yang lumrah dalam sebuah organisasi. Yang terpenting adalah bagaimana transisi ini dikelola agar tidak mengorbankan tujuan utama dan pelayanan kepada publik. Pernyataan dari mantan Kepala BGN dan Mensesneg memberikan sinyal positif bahwa program-program prioritas tetap menjadi fokus utama pemerintah.
Ke depannya, diharapkan pimpinan baru Badan Gizi Nasional dapat melanjutkan dan bahkan meningkatkan kualitas program-program yang ada, seiring dengan evaluasi berkelanjutan yang akan dilakukan oleh pemerintah. Kolaborasi yang baik antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target gizi nasional dan mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.




















