MEDAN – YUTELNEWS.COM
Kejaksaan tinggi sumatera utara (kejati sumut) memeriksa wakil wali kota medan, zakiyuddin harahap, terkait dugaan korupsi penyaluran kredit di bank sumut.
Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik pidana khusus (pidsus) pada selasa (23/6/2026) di kantor kejati sumut.
Kepala seksi penerangan hukum kejati sumut, rizaldi, menyatakan bahwa zakiyuddin diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.
Pemeriksaan ini berkaitan dengan perkara dugaan korupsi kredit yang tengah ditangani penyidik.
Zakiyuddin hadir memenuhi panggilan penyidik dan dimintai keterangan terkait peristiwa yang terjadi pada masa lalu.
Kasus yang diselidiki meliputi: dugaan penyimpangan penyaluran kredit di Bank Sumut, pengajuan kredit oleh pihak swasta (cv hasian abadi group) dokumen kredit diduga tidak lengkap namun tetap dicairkan akibat dugaan tersebut, negara disebut mengalami kerugian sekitar rp2,2 miliar.
Zakiyuddin diperiksa karena:
pada saat kejadian (sekitar tahun 2012) Ia menjabat sebagai pimpinan cabang pembantu (Pimcapem) di bank sumut posisi tersebut dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan proses penyaluran kredit yang kini menjadi objek penyelidikan.
Dalam kasus ini, penyidik juga menyoroti, farah hamina harahap status, daftar pencarian orang (dpo)
Ia diduga sebagai pihak yang mengajukan kredit bermasalah melalui cv hasian abadi group
Hingga saat ini, zakiyuddin masih berstatus saksi
belum ada penetapan tersangka dari unsur pejabat publik, penyidik masih mendalami alur proses kredit dan pihak yang bertanggung jawab.
Zakiyuddin harahap saat ini menjabat sebagai, wakil wali kota medan periode 2025–2030,ia merupakan pasangan dari wali kota medan, rico waas, hasil pilkada 2024.
Penanganan dugaan korupsi di sektor perbankan daerah harus dilakukan secara transparan, profesional, dan tanpa tebang pilih menurut sekjen gerakan masyarakat anti korupsi ( Gemak )
Kasus ini masih terus berkembang dan berpotensi menyeret pihak lain seiring pendalaman oleh kejati sumut.
(Redaksi Rizal hsb)











