Koperasi Sejati: Kesejahteraan Anggota Menjadi Tolok Ukur Keberhasilan Utama
Pengelolaan koperasi yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggotanya merupakan hal fundamental yang harus selalu menjadi prioritas utama. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dalam sebuah kesempatan penting yang menggarisbawahi esensi sejati dari sebuah gerakan koperasi. Pesan kuat ini disampaikan Bupati Sikka saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) XLII Tahun Buku 2025 KSP Kopdit Obor Mas di Capa Resort Hotel Maumere pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Bupati menekankan bahwa koperasi pada hakikatnya lahir dari anggota dan keberadaannya harus senantiasa memberikan manfaat kembali kepada para anggotanya. Ia mengingatkan agar kemajuan yang diraih oleh sebuah koperasi tidak hanya dinikmati oleh segelintir pengurus dan pengawas, sementara anggota yang merupakan pemilik sah dari gerakan ini belum merasakan peningkatan kesejahteraan yang signifikan.
Aset Bukan Satu-satunya Ukuran Keberhasilan
“Saya ingin mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi tidak boleh hanya diukur dari besarnya aset. Kekuatan koperasi sejati terletak pada kepercayaan anggota, tata kelola yang bersih, transparansi keuangan, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil,” ujar Bupati Yoris Kago.
Beliau menegaskan bahwa kesejahteraan anggota harus menjadi indikator utama yang menentukan keberhasilan sebuah koperasi. Meskipun pengurus dan pengawas berhak mendapatkan imbalan atas kerja keras mereka, namun prioritas utama harus selalu diberikan kepada peningkatan kesejahteraan para anggota.
“Bahasa sederhananya, jangan sampai yang agak makmur, yang sehat sejahtera dan lain sebagainya (adalah) para pengurus dan pengawas. Tetapi karena koperasi itu lahir dari anggota, harus anggota dulu yang makmur, anggota dulu yang sejahtera, baru linear dengan pengurus dan pengawas di lingkungan koperasi,” jelasnya.
Koperasi Sebagai Manifestasi Demokrasi Ekonomi
Bupati Sikka juga mengibaratkan prinsip koperasi dengan sistem demokrasi, di mana gerakan ini dibangun dari, oleh, dan untuk rakyat. Dengan analogi ini, beliau mengajak seluruh pengurus koperasi di Kabupaten Sikka untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat akuntabilitas, serta memastikan bahwa koperasi benar-benar hadir sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Koperasi itu seperti demokrasi: dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Sama seperti koperasi: dia harus dari anggota, oleh anggota, dan kembali untuk anggota,” tegas Bupati.
Perkembangan Koperasi di Sikka: Sebuah Potret Kebanggaan
Pada kesempatan yang sama, Bupati Sikka menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan pesat koperasi di Kabupaten Sikka, yang bahkan telah menarik perhatian di tingkat nasional. Salah satu contoh gemilang adalah KSP Kopdit Obor Mas, yang kini telah memiliki lebih dari 165.000 anggota dengan total aset mencapai sekitar Rp1,5 triliun. Koperasi ini juga telah berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi di tingkat nasional.
“Kopdit Obor Mas meraih berbagai penghargaan nasional, mulai dari koperasi penyalur KUR terbaik, penghargaan transformasi digital, hingga predikat sehat dan Opini Wajar Tanpa Pengecualian selama bertahun-tahun,” ungkap Bupati.
Selain Kopdit Obor Mas, Bupati juga menyoroti perkembangan Koperasi Kredit Pintu Air yang berpusat di Desa Rotat. Koperasi ini telah tumbuh menjadi salah satu koperasi terbesar di Indonesia, dengan aset yang mencapai Rp2,62 triliun dan jumlah anggota yang melebihi 400.000 orang, tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
“Kita juga melihat pertumbuhan-pertumbuhan koperasi lain seperti Bahtera Sejahtera, Kopdit Sube Huter, Hiro Heling, Tuke Jung, dan berbagai koperasi komunitas lainnya yang terus hadir membantu masyarakat mendapatkan akses pembiayaan usaha produktif,” imbuhnya.
Diversifikasi Usaha: Koperasi Masuk Sektor Riil
Menurut Bupati Juventus Yoris Kago, kemajuan koperasi di Kabupaten Sikka tidak hanya terlihat dari peningkatan aset dan jumlah anggota, tetapi juga dari perluasan bidang usahanya. Kini, sejumlah koperasi di Sikka mulai merambah ke sektor riil, menunjukkan diversifikasi yang positif.
“Yang paling membanggakan adalah koperasi di Sikka tidak lagi hanya bergerak di sektor simpan pinjam. Hari ini koperasi mulai masuk ke sektor riil seperti hilirisasi pertanian, perumahan, usaha wisata, pengembangan UMKM, dan ekonomi digital,” ungkap Bupati dengan bangga.
Beliau juga menilai bahwa kehadiran program Koperasi Desa Merah Putih menjadi peluang emas untuk memperkuat usaha produktif yang berbasis pada potensi lokal di setiap desa dan kelurahan. Dengan pendekatan ini, diharapkan setiap wilayah mampu menghasilkan produk unggulan yang memiliki karakteristik unik dan daya saing yang kuat.
Pada akhirnya, Bupati berharap agar perkembangan koperasi di Kabupaten Sikka dapat terus memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, sambil tetap teguh memegang prinsip dasar koperasi: dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota.










f8bet thương hiệu giải trí cùng worl cup 2026