Momentum Spiritual dan Kebersamaan di Desa Adat Sibanggede
MANGUPURA – Suasana khidmat menyelimuti Desa Adat Sibanggede, Abiansemal, Badung, pada Selasa, Juni 2026, saat dilaksanakannya rangkaian upacara suci. Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, beserta Ketua WHDI Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, turut hadir dan berpartisipasi dalam gelaran Karya Rsi Gana, Melaspas, dan Mendem Pedagingan. Upacara ini merupakan bagian integral dari serangkaian kegiatan besar yang meliputi Piodalan Padudusan Agung, Menawa Ratna, Medasar Caru Labuh Gentuh, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini di Pura Desa setempat.
Karya agung ini dipuput oleh dua rohaniwan terkemuka, yaitu Ida Pedanda Gede Putra Geniten dari Griya Dalem Sibanggede dan Ida Pedanda Gede Watulumbang dari Griya Watulumbang Sibangkaja. Kehadiran para pemimpin spiritual ini menambah kekhidmatan dan kesakralan seluruh rangkaian upacara.
Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, tidak hanya hadir sebagai tamu kehormatan, tetapi juga aktif mengikuti prosesi persembahyangan bersama dan turut melaksanakan ritual Mendem Pedagingan. Partisipasi langsung ini menunjukkan komitmen dan penghargaan terhadap nilai-nilai spiritual serta tradisi yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Desa Adat Sibanggede.
Tujuan Mulia di Balik Rangkaian Upakara
Rangkaian upakara yang dilaksanakan ini memiliki makna filosofis yang mendalam. Secara esensial, upacara ini bertujuan untuk memohon kerahayuan jagat, yaitu keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta. Selain itu, upacara ini juga menjadi sarana memohon anugerah kesehatan, kesuburan, kemakmuran, serta menjaga keseimbangan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Hyang Widhi Wasa.
Lebih dari sekadar ritual keagamaan, kegiatan ini juga merupakan wujud nyata rasa syukur dan bhakti masyarakat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam tataran lokal, upacara ini secara spesifik menjadi momentum untuk memohon perlindungan dari berbagai mara bahaya dan bencana, serta meningkatkan kualitas hidup seluruh Krama (warga) Desa Adat Sibanggede.
Dukungan Pemerintah untuk Pelestarian Tradisi
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian tradisi dan pelaksanaan yadnya (upacara persembahan), Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta secara simbolis menyerahkan bantuan dana sebesar Rp1,5 miliar. Bantuan ini diterima langsung oleh Ketua Panitia Karya, I Ketut Darma, sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mendukung kegiatan keagamaan dan adat di wilayahnya.
Dalam sambrama wacananya, Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh krama Desa Adat Sibanggede atas semangat gotong royong dan dedikasi mereka dalam menyelenggarakan karya suci ini. Beliau mengaku bangga dapat hadir dan berbaur langsung dengan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah dan upacara.
“Karya suci ini merupakan wujud nyata sraddha dan bhakti kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa. Semoga seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, labda karya, serta memberikan kerahayuan, kesehatan, dan keseimbangan bagi alam semesta beserta seluruh krama sehingga tercipta kehidupan yang rembah ripah loh jinawi,” ujar beliau, menekankan harapan akan keberkahan dan kemakmuran yang melimpah.
Lebih lanjut, Wakil Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan dan kebersamaan. Beliau juga mendorong dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Badung, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Persiapan Matang dan Kolaborasi Krama
Ketua Panitia Karya, I Ketut Darma, melaporkan bahwa pelaksanaan Karya Piodalan Padudusan Agung Menawa Ratna Medasar Caru Labuh Gentuh di Pura Desa Sibanggede ini merupakan hasil musyawarah mufakat dari seluruh krama Desa Adat Sibanggede. Hal ini menunjukkan tingginya partisipasi dan rasa memiliki masyarakat terhadap tradisi leluhur mereka.
Puncak dari rangkaian upacara besar ini dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 7 Juli 2026. Sementara itu, Upacara Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2026, melengkapi keseluruhan rangkaian kegiatan spiritual ini.
Mengenai aspek pendanaan, I Ketut Darma menjelaskan bahwa pelaksanaan karya ini didukung oleh berbagai sumber. Selain hibah dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp1,5 miliar, dana juga berasal dari punia (sumbangan) yang diberikan oleh krama Desa Adat Sibanggede serta sumbangan dari para pengusaha yang berdomisili di wilayah Desa Sibanggede. Dukungan tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi masyarakat juga turut berkontribusi dalam bentuk kebutuhan pokok seperti beras dan berbagai sarana upakara lainnya.
Persiapan pelaksanaan karya ini melibatkan kolaborasi yang luar biasa dari berbagai elemen masyarakat. Para serati (pembuat sarana upakara), tukang ulam (penyedia sesajen), serta seluruh krama adat dari 12 banjar (wilayah adat) bahu-membahu dalam pembuatan berbagai sarana upakara. Keterlibatan ini mencakup kurang lebih 1.500 Kepala Keluarga (KK), menunjukkan skala partisipasi yang sangat besar dan solid.
Turut hadir dalam kegiatan ini adalah sejumlah tokoh penting, antara lain anggota DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Laka; anggota DPRD Kabupaten Badung, I Nyoman Gede Wiradana; Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta; Camat Abiansemal yang diwakili oleh Kasi Pelayanan Umum, Made Parmita; Bendesa Adat Sibanggede, I Nyoman Surianta; Perbekel Sibanggede, I Wayan Darmika; serta para undangan kehormatan lainnya. Kehadiran para pejabat dan tokoh masyarakat ini semakin menegaskan pentingnya acara ini dalam konteks sosial dan spiritual masyarakat Badung.










f8bet thương hiệu giải trí cùng worl cup 2026