Marissya Icha Bantah Endorse, Malah Transfer Miliaran Bantu Owner

Kasus Penggelapan Dana Umrah Hanania Travel: Selebriti Marissya Icha Bantah Terlibat, Ungkap Fakta Mengejutkan

Kasus dugaan penggelapan dana calon jemaah umrah yang menjerat Hanania Travel kini semakin memanas. Nama selebgram Marissya Icha terseret dalam pusaran kasus ini, menimbulkan pertanyaan dan spekulasi di kalangan publik. Marissya Icha secara tegas membantah keterlibatannya dan justru membeberkan fakta yang tak terduga, bahwa ia bahkan telah mengucurkan dana miliaran rupiah untuk membantu pemilik Hanania Travel.

Bantahan Marissya Icha: Bukan Brand Ambassador, Tapi Pemberi Bantuan

Marissya Icha menjadi sorotan publik lantaran dituding sebagai brand ambassador Hanania Travel dan menerima bayaran endorsement yang diduga berasal dari dana jemaah yang digelapkan. Tuduhan ini muncul setelah Marissya Icha membuat beberapa unggahan promosi untuk Hanania Group.

Menanggapi hal ini, Marissya Icha memberikan bantahan keras. Melalui kuasa hukumnya, ia menjelaskan bahwa ia tidak pernah menerima bayaran endorsement dari Hanania Travel.

“Kalau disampaikan saya di-endorse, saya dibayar, itu saya sangat membantah itu semua. Salah,” tegas Marissya Icha.

Ia menambahkan bahwa postingan yang dibuatnya murni atas dasar pertemanan dengan pemilik Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan. Saat itu, Marissya Icha berencana untuk berangkat umrah dan Farhan menawarkan potongan harga senilai Rp5 juta.

“Nah, kalau di ratecard saya Rp5 juta itu enggak worth it dong saya mau posting, tapi karena dia teman saya ya udahlah, anggaplah saya bantu,” kenangnya. Ia bahkan menantang pihak kepolisian untuk membuka mutasi rekeningnya jika memang ada aliran dana yang masuk untuk endorsement.

Lebih mengejutkan lagi, Marissya Icha mengaku justru telah menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk membantu Farhan.

“Saya sampaikan saja ya bahwa sekitar Februari itu Kak Icha sudah bantu cukup besar ya. Mungkin bisa ditanyakan ke para penyidik di rekening korannya Hanania itu ada transferan dari Kak Icha mungkin jumlahnya cukup besar ya, miliaran,” ungkap rekan sesama kuasa hukum Marissya Icha, Putra.

Marissya Icha menyatakan penyesalannya atas niat baiknya membantu bisnis temannya yang justru berujung pada kasus penggelapan dana. “Saya juga bantu-bantu bisnis orang, karena saya tidak mengetahui dan melihat ini akan terjadi,” sesalnya.

Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Sebagai Tersangka

Ahmad Syah Farhan, pemilik Hanania Travel, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan uang calon jemaah umrah. Hanania Travel, yang berlokasi di Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, dikenal dengan konsep umrah milenial dan aktif menggunakan jasa influencer untuk mempromosikan paket umrah mereka.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengungkapkan bahwa sebagian dana yang dihimpun dari calon jemaah digunakan untuk kepentingan di luar perjalanan umrah, termasuk untuk membayar para influencer sebagai bagian dari strategi pemasaran.

“Sebagian juga digunakan untuk membayar influencer, sebagaimana tadi dipertanyakan. Ini untuk kepentingan marketing,” papar Kombes Iman Imanuddin.

Pihak kepolisian berencana akan memintai keterangan dari sejumlah influencer yang pernah bekerja sama dengan Hanania Travel, termasuk nama-nama seperti Keanu Agl, Awkarin, dan Dara Arafah, yang sebelumnya pernah diberangkatkan umrah oleh biro perjalanan tersebut.

Kesaksian Para Korban: Janji Palsu dan Skema Gali Lubang Tutup Lubang

Para calon jemaah yang menjadi korban penipuan ini menceritakan pengalaman pahit mereka. Salah seorang korban, Rosa (50), mengaku sempat bertemu dengan pemilik Hanania Travel di kantor cabang perusahaan. Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Syah Farhan mengakui ketidakmampuannya memberangkatkan sekitar 1.260 calon jemaah yang dijadwalkan berangkat pada Juni-Juli 2026.

Opsi penyelesaian yang ditawarkan oleh Hanania Travel adalah menggandeng biro umrah lain untuk memberangkatan atau mengembalikan dana dalam jangka waktu dua tahun. Namun, opsi ini tidak diterima oleh para korban.

“Nah, itu kita tidak sepakat. Sempat terjadi adu argumen antara bapak-bapak calon jemaah tadi, dengan owner. Makanya lalu dibawa ke Polda,” ujar Rosa.

Awalnya, Hanania Travel mencoba meredam kemarahan korban dengan alasan konflik Timur Tengah, namun terungkap bahwa biro perjalanan tersebut menggunakan skema “gali lubang tutup lubang”. Dana dari jemaah baru tidak dialokasikan untuk tiket pesawat atau akomodasi, melainkan digunakan untuk memberangkatkan jemaah kloter sebelumnya yang tertunda.

Korban lain, Joko Setyo, mengaku telah membayar Rp60 juta untuk dua orang. Ia tertarik dengan promosi paket umrah yang ditawarkan Hanania Travel dengan harga yang relatif murah, termasuk fasilitas wisata ke Dubai.

“Ya, promonya menarik dan secara cost memang murah ya dengan angka yang mereka tawarkan,” bebernya.

Joko seharusnya diberangkatkan pada Maret 2026, namun hingga kini belum ada kejelasan. Di hadapan para korban, tersangka sempat membuat pernyataan kesanggupan mengembalikan uang, namun hal tersebut tidak berhasil meyakinkan para jemaah.

Dalam proses mediasi terungkap bahwa total kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai sekitar Rp60 miliar. Diduga, kekacauan ini telah terjadi sejak 2025 akibat adanya masalah keuangan internal di Hanania Travel.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umrah dan melakukan verifikasi mendalam sebelum melakukan pembayaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar