Yutelnews.com |
Negeri Seith, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, mencatat satu babak baru dalam perjalanan persatuan dan pembangunannya. Pada hari yang penuh berkah ini, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa hadir langsung menyaksikan dan turut serta dalam pelaksanaan upacara Aha Poput — pemasangan atap — pada Masjid Quba Al-Bayyan-Hautuna. Bagi warga setempat, momen ini bukan sekadar tahapan teknis pembangunan, melainkan tonggak yang mengukuhkan ikatan hati dan harapan bersama. Sabtu, /04/07/2026.
Dalam kearifan bahasa Seit, Aha Poput memiliki makna yang jauh melampaui susunan bahan bangunan. Atap diibaratkan sebagai payung besar yang melindungi seluruh penghuni, menyatukan setiap bagian struktur, serta menandai bahwa sebuah bangunan telah mendekati wujud kesempurnaannya. Prosesi ini dijalani dengan doa, keheningan penuh makna, dan semangat gotong royong yang sudah terjalin sejak pondasi masjid diletakkan.
Masjid Quba Al-Bayyan tumbuh bukan dari satu tangan saja. Ia lahir dari keringat, sumbangan tenaga, harta, dan keikhlasan warga Negeri Seith yang ingin memiliki tempat ibadah yang layak, nyaman, dan bermartabat. Hadirnya Gubernur Hendrik Lewerissa dalam momen ini menjadi penguat semangat sekaligus bukti nyata perhatian pemerintah daerah: bahwa pembangunan Maluku tak hanya diukur dari infrastruktur fisik semata, tetapi juga dari kekokohan landasan spiritual dan moral warganya.
Gubernur Hendrik Lewerissa menyampaikan bahwa rumah ibadah adalah jantung kehidupan bermasyarakat. “Di sini tempat mengajarkan kedamaian, tempat menyelesaikan perselisihan dengan musyawarah, dan tempat membentuk karakter generasi penerus. Maka mendukung pembangunannya adalah bagian dari tugas membangun daerah yang utuh,” ujarnya.
Aha Poput mengandung pelajaran hidup yang mendalam: sebuah bangunan hanya akan berdiri kokoh jika setiap unsurnya saling menopang. Demikian pula kemajuan Maluku tidak akan tercapai jika pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat berjalan sendiri-sendiri. Semangat inilah yang ingin ditanamkan melalui pembangunan masjid ini.
Dengan terpasangnya atap tersebut, harapan pun mengembang: agar Masjid Quba Al-Bayyan kelak menjadi sumber kedamaian, pusat ilmu pengetahuan, dan tempat mempererat persaudaraan lintas warga. Ia menjadi bukti bahwa kerja sama yang didasari ketulusan akan senantiasa mendatangkan keberkahan.
Peristiwa di Negeri Seith mengingatkan kita satu hal penting: membangun atap masjid adalah membangun tempat berteduhnya hati, menjaga keutuhan umat, serta meletakkan dasar yang kokoh bagi masa depan Maluku yang damai dan maju.
Korwil m, ( ld rama,)











