Roma Dinobatkan Sebagai Kota Paling Ramah Pejalan Kaki di Dunia
Ibu kota Italia, Roma, baru-baru ini meraih predikat bergengsi sebagai kota paling ramah pejalan kaki di dunia. Pengakuan ini datang dari GuruWalk, sebuah platform internasional yang berfokus pada pemesanan tur berjalan kaki dan pengalaman budaya. Dalam riset terbarunya yang mencakup 100 kota global, Roma berhasil menduduki peringkat teratas, mengungguli kota-kota besar lainnya.
Data yang dirilis pada awal Juni 2026 ini disusun berdasarkan metodologi objektif yang mengolah aktivitas nyata pengguna GuruWalk selama periode April 2025 hingga April 2026. Penilaian ini melibatkan analisis mendalam dari 467.000 ulasan terverifikasi yang berasal dari lebih dari 3.600 program tur di lebih dari 800 kota di seluruh dunia. Formula skor akhir mempertimbangkan dua faktor utama: volume kunjungan wisatawan yang menyumbang 65 persen dari total skor, dan tingkat kepuasan pengalaman pengguna yang berkontribusi sebesar 35 persen.
Tiga Alasan Utama Roma Unggul sebagai Kota Ramah Pejalan Kaki
Penobatan Roma sebagai kota paling ramah pejalan kaki di dunia bukanlah tanpa alasan. Terdapat tiga faktor kunci yang secara sistematis menempatkan Roma di posisi teratas:
-
Kedekatan Objek Wisata Sejarah yang Tak Tertandingi
Salah satu keunggulan utama Roma adalah tata letak situs-situs warisan sejarahnya yang sangat terpusat dan berdekatan. Hal ini memungkinkan wisatawan untuk dengan mudah berpindah dari satu ikon bersejarah ke ikon lainnya hanya dengan berjalan kaki, tanpa perlu repot menggunakan moda transportasi kendaraan. Jaringan gang-gang berbatu yang kuno namun menawan menjadi jalur penghubung yang efisien. Dari Colosseum yang megah, hingga Pantheon yang ikonik, dan berlanjut ke kawasan air mancur bergaya Barok yang memukau, semua dapat dijangkau secara berurutan dalam satu perjalanan kaki yang menyenangkan. -
Pengalaman “Lintas Zaman” di Setiap Langkah
Roma menawarkan sebuah pengalaman visual dan atmosfer budaya yang sangat hidup bagi para pejalan kaki. Selama lebih dari 2.700 tahun, kota ini telah dirawat dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga setiap jalan, gang, dan sudut kota seolah bertindak sebagai museum terbuka. Pola tata kota Roma dirancang secara inheren untuk kenyamanan manusia. Setiap langkah kaki yang diambil oleh wisatawan akan membawa mereka berinteraksi langsung dengan jejak peninggalan masa Kekaisaran Romawi, era kekuasaan kepausan, hingga denyut nadi pusat kebangkitan seni dunia. Keberadaan monumen-monumen bersejarah yang tersebar di seluruh penjuru kota menciptakan sensasi perjalanan waktu yang tak terlupakan. -
Komitmen Tinggi terhadap Keamanan dan Kepuasan Pengguna Jalur Pedestrian
Predikat peringkat pertama ini tidak hanya bersumber dari keindahan visual semata, tetapi juga dari standar kenyamanan jalur pedestrian yang sangat tinggi, yang pada akhirnya berujung pada kepuasan para wisatawan. Infrastruktur jalan di Roma secara konsisten menempatkan pejalan kaki sebagai prioritas utama. Hal ini tercermin dari tingginya satisfaction rate atau tingkat kepuasan yang dilaporkan oleh para pemandu lokal maupun pelancong internasional. Sistem evaluasi berkala yang diterapkan oleh GuruWalk mengonfirmasi komitmen kota ini dalam menyediakan pengalaman berjalan kaki yang aman, nyaman, dan memuaskan.
Pergeseran Tren: Lonjakan Peringkat Kota-kota Asia
Meskipun kota-kota di Eropa masih mendominasi posisi 10 besar dunia, dengan Madrid di peringkat kedua, diikuti oleh Barcelona, Seville, Toledo, Granada, dan Florence, edisi kali ini menunjukkan adanya penetrasi infrastruktur pedestrian yang signifikan dari kawasan Asia.
Tokyo, ibu kota Jepang, mencatatkan lonjakan performa tertinggi dalam riset ini. Kota ini berhasil naik 16 peringkat, menempatkannya di posisi ke-20 dunia sebagai kota yang ramah pejalan kaki.
Selain Tokyo, beberapa kota Asia lainnya juga berhasil menembus daftar 100 besar kota paling ramah pejalan kaki, menunjukkan perkembangan positif dalam penataan ruang kota yang berorientasi pada pejalan kaki:
- Kyoto (Jepang) di peringkat 35
- Hanoi (Vietnam) di peringkat 37
- Ho Chi Minh (Vietnam) di peringkat 38
- Kuala Lumpur (Malaysia) di peringkat 52
- Shanghai (Tiongkok) di peringkat 62
- Hoi An (Vietnam) di peringkat 64
- Singapura di peringkat 70
- Hiroshima (Jepang) di peringkat 81
Hingga pertengahan tahun 2026 ini, belum ada satu pun kota di Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar 100 besar kota paling ramah pejalan kaki versi GuruWalk. Namun, tren peningkatan dari kota-kota Asia ini memberikan gambaran optimis mengenai potensi pengembangan infrastruktur pedestrian di masa depan.







