Dedikasi Ganda: Mengintip Kehidupan ASN yang Merangkap Jadi Driver Ojek Online
Menjadi seorang pegawai negeri sipil (ASN) seringkali diasosiasikan dengan rutinitas yang stabil dan jam kerja yang teratur. Namun, gambaran tersebut tidak sepenuhnya berlaku bagi semua abdi negara. Di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, ada sosok inspiratif bernama Jack Ndun, seorang pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, yang membuktikan bahwa dedikasi tidak mengenal batas lelah. Di luar jam dinasnya, Jack rela menekuni profesi ganda sebagai pengemudi taksi online demi menopang kebutuhan keluarganya.
Kisah Jack Ndun adalah cerminan dari semangat juang yang tinggi dan tanggung jawab luar biasa sebagai seorang kepala keluarga. Pria berusia 36 tahun ini, yang lahir di Kefamenanu pada 2 November 1989, tidak pernah mengeluh tentang lelah. Setiap kali jam kantor usai, ia tak langsung beristirahat. Sebaliknya, ia beralih profesi, mengenakan seragam taksi online dan siap melayani penumpang di bawah temaram lampu Kota Kupang.
Keputusannya untuk menjadi pengemudi taksi online bukanlah tanpa alasan. Jack mengungkapkan bahwa penghasilan tambahan dari pekerjaan sampingan ini sangat krusial untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, terutama biaya pendidikan kedua buah hatinya. Ia bersama sang istri, Mira, kini tengah membesarkan seorang putri dan seorang putra. Memastikan masa depan pendidikan anak-anaknya menjadi motivasi utama di balik setiap kilometer yang ia tempuh.
Mobil yang digunakannya untuk mencari nafkah tambahan ini merupakan warisan berharga dari orang tuanya. “Habis pulang kantor, biasanya saya langsung jalan lagi sampai malam. Kalau hari libur kantor, saya juga tetap narik,” ungkap Jack saat ditemui di kawasan Taman Nostalgia, Kota Kupang. Rutinitas ini telah ia jalani selama beberapa tahun terakhir, menunjukkan konsistensi dan komitmennya.
Bagi Jack, pekerjaan sampingan ini bukan hanya sekadar mencari uang tambahan. Ini adalah cara cerdas untuk memanfaatkan waktu luang yang berharga secara produktif. Di saat rekan-rekannya mungkin memilih untuk bersantai, Jack justru memilih untuk terus bergerak, memberikan pelayanan, dan memastikan roda perekonomian keluarganya terus berputar.
Tantangan di Balik Dua Profesi
Menjalani dua profesi secara bersamaan tentu menghadirkan berbagai tantangan tersendiri. Jack tidak menampik hal ini. Salah satu kendala yang sering ia hadapi adalah pesanan perjalanan yang mengharuskan ia menempuh jarak jauh ke luar kota.
“Kalau ada orderan ke luar kota, biasanya saya minta penumpang yang bawa sendiri. Saya khawatir kalau pulang terlalu larut atau kelelahan, besoknya bisa mengganggu pekerjaan di kantor,” jelasnya. Kekhawatiran ini sangat beralasan. Sebagai seorang ASN, profesionalitas dan kinerja di kantor adalah prioritas utama. Ia sadar betul bahwa kelelahan yang berlebihan dapat berdampak buruk pada tugas dan tanggung jawabnya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Oleh karena itu, ia memiliki strategi untuk mengelola risiko ini, termasuk dengan menolak atau mengalihkan pesanan luar kota yang berpotensi menguras tenaganya secara berlebihan.
Jack juga kerap menunggu pesanan penumpang di beberapa titik strategis di Kota Kupang, seperti di sekitar Kantor Camat Maulafa dan area-area ramai lainnya. Keberadaannya di lokasi-lokasi ini memungkinkannya untuk lebih efisien dalam mencari penumpang, terutama di saat-saat jam sibuk atau saat jam kantor telah usai.
Profesionalitas Tetap Utama
Di balik kesibukannya yang padat sebagai aparatur sipil negara dan pengemudi taksi online, Jack Ndun tetap berupaya keras untuk menjaga profesionalitasnya dalam kedua bidang pekerjaan tersebut. Ia memahami bahwa integritas adalah kunci.
Bagi Jack, pekerjaan sampingan ini adalah manifestasi dari tanggung jawabnya sebagai seorang suami dan ayah. Ia tidak ingin ada kebutuhan dasar keluarganya yang terabaikan. “Yang penting pekerjaan utama di kantor tetap berjalan baik. Sementara narik online ini hanya untuk menambah kebutuhan keluarga dan biaya sekolah anak-anak,” tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan prioritasnya yang jelas: pelayanan publik di kantor tetap nomor satu, sementara pekerjaan sampingan berfungsi sebagai pelengkap untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kisah Jack Ndun memberikan pelajaran berharga bagi banyak orang. Ia membuktikan bahwa dengan semangat kerja keras, kedisiplinan, dan niat yang tulus, seseorang dapat menyeimbangkan berbagai peran dan tanggung jawab demi mencapai tujuan yang mulia. Ia adalah contoh nyata bahwa menjadi abdi negara tidak berarti harus mengorbankan kesejahteraan keluarga, melainkan dapat diimbangi dengan dedikasi dan inovasi dalam mencari solusi.
















